NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 — Pedagang Biasa dari Desa Qinghe

Sore mulai turun di Kota Qingyun.

Keramaian pasar perlahan berkurang.

Para pedagang mulai membereskan lapak mereka.

Xu Ming memasukkan barang-barangnya yang tersisa ke dalam keranjang bambu.

Hari ini sangat memuaskan.

Sayuran habis.

Kerajinan bambu habis.

Dua gulungan kaligrafi yang ia bawa juga terjual.

"Sepertinya harus membuat lebih banyak kerajinan lagi."

Xu Ming mengangguk puas.

Baginya, hasil hari ini berarti ia bisa membeli lebih banyak kebutuhan untuk beberapa hari ke depan.

Ia sama sekali tidak memikirkan hal lain.

Saat Xu Ming berjalan keluar dari gerbang kota, ia melewati sebuah toko senjata.

Di depan toko itu terpajang berbagai macam pedang.

Ada pedang panjang.

Pedang pendek.

Pedang berat.

Semuanya terlihat sangat indah.

Xu Ming berhenti sebentar.

"Banyak orang di dunia ini suka pedang ya."

Ia tersenyum kecil.

Dulu, saat masih di Bumi, ia sering membaca novel kultivasi.

Pedang terbang.

Pertarungan antar kultivator.

Teknik pedang yang bisa membelah gunung.

Saat itu ia selalu membayangkan betapa kerennya jika ia berada di dunia seperti itu.

Namun setelah benar-benar berada di dunia kultivasi...

Kenyataannya sedikit berbeda.

Para kultivator yang pernah ia lihat...

Menurutnya...

"Kenapa bertarung seperti anak-anak?"

Xu Ming masih ingat saat melihat beberapa kultivator bertarung di kejauhan.

Mereka berteriak.

Mengeluarkan cahaya.

Lalu saling melempar serangan.

Bagi orang lain, itu mungkin terlihat mengerikan.

Tetapi bagi Xu Ming...

Gerakan mereka terlihat penuh celah.

Seperti anak kecil yang baru belajar bermain pedang.

Ia bahkan tidak mengerti mengapa orang-orang begitu serius.

"Kalau aku punya pedang..."

Xu Ming melihat pedang kayu kecil yang tergantung di rumahnya.

Pedang itu dibuat sendiri beberapa tahun lalu.

Awalnya hanya untuk memenuhi misi sistem.

Namun setelah selesai...

Ia terus menggunakannya untuk berlatih.

Baginya itu hanya latihan ringan.

Tidak lebih.

Ia tidak tahu bahwa jika seorang ahli pedang melihat latihan itu...

Mereka mungkin akan kehilangan kepercayaan diri.

Di jalan pulang.

Xu Ming melewati hutan kecil.

Tiba-tiba...

Suara benturan terdengar dari kejauhan.

"Berhenti!"

"Serahkan barang itu!"

Xu Ming menghentikan langkah.

"Lagi-lagi ada yang bertarung?"

Ia penasaran lalu berjalan mendekat.

Di sebuah tanah lapang, dua kelompok kultivator sedang berhadapan.

Satu kelompok mengenakan pakaian biru.

Kelompok lainnya berpakaian hitam.

Di tengah mereka ada seorang pemuda yang terluka.

"Serahkan gulungan itu!"

teriak salah satu pria berjubah hitam.

"Itu milik sekte kami!"

Pria berjubah biru membalas.

"Kalian hanya ingin merebutnya!"

Xu Ming berdiri di balik pohon.

Ia memperhatikan pertarungan itu.

"Hmm..."

"Gerakan mereka masih sama."

"Kenapa selalu membuka pertahanan setelah menyerang?"

Ia menggeleng pelan.

Bagi Xu Ming...

Pertarungan itu tidak berbeda dengan melihat dua anak kecil berebut mainan.

Salah satu kultivator tiba-tiba melepaskan serangan besar.

Sebuah cahaya pedang melesat menuju lawannya.

Orang-orang di sekitar langsung panik.

Namun di mata Xu Ming...

Serangan itu terlalu lambat.

Terlalu banyak celah.

Tanpa sadar ia berkata,

"Kalau mau menyerang, harusnya jangan membuka bahu kiri."

"Dan langkah kaki jangan terlalu lebar."

"Kalau lawannya pintar, sudah selesai dari tadi."

Suara Xu Ming tidak keras.

Namun karena suasana sedang sunyi...

Semua orang mendengarnya.

Semua kepala langsung menoleh.

Seorang pria berjubah hitam menatap Xu Ming.

"Kau?"

"Siapa kau?"

Xu Ming tersadar.

"Oh?"

"Aku?"

Ia menunjuk dirinya sendiri.

"Aku cuma lewat."

Para kultivator saling memandang.

Namun seorang tetua dari kelompok pakaian biru tiba-tiba berubah ekspresi.

Matanya tertuju pada Xu Ming.

Bukan karena aura.

Bukan karena tekanan.

Melainkan...

Karena ia melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain.

Pemuda biasa itu...

Baru saja menjelaskan kelemahan teknik pedang mereka hanya dengan satu pandangan.

Dan semua yang dikatakannya...

Benar.

Xu Ming merasa suasana menjadi aneh.

"Aku pergi dulu."

Ia hendak melanjutkan perjalanan.

Namun pria berjubah biru segera membungkuk.

"Senior!"

Xu Ming berhenti.

Lagi-lagi kata itu.

Senior.

Ia menghela napas dalam hati.

"Kenapa semua orang suka memanggilku begitu?"

"Aku benar-benar bukan Senior."

Namun ia tidak menjelaskan.

Karena semakin ia menjelaskan...

Semakin aneh reaksi orang-orang.

Xu Ming hanya mengangkat tangannya.

"Jangan bertarung lagi."

"Itu saja."

Lalu ia pergi membawa keranjang bambunya.

Meninggalkan sekelompok kultivator yang terpaku.

Mereka tidak tahu...

Pemuda yang baru saja pergi itu merasa dirinya hanya memberi nasihat sederhana.

Padahal...

Satu kalimatnya baru saja menunjukkan pemahaman pedang yang bahkan tidak dapat dicapai oleh sebagian besar ahli pedang.

Bersambung...

1
Ilham Yono
/Determined//Hammer//Hammer//Hammer//Determined/
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ilham Yono
🤣🤭
Ilham Yono
keren abis
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
salah faham yang positif
Ilham Yono
gambatheeeee
Ilham Yono
tepuk jidat gw
Ilham Yono
🤣🤣🤣🤣🤣
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
terbaik/Determined/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
/Curse//Curse//Curse//Curse//Joyful/
Ilham Yono
beuh/Facepalm/
Ilham Yono
hihihi ..gak nyadar juga
Ilham Yono
sederhana penuh makna
Ilham Yono
beuh..master kita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!