NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA DUA DELAPAN

Pertama kalinya, Khadijah menginjakan kaki di Mall besar Jakarta Selatan. Kagum jelas ada, ia sampai tak henti-hentinya berucap kalimat-kalimat thayyibah.

"Mau beli apa?"

Dari sekian banyak gerai branded yang dipandangnya, Khadijah menunjuk sebuah outlet baju-baju muslimah di sudut tempat.

"Dijah mau beli baju muslim buat Mamah sama Nayya. Terus, baju koko buat Bapak."

Walau Athalla sempat memutar bola mata karena nama Nayya, Athalla lebih salah fokus pada permintaan sederhana istrinya.

"Itu doang?"

Athalla juga sering mengajak Alessia berbelanja. Setidaknya tas, sepatu, hijab, dan skin care mahal harus Alessia dapatkan.

Namun, lihatlah bagaimana Khadijah dengan polosnya meminta baju muslim. Itu pun bukan untuknya sendiri melainkan untuk keluarga yang salah satu diantaranya adik yang bahkan menikahi kekasihnya.

"Iya, Dijah mau kasih oleh-oleh. Setidaknya biar ada buah tangan yang bisa Dijah kasih ke mereka pas pulang."

Baiklah, Athalla turuti. Lelaki itu bergegas mengarahkan kursi rodanya pada gerai pakaian yang di mana para SPG langsung menebarkan senyum untuk Athalla.

"Mas Athalla."

"Mas Athalla, silahkan."

Khadijah mengangkat pandangan. Sedikit menyimak dengan keki, setiap sapaan SPG SPG cantik untuk suami ramahnya.

Khadijah mendengus. "Kayaknya semua cewek di sini kenal sama Mas Atha, ya?"

Athalla terkekeh, memang, dia cukup terkenal, bukan karena dia sering menggoda wanita- wanita itu, melainkan karena gedung Millers corpora mall ini masih memiliki sangkut paut dengan perusahaan keluarga besarnya.

"Gerai baju muslim ini punya Pak De Ikash, makanya mereka kenal sama Mas. Pak De itu yang kemarin kita temui di Rumah Utama."

"Mas Atha, silahkan." Athalla membalas senyuman ramah SPG itu.

Di tempatnya, Khadijah bergumam, dan jelas Athalla mendengarnya. "Begini ya ternyata rasanya nikah sama cowok friendly."

Athalla terkikik, sedari tadi Athalla menikmati cara ketus istrinya. "Kamu cemburu, Zaujah?"

"Kalau Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah cemburu dengan siwak, Sayyidah Aisyah pernah cemburu dengan Sayyidah Khadijah, dan Zulaikha al-aziz pernah cemburu dengan tanah, maka Khadijah Khalifah juga bisa cemburu dengan tatapan mata mereka."

Athalla langsung menjatuhkan kepala di pangkuan Khadijah. Yang di mana hal itu berhasil membuat Khadijah panik. "Mas!"

Sontak, Athalla menegakkan kembali kepalanya. "Apa aku masih di dunia? Aku pikir aku melayang ke surga karena gombalan mu."

Khadijah sudah jutek sedari tadi. Jujur Khadijah kurang nyaman dengan tatapan para wanita-wanita berdandan rapi nan cantik itu.

Namun, begitu Athalla pura-pura jatuh karena kalimat cemburunya. Khadijah tak bisa menyembunyikan senyuman kikuknya.

"Ada yang perlu dibantu, Mas?" Seseorang menyatroni Athalla. Dan, pria muda itu sempat menyisir seluruh penjuru outlet.

"Istriku mau membelikan oleh-oleh pakaian muslim untuk keluarganya. Tolong bantu dia memilih-milih yang cocok."

"Baik."

Di sana, Khadijah sudah tercengang kagum menatap sepasang manekin. Terlihat, istri Mas montir meraba barcode di ujung lengan manekin tersebut, dan Khadijah mencebik bibir setelah melihat harga satuannya.

"Kita ambil yang ini."

Athalla baru memberikan titah untuk mbak SPG, dan di waktu yang sama, Khadijah langsung melambaikan tangan cepat.

"Nggak perlu, Mas."

"Kenapa?"

Khadijah tak mengerti, tapi dia berbisik di telinga Athalla setelah ia tarik lelaki tampan itu hingga menundukkan kepalanya.

"Harganya..."

"Ssstt--" Athalla mendesis. Khadijah tepaksa diam karena telunjuk suaminya. "Diam saja sampai toko ini benar-benar kosong. Dan ingat, jangan lihat satu pun barcode di sini."

"Mas--"

Khadijah hanya ingin membelikan oleh-oleh pakaian yang sederhana saja. Sebelumnya, Khadijah benar-benar tidak mengira jika harga baju di outlet ini amat sangat mahal.

Namun, bukan Athalla jika mendengar saran Khadijah untuk tidak membelinya. Malahan, Athalla meminta SPG mengeluarkan jenis model gamis berbeda-beda untuk istrinya.

Khadijah diam membiarkan suaminya membelanjakan dirinya. Sampai, mata yang sedari tadi berkeliling, memindai seksama satu manekin di ujung tempat.

Tangan Athalla sibuk memilih baju-baju lewat katalog yang disodorkan SPG. Lekas beralih setelah Khadijah mengedut jaket bombernya.

"Apa Sayang?" Syahdu, Khadijah sempat diam tersenyum tersipu-sipu. Masya Allah sebutan itu bisa-bisanya menyentuh kalbu.

"Mas Atha pasti ganteng kalau pakai baju setelan yang ada di manekin itu." Khadijah tunjuk kemeja koko polos berwarna abu-abu.

Sontak, Athalla berdecak. "Nanti dikira Gus, Dijah, Mas ogah pakenya. Lagian Mas takut kamu bingung bedain Mas Aba sama Mas Atha nanti. Salah kamar repot urusan!"

Khadijah mencebik bibirnya. Dia memang tidak bisa memaksa, jadi hanya mampu mengutarakan kecewa dengan tidak sengaja.

Yah, Athalla justru tidak tega dengan cebikan bibir istrinya. Ah sialan sekali dia ini, kenapa juga Athalla harus memiliki hasrat ingin menuruti kemauan istrinya yang barusan?

Athalla tak tega membuat Khadijah diam tak nyaman, makanya ia datangi satu orang SPB untuk menyeletuk sesuatu. "Aku mau setelan di manekin itu. Aku tunggu di fitting room."

Athalla ngeluyur ke area ruang ganti. Sedang di kursi roda, Dijah senyum. "Masya Allah. Nggak cuma ganteng, tapi juga sayang istri."

Nikmat Tuhan mana lagi yang akan di dustakan? Meski pernikahan mereka dadakan, faktanya, Khadijah tersanjung dengan setiap perilaku indah suaminya.

"Miyau!!"

Khadijah terkejut, tiba-tiba seekor kucing menaiki pangkuannya. Merengek-rengek, bahkan menyapu paha Khadijah dengan bulu-bulu putih bersih nan lebat.

Walau kaget, jujur Khadijah suka dengan kecantikan kucing itu. "Hay, hay, kamu milik siapa, Miyau?" tanyanya tertawa.

"Milikku." Khadijah lantas mendongak, pria tinggi bidang berwajah tampan tersenyum manis padanya. "Bend milikku."

Khadijah tertawa, ada sedikit rasa tidak enak dengan pemilik kucing itu, pasalnya Bend tampak menurut di atas pangkuannya.

"Kucing Anda lucu sekali." Khadijah lalu berusaha menurunkan Bend. Namun, kelihatannya kucing itu tidak mau turun.

"Sepertinya dia mencintai mu, Nona. Dia bisa menilai gadis cantik ternyata."

Mendadak, Khadijah meredup senyum, sungguh, dia mulai tidak nyaman dengan tatapan mata pria asing itu. Dia ingin pergi walau, dia bingung bagaimana cara membuat kucing lucu ini turun dari pangkuannya.

"Mas Athalla!!" Khadijah lega setelah akhirnya, Athalla keluar dari kamar pas. "Dijah--"

"Mas." Bend lekas turun, lalu meminta gendong dengan pemiliknya. Dio, pria yang kini Athalla dorong dengan sentakan, sontak.

"Ngapain Lu di sini hah?!"

Dio terkekeh. "Istri, Lu ramah juga. Ingat lagi jangan arogan. Kalau Alessia bisa berpaling ke Gue, mungkin yang ini pun bisa."

Pukulan Athalla menjatuhkan Dio, sekaligus membuat Khadijah berteriak. "MAS!!"

"Atha!! Dio!!"

Alessia tiba, bergegas ia melerai perkelahian dua pria tampan yang mengacaukan outlet pakaian muslimah tersebut. "Cukup!!"

Athalla sempat menendang Dio, sebelum dia terpisah dari musuhnya. Bukan hanya bersaing soal ketampanan dan adu balapnya, mereka juga bersaing bisnis bahkan sponsor.

Tak puas Dio membuat huru-hara, Dio tatap Khadijah sekali lagi. "Hey gadis Athalla. Kamu tahu ... alasan cowok kamu mukul aku karena aku pernah merebut Alessia, tunangannya."

Khadijah tersenyum. "Oya? Tapi, saya pikir kamu salah paham, Bang. Barusan saya menilai, Mas Athalla memukul kamu karena kamu mencoba mendekati istrinya."

1
djerrih leni
aamiin
djerrih leni
bang bule coba hatimu utk memahami masa lalu istrimu... cari solusi untuk kedepannya.. bicarakan bersama, kalau mentok ajak keluarga papa Rayyan utk cari solusinya... jgn berpisah saat masih pikiran kaaacau n emosi lg tinggi karena penyesalan datangnya terlambat..
djerrih leni
ya Allah.. sebegitunya perjalanan hidup sekar... semoga ucy bisa mengerti n jd. pelindung sekar
djerrih leni
bener kedua setelah pak montir, sama-sama buciners
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 pdhal dah perpaduan Bang Tara n Miller, Gen Miller lebih mendominasi, sabar ya Papa King n mama Acha.. dunia sepi tanpa kelakuan Mas montir, Om Rayyan.. 🤭😄😄
djerrih leni
baru taukan gimana rasanya dulu daddy n mommy, liat kelakukan King muda dulu😄😄
djerrih leni
astagfirullah, tuch kan kena salam dr sendalnya opa king... kelakuan bang Thala, selalu nyulut amarah opa king ada2 aja ke absurd tan bang Thala
djerrih leni
itu maasa mudanya opa king, yg ngak boleh aisya di rebut orang... jangan dengerin Gus aba..
djerrih leni
buahaahahah... Pak Montir masih mau mudaa teruss bersama mama Acha😄😄
djerrih leni
bang Thala cemburu sama Pak montir, n pak montir cemburu sama mama acha.. karena lebih jd kesayanganya mas montir 🤭😄😄
djerrih leni
masya allah.... salut dgn pola pikirnya Mas montir.... bisa banget buat meleleh Khadijah... tetap bersama ya 😍
djerrih leni
ngajak ribut nih....nantangin ucy....
siapa ya
djerrih leni
bang itu hidung penciumannya tajem banget ya.. secara di jalanan yg ruang terbuka masih bisa terendus jarak jauh..
🤭😄😄😄
djerrih leni
cie... cie...Ucy
djerrih leni
inget waktu King -Aisha muda dulu, nurun ke Ucy cucunya ya... emang dah keturunan Miller.. buat gebrakan biar ngak ada yg nyenggol lg istrinya🤭
djerrih leni
bang Thala kamu tuch muji Pak montir apa ghibahin.. tapi ujungnya tetap mau minta trik nya sama Papa Tara.. 🤭😄😄😄
djerrih leni
astagfirullah Thalla... kalau ngomong ngak pakai filter, andai Pak Montir tau, bisa di masukin lg ke dlm perut mama pasha 🤭😄😄🤣🤣
djerrih leni
bener bisa n ngak tremor nanti bang bule... itu yg di tunggu sama sekar bang bule ayolah...
djerrih leni
denger tuch sarimin masukan dr knalpot bocor... ntar di tikung anak sastra baru ketar ketir kalang kabut.
djerrih leni
wkwkwkk... Ucy ternyata lg gangguin keasikan Bang Thala... ntar nularin ya ke ucy ilmunya Mas montir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!