NovelToon NovelToon
Antagonis Yang Menghindari Alur

Antagonis Yang Menghindari Alur

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Narsis

Pagi-pagi sekali Malika sudah bersiap, rencananya ia akan Lari pagi di sekitar kompleks perumahan.

Hari ini mereka libur dan ia memilih mengisi liburnya dengan lari pagi, setelah lari pagi ia akan non stop bermain gawainya

Saat menuruni tangga ia melihat Madona dan teman arisanya yang tengah mematap ke arahnya dengan tatapan tak suka.

Well, well, well dia merasa seperti selebriti kalau begini,baru juga bersemangat ingin lari pagi malah bertemu hattersnya ck, ck.

Shiball, kenapa nenek lampir itu malah membawa antek-anteknya?ganggu pagi gue yang cerah aja tau gak sih, dasar sekumpulan polutan'.

"Ngapa ngeliat gue begitu, naksir?. "Pinta Malika sembari melewati mereka dengan acuh.

Terlihat Madona yang hanya diam saja, tak berkutik. Mungkin dia teringat ancaman Malika tempo hari lalu.

________

Malika menarik napas panjang sebelum mulai berlari dengan langkah pelan. Earphone tidak ia gunakan

Ia ingin lari sembari mencoba Relax, mencoba menepis rasa gaduh di hatinya.

Kepalanya masih dipenuhi satu pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban.

Siapa yang mengirimnya?.

Sejujurnya ia takut, bagaimana tidak takut. Bagaimana jika itu adalah ancaman bagi keselamatannya?.

Hadiah semewah itu tidak mungkin salah alamat. Terlebih, nama "Malika" terukir rapi pada bagian dalam cincin. Seseorang mengenalnya... bahkan mungkin mengawasinya.

Pikiran itu membuat tengkuknya meremang.

Beberapa putaran berhasil ia lewati.

Baru saja ia hendak menambah kecepatan larinya, seseorang dari arah berlawanan muncul di tikungan lintasan.

Tubuh tinggi dengan pakaian olahraga serba hitam.

Langkahnya panjang dan mantap.

Malika mengenal sosok itu bahkan sebelum wajahnya terlihat jelas.

Soren.

Tanpa sadar langkahnya melambat sesaat.

Namun hanya sesaat.

Ia segera mengalihkan pandangan dan terus berlari seolah tidak melihat siapa pun.

Sebaliknya, Soren justru menghentikan

langkahnya.

Tatapannya mengikuti punggung Malika yang semakin menjauh.

Keningnya berkerut.

Aneh.

Biasanya gadis itu akan langsung menghampirinya. Mengajaknya berbicara. Bahkan pernah sengaja lari pagi agar bisa berdekatan dengannya.

Namun hari ini...

Malika bahkan tidak menoleh padanya.

Soren mendecakkan lidah pelan sebelum kembali berlari.

Kebetulan, kecepatan mereka hampir sama sehingga jarak di antara keduanya kembali menyempit.

Malika yang sedang fokus mengatur napas sama sekali tidak menyadari keberadaan Soren di belakangnya hingga sebuah suara dingin menyentaknya.

"Kau belum bosan?"

Malika menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

"Apaaan?"

Soren menghentikan langkah tepat di depannya, menghalangi lintasan.

Tatapannya datar. Nyaris tanpa emosi.

"Berhenti berpura-pura."

Malika mengernyitkan dahinya heran.

"Maksud lo?"

"Jangan mengikutiku."

Ucapan itu meluncur begitu saja,tanpa sedikitpun basa-basi.

Malika memandangnya beberapa detik sebelum akhirnya tertawa kecil, bukan karena lucu, melainkan karena tidak percaya, teryata Soren se narsis ini.

"Mengikutimu?"

"Ya."

Soren menyilangkan kedua tangan di depan dada.

"Kebetulan seperti ini terlalu sering terjadi."

Malika mengembuskan napas pelan.

"Buset narsis banget lo,rindu ya dikejar-kejar gue? ."

Sorot mata Soren berubah lebih tajam.

"Apa katamu?"

"Aku bilang," ucap Malika tenang, "taman ini tempat umum.

"Semua orang berhak lari di sini. Bukan berarti kalau gue ketemu lo,gue di bilang nguntit lo, situ waras? ."

Soren mendengus pelan.

"Omong kosong."

"Lo lupa?" lanjut Malika. "Gue bahkan gak nyapa lo samasekali."

"Itu trik baru?"

Kini Malika benar-benar kehilangan kesabarannya.

Ia menatap Soren lamat.

"Dengarin baik-baik."

Suaranya tetap rendah, tetapi setiap katanya terdengar jelas.

"Dulu mungkin Malika yang lo kenal memang ngejar lo ke mana-mana. Tapi sekarang gue gak punya waktu untuk ngelakuin hal gak berguna kaya gitu."

"Gue udah gak minat buat ngemis lagi, gue udah gak punya energi buat lo cinta sama gue, gue gak sempurna dan gak akan pernah. Tapi gue pantas dapet yang lebih baik, yang ngehargain gue, dan lo gak akan pernah lagi nemuin gue yang dulu. "

Alis Soren sedikit terangkat.

Perubahan cara bicara itu terasa asing di telinganya.

Biasanya Malika akan panik ketika dituduh, lalu buru-buru menjelaskan sambil memohon agar ia tidak marah.

Namun perempuan di hadapannya justru terlihat... acuh.

"Bukankah tujuanmu memang selalu mencariku?" sindir Soren.

Malika menggeleng pelan.

"Sayangnya, pusat alam semesta bukan cuman lo aja."

Kalimat itu membuat suasana mendadak canggung.

Tatapan Soren semakin dingin.

"Kau pikir aku akan percaya?"

"percaya gak percaya ya terserah lo. "

"Gue gak hidup untuk ngebuat lo percaya."

Ia hendak melewati Soren, tetapi laki-laki itu kembali bersuara.

"Kalau begitu jangan muncul lagi di hadapanku."

Langkah Malika terhenti.

Tanpa berbalik, ia menjawab singkat,

"Kalimat itu lebih cocok lo ucapin ke diri lo sendiri."

"Dan oh ya satu lagi, lo bisa have fun sama Rara, lo bisa sepuasnya berduaaan sama dia tanpa harus di hantui kegaduhan karena keberadaan gue. "

Soren mengepalkan tangan.

Entah mengapa, jawaban itu justru membuat dadanya dipenuhi rasa jengkel yang sulit dijelaskan.

Ia membenci gadis yang selama ini selalu mengganggunya.

Namun kini, ketika gadis itu benar-benar bersikap acuh, muncul perasaan aneh yang mengusik pikirannya.

Sementara itu, Malika kembali berlari meninggalkan tempat itu.

Angin pagi menerpa wajahnya, membawa pergi sisa emosi yang sempat membuncah muncul.

"Dasar cowo aneh, orang deketin dianya ilfiel, waktu di jauhin berlagak gak terima gitu maksudnya apaaan? ," gumamnya pelan.

________

For u🌸.

angan lupa, vote, like sama Coment.

Makasih banyak untuk yang udah mau baca ceritanya samapai sini.

See u next chapter.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!