NovelToon NovelToon
Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:412k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dhea Novita

Saat Reyhan menerima jabatan yang sudah ia kejar. Ternyata Mama sudah menyiapkan calon istri untuknya. Lalu bagaimana Rere yang sudah 2 tahun ini bersamanya?

Pernikahan itu pun sangat hambar. Tak ada kehangatan didalamnya. Bahkan jiwa Reyhan rasanya ingin membludak saat Aisyah sudah berani memarahi Rere. Apa salah jika Rere selalu bersamanya? Rere kekasihnya! pertengkaran setiap harinya tak mereka hindari. Hingga keduanya putus asa dan tak kuat dengan pernikahan mereka, mamah malah mengirim sebuah tiket bulan madu.

Saat senja menjadi siluet bagi Aisyah, Reyhan terdiam, desiran halus dihatinya terasa. Keringat dingin dan deru nafasnya tak beraturan menjadi bukti kepanikannya. Ia teringat mimpinya sendiri, Aisyah meninggalkannya, hatinya menjadi hampa dan begitu sakit. Ia tak ingin merasakan itu lagi, ia pun bangkit dan berjalan dengan tergesa kearah balkon. Aisyah tengah menatap senja dengan damai, wajah cantik itu seakan menyentuh hatinya.
"Jangan tinggalkan aku Aisyah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Bertekad

Terlihat rumah berpagar hitam yang mulai dipenuhi orang-orang. "Ma, Rey parkirin mobilnya dimana?" tanya Reyhan bingung melihat halaman rumah yang sudah di isi dua mobil ditambah satu mobil yang ada di garasi. Benar-benar tidak ada lahan kosong untuk mobilnya parkir.

"Sebentar Rey. Pah coba kita turun dulu tanyain," ucap Hana sambil menepuk lengan suaminya pelan.

Kini hanya ada Aisyah dan Reyhan di dalam mobil, mereka menunggu sambil menatap kerumunan anak kecil yang sudah memakai topi ulang tahun di luar rumah. Tak lama Hana terlihat keluar dari rumah dan menghampiri Reyhan. "Mobil parkir di halaman masjid Rey. Udah minta ijin buat acara ini ke DKM-nya," jelas Hana sambil menunjuk ke arah kiri. Reyhan langsung menganggukan kepalanya dan mulai menjalankan mobil ke arah masjid yang ada di depan sana.

Setelah diparkirkan, mereka keluar dari mobil., berjalan beriringan keluar dari halaman masjid. Reyhan terlebih dahulu mendekat, menggenggam tangan Aisyah sambil melanjutkan perjalanan mereka. Tubuh Aisyah menegang sesaat, Reyhan tiba-tiba saja menggenggam tangannya. Namun tak lama senyum Aisyah mengembang saat mendengar bisikan yang dilontarkan Reyhan "Kalau pacaran, emang suka pegangan tangan, Aisyah." Ucapan itu lebih terasa nyaman ditelinganya. Bagai ada kupu-kupu didalam hatinya.

Tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah tadi, saat masuk kedalam rumah pun Reyhan belum melepaskan pegangannya. "Wahh ini pengantin baru kayaknya lagi lengket banget," ejek seorang perempuan, Aisyah dapat melihat umur mereka yang mungkin tak jauh berbeda.

Perempuan itu menggendong anak kecil yang baru berusia satu tahun lebih. Lalu menyalami Reyhan dan Aisyah. "Mbak, maaf ya Gina gak bisa dateng, kemarin hari terakhir di Jakarta. Tapi tenang, Gina udah siapin kado special."

"Eh iya. Gak apa-apa," jawab Aisyah lembut.

"Yakin kadonya special?" tanya Reyhan, Gina hanya tersenyum dan membulatkan jarinya seakan memberi kode, membuat Reyhan menggelengkan kepalanya pelan sambil mencubit pelan pipi gembul balita yang ada dipelukan Gina. "Hey Fahmi, udah gede aja."

"Iya nih, om Rey nya sibuk terus," jawab Gina dengan nada anak kecil.

"Sayang, coba gendong dek Fahmi, siapa tau bisa ketularan cepet dapet bayi." Aisyah tertawa kecil mendengar ucapan Hana, ia pun mengulurkan tangannya saat Gina memberikan anak kecil itu.

"Aamiin mah. Semoga cepet dikasih titipan ya," jawab Aisyah lembut. Jawaban itu juga menghangatkan hati Reyhan, ia tersenyum samar melihat Aisyah yang sepertinya sudah terbiasa menggendong anak kecil, sedikit gurauan yang diberikan Aisyah pada anak kecil membuat Reyhan merasa gemas.

Dalam lubuk hati Reyhan, ia bersyukur bisa merasakan ini pada Aisyah, mungkin memang benar saat beberapa hari yang lalu adalah godaan pernikahan, ia merasa tak siap menikah, tak mengingat Aisyah bahkan merasa biasa saja saat hari pernikahan. Namun, saat hari pertama pernikahan, Reyhan mampu mengagumi Aisyah, merasakan semua yang memang seharusnya ia rasakan pada istrinya, bahkan bayangan perempuan lain tak terlintas dalam pikirannya, kini ia bahagia hanya melihat raut wajah Aisyah yang tersenyum dibalik cadarnya.

Hati Reyhan bertekad. Istrinya sudah sangat cantik dan hanya ditunjukan untuk Reyhan seorang. Mungkin dalam beberapa hari ini Aisyah mampu membuat Reyhan jatuh cinta dengan cepat. Mengingat hari ini saja sudah banyak Reyhan mencuri pandang menatap mata indah itu.

1
Surati
bagus 👍👍
Maisarah Khairunnisa
beda banget kayk novel lain yg ada adegan benci dulu baru cinta. love deh thor
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
😭😭😭
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
duh
amalia
kurang suka sm peran nya aisyah terus jg gk ada adegan romantis nya sm sekali ya
Rini akbarini
dasar deviiiii...
luuuu kan yg udah manggil reyhan buat nemiun Rere....
floren yanti
good job thor tidak bertele tele tapi mengena di hati
floren yanti
yang sabar ya Aisyah, cinta pasti datang di saat yg tepat
floren yanti
sepertinya bagus blm selesai membacanya, 😃😃 baru 2 episode
Mutmainnah
waduh waduh kena prankk
Mutmainnah
nyesseek
Mutmainnah
Aisyah yg kantor Reyhan aku yg deg deg an . sumpah
Erni Ernawati
kalau ada yg bilang bdh mgkn trlalu serius dgn hidup nya jadi gak tahu ada keseruan dlm dumay /dunia maya dan dunia perhaluan!cuekin aja smgt berkarya terus thor!
Enno
Cerai aja...trus Aisyah di deketin tuh sm Evan...cemburu deh si reyhan
Enno
Aisyah Tinggalin aja reyhannya
Enno
Klo Aisyah pergi tau rasa deh
Najmiati Zuroya
semangat
Ning Aja
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!