NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Terbuang

Balas Dendam Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penyerangan

Drappppppp... drappppppp... drappppppp.

Suara terompet perang dan derap kaki kuda mengguncang hutan. Ratusan obor bergerak seperti lautan api.

“Di sana! Wanita itu membawa tahanan kabur!” teriak komandan pasukan.

Hana berhenti di balik pohon besar. Ia menurunkan Bima pelan-pelan.

“Ayah, tunggu di sini. Tutup mata Ayah,” bisik Hana. Tangannya gemetar bukan karena takut. tapi Karena marah.

Bima menggenggam ujung jubah putrinya. “Hana... jangan... Ayah tidak mau kehilanganmu lagi...”suara bima bergetar,dia takut putrinya terluka ataupun di bunuh oleh para pengawal itu.

Hana mencium kening ayahnya. “Hana janji, Ayah. Tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi.”

Ia berdiri. Pedang pendeknya berkilat diterpa cahaya obor.

Jay maju selangkah. “Nona, jumlah mereka 300 orang. dan..kita..Kita hanya berlima...”beritahu nya dengan terbata-bata.

Hana menyela. “Kalian jaga Ayahku. Yang maju ke kesana... adalah urusanku.”tekan Hana yang membuat mereka terkejut dan.

Srekkkk.

Panah pertama melesat. Hana menepisnya dengan pedang. Panah itu patah jadi dua,lalu dia melompat menjauh dari tempat ayahnya,agar mereka tidak bisa menyakiti bima, setelah itu dia menangkap panah yang lain dan menangkap nya,setelah itu dia melempar nya balik dengan kecepatan,dan benar saja.

srekkkkkkkkkkkkkk

“Aaaahhhkkk!” jerit prajurit pertama yang nekat maju. Perutnya robek kena anak panah yang di lemparkan oleh Hana. Isinya tumpah ke tanah.

Buggggggggg!!

Tendangan Hana menghancurkan helm besi prajurit kedua. Kepalanya penyok ke dalam. Otak berhamburan.

Para pengawal Hana terpaku. Leo berbisik. “Ini bukan manusia... ini dewa perang...”

300 vs 1. Tapi Hana seperti hantu. Ia muncul di kiri, menebas 3 leher sekaligus.

Srekkk. Srekkk. Srekkk.

Tiga kepala jatuh bersamaan.

Ia muncul di kanan, tinjunya menghantam dada prajurit sampai punggungnya jebol.

Buggggggggg!!

Jeritan mengerikan menggema. “Iblis! Dia iblis!”

Komandan pasukan panik. “Pengepungan! Tombak! kita harus membunuh dia!”

Ratusan tombak menusuk ke arah Hana bersamaan.

Hana tersenyum. Matanya merah menyala. “Sistem, aktifkan kecepatan berlari level 3.”

[Sistem Jahat: Kecepatan berlari meningkat 300%. Konsumsi tenaga tinggi.]

Tubuh Hana jadi bayangan. Ia berlari memutar, menebas, menendang, menghantam.

Buggggggggg!! Buggggggggg!! Srekkkk!! Aaaahhhkkk!!

Tubuh berserakan. Darah menyembur ke dedaunan. Tanah berubah jadi lumpur merah.

Dalam 2 menit, 100 prajurit tumbang. Sisanya mundur ketakutan.

Komandan berteriak. “Panah api! Bakar dia!”

Ratusan panah berapi melesat ke langit. Hujan api turun ke arah Hana dan Bima.

“NONA!” teriak kelima pengawal.

Hana menoleh ke arah Bima. Matanya meleleh.

“Tidak...”teriaknya,saat melihat anak panah mengarah pada ayahnya.,dia berlari sekuat tenaga,dan

Sebelum panah itu mengenai ayahnya, Hana melompat dan menutupinya dengan tubuhnya.

Srekkk. Srekkk. Srekkk.

3 panah api menancap di punggung Hana. Jubahnya terbakar. Kulitnya melepuh. Bau daging terbakar menyengat.

“Aaaahhhkkk!” Hana menjerit tapi tidak melepaskan pelukannya ke Bima.

Bima berteriak histeris. “HANA! LEPASKAN AYAH! AYAH TIDAK MAU KAU MATI NAK !”tubuh bima bergetar hebat,dia memeluk putrinya dengan erat,seolah takut anak meninggalkan nya untuk selamanya.

Hana batuk darah. Tapi ia tetap tersenyum. “Ayah... Hana tidak sakit... yang sakit itu... Ayah disiksa 18 tahun...”ucapa Hana.

lalu sorot matanya menatap,dia berdiri terlihat wajahnya berubah menjadi mencekam.

Amarahnya meledak.

Hana mencabut panah dari punggungnya sendiri. Darah mengucur deras. Ia melempar panah itu ke arah komandan.

Srekkkk.

Panah itu menembus dahi komandan. Matanya melotot. Tubuhnya roboh.

Hana berdiri sempoyongan. Ia mengeluarkan bola peledak terakhir dari buntalannya.

“Kalian... mau mati bersamaku?” Suaranya serak tapi dingin.

Para prajurit yang tersisa gemetar. Tidak ada yang berani maju.

Hana mengangkat bola itu tinggi-tinggi. “Kalau begitu, mati semua!”

Detik itu juga...

Duarrrrr!!!

Cahaya putih kedua menyambar hutan. Gelombang ledakan meratakan 200 prajurit tersisa. Pohon tumbang. Tanah terbelah.

Hutan Sanata berubah jadi neraka.

Asap tebal. Keheningan mencekam. Hanya suara napas Hana yang tersengal,dia mendekati ayahnya dan menggendong nya, karna tidak sanggup lagi.

Ia jatuh berlutut, masih menggendong Bima. Punggungnya hancur terbakar.

Bima memeluk wajah putrinya sambil menangis. “Hana... anakku... maafkan Ayah... maafkan Ayah...”

Kelima pengawal merangkak mendekat. Mata mereka basah. Jay berbisik. “Nona... kami... kami bersumpah setia sampai mati.”

Hana tersenyum lemah. “Bagus... misi selesai 100%...”batin nya.

[Sistem Jahat: Misi penyelamatan ayah selesai. Hadiah: Pil Pemulih Tubuh + Batu Kebangkitan.]

{ 200 milliar tahil emas masuk kedalam ruang penyimpanan milik nona,, ruang penyimpanan adalah bonus hadiah  }

Sebuah cahaya hijau muncul dari telapak tangan Hana. Pil itu masuk ke mulutnya sendiri. Luka bakar di punggungnya menutup perlahan.

Hana pingsan di pelukan ayahnya.

Bima memeluknya erat. “Tidak ada yang akan menyentuhmu lagi, nak. Tidak ada..ayah akan melindungi mu,,jika kamu pergi ayah akan ikut bersama mu " teriak bima menangis memeluk putrinya.

kelima pengawal Hana sekuat tenaga berdiri,salah satunya menggendong ayahnya Hana,dan pengawal Hana yang berwajah datar bernama Dex menggendong Hana di punggung nya.

setelah itu mereka saling memandang dengan wajah seriusnya masing-masing.

" kita harus segera pergi dari sini,sebelum bala bantuan prajurit istana menangkap kita " ucap Jay dengan suara lemah nya.

ke empat pengawal Hana mengangguk,dan pergi segera pergi meninggalkan tempat itu,setelah kepergian mereka.

Di kejauhan, lonceng istana kaisar berdentang lagi. Kabar neraka di hutan Sanata... akan mengguncang kerajaan Sanata.

************

Di ujung hutan Sanata, seorang prajurit yang tubuhnya penuh luka dan darah merangkak ke atas kudanya. Matanya penuh teror. Ia menendang perut kuda itu sekuat tenaga.

“Kreeeekkk...” Kuda itu berlari sekencang-kencangnya, meninggalkan hutan yang telah berubah menjadi lautan mayat.

Tengah malam. Aula istana masih terang benderang. Kaisar sedang mengadakan rapat darurat bersama para pejabat tinggi. Wajah mereka tegang membahas pemberontakan di perbatasan.

“Brakkkk!” Pintu aula terbuka dengan kasar.

Prajurit itu tersungkur masuk. Armor-nya hancur, napasnya tersengal-sengal. Darah masih menetes dari sudut bibirnya.

“Yang... Yang Mulia Kaisar...” suaranya serak.

Kaisar berdiri. “Apa yang terjadi? kenapa kamu hanya kembali sendirian?” tanya kaisar dengan jantungnya berdetak kencang.

Prajurit itu menunduk, tubuhnya gemetar hebat. “300 prajurit elit yang Paduka kirim... semuanya... semuanya tewas.”beritahunya.

Seketika aula menjadi hening. Hanya terdengar suara napas para pejabat yang tercekat.

“Apa maksudmu? Tewas? Oleh siapa?” bentak Perdana Menteri.

“Wanita itu... wanita yang membawa tahanan Bima kabur. Dia... dia iblis, Tuan. Satu orang melawan 300 orang. Dia memotong leher prajurit seperti memotong sayur. Tendangannya menghancurkan helm besi. Dia terkena tiga anak panah api, tetapi dia tetap berdiri dan melemparkan bola peledak yang meratakan seluruh pasukan kami.”

“Mustahil!” teriak seorang jenderal. Tetapi suaranya bergetar.

Kaisar terhuyung ke belakang dan duduk di singgasananya. Wajahnya pucat pasi. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan ketakutan yang nyata.

Para pejabat mulai berbisik-bisik, suara mereka semakin lama semakin gaduh.

“Bagaimana mungkin ada manusia sekuat itu?”

“Jika dia menyerang istana, kita semua akan mati.”

“Kita sudah membuat kesalahan besar 18 tahun yang lalu.”

Ketegangan memuncak ketika pintu aula kembali terbuka.

Ibu Suri melangkah masuk dengan tongkat emas di tangannya. Wajahnya dipenuhi amarah.

“Brak!” Tongkat itu menghantam lantai marmer.

“Mengapa kalian semua hanya duduk diam seperti patung?!” bentaknya. Suaranya menggema ke seluruh aula.

Para pejabat langsung menunduk ketakutan. Kaisar pun ikut berdiri memberi hormat.

Ibu Suri menatap tajam ke arah Kaisar. “Aku mendengar laporan dari penjaga. Seorang wanita telah membawa tahanan berat Bima kabur. Jika dia tidak tertangkap, maka bunuh dia! Jika dia melawan, ratakan kepalanya! dan Perintahkan seluruh pasukan untuk menggeledah setiap rumah rakyat! Setiap kediaman bangsawan! Gali tanahnya jika perlu! Aku ingin wanita itu dan Bima diseret ke hadapanku sebelum matahari terbit!”perintah ibu suri dengan suara lantang.

Kaisar mengepalkan tangan di balik jubahnya. Dalam hatinya ia ragu. Ia baru saja mendengar bagaimana 300 prajurit terbaiknya mati tanpa sisa. Ia berbisik pelan, hanya cukup untuk dirinya sendiri: “Kali ini... kita berhadapan dengan orang yang berbahaya. Jika dia marah, mungkin seluruh Kerajaan Sanata akan diratakan olehnya...”batin nya.

Tetapi di hadapan Ibu Suri, ia tidak berani membantah. Ia hanya mengangguk lemah. “Baik, Ibu Suri.”

Perintah itu segera disebarkan. Denting lonceng peringatan berbunyi. Seluruh penjaga istana bergerak. Malam itu, Kota Sanata menjadi lautan obor.

---

Di Kediaman Hana

Lilin redup menerangi kamar. Hana terbaring di ranjang kayu dengan mata terpejam. Wajahnya pucat, tetapi napasnya teratur.

Bima duduk di tepi ranjang. Ia menggenggam tangan putrinya erat-erat, lalu menciumnya berulang kali. Air matanya jatuh satu per satu.

“Hana... anakku... Ayah sangat takut kehilanganmu. Ayah bersumpah, jika kau pergi, Ayah akan ikut bersamamu,” isaknya terisak.

Jay mengepalkan tangan. “Aku akan memanggil tabib terbaik di kota ini!”

“Tidak perlu,” potong Dex datar. Matanya tetap menatap Hana tanpa berkedip. “ jika kamu memanggil tabib,, indentitas nona kita akan mudah diketahui oleh prajurit istana! " ucap Dex,dia tidak mau membahayakan nyawa Hana Juga bima.

" tapi bagaimana dengan nona,, kita tidak mungkin membiarkan nya seperti ini,," sangkal Logan dengan serius.

Jay yang ingin berbicara juga.

Perdebatan mereka terhenti seketika ketika bulu mata Hana bergetar.

Hana membuka matanya perlahan. Cahaya di matanya jernih dan tenang. Ia menatap sekeliling, lalu tersenyum tipis.

Mereka semua membeku.

Bima langsung memeluknya erat. “Hana! Kau sadar! Ayah hampir mati ketakutan!”

Hana mengangkat tangan dan mengelus punggung ayahnya dengan lembut. “Ayah, aku baik-baik saja. Sungguh.”

Ia berbalik dan memperlihatkan punggungnya. Jubah yang terbakar telah diganti. Kulit di punggungnya mulus tanpa luka sedikit pun. Tidak ada bekas bakar, tidak ada bekas sayatan panah.

Dex yang sedari tadi diam langsung terkejut. Ia berbisik dalam hati: “Bagaimana mungkin? Aku melihat sendiri punggung Nona melepuh dan hangus. Luka separah itu tidak mungkin sembuh dalam hitungan menit...”batin nya,dan hanya dia yang melihat bagaimana Hana terluka karna melindungi ayahnya.

Bima terisak bahagia. “Anakku adalah berkah dari langit...”

Belum selesai suasananya menghangat, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari halaman.

Leo berlari masuk dengan napas terengah-engah. Wajahnya tegang.

“Nona! Tuan Bima! Para pengawal istana sedang melakukan penggeledahan besar-besaran! Mereka memeriksa setiap rumah rakyat dan kediaman bangsawan! Mereka mencari Nona dan Tuan Bima!”beritahu nya, ternyata semua kekacauan yang terjadi belum berakhir fikir nya.

Suasana ruangan langsung berubah dingin. Kelima pengawal langsung berdiri, tangan mereka menggenggam gagang senjata.

Hana perlahan bangkit dari ranjang. Ia turun ke lantai. Setiap langkahnya ringan, seolah luka parah tadi hanyalah mimpi.

Ia berjalan ke jendela. Dari kejauhan, ia bisa melihat obor-obor pasukan istana bergerak seperti ular api, mendekati distrik tempat kediamannya berada.

Hana tersenyum. Senyumnya dingin, tanpa emosi.

“Bima, Ayah. Duduklah dan beristirahatlah,” ucapnya pelan.

Bima menatap putrinya dengan cemas. “Hana, apa yang akan kau lakukan?”

Hana menoleh. Mata merahnya menyala dalam kegelapan.

“Ayah sudah menderita selama ini,dan aku tidak mau itu terjadi lagi ! . Sekarang giliranku yang akan melindungi ayah ”tekan Hana,bima hanya terdiam pucat,dia tidak berani bersuara ataupun melarang Hana.

lalu Hana menggenggam pedang pendeknya. Cahaya pedang itu memantul di matanya.

“Jika mereka ingin menggeledah, biarkan mereka datang. Aku akan memastikan... tidak ada satu pun dari mereka yang kembali hidup-hidup ke istana.”

Di luar, derap kaki kuda dan teriakan para prajurit semakin dekat. Pintu gerbang kediaman Hana bergetar hebat, seolah akan jebol kapan saja.

Hana melangkah maju. Bayangannya memanjang di lantai kayu.

“Leo, buka gerbangnya.”

Leo menatap Hana, lalu mengangguk dengan mata bergetar, karna perang ini belum berakhir. “Siap, Nona!”

Brakkkk!

Gerbang itu terbuka. Deretan prajurit dengan tombak dan obor langsung bersiaga.

Komandan pasukan berteriak lantang, “Wanita di dalam! Serahkan Bima dan ikut kami! Jika tidak, kami akan membakarmu hidup-hidup!”

Hana berdiri di ambang pintu. Angin malam menerbangkan rambutnya.

Ia tidak menjawab. Ia hanya mengangkat pedangnya perlahan.

“[Sistem Jahat: Mode Pembantaian diaktifkan.]”

Mata Hana berubah merah darah.

1
Dinda
mantap kak
Dinda
puas bangat😍
Dinda
kejam,,dunia kejam bagi orang miskin.
Dinda
kasihan Hana semoga saja semua orang yang menyakiti nya, mendapatkan balasan yang setimpal !
Dinda
Hana balas Mereke semua
Dinda
jahat bangat keluarga nya
Osie
prajurit songong..jenderalnya pun songong..dikasih bantuan makanan bukannya terimakasih tapi malah bikin rusuh..sombong amir..aku doain deh moga author bikin tuh jenderal bucin akut sama hana dan ditolak sama hana..biar tau rasa dia
Osie
kesalahan 18thn lalu kenapa tdk dikuak biar ketahuan siapa penjahat sebenarnya
Osie
hana miris bgt hidupmu
Osie
baru baca udah es mosi aja aku ma tuh keluarga
Arni Lisa
makanya jadi orang jng sombong apa lagi menghina orang, tuh kena karmanya gimna rasanya hmm... nggk enak kan, makanya kalau punya mulut tuh di jaga juga... hihihihi...
Sekar
wow mantap thor😍😍💪💪
deni alfian
jangan sampai hana menderita lagi author,kasihan buatlah hana menjadi gadis kejam.
deni alfian
kasihan hana
Arni Lisa
jngan samapai lolos satupun hana.. habis kan atau ratakan kediaman kakeknya... hihihi
Arni Lisa
haduh ibu suri gimna c bisanya bacot doang, mangnya nggk tau apa prajut yg 300 mati tak bersisa hidup... mau istana diratakan... rayakan aja istana.. kejam2 sekalian.. sekalian ambil alih istana... hahahha
Sekar
mantap thor😍😍💪💪
Yue Li MZy
lanjutt KA uthor,seru bgtt 💪🏻👍🏻👍🏻
Caty Chanel
lanjut kk
Arni Lisa
lanjut kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!