NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:157k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Perdana Menteri

Pasukan pengawal perbatasan segera memimpin rombongan itu masuk melewati gerbang batu raksasa yang berat itu. Di baliknya, terbentang jalan lebar yang diapit oleh deretan pohon pinus raksasa yang menjulang tinggi.

Xavier turun dari kudanya dengan gerakan luwes dan berwibawa, seolah tidak pernah menempuh perjalanan berat seharian penuh. Jubahnya yang agak berdebu tidak mengurangi sedikit pun wibawa yang terpancar dari sosoknya.

Di sampingnya, Azura ditolong oleh Ana dan Isol untuk turun. Kakinya gemetar hebat saat menyentuh tanah, lututnya lemas seolah tak lagi mampu menopang berat tubuhnya, dan rasa nyeri di pinggangnya menjalar tajam hingga ke tulang belakang. Namun, ia tetap menegakkan punggungnya, mengusap debu di pakaiannya, dan berusaha tampil sekuat tenaga, meski keringat dingin masih mengucur di balik pakaiannya.

Mereka berjalan menuju bangunan besar bergaya klasik yang berdiri megah tak jauh dari gerbang perbatasan itu. Itu adalah penginapan khusus, tempat peristirahatan yang disediakan untuk tamu-tamu penting atau pejabat tinggi yang melintas.

Pintu kayu besar berukir indah itu sudah terbuka lebar, dan di ambang pintu, berdiri seorang wanita seusia Azura, berpakaian elegan dengan kain tenun khas Utara yang berwarna ungu tua berhias benang emas. Wanita itu tersenyum manis, namun sorot matanya menyimpan kilatan yang sulit diartikan.

Dia adalah Elish, putri tunggal perdana menteri kerajaan utara, wanita yang memiliki kedudukan tinggi dan selalu dipandang sebagai wanita paling beruntung dan terhormat setelah keluarga kerajaan.

"Selamat datang, pangeran Xavier dan putri Azura," sapa Elish dengan suara lembut dan merdu, membungkukkan badannya dengan sopan dan anggun. Senyumnya terukir sempurna, namun saat matanya beralih menatap Azura sejenak, ada kilatan kebencian yang cepat tersembunyi kembali sebelum orang lain menyadarinya.

Sejak kecil, Elish selalu merasa tersaingi. Ayahnya, sang perdana menteri, selalu saja memuji-muji Azura, selalu saja menempatkan nama Putri Agung itu di atas segalanya. Baginya, Azura hanyalah wanita yang malang, yatim piatu, yang hanya beruntung lahir di keluarga kerajaan, namun entah kenapa ayahnya dan para pejabat istana mengagung-agungkannya.

Saat kabar pernikahan Azura dengan pangeran dari Barat terdengar, Elish adalah orang yang paling bahagia. Di seluruh wilayah Utara, Xavier digambarkan sebagai sosok yang mengerikan. Panglima perang yang kejam, wajahnya penuh bekas luka akibat pertempuran hingga terlihat menakutkan, dan yang paling penting, ia dikabarkan mandul, tidak bisa memiliki keturunan.

Elish merasa puas saat itu. Ia membayangkan Azura, wanita yang selalu dianggap sempurna itu, harus hidup menderita bersama suami yang buruk rupa, kejam, dan tak bisa memberinya anak. Ia membayangkan Azura akan kembali ke Utara dalam keadaan hancur, tua, dan tidak bahagia.

Namun, saat matanya kini bertemu dengan sosok pria yang berdiri tegak di sana, Elish merasa dunianya seolah terbalik.

Xavier berdiri dengan tatapan dingin dan tajam, namun wajahnya... wajahnya jauh dari kata mengerikan yang ia dengar. Tidak ada bekas luka yang merusak ketampanannya, tidak ada raut wajah yang bengis karena kejam. Justru sebaliknya, Xavier memiliki rahang yang tegas, hidung yang mancung, dan sepasang mata abu-abu yang begitu indah namun menusuk.

Wajahnya tampan luar biasa, jenis ketampanan yang gagah dan berkharisma, membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa takjub sekaligus segan. Tubuhnya yang tinggi besar dan berotot terbungkus pakaian berkualitas tinggi yang menegaskan statusnya sebagai bangsawan sekaligus prajurit hebat.

Jantung Elish berdegup kencang tak terkendali. Rasa bahagia yang ia rasakan dulu saat mendengar kabar pernikahan itu kini berubah menjadi rasa iri yang membakar. Kenapa? Kenapa wanita sialan seperti Azura justru mendapatkan suami setampan ini? batinnya berteriak marah. Pangeran ini bukan saja hebat dan berkuasa, tapi juga rupawan dan berwibawa. Dia jauh lebih baik daripada apa pun yang pernah Elish dapatkan atau impikan.

Wanita itu menundukkan wajahnya sedikit untuk menyembunyikan kekaguman yang meluap sekaligus kebencian yang kembali tumbuh. Ia melangkah maju, mendekati Xavier dengan senyum yang jauh lebih manis dan menggoda dari sebelumnya, sama sekali mengabaikan keberadaan Azura yang berdiri lemas di sampingnya.

"Saya Elish, putri dari Perdana Menteri. Saya diperintahkan oleh ayah saya untuk menyambut dan melayani pangeran selama berada di wilayah ini," ucap Elish, suaranya menjadi jauh lebih lembut dan memikat saat berbicara pada Xavier.

"Pangeran pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh dan melelahkan ini. Saya sudah menyiapkan kamar terbaik, air hangat, dan hidangan istimewa khusus untuk pangeran. Segala kebutuhan pangeran akan saya penuhi sendiri, pastinya."

Xavier hanya tersenyum tipis, sangat tipis sampai Elish saja tidak dapat membedakan itu senyuman atau cibiran. Sebelum lelaki itu berbicara, Elish melihat tangannya terulur meraih pinggang Azura. Jelas Azura kaget. Karena sejak tadi dirinya hanya fokus dengan anggota tubuhnya yang luar biasa capek sekali.

"Siapkan bak air panas. Istriku lelah sekali karena perjalanan jauh. Aku ingin menemaninya berendam."

Bukan hanya Azura dan Elish yang kaget dengan kalimat blak-blakan Xavier. Tapi para pengawal lain juga. Prajurit Xavier diam-diam menahan senyum. Elish sempat terdiam beberapa detik sebelum bicara lagi dengan senyum palsunya.

"Baik, pangeran." katanya sambil membungkuk hormat.

Begitu wanita itu berbalik, Azura berusaha melepaskan tangan Xavier yang masih setia di pinggangnya, namun lelaki itu malah menahan seolah tidak ingin melepasnya.

"Kita akan berakting sebagai suami istri yang saling mencintai selama di sini." bisik Xavier di telinga Azura lalu menarik wanita itu berjalan.

"Ayo,"

Azura melangkah tertatih di samping Xavier, jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena rasa sakit di sekujur tubuhnya, tapi juga karena bisikan rendah di telinganya. Sentuhan tangan besar yang masih melingkar erat di pinggangnya membuatnya harus menyamakan langkah dengan laki-laki tinggi besar itu.

"Kau membuatku membawa kuda seharian dan sekarang ingin aku berakting jatuh cinta padamu?" Azura balas berbisik.

"Aku tidak menyuruhmu menunggang kuda sendiri. Kau yang berinisiatif. Padahal kau boleh menumpang di kuda ku.'l"

Azura melotot.

Xavier tidak menoleh sedikit pun, matanya tetap lurus ke depan mengikuti langkah Elish yang berjalan kaku di depan karena menahan rasa iri pada Azura. Jari-jarinya di pinggang Azura sedikit menekan, seolah memberi peringatan diam-diam.

"Akting sebagai wanita polos dan suci sangat bagus, jadi aktingmu sebagai wanita yang mencintaiku juga harus bagus. Ingat itu." bisik Xavier lagi. Azura hanya mendengus. Dasar laki-laki aneh.

1
memei
xavier ayo cepat datang
Cristella Tella
moga ada penyelamat.... ksihan bnget orion.. moga dia bsa bersama mamanya
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!