NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dicintai

Istri Kedua Yang Dicintai

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Alan sengaja berangkat lebih awal untuk mampir kerumah Bella sebelum ia berangkat ke kantor.

Sedangkan Bella, ia begitu gugup ketika akan menyampaikan kebenaran apa yang ia lihat.

 

"Pagi sayang" ucap Alan

 

"Pagi"

"Kok gak olahraga tumben?"

"Agak nanti aja. Aku mau bicara sama kamu"

 

"Oke, bicara apa sayang?" ucap Alan serius.

 

Bella memberikan ponselnya kepada Alan, ia memperlihatkan vidio dan foto tevy bersama dengan pria lain. Kemudian rekaman mereka yang sedang bicara membahas tentang Alan dan dokter baru yang akan menangani Tevy.

 

Alan benar-benar syok. Sementara Bella hanya terdiam menatap Alan yang terlihat marah, namun Alan juga masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

 

"Jadi selama ini Tevy pura-pura lumpuh?" ucap Alan lirih

 

"A-aku gak tahu sayang, maaf kalau apa yg aku tunjukan buat kamu syok. Tapi aku juga gak bisa simpan ini sendirian"

"Gak sayang, ini bukan salah kamu. Terimakasih sudah sharing sama aku, kalau kamu gak kasih lihat bukti ini aku gak tahu sampai kapan akan di bohongi sama Tevy"

 

Bella masih terdiam, ia tahu jika Alan sedang marah saat ini. Wajahnya merah menahan amarah, ia hanya menyandarkan tubuhnya di sofa.

 

Alan menatap Bella, membuat Bella sedikit terkejut dan merasa takut karena ini adalah pertama kali Bella melihat Alan menahan marah.

Namun Alan justru meminta Bella untuk mendekat. Bella mengikuti permintaan Alan untuk mendekat kemudian Bella memeluk Alan.

 

Alan tidak mengatakan apapun, ia hanya memeluk Bella dan mengusap pelan pucuk kepalanya dan sesekali menciumnya.

 

"Aku akan selesaikan ini semua" ucap Alan

 

"A-apa?"

"Tevy. Aku cuma mau tahu alasan dia. Dan pria ini, ini adalah dokter Tevy"

"Devan?"

"Kamu tahu?"



"Sebenarnya selama menjadi istri kamu, aku selalu stalking Tevy di media sosial. Beberapa hari lalu juga aku cek tentang dokter itu. Tapi aku gak tahu kalau dokter itu ada hubungan sama Tevy" jelas Bella

 

"Sebenarnya aku juga merasa aneh saat Tevy membeli heels dan sepatu atau apapun itu. Tapi aku pikir, mungkin itu bisa membantunya untuk tetap bahagia"

"Lalu rencana kamu apa?"

"Bercerai"

"A-apa?"

"Aku tahu aku juga salah karena memiliki kamu tanpa sepengetahuan dia, tapi kalau dia tidak berpura-pura lumpuh, aku tidak akan menikahi kamu. Jadi bukan hanya aku yang salah disini, tapi dia juga bersalah. Dan tidak perlu memaafkan untuk bersama"

 

DEG!

 

Bella merasa bersalah, namun ia juga bahagia jika Alan akan berpisah dengan Tevy. Namun Bella tidak yakin apakah dia akan tetap di pertahankan Alan atau tidak.

 

"Dan kamu jangan hawatir sayang, kamu akan jadi satu-satunya. Aku gak akan pernah menyembunyikan kamu setelah semua ini selesai" ucap Alan kepada Bella

 

"Ini gak akan selesai dengan mudah sayang"

"Aku tahu, tapi tolong tetap bersamaku. Aku janji akan selesaikan semuanya, dan tetap percaya aku"

"I will..."

 

Alan meninggalkan rumah Bella, ia menelfon Ghaly dan Helia untuk handle beberapa pekerjaan hari ini. Alan memilih untuk pulang kerumah dan menunggu Tevy pulang terapi.

 

Selama ini Alan gak pernah cek jam berapa sampai jam berapa Tevy melakukan terapi, namun hari ini sejak pagi Alan berada dirumah sampai pukul 3 sore Tevy juga belum kembali.

 

Ting! Ponsel Alan berdering

 

"Sayang, aku mau lewatin kantor kamu. Aku mampir ya" - Tevy

"Kamu dari mana? Bukannya terapi?" - Alan

"Aku terapinya di klinik lain sayang. Kamu di kantor kan?" - Tevy

"Gak, kamu langsung pulang aja" - Alan

"Yah, oke deh. Jangan pulang malam-malam ya" - Tevy

 

Alan tidak lagi membalas pesan Tevy, ia masih berada diruang kerjanya sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan, hingga ia mendengar suara tawa Tevy dan Intan.

 

Alan segera keluar dari ruang kerja, tentu saja kehadiran Alan membuat Tevy dan Intan terkejut.

 

"Sayang, kamu udah dirumah?" ucap Tevy

 

"Saya permisi dulu Bu" sela Intan

"Oke Intan. Thanks"

 

"Terapi dimana?" tanya Alan

 

"Di klinik lain sayang, karena prakteknya ada di beberapa tempat. Kok kamu pulang gak bilang-bilang"
"Bukannya terapi hanya 3 kali seminggu, kenapa tiga hari ini kamu terapi terus-terusan"

"Kita jadi pindah dokter kan? Jadi aku cuma berusaha menyelesaikan sisa terapi ku aja, lagian kamu sibuk kan jadi ya udah aku terapi aja. Dan setelah ini kita bisa ke luar negeri untuk bertemu dokter pilihan kamu"

 

Alan mengambil ponselnya, kemudian menunjukan vidio yang Bella berikan. Tevy seketika membeku melihat vidionya bersama dengan Devan kemarin saat mereka berada di mall.

 

"Sayang, itu gak seperti yg kamu lihat. Aku rencananya mau kasih surprise tadi malam, tapi kakiku kesemutan jadi aku tunda. Dan aku ber-"

 

"Stop! Stop bohong terus terusan Tevy"

 

Alan kembali memutar vidio berisi rekaman suara Tevy bersama dengan Devan, kali ini dia benar-benar tidak berkutik untuk menyangkal, karena sudah jelas jika di vidio tersebut Tevy dan Devan sedang berbicara mesra.

 

"Alan, aku bisa jelasin" ucap Tevy yang tiba-tiba berdiri

 

"Wah, ternyata benar-benar bisa berdiri"

"Dengerin aku, aku jelasin"

"Jelasin apa? Sejak kapan kamu bisa jalan? Atau memang dari awal kamu gak pernah lumpuh?"

 

"Setelah kecelakaan aku gak bisa gerakin kakiku, dan aku kecelakaan karena tuntutan semua orang yang aku harus hamil. Aku stress, tapi kamu gak peduli"

"Gak peduli? Aku bahkan sempat mengajak kamu tinggal di luar negeri, tapi apa? Kamu menolak kan? Dan tsejak kapan hubungan kamu sama dokter itu terjadi?"

 

DEG!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!