NovelToon NovelToon
Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pernikahan Kilat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Niat Diaz kabur ke Gunung Kawi demi menghindari perjodohan malah berbelok 180 derajat saat ia mampir salat di Masjid Baiturrahman.
Diaz tidak sengaja menabrak Ganda Mahesa.
Anak kiai kaya raya yang sedang panik setengah mati karena calon istrinya tidak datang satu jam sebelum akad.
Demi menjaga harga diri keluarga di hadapan 200 undangan, Ganda nekat menembak Diaz:
"Mbak, mau gak nikah sama saya? Sekarang. Daripada saya dipermalukan satu Kepanjen."
"Oalah mas saya aja kabur dari perjodohan dan mau ke gunung Kawi untuk mencari ketenangan."
"Mbak mau pesugihan? Astaghfirullah mbak iling mbak. Saya kasih semuanya mbak."
"Saya nggak cari pesugihan saya hanya ..."
Hanya dalam 10 menit, akad dadakan itu sah. Suasana sakral pun langsung pecah oleh bisik-bisik julid emak-emak:
"Iku sopo toh seng rabi karo Ganda? Kok koyo ojek online, dipesen langsung dateng!"
Drama sesungguhnya dimulai ketika Laura, sang calon istri asli, tiba-tiba datang terlambat dan meminta ganda untuk menikahinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Di dalam kamarnya, begitu Umi Maryam melangkah keluar untuk memberi mereka ruang,

Laura langsung berhambur memeluk Ganda dengan sangat erat. Il

Ia menangis manja di dada suaminya, sengaja meringis kesakitan sambil menunjukkan pergelangan tangannya yang dibalut perban.

Laura menggunakan luka tersebut sebagai senjata psikologis untuk memojokkan Ganda, menuntut keadilan agar sang suami menginap di kamarnya siang ini sebagai ganti waktu yang hilang.

Melihat kondisi Laura yang histeris, ditambah rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh dan menghadapi Bramasta, Ganda mengembuskan napas berat.

Karena merasa bersalah telah memicu keributan dan ingin meredam suasana ndalem agar tidak semakin runyam, Ganda akhirnya mengangguk pasrah.

Ia menuruti permintaan Laura untuk tinggal di kamarnya siang itu.

Namun, begitu pintu kamar tertutup rapat dan suasana mulai tenang, Laura menatap Ganda dengan pandangan menuntut yang jauh lebih dalam.

Dengan binar mata yang penuh ambisi untuk menyingkirkan posisi Diaz, ia mendekati Ganda.

"Mas, aku ingin kita melakukan hubungan intim sekarang," pinta Laura tanpa ragu, berusaha mengukuhkan statusnya sebagai istri seutuhnya siang itu juga.

Ganda tersentak hebat mendengar permintaan itu.

Wajahnya seketika menegang, dan bayangan perjanjian rahasianya dengan Diaz di rumah sakit langsung terlintas di kepalanya.

"Astaghfirullah, Laura..." ucap Ganda tegas, langsung memundurkan langkah dan menjaga jarak aman dari istri keduanya.

"Aku baru saja sampai dari kota dan pikiran seisi rumah sedang kacau. Dan maaf, aku bahkan belum memberikan hakku kepada Diaz sebagai istri pertama."

Ganda menatap Laura dengan sorot mata meminta pengertian.

"Kamu harus bersabar sampai Diaz mau dan kondisinya benar-benar pulih, ya."

Mendengar penolakan itu, kekecewaan Laura langsung meledak.

Ia merengek tidak terima dengan wajah cemberut.

"Tapi, Mas, aku ini istri sahmu juga! Kenapa urusan ranjang kita harus menunggu perempuan kota itu?!"

Mendengar keluhan dan ego Laura yang tidak mau mengalah pada situasi, batas kesabaran Ganda malam itu benar-benar habis.

Dengan tatapan dingin dan raut lelah yang teramat sangat, Ganda memotong perkataan Laura dengan kalimat yang pendek namun menghujam.

"Tidak usah tapi-tapi, Laura. Aku lelah," pangkas Ganda, suaranya terdengar datar namun tak boleh dibantah.

Tanpa memedulikan tatapan syok Laura, Ganda langsung membalikkan badannya.

Ia berjalan menuju sofa panjang yang ada di sudut kamar Laura, lalu merebahkan tubuh lelahnya di sana tanpa berniat menyentuh ranjang pengantin mereka.

Ganda memejamkan matanya, meninggalkan Laura yang berdiri mematung di tepi ranjang sambil menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

Rasa jengkel, malu, dan dendam yang teramat pekat kini semakin membara di dalam dada Laura terhadap Diaz—wanita yang dianggapnya telah merebut seluruh perhatian suaminya bahkan tanpa perlu menyentuhnya.

Sore harinya atmosfer di dalam ndalem mendadak memanas karena sebuah pemandangan yang sengaja diciptakan.

Laura keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang tengah dengan handuk kecil di pundak dan rambut yang masih basah kuyup selepas mandi sore.

Tidak berselang lama kemudian, pintu kamar Laura kembali terbuka, dan Ganda melangkah keluar dari sana dengan kondisi rambut yang juga basah setelah membersihkan diri.

Tepat di saat yang sama, Diaz membuka pintu kamar utamanya.

Ia melangkah keluar dengan pakaian kasualnya yang rapi, berniat mencari udara segar di ruang tengah.

Namun, langkah Diaz langsung terhenti begitu matanya menangkap pemandangan rambut basah Ganda dan Laura.

Umi Maryam yang sejak tadi duduk di sofa langsung menyunggingkan senyum lebar penuh kemenangan.

Ia menatap Diaz dengan pandangan menyindir yang teramat tajam.

"Alhamdulillah, begini jalannya rumah tangga yang berkah. Suami itu kalau dilayani dengan baik, batinnya tenang, badannya segar. Tidak seperti yang di sana, cuma bisa pasang muka tembok dan menyusahkan!" sindir Umi Maryam sengaja mengeraskan suaranya.

Mendengar sindiran sang ibu yang mengarah pada kesalahpahaman besar, Ganda langsung merasa tidak nyaman.

Ia melirik Diaz yang wajahnya mendadak mengeras.

Ganda membuka mulutnya, berniat meluruskan situasi.

"Umi, tidak begitu. Sebenarnya kami belum—"

"Iya, Umi! Mas Ganda, wangi banget, betah di kamar!" potong Laura dengan cepat sambil bergelayut manja di lengan Ganda.

Laura sengaja memotong kalimat suaminya agar Diaz mengira bahwa mereka baru saja melakukan hubungan intim, demi membalas dendam atas penolakan semalam.

Ganda hanya bisa mengembuskan napas berat, menepis tangan Laura secara halus karena merasa risih, sementara Diaz tetap berdiri kokoh dengan tatapan sedingin es, menolak untuk terlihat hancur di depan mereka.

Allahu Akbar, Allahu Akbar...

Beruntung, suara kumandang adzan Maghrib dari pengeras suara masjid pondok segera menggema, memutus ketegangan itu.

Ganda langsung mengalihkan fokusnya. Ia menatap Diaz dengan pandangan meminta.

"Diaz, ayo bersiap. Kita salat jemaah ke masjid pondok."

Diaz mengangguk datar tanpa suara, lalu kembali ke kamar sejenak untuk mengambil mukenanya.

Sementara itu, Umi Maryam dan Laura juga mulai bersiap-siap mengenakan mukena mahal mereka untuk menyusul ke masjid.

Saat mereka semua berkumpul kembali di ruang tengah untuk berangkat bersama, Umi Maryam kembali melayangkan ejekan beracunnya pada Diaz yang berjalan di samping Ganda.

"Baguslah kalau mau ikut ke masjid," cetus Umi Maryam sambil membenarkan letak pet mukenanya, menatap Diaz sinis.

"Tapi apa tidak bingung nanti di dalam? Takutnya, orang yang kelamaan hidup di jalanan kota sampai kemasukan setan, sudah lupa sama bacaan sholat."

Mendengar ejekan tajam ibunya, Laura tidak bisa menahan diri.

Ia tertawa kecil, melirik Diaz dengan pandangan mengejek yang puas, lalu melangkah lebar meninggalkan mereka berdua untuk berjalan lebih dulu di depan.

Ganda hanya bisa mengepalkan tangannya di sisi jubahnya, menahan rasa bersalah yang teramat dalam pada Diaz, sementara badai di dalam hati Diaz kian bergemuruh di balik langkah anggunnya menuju rumah ibadah.

Di sepanjang jalan setapak berbatu menuju masjid pondok, Ganda berjalan sedikit melambatkan langkahnya agar bisa sejajar dengan Diaz.

Ia melirik sekilas ke arah wajah istrinya yang masih tampak sedingin es pasca-rentetan sindiran di ndalem tadi.

"Jangan dengarkan ucapan Umi dan Laura, Diaz. Fokus saja pada ibadahmu," bisik Ganda lirih, suaranya sarat akan rasa bersalah yang teramat dalam.

Diaz tidak menoleh, pandangannya tetap lurus ke depan.

Namun, ia menganggukkan kepalanya pelan sekali—sebuah isyarat bahwa ia terlalu lelah untuk memasukkan kata-kata racun itu ke dalam hatinya.

Begitu mereka menginjakkan kaki di selasar masjid, suasana mendadak berubah riuh oleh bisik-bisik.

Area jemaah perempuan yang dipenuhi oleh ratusan santriwati seketika menoleh.

Banyak di antara mereka yang memandang sinis ke arah Diaz.

Rumor tentang menantu kota yang "kurang ajar" dan kabur di hari pernikahan rupanya telah menyebar cepat bagai api menyiram bensin.

Melihat respons para santriwati, Laura yang berjalan di depan Diaz sengaja memperlambat langkah.

Dengan senyum penuh keluhuran yang dibuat-buat, Laura menganggukkan kepalanya anggun kepada para santriwati, seolah menegaskan posisinya sebagai "ustazah sejati" yang ramah dan dicintai di pondok ini.

Tindakan Laura memicu keberanian beberapa santriwati senior yang menjadi pengikut setianya.

Saat Diaz melangkah melewati barisan saf belakang, salah seorang santriwati berbisik dengan nada menyindir yang sengaja dikeras-keraskan.

"Aneh ya... tempat suci begini kok rasanya mendadak panas. Ustaz Ganda, sepertinya ada setan yang ikut masuk ke sini," letup santriwati itu, memicu tawa yang tertahan di antara mereka.

Hahaha...

Rombongan santriwati di saf itu tertawa terbahak-bahak secara tertutup, menganggap hinaan fisik dan mental terhadap Diaz sebagai sebuah lelucon yang sah karena dibayangi oleh restu Umi Maryam.

Langkah Diaz terhenti. Jemarinya yang memeluk kain mukena mempererat cengkeramannya.

Namun sebelum Diaz sempat berbalik, aura di sekitar mereka mendadak turun drastis menjadi sangat mencekam.

Ganda, yang mendengar jelas tawa dan makian kasar dari para santriwatinya, langsung berbalik badan.

Wajahnya yang biasanya teduh kini mengeras, memancarkan kemarahan seorang guru sekaligus pemimpin pondok yang harga dirinya diusik.

"Diam!" bentak Ganda, suaranya yang berat dan menggelegar seketika memotong habis tawa terbahak-bahak para santriwati.

Masjid yang tadinya bising mendadak sunyi senyap bak kuburan.

Ganda melangkah mendekati saf santriwati yang baru saja bicara, menatap mereka satu per satu dengan pandangan mata yang teramat tajam dan menghunjam.

"Kalian ini bertahun-tahun menghafal Al-Qur'an dan mengaji kitab akhlak, tapi mulut kalian lebih kotor dari orang yang tidak pernah mengecap bangku sekolah!" cecar Ganda, nadanya rendah namun sarat akan otoritas yang mematikan.

"Memfitnah dan mengejek sesama muslim di dalam rumah Allah, apakah itu yang diajarkan di pondok ini? Jika kalian menganggap istri pertamaku sebagai setan karena masa lalunya, maka ketahuilah, kesombongan dan rasa merasa paling suci yang ada di dalam hati kalian saat ini adalah sifat asli iblis yang sesungguhnya!"

Ganda menjeda kalimatnya, melemparkan ejekan balik yang menampar telak harga diri para santriwati tersebut.

"Jangan sampai hafalan puluhan juz kalian hanya sampai di tenggorokan, tidak menyentuh hati, dan akhirnya justru menyeret kalian ke dalam neraka karena lidah kalian yang tidak beradab!"

Para santriwati itu langsung terdiam seribu bahasa.

Mereka tertunduk dalam-dalam dengan wajah pucat pasi ketakutan, tidak berani mengangkat kepala sedikit pun menatap murka sang ustaz.

Laura yang berdiri tak jauh dari sana pun seketika mati kutu, senyum kemenangannya lenyap ditelan ketegasan suaminya yang tak pandang bulu demi membela Diaz.

1
merry yuliana
hmmmmm jangan bolak balik kak
sri hastuti
akhirnya ketemu, ayo diaz, pelan2 hilangkan trauma mu, ganda mencintaimu sungguh2 itu, ayo bangkit lg diaz, raih kebahagiaanmu kembali, umi yg kyk iblis sdh pergi, dan madumu jg sdh dicerai 🙏
sri hastuti
waduuh diaz, kenapa km buru2 keluar rumah sakit, ayo km hrs kuat hadapu semua, ganda sdh mencintaimu , 😭😭 ayo thor pertemukan kembali dng ganda ,kasihan diaz ,msh trauma dng umi yg kyk iblis kelakuannya 😡😡

😡😡😡😡😡😡😡😡
Elia Rosa
syukurin buat kalian berdua.. ibu mertua Dan menantu durjana🤭
sri hastuti
lanjuuttt thor sdh gak sabar topeng istri pemilik pondok yg spt iblis dibuka dan istri durhaka yg dengki di libas 😡😡😡
Elia Rosa
tambah seru NIH.. di tunggu kelanjutannya Thor 💪👍
sri hastuti
istri pemilik pondok kyk iblis ya, kelakuan nya , hiiihhh ngeri juga ,penuh tipu muslihat dan kejam , 😡😡😡😡
sri hastuti
ayo ganda kmnhrs tegas ,meski itu umi mu yg kelakuannya spt iblis, kyai jg hrs tegakkan keadilan ,meski itu istrimu ,yg sdh kyk iblis
juga laura, wanita kyk pelacur 😡😡😡
sri hastuti
kelakuan umi kok kyk iblis 😡😡😡
Ana Yasrotin
Serius tanya..memang dipondok ada kelakuan se orang yg disebut umi dan dihormati py watak yg tdk manusiawi begitu 🤔
Ana Yasrotin
Terus terang thor dr awal novel saya br koment ini..saya bukan tipe orang yg suka dg novel genre poligami..tp sejauh ini saya ikuti alur cerita krn aktor pria tegas..semoga akhirx Ganda bisa memilih salah satu antara Diaz dan Laura krn mmg si Laura tdk pantas bersanding dg Ganda..mdhn diakhir cerita bs memuaskan pembaca 🙏
sri hastuti
bagus diaz, buka semua kedok kemunafikan mereka, terutama umi yg jd orang tua gak tau diri, cm ego saja yg dibesar besarkan, dan umi yg gak jd contoh baik 👍👍😡😡😡
sri hastuti
ahh lama2 pengen tak huhhh ,umi sm menantu laknat semua , thor , bikin jengkel aja, orang kok gak punya belas kasih, apalagi katanya umi , tp kelakuan e kyk 😡😡😡🤭
merry yuliana
💪💪💪😍👍🙏
Asra
Cerita kamu bagus, Kak. Bintang 5 nih, kayak kurang hhuhu, kamu berhasil bikin orang (terutama aku) bisa mendalami ceritamu, dibikin kesel, dibikin sedih, dan seterusnya^^✨

Ceritanya jadi hidup. Semangat selalu berkarya nya kak!💖🙌
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
sri hastuti
thor, aku kok jd jengkel dan mual dng kelakuan umi , gitu kok istri pemilik pondok to ??, trus anak didik e spt apa itu, ???? arogan ,apalagi laura itu. wanita yg bikin jengkel 😡😡😡
sdh biar dilepas kan sm Ganda aja thor, kasihan diaz, biar bebas 🙏🙏
merry yuliana
ganda pdhl peluk obat termanjur buat diaz...ga salah sebuah pelukan utk hati yang patah...semangat crazy upnya kak...please crazy up banyakkan dikit boleh ya😍💪💪💪🙏👍
sri hastuti
bagus Abah,hrs tegas , umi nya juga ternyata spt itu, bikin 😡😡
kasihan diaz,ternyata sebatang kara 🤭
sri hastuti
blm tentu ganda bisa adil dng 2 istri, kasihan biar lepas dari Ganda, kecuali Ganda bisa melindungi dng baik, kl tdk pendreritaannya semakin menjadi nanti 🙏🙏
sri hastuti
kasihan diaz thor, blm nanti menghadapi nyai nya ganda dan laura yg sdh punya rencana jahat, biarkan diaz bahagia thor, 🙏🙏🙏
biarkan pergi jauh dr manusia2 egois 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!