Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aya
Tiyah melihat kiri dan kanan.
Ia berjalan mendekat, membuka tirai yang menutupi dinding. “Aya?” Tiyah bertanya sendiri setelah membaca nama itu. Sebuah jepitan rambut anak-anak bermotif bunga yang sudah berkarat.
“Siapa Aya?” ia berpikir keras. Mungkinkah saudara? Ataukah mantannya? Suaminya belum bisa move on, pikirnya. Tidak ada hal yang penting disana, hanya nama Aya dan satu jepitan rambut berkarat. Kenapa harus di tutupi dengan tirai dan kenapa harus ada pintu dan ruangan rahasia?
Tiyah tidak ingin ambil pusing dan berpikir macam-macam, ia memutuskan untuk segera keluar. Setelah ia melangkah keluar, dengan otomatisnya lampu-lampu itu mati sendiri, ia segera berdiri menjauh dari kemari, menghadap melihatnya, tapi lemari itu belum juga tertutup. “Bagaimana cara menutupnya kembali?”
Tiyah mencoba mendorong lemari itu agar bisa bersatu, tapi sangat kokoh dan tidak bergerak sedikit pun. Tanpa sengaja Tiyah meletakkan buku yang ia pegang tadi ditempatnya, lalu berniat mencari bantuan pelayan untuk mendorong lemari. Tiba-tiba lemari menutup rapat.
“Aih?! Rupanya menutupnya gampang kayak gitu! kenapa gak kepikiran dari tadi ya?”
“Hm.. Apa lagi ya tempat rahasia dirumah ini? Jadi penasaran? Apa masih banyak ruangan rahasia seperti tadi?” Tiyah bermonolog dengan pikirannya sendiri.
Sore hari.
“Kenapa ya dia belum pulang?” Tiyah menunggu Gibran yang biasanya sudah sampai dirumah jam 4 sore. Sekarang bahkan sudah jam 6 sore. “Sebentar lagi bahkan mau magrib, kenapa belum pulang ya? Apa dia lembur?”
Tiyah masih menunggu, bahkan kini sudah jam 9 malam. Ia mengirim pesan kepada Gibran. Tidak dibalas, ditelpon tidak diangkat. “Apakah dia baik-baik saja?” Tiyah mulai cemas. Tiyah menunggu di sofa kamar sampai ia tertidur, bahkan saat bangun pagi ia tidak melihat suaminya.
Ia segera berlari turun, mencari Kepala Pelayan. Ia bilang kalau Gibran tidak pulang, karena lembur dan banyak pekerjaan, handphonenya hilang makanya tidak bisa menghubungi Tiyah. Jadi, Gibran menghubungi telepon rumah melalui telepon kantor. Tapi, kepala pelayan lupa memberitahu.
“Maaf Nyonya Muda, sore tadi saya lupa mengabari anda, pas saya ingat hari sudah malam, anda sudah tertidur dikamar, saya tidak enak hati membangunkan Nyonya Muda.” jelas Kepala pelayan dengan memohon maaf.
Tiyah yang baru saja menaruh rindu dan menyadari kalau ia telah jatuh hati kepada suaminya, berniat mengantarkan makan siang untuk Gibran. Tiyah tersenyum sendiri, sejak ia dan Gibran berciuman, ia selalu rindu akan suaminya itu. Ingin mengenal lebih, dan lebih lagi.
Ia pergi kesana diantar sopir, sesampainya disana ia sangat terpukau. Gedung tempat suaminya bekerja sangat tinggi, ia berdecak kagum. Pak sopir yang mengantarnya berbicara dengan satpam, dan satpam mengantarkan sampai lift. Tiyah di beritahu ruangan Gibran di lift paling atas. Ia memencet tombol paling atas.
Sampai disana, ia menunggu. Bahkan ditanyakan apakah sudah membuat janji dengan Gibran. Tentu saja belum, karena ia ingin memberi kejutan pada suaminya. Ia telah menunggu lebih dari satu jam, sampai sopir yang biasanya menjemput dan mengantar Gibran melihatnya.
“Eh! Nyonya. Apa sudah lama disini?”
“Kurang lebih sudah satu jam, mungkin makanannya sudah dingin.”jawab Tiyah sedikit kecewa.
“Kalau begitu, ayo masuk keruangan Presdir Nyonya.” ucapnya, Tiyah terkejut memelototkan matanya kaget, mendengar sebutan Presdir, bahkan karyawan yang menyuruhnya menunggu lebih terkejut lagi, karena Sekretaris Gibran memanggilnya dengan Nyonya.
“Gawat, wanita tadi rupanya istri Presdir.” bisiknya pada temannya.
“Silahkan masuk Nyonya.” ucap Sekretaris itu membungkukkan badan, mempersilahkan masuk.
Gibran dan seorang wanita yang bergelayut manja dilengan Gibran menoleh saat pintu terbuka. Gibran merapikan duduknya, saat melihat Tiyah. Tapi, wanita yang bergelayut itu masih saja memegangi lengan dan menggoda Gibran, padahal Tiyah sudah duduk di sofa.
“Sekretaris Dimas, bawakan minuman dingin ya.” perintah wanita itu, yang dibalas lirikan dan anggukan oleh Sekretaris itu.
Jadi dia Sekretaris? Dan suamiku seorang Presdir? Jadi...?
Tiyah bermonolog dengan hatinya, Gibran melepaskan tangan wanita yang merangkul lengannya itu.
“Aku bawa makan siang, apakah aku mengganggu?” tanya Tiyah saat Gibran mendekat.
Padahal dari awal masuk jantungnya bergejolak, ingin memukul dua manusia yang sekarang berada di depannya. Ketukan pintu dari luar memecahkan suasana sebelum Gibran dan Tiyah saling bicara.
“Maaf Pak, waktu rapat sudah mulai.” Gibran membalasnya dengan mengangguk dan melihat jam di pergelangan tangannya.
“Letakkan saja disini, dan tunggu ya, aku harus rapat dulu.” ucapnya hangat. Kemudian pergi keluar bersama seorang wanita berpakaian rapi dengan rok ketat selutut. Mungkin sekretarisnya juga.
“Hai, aku Raya.” ucap wanita yang bergelayut manja di lengan suaminya tadi sambil menjulurkan tangannya. Tiyah sangat kesal melihat wanita itu.
Dasar gak tau malu, wanita penggoda, maki Tiyah dalam hati.
Wanita itu menggoyangkan tangannya sambil menaikan alis matanya. “Hei, kau melamun? Aku Raya.” ulangnya lagi memperkenalkan diri.
“Oh, aku Tiyah.”
“Sudah lama kenal Kak Gibran?”
“Baru, kamu?”
“Aku sih sejak kecil.” jawabnya tersenyum.
Sejak kecil? Apa dia Aya? Apa dia mantan suamiku? Atau mereka berselingkuh! Apa dia bermain semalaman dengan wanita ini.
Tiyah menatapnya penuh selidik, pikirannya berpacu membelah semua waktu. Mengingat betapa bodohnya dia telah menikah dengan seorang pria secara mendadak, tanpa kenal seluk beluknya dulu.
“Oh, kalau begitu aku pergi dulu. Aku ada keperluan.” Tiyah pergi dengan tergesa-gesa. Ia dengan cepat masuk kedalam mobil.
Sang sopir menunggunya dengan sabar dari tadi, dan sekarang ia melihat majikannya menangis. “Maaf Nyonya, ada apa? Apakah Nyonya diusir karyawan?” Tiyah masih menangis tanpa menjawab.
“Kalau begitu, Nyonya telpon Tuan Muda saja, jika diusir. Tuan pasti akan menyuruh Sekretaris Dimas menjemput.” ucap sopir.
“Bukan! Aku sudah bertemu dan memberikan makanan itu. Tadi aku hanya terjatuh, jadi kakiku sedikit terkilir.” bohongnya.
“Kalau begitu kita harus segera ke klinik atau rumah sakit.” Sang sopir segera memutar setirnya dengan sedikit lebih cepat karena majikannya menangis tersedu-sedu. Ia kawatir jika kakinya sangat parah.
“Tidak, tidak Pak. Kita pulang saja ya! Aku sudah tidak apa-apa.”
“Tapi Nyonya, Tuan Muda akan marah kepada kami jika kenapa-kenapa dengan Nyonya.”
“Tidak akan, aku baik-baik saja.” tegasnya.
Setelah sampai dirumah, Tiyah menangis sejadi-jadinya dikamar, hingga matanya bengkak. Begitu banyak yang ia pikirkan, sampai ia berpikir beruntung karena ia masih perawan hingga kini, jika bercerai ia bisa menghadiahkan perawannya kepada suami yang akan dia pilih sungguh-sungguh nantinya.
Ia baru saja berciuman dengan suaminya, ia sudah sangat cemburu dan sakit hati. Sekarang suaminya bersama wanita yang sangat berarti baginya. Ia menunggu Gibran pulang, ia ingin menanyakan perihal tentang Raya dan Aya.
Sore ini Gibran mengiriminya pesan, ia akan pulang malam, itulah pesan yang dikirimnya. Karena terlalu sibuk akhir-akhir ini, ia sering lembur. Tiyah semakin kesal, sibuk dengan wanita yang namanya Raya, pikirnya. Setelah mandi, ia duduk di halaman yang dipenuhi bunga-bunga indah disekitarnya sampai malam.
Tiyah menghirup udara malam, memejamkan matanya, menikmati setiap helaan nafasnya, dadanya terasa terhimpit, sesak. Ia mencoba menenangkan perasaannya agar lebih tenang.
“Jika dia masih menyukai wanita itu! Kenapa? Kenapa harus memilih aku menjadi istrinya...” Tiyah berucap lirih sambil menangis.
“Kenapa dia bermain perihal perasaan seperti ini? Apa dia anggap menikah itu main-main? Dia menikahi aku, tapi bermain dengan wanita yang bernama Raya itu...” Tiyah terisak-isak.
“Huft!” ia menghempaskan nafas panjang yang kasar seraya mendongakkan kepalanya kehamparan langit luas yang gelap ditemani sinar bintang-bintang.
Ia tertawa pilu melihat sinar bintang itu. “Sekarang aku tau perbedaan kita! Aku bintang kecil itu! Sedangkan wanita itu bintang terang yang disana!” Tiyah menunjuk dengan bola matanya melihat bintang yang sedikit redup dengan bintang yang paling terang dari bintang lainnya.
“Bagaimana mungkin orang kaya yang tampan dan baik bisa menyukaiku? Zaman sudah berubah, bukan zaman dongeng lagi, tidak ada yang namanya Cinderella lagi! Saat pangeran kuda putih jatuh cinta kepada seorang gadis biasa dan menjadikannya putri...” Tiyah berucap sambil menangis tersedu-sedu.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..