NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pelaku sebenarnya

Suasana di lapangan di sekolah itu terlihat riuh dengan bisik-bisik murid yang merasa tidak adil karena mereka sudah membayar tapi malah di buat begini.

" Emang Bu Zakira di mana sekarang?" Tanya Skyler sambil melihat ke arah kumpulan guru berdiri tak jauh dari tempat mereka.

" Itu dia. Bu Zakira nggak datang" balas Bu Rima membuat Tivane menarik tangan Rigecherta agar menjauh dari kerumunan sambil menelpon Bu Zakira. Karena ia lumayan lumayan akrab.

Saat di tapi Langan yang sepi panggilan langsung terhubung dan terdengar isakan tangis wanita di seberang.

" Kenapa Vane?" Tanya Bu Zakira dengan suara yang terdengar lirih.

" Ibu lagi di mana? Kok ibu nangis?" Tanya Tivane sambil menatap Rigecherta yang memperhatikannya dari samping.

" Ibu lagi di rumah sakit Vane. Suami ibu kecelakaan" ucap Bu Zakira memberi tahu dengan tangis yang terdengar kembali pecah.

" Bentar Bu. Tivane ke sana." Ucap Tivane mematikan panggilan membuat Rigecherta menatapnya bingung.

" Ayo ke rumah sakit" ucap Tivane Manarik tangan Rigecherta membuat Rigecherta menurut tanpa protes.

Motor Rigecherta berhenti di parkiran rumah sakit dan Tivane langsung turun lalu berjalan ke dalam di ikuti oleh Rigecherta.

Tivane berjalan cepat, hampir berlari di koridor dan menemukan Bu Zakira yang duduk sendirian di depan ruang UGD. Tivane langsung mendekat dan duduk perlahan di samping Bu Zakira. Sementara Rigecherta hanya berdiri di samping Tivane.

Bu Zakira menoleh saat menyadari kedatangan Tivane.

" Ada apa Tivane?" Tanya Bu Zakira pelan membuat Tivane menatap wanita itu dengan wajah iba.

" Ibu... Ibu yang sabar ya." Ucap Tivane menenangkan membuat Bu Zakira mengangguk pelan lalu kembali menatap pintu UGD.

" Apa kata Bu Rima?" Tanya Bu Zakira seolah sudah tau maksud kedatangan mereka.

Rigecherta dan Tivane saling pandang sedikit ragu untuk mengatakannya.

".... Katanya duit kelulusan sama ibu semua dan dia cuma bisa buat acara kecil itu dari pemberian ibu" jawab Tivane hati-hati takut membuat Bu Zakira tambah drop atau gimana.

" Huh... Selalu begitu" ucap Bu Zakira pelan dengan helaaan nafas lirih.

" Maksudnya?" Tanya Tivane pelan.

" Ibu memang bendahara. Tapi ibu nggak pernah pegang duit kelulusan." Jelas Bu Zakira dan sedikit menarik nafas mencoba menenangkan diri.

" Tapi kalo kalian nggak percaya juga nggak apa-apa kok" ucap Bu Zakira membuat Tivane menggeleng pelan dan menggenggam tangan Bu Zakira dengan lembut.

" Kita cari tahu sama-sama ya Bu" ucap Tivane lembut.

" Terima kasih ya" ucap Bu Zakira membuat keduanya mengangguk.

" Yaudah kalo gitu kami pamit dulu ya Bu. Acaranya masih berlanjut" ucap Tivane membuat Bu Zakira mengangguk dan mereka pamit pergi kembali ke sekolah.

Sementara di area sekolah Veros terlihat pemit ke teman-teman nya ke toilet.

" Ini semua gimana sih?" Tanya River masih mencoba mencerna apa yang terjadi.

" Aneh banget njir.. masa iya cuma gini doang?" Seru Skyler juga berkacak pinggang sambil menatap sekitar.

" Itu Rige sama Vane datang" ucap River saat melihat Rigecherta dan Tivane berjalan mendekat.

" Kalian dari mana?" Tanya Skyler.

" Rumah sakit" jawab Rigecherta singkat.

" Ngapain?" Tanya River menatap heran.

"Mastiin sesuatu" jawab Tivane.

" Veros mana?" Tanya Rigecherta karna tak melihat Veros.

" Toilet. Eh itu dia datang" tunjuk Skyler.

Veros terlihat berjalan ke arah mereka dengan raut wajah tak terbaca. Datar namun seperti geram bersamaan.

" Veros kita ngumpul sekarang!" Ucap Rigecherta membuat Veros mengangguk.

" Gue juga pengen bilang sesuatu sama kalian." Ucap Veros membuat mereka langsung berjalan ke arah gedung lama di belakang sekolah.

Namun saat sampai mereka tersentak kaget saat melihat tiga sosok berbaju hitam dan masker hitam lengkap dengan Hoodie hitam masing-masing.

" Siapa kalian?!" Tanya Skyler membuat mereka langsung merapat melindungi Tivane yang terlihat menyipitkan mata.

" Eh, wait.. Milenia?!" Tanya Tivane saat melihat salah satu dari mereka ternyata adalah sahabatnya saat di Kalimantan.

" Tivane? Lo ngapain di sini?" Tanya Milenia.

" Elo yang ngapain di sini? Emang di Kalimantan udah wisuda?" Tanya Tivane membuat Milenia mengangguk.

" Temen lo Van?" Tanya Veros.

" Iya" jawab Tivane mengangguk.

" Oke sekarang gini. Kita ngobrol di dalam dulu. Kami lagi mau ngobrol kalian sekalian ikut aja" ucap Tivane membuat milenia dan ketiga temannya mengangguk.

" Yaudah kita bahas di dalam" Veros langsung berjalan terlebih dahulu di ikuti mereka semua.

" Misi apa yang kalian lakuin di sekolah ini?" Tanya Tivane memecah keheningan membuat semua mata langsung tertuju pada ke 3 gadis tersebut.

" Guru kalian." Jawab Milenia membuat mereka menyernyit.

" Guru yang mana?" Tanya River karena jawaban milenia sangat singkat.

" Guru TU" ucap salah satu teman Milenia membuat mereka menegang serentak kecuali Veros yang terlihat tidak kaget.

" Pak Zello kan maksud lo?" Tanya Veros membuat Milenia dan ke dua temannya mengangguk.

" Gue tau. Gue juga baru tau tadi pas gue ke toilet" ucap Veros meletakkan handphone di atas meja.

" Tadi gue sempet rekam. Semoga membantu" ucap Veros membuat Milenia langsung melihat isi handphone tersebut yang ternyata rekaman audio di dalamnya lalu mengangguk.

" Kalian ada buktinya juga?" Tanya Tivane pada Milenia membuat Milenia mengangguk.

" Ada " jawab Milenia.

" Tapi rekaman di handphone gue nggak tau itu dia lagi ngobrol sama siapa" ucap Veros.

" Sama Bu Zakira nggak sih?" Tanya Skyler membuat Tivane menggeleng.

" Bukan dia. Orang yang sekongkol namanya Rima" jawab Milenia membuat mereka tersentak.

" Lah? Tadi katanya nggak tau apa-apa" ucap River pelan.

" Nggak ada maling ngaku maling" cetus Rigecherta membuat mereka semua mengangguk.

" Oh iya. Sama rekaman di hp River kan ada" ucap Tivane teringat.

" Yang mana?" Tanya River.

" Yang tadi siang" Tivane langsung merebut handphone tersebut dari tangan River dan menunjukkannya pada mereka semua.

" Oh iya. Ada gunanya juga lo narsis Ver" ledek Skyler sempat-sempatnya.

" Nah. Bagus tambah banyak bukti. Kalian langsung kirim aja ke kami. Dan kalian ke lapangan bikin onar" ucap Milenia membuat mereka mengangguk.

" Semangat Nia" ucap Tivane membuat Milenia dan kedua temannya mengangguk.

" Let's go bikin onar" seru Skyler merangkul bahu River membuat River juga ikut berjalan heboh bersama temannya itu.

Skyler, River, Veros, Tivane dan Rigecherta kembali ke lapangan dan berpura-pura minum.

" Eh. Ini minumnya cuma es teh manis doang nih?" Tanya Skyler memulai dengan suara nyaring.

" Eh iya. Makanannya juga cuma cake 20 ribuan doang" sahut River dengan suara yang sengaja di cemprengkan.

Bisik-bisik mulai terdengar dari beberapa murid yang merasa setuju dan ikutan terprovokasi untuk melawan.

" Bu Rima! Bukannya kita bayar ya?" Mulai Veros memancing.

" Iya nih. Gimana nih guru yang lainnya?!" Tanya River dan Skyler bersamaan.

" Tenang dulu ya semuanya" ucap guru olahraga melerai.

" Ya wajar dong makanannya segitu. Kan kalian juga nggak di suruh bayar banyak" ucap kepala sekolah. Karena yang ia tahu biaya kelulusan memang di buat sedikit agar Tek terlalu membebankan. Katanya.

" Kita bayar satu juta loh pak" kali ini Tivane bersuara membuat kepala sekolah tampak kaget.

" Satu juta?" Tanya kepala sekolah kaget.

" Iya pak satu juta" murid lain mulai berani.

" Apa maksudnya ini Bu Rima?! Bukannya satu orang hanya membayar seratus ribu?" Bentak kepala sekolah membuat Rima terlihat gelagapan.

" S-saya nggak tau apa-apa pak. Bu Zakira yang megang" ucap Bu Rima mengelak.

" Bohong! Orang ibu yang ngutip ke setiap kelas" ujar Rigecherta membuat murid lainnya mengangguk dan menyoraki. Rima semakin tersudut apa lagi sebuah video muncul di layar putih lebar yang seharusnya itu untuk menampilkan video kenangan terlihat jelas di sana pak Zello dan Bu Rima yang sedang berjabat tangan, Bertelepon, bahkan terlihat berdebat. Semua mata langsung menatap ke arah pak Zello yang sudah pucat pasi.

Kedua guru itu kini terlihat tersudut.

" Ini fitnah pak. Saya nggak ada sangkut pautnya sama semua ini" elak pak Zello gemetar. Padahal bukti sudah ada dan sudah di lihat oleh semua orang.

" Tidak udah mengelak!" Bentak kepala sekolah.

" Saya... Saya nggak tau apa-apa dia yang ngasih duitnya sama saya " Zello masih bersikeras bahwa ia tak salah.

" Apa-apaan?! Ini ide mu juga ya!" Ucap Bu Rima tak mau di salahkan sendirian.

" Kembalikan duitnya sekarang juga!" Bentak kepala sekolah membuat keduanya menelan ludah gugup.

" Tapi... Duitnya sudah habis pak" jawab mereka berdua sambil menunduk.

" Saya tidak mau tau. Pokoknya kalian harus mengembalikan duitnya bagaimana pun caranya. Jangan sampai ini terdengar oleh publik" bentak kepala sekolah.

" Woo! Makanya kalo bertindak itu mikir dulu" sorak para murid.

" Memalukan. Harusnya kalian itu adalah contoh. Tapi kelakuan kalian sangat memalukan" sentak para guru membuat mereka berdua menunduk malu.

" Anak-anak. Sebagai gantinya, Minggu depan kita akan adakan acara lagi ya" ucap kepala sekolah membuat murid kini bersorak gembira.

" Dan kalian berdua! Kalian di pecat secara tidak hormat dari sekolah ini!" Ucap kepala sekolah meninggalkan area di ikuti guru lainnya.

"Huuu" sorak para murid sebelum meninggalkan lapangan.

Rigecherta dan lainnya kembali ke area belakang sekolah.

* Di gudang *

Milenia dan kedua temannya saling tos heboh dan bersorak gembira.

" Mission complete!" Seru mereka bersamaan. Mereka saling pandang dan tersenyum puas.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!