NovelToon NovelToon
Lolipop

Lolipop

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel / Romansa / Cintapertama / Penyeberangan Dunia Lain / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: just.penelop3

Ava Nandita adalah seorang remaja yang kaya dan cerdas namun terisolasi. Dia pecinta lolipop dan selalu membawa permen kesayangannya itu kemanapun dia pergi.
Suatu hari, Ava menemukan toko kecil di ujung jalan dekat tempat kursusnya. Dia membeli 2 toples besar berisi banyak sekali lolipop unik yang baru pernah dia lihat. Selain unik, lolipop ini ajaib. Setiap kali dia memakannya, dia bisa langsung pindah tempat dan waktu.
Awalnya, Ava terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi padanya. Tetapi kesempatan ini dia gunakan untuk menggali pengetahuan tentang sejarah dan berpetualang menjelajah tempat-tempat eksotis.
Namun suatu hari, Ava menemukan seorang pria di abad ke-19 bernama Ethan yang membuatnya jatuh cinta. Ketika dia semakin terlibat dengan Ethan, hatinya terbelah antara cinta dan kewajiban untuk kembali ke waktunya sendiri.
Apakah Ava akan tetap bertahan di abad ke-19 atau kembali ke tempatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon just.penelop3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Camping?

Seminggu berlalu. Hari ini, aku sudah meminta ijin pada mama dan papa tidak akan pulang sampai hari minggu. Kebetulan mama dan papa juga tidak ada di rumah karena berangkat ke Singapore dari kemarin.

Jadi aku bisa berangkat sore ini sepulang dari sekolah. Dan aku berencana untuk memakan lolipop di taman saat sedang sepi.

“Bi, udah siapin baju-baju aku?” tanyaku saat aku sampai di rumah.

“Udah, non. Sudah bibi siapkan dan ada di kamar.” Jawab bi Wina.

“Makasih ya bi.” Ujarku.

Aku langsung masuk ke kamarku dan melihat semua sudah tertata rapi dalam tas ranselku. Aku meminta bibi untuk tidak membawa terlalu banyak barang untukku. Karena aku akan pergi selama 2 hari saja. Aku ijin ke mama dan papa akan camping di gunung dengan teman-teman baruku.

Aku memakai alasan itu agar saat mama dan papa meneleponku dan hpku tidak aktif, mereka tidak akan khawatir karena di gunung pasti tidak akan ada sinyal.

Awalnya mama tidak setuju saat aku meminta ijin. Aku sudah mengetahuinya. Jadi sebelumnya aku meminta ijin ke papa duluan. Papa mengerti aku dan mengijinkanku. Jadi saat mama bilang tidak, papa membelaku. Dan mama tidak bisa membantah kalau papa sudah bilang ok.

Aku memasukkan tiga lolipop berwarna sama dengan yang aku makan setiap kali untuk bertemu Elisa. Dan aku membawa dua yang berwarna berbeda. Aku memikirkan untuk mencoba pengalaman menjelajah waktu dan tempat lain dengan Elisa. Ya bisa dibilang aku ingin bereksperien apakah Elisa akan ikut ke waktu dan tempat yang ku kunjungi lewat lolipop ajaib itu atau tidak.

Aku pun memasukkan sebuah baju yang dibeli saat berbelanja dengan mama untuk Elisa dan tentu beberapa makanan ringan untuknya dan kakaknya.

Setelah semua persiapan selesai. Aku pun pamit kepada mama dan papa kembali lewat telepon dan tentu pada bi Wina.

Pak Jono mengantarkanku sampai di depan pintu gerbang taman hutan raya. Aku bilang pada semua, kalau titik berkumpul adalah di taman hutan raya. Aku hanya tinggal masuk dengan ranselku yang tidak terlalu besar, menjadi tidak begitu mencolok.

Aku masuk dan membayar karcis masuk. Berjalan mencari tempat yang pas dan sepi untuk memakan lolipopku. Dan akhirnya aku menemukan tempat yang memang sepi sore itu. Karena waktu masih menunjukkan jam 4 sore.

..._____...

Aku sudah sampai dan berjalan menuju rumah Elisa. Namun sebelum sampai di rumah Elisa, aku melihat seorang laki-laki duduk di kursi taman, terlihat seumuran denganku kesulitan mengambil tongkatnya yang terjatuh jauh darinya.

Aku berlari mendekati laki-laki itu untuk membantunya.

“Terima kasih.” Ujarnya saat aku memberikan tongkatnya.

“Sama-sama.” Ujarku.

“Kamu terlihat bukan dari sini.” Ujarnya padaku.

“Iya, aku dari Indonesia. Aku sedang liburan di sini.” Jawabku.

“Beruntung sekali kamu bisa dapat liburan ke mari.” Ujarnya. “Oh iya, namaku Gerald.”

“Namaku Ava, senang berkenalan denganmu Gerald.” Ujarku.

“Lolipopmu unik sekali.” Ujarnya.

“Ah iya, aku membawanya dari negaraku,” ujarku.

Aku melihat Gerald seperti butuh teman untuk mengobrol.

“Mengapa kamu sendiri di sini?” tanyaku.

“Aku sedang ingin ke taman. Kebetulan rumahku tidak jauh dari sini.” Jawabnya.

“Kalau boleh tau, ada apa dengan kakimu?” tanyaku.

“Aku mengalami kecelakaan sepulang sekolah. Tepatnya tabrak lari.” Jawabnya.

“Maafkan aku atas kejadian yang kamu alami.” Ujarku iba.

“Tidak apa-apa, aku sudah bisa menerimanya. Aku akan kembali berjalan dalam beberapa bulan. Itu yang dokter katakan kepadaku.” Ujarnya.

Gerald penuh semangat dan aku merasa hal positif tentangnya.

“Kamu tinggal di daerah sini?” tanya Gerald.

“Ya, aku akan tinggal di rumah temanku.” Jawabku.

“Siapa nama temanmu?” tanya Gerald. “Aku mengetahui semua orang di sini.”

“Namanya Elisa. Apakah kamu mengenalnya?” tanyaku.

“Ya, aku mengenal Elisa. Tapi aku lebih mengenal kakaknya, James.” Jawab Gerald. “Aku tidak tau kalau Elisa memiliki teman dari Indonesia.”

“Sekarang kamu mengetahuinya.” Ujarku tersenyum. “Ngomong-ngomong, aku harus ke rumah Elisa sekarang. Senang berkenalan denganmu Gerald. Semoga lain waktu kita bisa mengobrol kembali. Dan berhati-hatilah saat kembali ke rumah. Aku pergi dulu.”

“Ok, sampaikan salamku pada Elisa.” Ujarnya sambil melambaikan tangan.

Aku melambaikan tanganku dan berjalan kembali menuju rumah Elisa.

Sesampai di sana, Elisa belum pulang dari sekolahnya.

“Tunggulah di dalam.” Ujar James yang membukakan pintu untukku.

“Baiklah.” Ujarku sambil masuk ke dalam rumah. “Terima kasih.”

"Ava, mau minum apa?" tanya James.

"Tidak perlu, James." Jawabku.

"Kalau begitu, jika kamu haus ambil saja sendiri. Anggaplah seperti rumahmu sendiri." Ujar James.

"Baiklah." ujarku.

"Ava, aku sudah tahu tentangmu dari Elisa. Jangan marah padanya." ujar James.

"Tahu tentang apa, James?" tanyaku.

"Tentang kamu dari masa depan." jawab James.

Aku terkejut dan berusaha menyembunyikannya.

"Oh, bagaimana reaksimu setelah mengetahuinya?" tanyaku.

"Tentu saja aku kaget." jawab James. "Tapi aku percaya pada Elisa dan juga kamu."

"Tidak semua orang bisa menerima ini. Aku pun masih belum bisa menerima apa yang terjadi." ujarku.

"Ya sulit untuk memproses semuanya untukmu. Aku akan merasakan hal yang sama jika ada diposisimu." ujar James.

"Ya." ujarku singkat.

"Apa kamu hanya bisa menjelajah ke tahun ini, Ava?" tanya James.

"Aku bisa ke tempat lain juga." jawabku.

"Benarkah? Kamu tahu bagaimana caranya ke tempat lain?" tanya James. "Maaf aku penasaran."

"Tidak apa-apa. Kamu boleh menanyakan apa yang ingin kamu ketahui, James." ujarku.

Aku mulai menjelaskan semua yang terjadi padaku pada James. Dia lebih penasaran tentang masa depan dibanding Elisa. Terlihat sekali hausnya dia memberiku beribu pertanyaan.

Hingga tak terasa, Elisa sudah kembali ke rumah.

"Ava!" panggil Elisa saat melihatku. "Kamu sudah datang."

"Ya." ujarku.

"James, kamu tidak berangkat kerja?" tanya Elisa.

"Sebentar lagi aku berangkat. Aku menemani Ava sebentar." jawab James.

"Apa dia macam-macam padamu, Ava?" tanya Elisa.

"Apa maksudmu, Elisa?" tanya James.

Elisa tertawa melihat James begitu serius menerima candaan darinya.

"Tidak, Elisa. James sangat baik padaku." ujarku sambil tersenyum.

"Dengar itu." ujar James.

"Ya aku mendengarnya." ujar Elisa.

"Dia sering mengejekku, Ava. Jadi jangan dengarkan dia!" pinta James.

"Ya, aku sudah mengerti dia." ujarku.

"Kalau begitu, aku pergi dulu." ujar James sambil berjalan ke pintu.

“Ok.” Ujarku. “Hati-hati, James."

"James, hati-hati" ujar Elisa

"Ok." jawab James sambil menoleh sebelum membuka pinta dan tersenyum padaku.

"Ava, kamu sudah makan?" tanya Elisa.

"Nanti saja. Aku masih kenyang." jawabku.

"Bilang kalau kamu sudah lapar." pinta Elisa. "Ayo ke kamar."

"Baiklah." jawabku.

Kami pun berpindah ke kamarnya.

1
Wina I'mi
terus berkarya thor,novel mu bagus sekali😘
Aerik_chan
Selamat atas pernikahannya....akhir yang bahagia.....ditunggu karya author selanjutnya...
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Nicky
asiiik jadian nih
Fenti
setangkai bunga buat Viona dari Viona😊
Fenti
hay Viona?😁.
Fenti
ikut dong, kebetulan nih aku bosan dirumah ava🤭
Elisabeth Ratna Susanti
mantap banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Setia R
wah lolipop nya sakti, mau dong di ajak ....😃😃😃😃
Setia R
satu iklan untuk mu
Aerik_chan
semangat kak
Silvi Aulia
mau dong punya lolipop kaya gitu 😍
Fenti
seru ceritanya 👍

bunga 🌹 untuk si lolipop😁
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Aerik_chan
Semangat kak
Setia R
satu iklan untukmu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!