NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

​Pagi hari di kedalaman Klan Wu selalu dimulai dengan hiruk-pikuk yang riuh. Menjelang Kompetisi Klan yang kian dekat, lapangan latihan utama dipenuhi oleh ribuan murid berjubah putih. Suara dentingan pedang yang beradu, teriakan penyemangat, serta deburan energi spiritual dari mereka yang mencoba menembus batas kultivasi menciptakan atmosfer yang sangat kompetitif. Para tetua berdiri di panggung tinggi, mengawasi dengan tatapan tegas dan menuntut kesempurnaan.

​Namun, pemandangan itu sangat kontras dengan sudut paling belakang area murid luar.

​Di teras paviliun kayu usangnya yang berdebu, Wu Tian duduk dengan santai sembari menyandarkan punggungnya pada tiang kayu. Alih-alih berlatih pedang dengan mandi keringat seperti murid lainnya, ia hanya duduk diam memandangi daun-daun kelabu yang gugur dari pohon belakang klan. Di mata Wu Tian, teknik latihan yang diterapkan klan ini terlalu banyak membuang-buang energi tanpa efisiensi bertarung yang nyata. Baginya, keheningan pagi ini adalah kemewahan tersendiri.

​Langkah kaki ringan terdengar mendekat.

​Wu Tian tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang datang. Indra pendengarannya yang tajam sudah mengenali frekuensi langkah kaki Wu Lin dari jarak seratus meter.

​Wu Lin berjalan membawa sebuah keranjang anyaman kecil berisi beberapa pil spiritual tingkat rendah dan sepotong jubah murid luar yang baru. Gadis itu masih merasa tidak enak hati karena harus menempatkan Wu Tian di kamar usang seperti ini akibat hasil tes bakat palsu tempo hari.

​"Wu Tian, aku membawakanmu beberapa keperluan..." Wu Lin membuka suara saat melangkah ke pekarangan.

​Belum sempat Wu Lin menyelesaikan kalimatnya atau meletakkan keranjang tersebut, Wu Tian mendadak langsung berdiri dari duduknya. Sepasang mata hitam legamnya menatap Wu Lin dengan tajam, lalu ia melangkah turun dari teras.

​"Ayo keluar," ucap Wu Tian pendek dengan wajah datar tanpa ekspresi.

​DEG.

​Jantung Wu Lin mendadak berdegup kencang. Sepasang pipinya seketika merona merah muda. Pikiran gadis itu langsung melesat ke mana-mana. ‘Keluar? Dia mengajakku keluar klan berdua saja?’

​Di kedai tempo hari, Wu Tian terlihat begitu misterius, dingin, dan memiliki ketampanan yang sanggup membuat murid perempuan mana pun terpikat. Mengira pemuda ini ingin mengajaknya jalan-jalan berdua—mungkin untuk melihat pemandangan bukit awan atau mengobrol intim secara personal—Wu Lin buru-buru merapikan rambutnya yang tertiup angin dengan canggung.

​"K-Keluar? Pagi-pagi begini? Mau ke mana?" tanya Wu Lin dengan nada suara yang sedikit malu-malu, penuh harap akan sebuah momen yang romantis.

​Wu Tian tidak menjawab. Ia hanya berjalan mendahuluinya dengan langkah lebar menuju gerbang belakang klan, membuat Wu Lin terpaksa setengah berlari untuk menyusul di belakangnya.

​Harapan manis dan bayangan romantis yang sempat berputar di kepala Wu Lin langsung hancur berkeping-keping tanpa sisa setengah jam kemudian.

​Wu Tian sama sekali tidak membawanya ke puncak bukit romantis atau tepi danau yang indah. Pemuda itu membawanya kembali menembus hiruk-pikuk Kota Fajar, dan langkah kakinya langsung berhenti tepat di depan sebuah kedai makan terbesar yang aroma kaldu dagingnya paling menyengat.

​Wu Tian berbalik menghadap Wu Lin. Dengan wajah tanpa dosa, tatapan lempang, dan nada suara yang teramat sangat enteng, ia menunjuk ke dalam kedai.

​"Aku lapar. Aku tidak punya uang dunia luar, jadi kamu yang bayar."

​Wu Lin terpaku di tempat. Matanya mengerjap beberapa kali, menatap bergantian antara papan nama kedai dan wajah tampan Wu Tian yang sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.

​‘Jadi dia mengajakku keluar secepat ini hanya karena perutnya lapar dan menjadikanku dompet berjalan?!’ batin Wu Lin menjerit pasrah. Antara ingin marah dan ingin tertawa, ia akhirnya hanya bisa menghela napas panjang sembari menepuk jidatnya sendiri. Sikap romantis terbukti tidak berlaku pada monster dari Shenzhou ini.

​"Dasar... tidak tahu diuntung," gerutu Wu Lin sembari cemberut, namun kakinya tetap melangkah masuk ke dalam kedai dan memesankan seluruh menu daging terbaik untuk Wu Tian.

​Begitu makanan tiba, Wu Tian kembali bertransformasi menjadi predator kelaparan. Dengan wajah yang tetap sedingin es dan datar, tangannya bergerak secepat kilat. Lima mangkuk mi kuah spiritual lenyap dalam hitungan menit, disusul dengan tiga piring besar ayam panggang madu. Cara makannya yang sangat lahap namun anehnya tetap terlihat rapi membuat Wu Lin yang duduk di seberangnya tidak bisa menahan senyum geli.

​Meskipun awalnya sempat kecewa karena harapannya patah, Wu Lin perlahan merasa sangat terhibur. Di dunia luar yang penuh intrik, semua murid laki-laki di klan selalu bermuka dua, berbicara dengan penuh kiasan, dan mencoba mencari mukanya demi status. Namun Wu Tian sangat berbeda. Pemuda ini terlampau jujur, polos tentang dunia manusia, dan bertindak apa adanya tanpa ada niat terselubung. Kejujuran yang enteng itu justru terasa jauh lebih tulus di hati Wu Lin.

​"Makanlah perlahan, tidak akan ada yang merebut makananmu," ucap Wu Lin sembari menopang dagunya dengan tangan, menatap Wu Tian dengan binar mata yang hangat. Wu Tian hanya membalas dengan anggukan kecil tanpa menghentikan kunyahannya.

​Setelah menghabiskan belasan piring dan membuat dompet perak Wu Lin kembali menipis, mereka berdua akhirnya berjalan santai kembali menuju markas utama Klan Wu. Wu Lin tampak tertawa kecil mendengar beberapa komentar polos Wu Tian tentang rasa bumbu makanan yang baru pertama kali ia cicipi, sementara Wu Tian berjalan di sampingnya dengan ekspresi yang tetap datar.

​Namun, momen kebersamaan mereka di sepanjang jalan klan tidak luput dari pandangan mata-mata yang dengki.

​Di dekat paviliun murid luar, tiga orang murid luar senior berpakaian putih lusuh tengah berdiri berkumpul. Pemimpin mereka, seorang kultivator bertubuh kekar bernama Wu Geng, menatap ke arah Wu Tian and Wu Lin dengan tatapan penuh kebencian dan rasa tidak terima.

​"Lihat si sampah dari cabang terpencil itu," desis Wu Geng, giginya menggeram rapat. "Baru masuk dua hari dengan bakat spiritual tingkat sampah, tapi sudah berani mendekati dan berjalan berdua dengan Senior Lin! Dia pikir wajah tampannya itu bisa membeli kedudukan di klan ini?!"

​"Benar, Kakak Geng! Kita harus memberinya pelajaran agar dia tahu diri dan sadar di mana tempatnya berdiri," sahut anak buahnya memanaskan suasana.

​Wu Geng menyeringai licik, menatap punggung Wu Tian yang berjalan menjauh. "Malam ini, saat suasana sepi. Kita datangi paviliun usangnya di pojok hutan. Aku sendiri yang akan mematahkan kaki si tampan itu agar dia tidak bisa merangkak mendekati Senior Lin lagi."

​Rencana perundungan gelap telah disiapkan untuk malam nanti. Mereka semua mengira Wu Tian adalah target empuk yang tidak berdaya, sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sedang merencanakan sebuah kunjungan sukarela ke sarang monster yang salah memilih lawan.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!