NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:233.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13

Bagai tersambar petir di siang bolong, Xander yang baru saja mau melangkah langsung membeku di tempat. Lututnya mendadak lemas, matanya melotot sempurna hingga kacamata tuanya hampir merosot ke hidung.

Di sebelahnya, Joni bahkan refleks memegangi lengan Xander karena sang bos besar hampir saja jatuh terjungkal akibat syok berat.

"K—kamu?!" seru Xander sembari menunjuk Noah dengan telunjuk yang gemetar.

Noah tidak terkejut. Bocah enam tahun itu hanya melambaikan tangan dengan santai, seolah sedang menyapa rekan bisnis lama.

"Selamat pagi, Papa. Senang melihat Papa masih cukup bugar untuk berdiri."

"Bocah ini, kenapa mirip sekali denganku waktu muda?!" gumam Xander matanya bergantian menatap Noah dan Elena.

"Tuan besar, anda baik-baik saja kan?" tanya Joni dengan panik.

"Joni, apa jangan-jangan tujuh tahun lalu aku benar-benar berjalan sambil tidur? Apa aku punya kepribadian ganda yang hobi kelayapan ke hotel?" ucapnya lemas.

Joni ikut menelan ludah, menatap Noah dengan pandangan takjub.

"Apa mungkin dia adalah darah daging sir Leon? Karena tidak mungkin tuan besar masih bisa membuahi," lirh Joni.

Di sisi lain, Noah diam-diam sedang melakukan analisis mendalam. Ia menilai pria tua yang ada di hadapannya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Dia papaku? Pria setua ini? Secara medis, rentang usia kami terlalu jauh. Tapi struktur wajah ini... ah, sudahlah. Yang penting aku sudah menuruti kemauan mama yang mata duitan itu!" batin Noah sembari menerka-nerka.

Melihat kepanikan Xander, Elena merasa berada di atas angin. Ia melangkah dengan angkuh melewati Xander yang masih mematung, lalu dengan santai mendudukkan dirinya di kursi kebesaran milik Xander di balik meja kerja mewah.

"Jadi, kamu percaya kan sekarang kalau dia adalah putramu, Kek? Eh, maksudku, Sayang?" Elena menopang dagunya, tersenyum super licik. Ia lalu melirik Noah yang masih berdiri tenang.

"Perkebunan ini sebentar lagi jadi milik kita, Noah. Lihat, papamu sampai tidak bisa berkata-kata, matanya berkaca-kaka begitu melihat ketampananmu."

Elena harus menggigit bibir dalamnya kuat-kuat untuk menahan tawa yang hampir meledak.

Akhirnya! Setelah tujuh tahun hidup merana dikelilingi tetangga bermulut racun, ia berhasil menjadi orang kaya!

"Tuan Besar, bagaimana ini? Wanita itu sudah berani menduduki kursi sir Leon. Apa kita panggil keamanan untuk mengusir mereka?" bisik Joni seraya mendekatkan wajahnya ke telinga Xander

"Bagaimana apanya? Jangan bodoh, Joni! Aku yakin seratus persen bocah ini adalah cicitku, bukan anakku! Aku masih ingat betul kapasitas fisikku tujuh tahun lalu, tidak mungkin bisa menghasilkan dia!" balas Xander kesal dengan suara berbisik yang ditahan.

Xander sangat yakin jika Elena dan cucunya, Leonard, sebenarnya ada hubungan khusus.

Hanya saja, saat tadi malam ia menginterogasi Leon di kamar mandi, cucunya yang sok dingin itu malah bungkam, menolak menjawab, dan memilih diam dengan wajah menyebalkan.

Seketika, sebuah seringai licik dan penuh kemenangan terukir di bibir keriput Xander.

Otak tuanya yang tak kalah cerdas langsung menemukan ide cemerlang untuk mengerjai cucunya yang hobi bersikap sombong itu habis-habisan.

"Jangan katakan apa pun pada Leonard. Biarkan anak nakal itu penasaran setengah mati dan menganggap jika bocah ini adalah anakku. Biar dia tahu rasa!" ucap Xander, terkekeh geli membayangkan wajah frustrasi Leonard nanti.

"Sementara itu, untuk memastikan, lakukanlah tes DNA diam-diam. Pergi dekati bocah itu, ambil beberapa sampel rambutnya sekarang," titah Xander.

"Baik, Tuan Besar. Saya akan segera melakukannya dengan tingkat akurasi dan kerahasiaan tinggi," jawab Joni patuh.

Joni segera memasang wajah ramah, lalu berjalan mendekati Noah yang sedang melihat-lihat miniatur kapal di meja sudut.

"Halo, Tuan Muda tampan. Rambut Anda sangat rapi, boleh paman rapikan sedikit bagian belakangnya?"

Noah menatap Joni dengan pandangan menyelidik yang sangat dingin. "Silakan, Paman. Tapi pastikan tindakan Paman tidak merusak tatanan minyak rambut premiumku yang berharga mahal."

"Tentu saja, Tuan Muda," ucap Joni. Dengan gerakan secepat kilat yang sudah terlatih, Joni berhasil mencabut tiga helai rambut Noah tanpa membuat bocah itu kesakitan, lalu menyembunyikannya di saku jasnya.

Sementara itu, Elena yang masih asyik berputar-putar di kursi kebesaran Xander berteriak, "Hei, Kakek Papa! Jangan berbisik-bisik terus seperti ibu-ibu di gang rumahku tadi! Bagaimana dengan tuntutan dua ratus miliarku? Kapan bisa cair?!"

Xander berbalik, membetulkan letak kacamatanya, lalu menatap Elena dengan senyuman misterius yang sangat sulit ditebak.

"Ikutlah denganku ke ruang kerja pribadi di sebelah. Kita bicara empat mata," ajak Xander, menatap Elena dengan sebelah alis terangkat.

"Tidak boleh!" seru Noah lantang, memotong kalimat Xander sebelum Elena sempat berdiri dari kursi kebesaran.

Bocah enam tahun itu melangkah maju dengan cepat, memposisikan dirinya di depan Elena seperti seorang paspampres cilik.

"Secara metodologi negosiasi, memisahkan klien dari penasihat hukumnya adalah taktik manipulasi psikologis yang sangat kuno, Papa," ucap Noah dengan nada suara sedingin es, sukses membuat Xander melongo di tempat.

"Penasihat hukum? Memangnya kamu pengacara, bocah cilik?!" tanya Xander, gemas sekaligus heran.

"Bukan secara formal. Namun, tingkat intelektual aku jauh lebih mengerti apa yang ada di pikiran mama," jawab Noah tanpa dosa, membuat Elena yang duduk di belakangnya langsung memprotes.

"Heh, Noah! Mama tidak sebodoh itu ya!" seru Elena.

"Mama, diamlah. Ingat insiden jambak-jambakan di gang tadi? Kerapian Mama sedang menurun hari ini," potong Noah telak, membuat Elena kembali bungkam sambil mengerucutkan bibirnya pasrah. "Jadi, jika Papa ingin membicarakan masalah aset dua ratus miliar ini, bicarakan di sini, secara transparan."

Xander memegangi keningnya, mendadak sakit kepala menghadapi cicit kandungnya yang kelewat genius ini.

Ia melirik Joni, memberi kode lewat kedipan mata agar asistennya itu segera turun tangan menjinakkan si ceo mini.

Joni yang paham langsung tersenyum ramah. Ia berlutut di hadapan Noah hingga tinggi mereka sejajar, lalu merogoh saku jasnya.

"Tuan Muda Noah memang sangat cerdas," ucap Joni dengan suara lembut. "Paman mengerti kekhawatiran Tuan Muda. Tapi bagaimana jika sementara mama dan papa bernostalgia, Paman menemani Tuan Muda ke kantin eksekutif di lantai bawah?"

Noah menaikkan satu alisnya, tidak tertarik. "Kantin? Aku tidak mengonsumsi makanan ringan sembarangan."

"Ah, ini bukan kantin biasa, Tuan Muda," pancing Joni, mengeluarkan sebuah kartu debit premium berwarna emas dan menggoyang-goyangkannya di depan mata Noah. "Di bawah ada es krim vanila dengan taburan emas hidangan penutup khas Prancis, ditambah ruang bermain saham virtual. Semua difasilitasi dengan kartu ini. Batas pengeluarannya... tidak terbatas."

Mata Noah yang tadinya sedingin kutub utara mendadak berbinar menangkap kilauan kartu emas di tangan Joni.

Bocah itu berdehem pelan, lalu merapikan kerah kemejanya untuk menutupi rasa salah tingkah.

"Ehem. Fasilitas saham virtual dan es krim premium, ya?" Noah menoleh ke arah Elena, lalu kembali menatap Joni dengan wajah lempeng.

"Baiklah. Demi menjaga energiku setelah baku hantam tadi pagi, aku bersedia melakukan inspeksi ke kantin bawah. Mama, jangan menandatangani dokumen apa pun tanpa persetujuanku," ucao Noah sok dewasa.

"Iya, iya, Tuan Muda!" sahut Elena gemas.

Joni terkekeh geli. "Mari, Tuan Muda."

Begitu Noah melangkah keluar ruangan bersama Joni dengan langkah anggun, Xander langsung mengunci pintu dan bernapas lega.

"Astaga, bocah itu benar-benar bibit unggul yang mengerikan! Dulu Alexander, sekarang Noah. Besok siapa lagi?" batinnya menjerit.

1
Ida Lailamajenun
bukan nya Ele pernah bilang klu sodara tiri nya itu tukang rampas sampai pacar Ele ikut dirampas nya ini kok malah akrab yak
ceuceu
murahan banget elena,harusnya nikah dulu,jadikan pelajaran sebelumnya cukup sekali hamil di luar nikah
Senja: diluar negeri mungkin udah biasa kak🙏 maaf kalau gak sesuai ekspetasi🙏🙏
total 1 replies
ceuceu
kocag noah maen panggil papah aj/Facepalm/
Sweet Heart
Kapan Elena Dan Noah Ketemu Dengan Papa Kandungx Elena Thor. Jangan Sampe Papanya Elena Dah Mati Yahhh Dan Seluruh Hartax Elena Diambil Ibu Tirinya Elena
Lisa Halik
🤣🤣leon bersedialah kamu
Nice1808
sabar leon ntar klo dah lahir aman kok🤣🤣🤣
Nice1808
hhaahha sabar leon , menghadapi ibu hamil ada aja tingkah nya😂
Nice1808
belum dpt kejutan dah tau duluan papa singa ini🤣
ceuceu
Noah pede banget langsung nyapa/Facepalm//Facepalm/
ampun dh kocak parah/Facepalm/
Sri Rahayu
sabar Leon....istri mu lg hamil muda...lanjut Thorr😘😘😘
ceuceu
ternyata noah gen elena matre/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
sumpah ngakak bab ini dari awal/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
noah dagang cu-pang/Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
bikin ngekek aja hahaha
ceuceu
ampun bocah maen ngomongin investasi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
hahaha....kalian berdua ni kdng lucu kdng bikit greget aja 😍😍😍
Dew666
Makasih thor dah update banyak banyak
Senja: sama2 kak dew, lg mood🤭
total 1 replies
awesome moment
krn cinta luber leon maka elena jd bumil aneh😄😄😄
Senja: Bisa gitu ya kak wkwk
total 1 replies
awesome moment
😄😄😄
Lisa Halik
sabar yaa leon
Lisa Halik
🤣🤣leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!