Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Jack Omar
"Selamat pagi sayang."
"Selamat pagi mas." Adel merasa paling beruntung sekali. Suaminya selalu memperlakukannya seperti seorang putri.
"Pagi ini pergi kerja."
"Iya mas. Ade ngak mau bolos."Karel tersenyum dia tahu istrinya ini pekerja keras.
"Tetapi bagaimana keadaan kamu??"
"Ade sudah baikan. Mual ada tetapi bisa di atasi. Kan sudah ada obatnya."
Adel sudah membantu mama bersama Sari asisten rumah tangga menyiapkan sarapan. Setelah sarapan. Karel mengantar istrinya ke rumah sakit. Sampai di lobi, Adel turun dan semua mata memandang kepadanya. Adel membawa ole - ole yang di beli waktu liburan bulan madu kepada teman - teman. Adrian yang bertugas membagikan ole - ole itu.
"Dokter jika butuh apa, kasih tahu kami."
"Kenapa sih??"
"Kami bertugas menjaga dokter, kalau tidak....."
"Kalau tidak???"
"Komandan Karel akan menghukum kami." Adel tersenyum. Tiba - tiba polinya kedatangan tamu.
"Terima kasih ya dokter ole - olenya."
"Adrian memberi juga ke dokter??"
"Aku yang minta. Aku ancam." Adel tertawa.
"Hanya ole - ole receh, dokter bisa beli maafkan ya."
"Tetapi aku suka historinya. Aku dapat dua tempelan kulkas."
"Dokter koleksi??" Samuel hanya tersenyum.
"Bagaimana kondisi kamu??"
"Baik dokter."
Sementara itu di ruangan kerja Karel mereka sedang membahas tentang seorang Jack Omar target yang selalu lolos dari sergapan polisi.
"Dia licik tidak seperti Amos saudara sepupunya."
"Saudara??"
"Iya komandan, ini kami baru dapat datanya."
"Jangan - jangan bisnis mereka terkait."
Karel langsung menugaskan intel - intel terlatihnya untuk ada dalam kehidupan Jack Omar apa saja harus mereka lakukan untuk bisa mengetahui tentang siapa itu Jack Omar dan bisnis - bisnisnya terutama yang bisnis gelap. Mereka bisa menyamar menjadi apa saja, agar bukti bisa terkumpul. Dan pada hari ini, resmi empat intel dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengintaian itu.
Jam dua siang rumah sakit polri menjadi ramai, karena ada informasi bahwa akan dibawa ke rumah sakit mereka dua korban laka lantas salah satu anak berusia enam atau tujuh belas tahun. Lampu alaram pemberitahuan agar dokter bersiap. Lima menit lagi pasien tiba.
Adel sudah bersiap, biasanya pasien kecelakaan akan berhubungan dengan dia sebagai dokter bedah saraf dan pembulu.
"Pasien atas nama Ethan George Omar berusia tujuh belas tahun, mengalami pendarahan di otak akibat benturan keras oada kepalanya."
"Ruang operasi."
"Siap dokter."
Adel langsung bersiap - siap. begitu juga dengan dokter Samuel. Dua pasien korban laka lantas mengalami pendarahan hebat. Untuk itu perlu di beri tindakan operasi.
"Sambil hubungi keluarga mereka."
"Siap dokter."
Dua puluh menit, berada di ruang operasi salah satu korban yang di tangani dokter Samuel mengalami gagal jantung akibatnya dia meninggal. Sedangkan di kamar operasi yang satu lagi Adel sedang berjuang dengan pasiennya. Elisabeth mamanya Ethan George Omar sudah berada di rumah sakit juga papanya Jack Omar.
Pendarahan berkali - kali membuat Adel lebih teliti. Informasi satu korban sudah meninggal juga sudah diketahui oleh Adel. Satu jam perjuangan Ethan George Omar berhasil diselamatkan. Dan pasien sekarang akan dipindahkan ke ruangan rawat yang sudah disediakan oleh keluarga.
Karel sudah datang menjemput istrinya dari jauh dia melihat target operasi mereka bersama istrinya.
"Dokter Adel, dimana Arman??"
"Dokter lagi menolong korban laka lantas komandan. Dan itu keluarga korban."
Karel tetap mendekat. Dari kejauhan dia melihat reaksi pertama Adel waktu melihat Jack Omar. Karel takut terjadi sesuatu. Namun Adel tahu target operasi suaminya. Dia yang sebenarnya ketakutan berusaha untuk menetralkan perasaannya.
Adel pun menjelaskan kondisi anak mereka kepada orangtuanya disitu ada Elisabeth dan Jack.
"Dokter ???"
"Iya saya yang melakukan operasi kepada anak ibu."
"Bagaimana kondisi anak saya."
"Operasinya berjalan lancar, meskipun pendarahannya sangat banyak. Namun karena kuasa Tuhan anak ibu bisa kami tolong. Sedikit lagi pasien akan dipindahkan keruangan yang sudah disiapkan."
"Terima.kasih dokter." Jack memperhatikan Adel. Tatapannya tidak berpindah. Adel yang merasa risih, langsung pamit mengundurkan diri menuju ruangannya. Adel mengingat kejadian di Afrika, Ethan ini lah yang menegur papinya waktu menatap Adel. Jack mau mengikuti Adel. Namun Karel dengan cepat mengikuti istrinya.
"Sayang......"
"Mas.... Sudah tunggu ade dari tadi."
"Tidak masalah sayang." Karel memeluk dan mencium istrinya. Jack yang melihat Karel langsung mengubah arah. Adel ingin membersihkan dirinya. Namun oleh Karel meminta di rumah saja. Akhirnya Adel pun mengikuti saran suaminya. Adel sudah menulis apa saja obat yang harus diberikan. Dan kebetulan dokter Samuel yang piket malam. Maka semua obat yang diresepkan oleh Adel akan dilanjutkan oleh dokter Samuel saat pasien sadar nanti.
"Jangan perna sendiri di ruangan ya. Adrian atau Dita selalu ada disana bersama adek."
"Iya mas."
"Ada apa - apa langsung hubungi mas."
Adel sudah pamitan dengan suaminya, pagi ini ketika suaminya mengantarnya. Dia memeluk dan menyium bibir suaminya. Vitamin bagi mereka sebelum beraktivitas.
"Aku sangat mencintaimu Adel istriku."
"Aku juga sangat mencintaimu mas Karel."
Adel langsung menuju ruangannya di poli bedah tugas pertamanya adalah visit pasiennya. Laporan dokter jaga malam sudah Adel terima. Dan sekarang Adel sedang mempelajarinya. Untuk pengobatan selanjutnya. Karel sudah berada di kantornya.
"Korban laka lantas kemarin itu bagaimana??"
"Informasinya dua korban itu sedang adu kekuatan. Mereka saling menabrakan motornya. Menurut saksi mata."
Ternyata kecelakaan yang menimpa anak Jack Omar juga informasinya sudah di ketahui oleh Karel bersama dengan rekan - rekannya.
"Jadi saling tabrak motor gitu???"
"Iya Dan, di jalan raya."
"Yang meninggal itu siapa ??? anaknya siapa??"
"Salah satu anggota dewan, pengusaha juga."
"Kasusnya bagaimana??"
"Keluarga yang meninggal sedang menuntut."
"Jack Omar kepala sakit. Bisa pindana anaknya."
"Bisa komandan. Motor ratusan juta hancur. Karena kecepatan dari motor mereka."
"Berani juga anaknya Jack."
Adel sudah tiba di deoan ruangan rawat Ethan George Omar. Waktu dibuka ruangan itu, Adel melihat mamanya Elisabeth sedang berada disamping tempat tidur anaknya. Terdengar Elisabeth sedang berbicara dengan anaknya. Dan terlihat jelas air mata dari Elisabeth dan juga Ethan anaknya.
"Selamat pagi."
"Selamat pagi dokter silahkan dokter. Ethan ini dokter yang menyelamatkan Ethan."
"Terima kasih dokter. Tetapi kenapa dokter tidak biarkan aku meninggal saja dokter."
"Dokter bukan Tuhan. Saya hanya perpanjangan tangan Tuhan. Yang menentukan seseorang meninggal atau hidup itu Tuhan."
Adel langsung memeriksa kesehatan Ethan dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Ethan dan respon Ethan sangat bagus.
"Bagus, perkembangan kesehatan kamu bagus. Dokter yakin kamu pasti sembuh anak hebat."
"Tuh Ethan dengar apa kata dokter."
Waktu Adel sudah mau selesai datang Jack Omar papanya Ethan. Dokter Adel pun pamit karena dia mau visit pasien lainnya. Terlihat raut wajah Ethan berubah ketika kehadiran papanya. Seperti dia tidak mau kedatangan papanya.