NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketenangan Sebelum Badai

Bulan pertama kehamilan Fatimah dilewati dengan limpahan kebahagiaan yang seolah tak bertepi.

Setelah kunjungan pertama mereka ke dokter kandungan, Rayhan menjadi semakin siaga.

Rumah minimalis mereka kini selalu dipenuhi dengan buah-buahan segar, susu khusus ibu hamil, dan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang sengaja diputar Rayhan melalui pelantang suara di ruang tengah untuk menstimulasi pendengaran sang calon bayi.

Sore itu, hujan gerimis turun membasahi bumi, menciptakan suasana yang teramat syahdu di pekarangan belakang.

Fatimah duduk di amben kayu teras belakang, tempat favoritnya.

Mengikuti saran dokter untuk tetap bergerak ringan.

Ia bersikeras untuk menyiram beberapa tanaman cabai dan bunga potong miliknya yang mulai bertunas, meskipun Rayhan mengawasinya dari balik pintu kaca dengan tatapan yang tak lepas sedetik pun.

"Sudah ya, Ima. Gerimisnya mulai tebal, nanti kamu masuk angin,"

Panggil Rayhan lembut sembari melangkah keluar membawa sebuah selembar selimut wol hangat.

Fatimah menoleh, mematikan tuas selang airnya, lalu tersenyum manis dari balik khimar rumahnya.

"Hanya sebentar, Mas Ray. Segar sekali rasanya melihat tanaman ini tumbuh subur."

Rayhan segera menyelimuti pundak Fatimah, lalu menuntun istri kecilnya untuk duduk di amben.

Pria tiga puluh delapan tahun itu ikut duduk di sampingnya, meraih kedua tangan Fatimah yang agak basah untuk diusap dengan kedua tangan besarnya yang hangat.

"Mas Ray selalu saja khawatir berlebihan," celos Fatimah dengan nada manja yang kini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Rayhan.

"Ima dan dedek bayi di dalam sini kuat, kok."

"Bukannya khawatir berlebihan, Sayang, tapi Mas hanya ingin memastikan tidak ada satu pun hal buruk yang menyentuh kalian,"

Balas Rayhan seraya mengecup kening Fatimah dengan takzim.

"Bagaimana mualnya sore ini? Masih terasa?"

Fatimah menyandarkan kepalanya di bahu tegap Rayhan, menghirup aroma tubuh suaminya yang selalu berhasil menenangkan saraf-sarafnya yang tegang.

"Alhamdulillah, sore ini agak mendingan, Mas."

"Mungkin karena dedek bayinya tahu kalau Ayahnya ada di rumah terus."

Rayhan tersenyum sangat dalam, tangan kanannya turun merengkuh pinggang Fatimah, sementara tangan kirinya mengusap lembut perut istrinya yang masih tampak rata.

"Mas sangat bahagia, Ima. Rasanya semua kepingan hidup Mas yang dulu kosong, sekarang sudah lengkap karena adanya kamu dan calon anak kita di sini."

"Mas berjanji, apa pun yang terjadi nanti di masa depan, Mas akan menjadi benteng pertama yang melindungi kalian."

Fatimah memejamkan matanya, menikmati debaran dada suaminya yang berdetak konstan.

Di dalam keheningan sore yang ditemani suara rintik hujan, Fatimah merasa dunia ini begitu damai.

Tidak ada kecemasan, tidak ada ketakutan. Penjagaan Rayhan yang begitu kokoh berbasiskan iman membuatnya merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

Mereka saling bertukar cerita, tertawa kecil, dan merajut impian tentang masa depan sang buah hati yang kelak akan meramaikan rumah ini dengan tangis dan tawa.

Namun, di tengah segala ketenangan dan kebahagiaan yang tampak sempurna itu, roda takdir di luar sana terus berputar.

Di balik tembok istana kecil mereka yang hangat, sebuah bayang-bayang masa lalu dari dunia luar yang rumit perlahan-lahan mulai bergerak mendekat, siap menguji seberapa kokoh benteng cinta dan iman yang telah mereka bangun bersama selama ini.

Sore itu, ketenangan yang mereka rasakan seolah menjadi jeda yang teramat sunyi, tepat sebelum badai ujian yang sesungguhnya datang mengetuk pintu kehidupan mereka.

*

*

*

*

Episode selanjutnya.........

Layar gawai itu menampilkan deretan nomor asing tanpa nama.

Kening Rayhan berkerut dalam. Ia memakai *earphone* bluetooth-nya lalu menggeser tombol hijau.

"Halo, selamat malam. Dengan siapa ini?"

"Ray... Rayhan, tolong aku..."

... Rayhan terpaksa memutar kemudinya ke arah yang berlawanan dari jalan menuju rumahnya. Ia menginjak pedal gas lebih dalam, membelah hujan badai menuju alamat yang dituju.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!