NovelToon NovelToon
Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Cintapertama / Playboy / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:492.1k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

follow yuk ig : @riana.kristina

Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧

Plakkk!!

Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.

Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.

"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."

Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?


Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,

"Bukan Salah Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menginginkanmu

Rafael menyunggingkan sudut bibirnya saat Cinta meneguk habis jusnya. Kemudian meletakkan gelasnya di atas meja.

"Bagaimana Nona Cinta, apa jusnya enak?" Dia menyeringai.

Cinta tidak menjawab. Dia memejamkan mata sembari menjambak rambutnya. Tubuhnya tiba-tiba terasa panas, tanpa sadar dia mengerang menahan gairah aneh yang menggebu-gebu. Dia merasa ada yang aneh pada dirinya sekarang, dia belum pernah seperti ini, menginginkan untuk disentuh laki-laki.

"Ahh," Cinta menggigit bibir bawahnya, tubuhnya gemetar karena berusaha menahan keinginannya.

"Anda kenapa, Nona?" Rafael tersenyum mendekati Cinta. "Apa Nona sakit?"

"Tidak Tuan, Anda jangan mendekat!" bentaknya.

"Kenapa? Aku hanya ingin mengecek keadaanmu." Rafael meraih tangannya.

Namun, Cinta segera menepisnya. Matanya sayu, tubuhnya semakin gemetar, dengan langkah gontai dia menuju kamarnya. Rafael mengikutinya. Cinta bergegas masuk dan mengunci kamarnya.

"Buka pintunya, Nona! Ayo kita bersenang-senang!" Rafael tergelak sendiri. Namun, Cinta tidak menjawabnya. Rafael menjadi geram dibuatnya.

"Nona Cinta buka pintunya!" Menggedor pintu kamarnya. "Kamu tidak bisa lari dariku, Nona! Tuan Adipati tidak akan datang menolongmu! Dia sudah aku kirim keluar pulau ini, hahaaaa!"

Cinta yang masih bersandar di pintu kamarnya membelalak kaget mendengar ucapan Rafael.

Jadi ini semua rencana Tuan Rafael! Lalu di mana Adipati?

"Buka pintunya, Nona! Kalau tidak aku akan mendobraknya!" Rafael menggedor pintunya lagi. Kali ini lebih keras. Hasratnya serasa sudah di ubun-ubun.

Cinta berusaha menguatkan dirinya, dia berusaha melawan gairah aneh yang masih menggrogoti jiwanya. Dia mengambil ancang-ancang bersiap menyerang Rafael jika berhasil mendobrak pintunya.

Brakkkk!!!

Terdengar suara gebrakan di balik pintunya. Cinta kaget dan mengira Rafael yang mulai mendobrak pintunya.

"Beraninya kau membohongiku!" Terdengar bentakan di luar kamarnya di susul suara pukulan dan rintihan seseorang.

Cinta memberanikan diri membuka pintunya kembali, ingin melihat apa yang terjadi. Di lihatnya Rangga sedang mencengkram kerah kemeja Rafael dan bersiap melayangkan pukulan kembali.

"Adipati," lirihnya.

Rangga meliriknya sebentar, lalu kembali menatap Rafael.

Bugh!!!

Rangga tepat menghantam wajahnya.

"Ma-maaf Mr. Adipati, aku hanya bercanda." Dia mencakupkan telapak tangannya di depan wajah Rangga, bibirnya gemetar, darah segar mengucur dari hidung dan mulutnya.

"Bercandamu tidak lucu Rafael!" geramnya.

"Ma-maaf Mr. Adipati, maafkan saya." Wajahnya memelas.

Rangga melepaskan cengkramannya dengan kasar. "Kau harus berterima kasih karena ayah kita berteman baik, kalau tidak kau sudah kubunuh sekarang!" sengitnya, "enyah kau sekarang dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran!" Rangga membuang napas kasar.

"Te-terima kasih Mr. Adipati." Rafael langsung bergegas meninggalkan Adipati.

"Cinta." Rangga tersadar lalu bergegas mencari Cinta di kamarnya.

"Sweetheart!" panggilnya, "Sweetheart, kamu di mana?" Dia bingung karena kamar Cinta kosong. Kemudian dia mendengar suara shower yang menyala.

"Cinta, kamu di dalam?" Rangga mengetuk pintu kamar mandi tapi, tidak ada jawaban. "Cinta!" panggilnya lagi. Namun, masih tidak ada jawaban. Dia menjadi khawatir lalu membuka pintu kamar mandi. Di lihatnya Cinta sedang duduk di bawah guyuran shower. Rangga melepas jasnya lalu bergegas menghampiri Cinta.

"Cinta, kamu ngapain, kamu bisa sakit kalau seperti ini." Rangga mematikan showernya dan ingin membantu Cinta untuk berdiri.

"Tidak, jangan menyentuhku!" katanya dengan bibir gemetar.

"Aku tidak akan menyentuhmu. Aku cuma ingin membantumu berdiri."

"Tidak! Biarkan aku di sini. Tubuhku panas. Air dingin akan membantuku." Berusaha menyalakan showernya kembali.

Rangga menggenggam tangannya, "Jangan Cinta, tubuhmu sudah menggigil. Kamu akan sakit kalau masih di sini," salaknya.

"Tidak! Aku masih ingin di sini!" Cinta masih ngotot.

Rangga geram lalu menggendong Cinta ala bridal style dan membawanya menuju kamarnya.

"Lepaskan aku!" teriak Cinta. Dia mencoba berontak, "jangan melakukan ini!"

"Tidak! Aku tidak akan melepaskamu sebelum kamu berjanji untuk mengganti pakaianmu." Rangga menatapnya tajam.

"Lepaskan aku! Kamu membuatku semakin tidak bisa menahannya!" lirihnya. Cinta merasa sensasi aneh itu muncul kembali. Dia tidak mengerti kenapa dia sangat ingin disentuh laki-laki sekarang.

...****************...

Rangga tertegun dengan ucapan Cinta, dia lalu melepaskan gendongannya.

"Kamu kenapa, Cinta?" Mengusap pipi Cinta.

Cinta menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan mata, dia mendesah, menikmati sentuhan tangan Rangga di wajahnya. Tubuhnya kembali gemetar, napasnya memburu, menahan hasrat yang belum juga tersalurkan.

Rangga merasa ada yang aneh pada Cinta, "Apa yang bajingan itu berikan padamu!" Dia mengeram.

Cinta menggeleng dan meraih tangan Rangga yang menyentuh wajahnya lalu mengecupnya. Dia menarik kerah kemeja Rangga dan menatapnya dengan mata sayu, memohon agar Rangga menyentuhnya.

Sh*it!

Umpat Rangga dalam hati. Bibir Cinta sangat menggodanya sekarang. Dia tidak mampu menahan naluri kelelakiannya. Bukankah selama ini dia menginginkannya juga.

Perlahan Rangga menyusupkan tangannya ke sela-sela rambutnya dan meraih tengkuknya. Tanpa berpikir lagi, dia langsung meng*lum bibir mungil Cinta lalu mel*matnya.

Cinta membalasnya dengan kasar. Tangannya mer*mas rambut Rangga saat bibir pria itu menyusuri leher jenjangnya. Mengecupnya, dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Dia mendesah, mengerang, saat Rangga menyusupkan tangannya ke dalam jubah mandi yang di pakainya dan mer*mas benda kembar miliknya.

Cinta melepas jubah mandinya dengan kasar, sehingga benda itu terpampang jelas di mata Rangga. Rangga menelan ludahnya, dia tidak menyangka Cinta akan seberani ini. Ya, dia memang pernah memimpikannya. Bermimpi bercinta dengan Cinta tapi, dia tidak pernah menyangka kalau mimpinya menjadi kenyataan sekarang.

Cinta kembali menarik wajah Rangga dan mencium bibirnya dengan rakus. Dia merasa frustasi karena Rangga hanya memandanginya bukan menyentuhnya. Dengan cepat dia melepas kancing kemeja Rangga.

Namun, Rangga mendorong wajahnya pelan, menatap mata sayu itu, mencoba mencari jawaban dari sorot matanya.

"Apa kamu benar-benar menginginkanku?" tanyanya ragu.

Cinta mengangguk, "Aku sangat menginginkanmu," desahnya.

"Aku takut kamu akan menyesal nantinya."

Cinta menggeleng, dan menarik wajah Rangga lalu menciumnya lagi.

Rangga merebahkan pelan tubuh Cinta di atas ranjang, "Baiklah, jika ini yang kamu inginkan." Rangga melepas kemejanya dan melemparnya asal. Dia lalu naik ke atas ranjang dan mengungkung tubuh Cinta dengan bertumpu pada kedua lututnya.

Rangga merapikan anak rambut Cinta yang menutupi wajahnya. Dia mulai mencumbu gadis itu kembali. Mengecup kening, hidung, pipi, bibir dan dagunya.

"Ini mungkin akan terasa sakit, apa kamu yakin?" Menatap wajah Cinta lagi.

Cinta tidak menjawab, dia menarik wajah Rangga dan meng*lum bibirnya. Rangga membalasnya lalu mel*matnya lembut. Tangannya terus bergerak turun mer*mas milik Cinta. Cinta semakin mengerang dibuatnya. Kini tangan Rangga sampai pada satu-satunya penutup yang masih melekat di tubuh Cinta.

Rangga membuka matanya, lalu menatap wajah Cinta. Wajah yang sangat berbeda dengan yang biasanya dia lihat. Ya, sejak awal dia sudah tahu kalau yang sekarang di bawah kungkungannya bukanlah Cinta yang di kenalnya. Cinta sekarang dalam pengaruh obat yang sengaja dicampur Rafael pada minumannya tadi.

Rafael bajingan! Lalu apa bedanya dia dengan Rafael? Lebih bajingan siapa? Rafael bermaksud meniduri Cinta yang dalam pengaruh obat. Bukankah dia juga begitu sekarang! Dia mengetahuinya tapi, sengaja memanfaatkan ketidaksadaran Cinta agar dapat menidurinya!

"Sh*it!" Rangga memaki dirinya sendiri. Dia memang menginginkan Cinta tapi, tidak dengan cara seperti ini. Bukan Cinta yang menginginkannya sekarang tapi, obat itu!

*bersambung....

Terimakasih sudah mampir kecerita aku😊Jangan lupa dukungannya ya readers😁makasih🤗*

1
Tri Ulidar
masih susah dicerna alur y
Tri Ulidar
mudah mudahan ga bosenin
my name
modusnya rangga tuh 😁
my name
agnes gatel banget udah tau angga ngak cinta masih juga diintilin terus, angga juga kenapa ngak bisa tegas sama agnes 😤
my name
baca sampai ngos2an ngak tau nya cuma mimpi🤣🤣🤣🤣 authornya ngeprank 🤣🤣🤣
my name
yah....mana bisa kapok tuh rangga, cinta terlalu lemah
my name
sokor nyeselkan sekarang makanya jangan suka main api
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat
my name
sambel mana sambel sumpah pingin banget tuh muka mereka ber2 pakai sampel level 100 😡😡😡
my name
nah kan bener pasti ketahuan, rangga siap siap aja bakalan kena damprat bukan hanya cinta dan cika tp pasti rayhan bakalan turun tanggan
my name
awas aja kalau sampai rangga tergoda 👊👊
my name
mampus rangga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
my name
bagus cinta 👍gue suka gaya loe 😄
my name
nah kan....rangga cari masalah sih 🙄
my name
hadech rangga cari masalah aja 🤦‍♀️😤
my name
cinta ngidamnya bisa tiap hari gitu y
my name
akhirnya semua terbuka tinggal rayhan aja yg belum mengetahui kebenaranya
my name
ngak sabar banget nunggu part dimana jonathan jujur
my name
nyesek thor kenapa mereka malh saling menyakiti sih 😭😭😭😭
my name
saat ini yg dibutuhkan adalah kejujuran jo kalau sebenarnya rangga anak kandungnya bukan anak rey
my name
seandainya jo jujur kalau rangga adalah anak kandungnya mungkin mereka bs bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!