NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Serangan di Tengah Malam

Kamar tidur utama di Mansion Vane jauh lebih luas daripada kamar apa pun yang pernah ditempati Vanya di kehidupan lalunya. Kasur berukuran *king-size* di tengah ruangan diselimuti kain sutra berwarna abu-abu gelap, memancarkan kesan dingin dan elegan khas sang pemilik mansion.

Aura keluar dari kamar mandi dengan setelan piyama sutra berwarna biru tua berpotongan tertutup. Rambutnya yang sedikit lembap dibiarkan terurai di bahunya. Ia melirik ke arah tempat tidur, di mana Adrian sudah berbaring di sisi kiri sambil membaca dokumen dari tablet digitalnya. Pria itu mengenakan kemeja santai berwarna hitam yang dua kancing teratasnya dibiarkan terbuka, memperlihatkan garis leher dan dada bidangnya yang tegap.

Aura menelan ludah pelan. *Tenang, Aura. Kamu ini mantan agen elit, pernah berbagi bungker dengan pasukan khusus. Masak cuma tidur satu kasur sama CEO Mafia saja bikin kamu deg-deg an begini?* batinnya menyemangati diri sendiri.

Dengan langkah yang diatur secermat mungkin agar tidak tersandung karpet mewah itu lagi, Aura menaiki sisi kanan tempat tidur. Ia menarik selimut hingga sebatas dada, memunggungi Adrian, dan memejamkan mata rapat-rapat.

"Kala kamu bernapas secepat itu, aku bisa mendengarnya, Aura," suara berat Adrian memecah keheningan kamar yang remang.

Aura langsung berbalik secepat kilat, bicaranya meluncur deras seperti biasa. "Siapa yang bernapas cepat?! Aku cuma sedang melakukan latihan pernapasan diafragma supaya tidur lebih nyenyak! Lagipula kamu ngapain belum tidur? Pikirmu mataku bisa terpejam kalau ada orang yang menatapku seperti mau menguliti dokumen?!"

Adrian meletakkan tabletnya di meja nakas, lalu memiringkan tubuhnya menghadap Aura. Garis rahangnya yang tegas terlihat sangat menawan di bawah pendar lampu tidur yang temaram.

"Aku hanya memastikan kamu tidak tiba-tiba tersedak air liurmu sendiri saat tidur," goda Adrian dengan sudut bibir terangkat tipis.

"Itu tidak lucu, Tuan CEO!" desis Aura dengan wajah merona panas. Ia melemparkan bantal kecil tepat ke wajah Adrian, lalu kembali berbalik memunggungi pria itu dengan gusar.

Adrian terkekeh pelan—sebuah suara rendah yang terdengar hangat—lalu mematikan lampu nakas. Ruangan itu seketika tenggelam dalam kegelapan.

Jam menunjukkan pukul 02.15 dini hari.

Di dalam kegelapan, mata Aura mendadak terbuka lebar. Pendengarannya yang terlatih sejak kehidupan lamanya menangkap gelombang frekuensi yang aneh. Bukan suara gesekan angin pada daun di luar, melainkan langkah kaki yang sangat ringan—hampir tak bersuara—di atas genteng lorong sebelah barat.

*Satu... dua... tiga orang,* batin Aura mengkalkulasi secara instan. *Gerakan mereka teratur, menggunakan sepatu bersol karet khusus. Ini bukan penjahat kelas teri di pelabuhan kemarin. Ini pembunuh profesional.*

Di sampingnya, napas Adrian terasa teratur. Pria itu tampak tertidur lelap akibat kelelahan bekerja seharian.

*Klek.*

Suara kait jendela kaca balkon kamar utama yang dibuka secara paksa terdengar sangat halus. Sesosok bayangan serba hitam menyelinap masuk lewat selah gorden yang tertiup angin malam. Di tangannya, terangkat sebilah belati beracun yang memantulkan kilau perak redup di bawah sinar bulan.

Pembunuh itu melangkah mendekati sisi tempat tidur Adrian dengan gerakan mematikan tanpa suara. Ia mengangkat belatinya tinggi-tinggi, mengincar leher sang CEO Vane Group!

Namun, sebelum bilah tajam itu sempat meluncur turun—

*Brak!*

Aura bergerak dalam pecahan detik!

Naluri bertarungnya yang terasah selama bertahun-tahun bangkit sepenuhnya. Ia melompat dari balik selimut, meluncurkan tendangan lurus yang sangat presisi menghantam pergelangan tangan sang penyusup!

*Krak!*

"Ugh!" penyusup itu meringis tertahan saat belatinya terlempar dan menancap di langit-langit kamar.

Adrian seketika terbangun! Mata gelapnya membelalak menyaksikan Aura—yang baru saja beberapa jam lalu cemberut karena disuruh memakai sedotan—kini sedang melayang di udara, mendarat dengan mulus di atas meja nakas, dan mengayunkan sikutnya menghantam rahang sang penyusup!

*Brak!*

Penyusup pertama roboh menghantam lantai.

Namun, dua penyusup lainnya melompat masuk lewat jendela balkon, masing-masing memegang pistol berperedam suara!

"Aura, merunduk!" teriak Adrian keras sambil merogoh senjata di bawah bantalnya.

Aura tidak merunduk. Justru sebaliknya, bicaranya menyambar secepat kilat sambil tubuhnya bergerak memotong jalur tembak. "Kelamaan kalau nunggu kamu ambil pistol!"

Dalam mode bertarung penuh, Aura memanfaatkan kelenturan tubuh barunya. Ia berputar di udara, menendang dada penyusup kedua hingga pria itu menghantam pintu lemari pakaian dengan keras. Sebelum penyusup ketiga sempat menarik pemicu senjatanya ke arah Adrian, Aura menyambar lampu tidur berbahan besi dari meja nakas dan melemparnya dengan akurasi seratus persen!

*Brak!*

Lampu besi itu menghantam kening penyusup ketiga hingga pingsan seketika dengan darah mengalir di pelipisnya.

Seluruh pertarungan sengit di dalam kamar itu berlangsung tidak lebih dari dua puluh detik!

Suara sirine keamanan mansion mendadak meraung nyaring. Pintu kamar jebol terbuka dan belasan pengawal pribadi Vane Group bersenjata lengkap menerobos masuk dengan wajah panik.

"Tuan Besar! Anda tidak apa-apa?!" seru kepala pengawal dengan napas memburu.

Ruangan itu kini terang benderang oleh lampu utama yang dinyalakan. Tiga penyusup profesional terlentang tak berdaya di lantai marmer kamar utama.

Di tengah kamar, Aura berdiri tegak. Piyama sutra birunya sedikit acak-acakan, napasnya naik turun teratur, dan matanya memancarkan aura membunuh yang sangat pekat—begitu dingin dan mendominasi hingga belasan pengawal bertubuh kekar di ambang pintu mundur satu langkah secara refleks karena gentar!

Adrian melangkah mendekati Aura. Pria itu menatap tiga penyusup yang dilumpuhkan tanpa cela, lalu beralih menatap istrinya. Rasa guncangan di dalam dada Adrian tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Wanita ini baru saja menyelamatkan nyawanya dengan gerakan beladiri taktis tingkat tinggi yang bahkan melampaui standar pengawal pribadinya!

"Aura..." suara Adrian terdengar berat, dipenuhi campuran antara kekaguman, rasa penasaran, dan kekhawatiran yang mendalam. "Kamu... bagaimana kamu bisa..."

Melihat wajah Adrian yang menatapnya intens dan belasan pengawal yang ternganga, kesadaran Aura mendadak kembali ke kenyataan.

Mode agen rahasianya mati seketika, berganti dengan rasa panik karena kepergok lagi!

*Sialan! Aku refleks menyelamatkan dia! Penyamaranku terbongkar total kalau begini!* batin Aura menjerit panik.

Guna menutupi keahlian mematikannya dan rasa canggung yang membakar, sifat ceroboh dan impulsif dari jiwanya mendadak berulah saat ia mencoba melangkah turun dari atas meja nakas.

Ujung celana piyama sutranya yang agak longgar terinjak oleh kakinya sendiri!

"Aah, aduh!"

Aura hilang keseimbangan dan tubuhnya terjun bebas dari atas meja nakas!

*Greb!*

Tentu saja, tangan kokoh Adrian bergerak secepat kilat menyambar tubuh Aura di udara, menarik wanita itu rapat-rapat ke dalam dekapan dadanya sebelum ia menghantam lantai marmer.

Aura mendongak kaget, matanya yang bulat berkedip-kedip konyol di pelukan Adrian.

Pemandangan itu sungguh absurd: seorang wanita yang satu detik lalu melumpuhkan tiga pembunuh berdarah dingin bagaikan monster pertarungan, kini kembali terpeleset konyol di pelukan suaminya hanya karena celana piyamanya sendiri.

Para pengawal di pintu mengusap mata mereka, bingung apakah yang mereka lihat tadi adalah ilusi atau kenyataan.

Adrian menatap wajah Aura dari jarak beberapa sentimeter. Sebuah kekehan rendah yang sarat akan rasa cinta dan dominasi meluncur dari tenggorokan sang CEO Mafia. Ia mengecup kening Aura yang hangat dengan sangat lembut di depan semua pengawalnya.

"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku, Istriku," bisik Adrian dengan suara rendah yang seksi di dekat telinga Aura, membuat dada wanita itu berdesir hebat. "Tapi sepertinya... setelah malam ini, tidak ada alasan lagi bagimu untuk menyembunyikan siapa dirimu sebenarnya dariku."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!