NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendapat Cassia

Setelah makan siang, Edward dan Sasha pamit duluan dengan alasan ada rapat lain. Cassia tetap duduk di kursinya, menunggu perintah dari Max.

Pria itu sedang menatap jendela kaca, ke arah jalanan yanh cukup padat siang itu.

"Tuan Max, kita kembali ke kantor?" Cassia akhirnya bersuara.

Max tidak menjawab. Cassia menunggu. Satu menit, dua menit. Kebisingan restoran mulai mereda karena sebagian besar pengunjung sudah kembali bekerja.

"Apakah menurutmu aku orang yang brengsek?"

Cassia terkejut. Bukan karena kata-katanya, tapi karena Max jarang sekali mengajukan pertanyaan pribadi. Apalagi pertanyaan seperti itu.

"Aku tidak berhak menilai, Tuan."

"Tapi kau punya pendapat. Semua orang punya." Max akhirnya menoleh. Matanya serius. "Kau sudah bekerja untukku satu tahun, Cass. Selama itu, kau belum pernah mengatakan satu kalimat pun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Apa kau takut padaku? Atau kau menganggapku pria brengsek seperti yang lain?”

Cassia menelan ludah. Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi wajahnya tetap tenang. "Aku tidak tak berpikiran seperti itu, Tuan. Aku juga tidak takut. Aku hanya menjaga profesionalisme dan menghormati anda."

"Kau selalu tenang dan tak banyak bicara atau bertanya. Itu yang kusuka darimu. Kau juga sangat profesional.”

Jantung Cassia semakin berdebar. Dia tak menyangka sang bos akan memujinya seperti itu, meskipun itu masih dalam koridor pekerjaan. “Hidup akan lebih mudah jika kita menjaga jarak yang jelas," Cassia menambahkan dengan suara rendah.

Max menatapnya lama. Terlalu lama. Cassia ingin mengalihkan pandangan, tapi tidak bisa. Ada sesuatu di mata pria itu, tapi bukan gairah atau ketertarikan romantis. Mungkin hanya sekadar keingintahuan.

"Kita kembali ke kantor,” ucap pria itu tiba-tiba.

"Baik, Tuan."

*

*

*

Beberapa hari berlalu. Begitu cepat hingga Cassia hampir tidak menyadari pergantian waktu jika bukan karena alarm di ponselnya berbunyi.

Dan akhirnya pesta jamuan bisnis itu datang.

Sejak pukul sepuluh pagi, Cassia sudah menerima pesan pendek dari manajer butik, Elizabeth.

[Hari ini jangan lupa ke salon yang sudah aku pesankan. Jangan telat]

Sekarang Cassia sudah berdiri tepat di depan pintu pintu setelah keluar dari lift, pukul setengah dua belas siang, dengan pakaian rapi.

"Nona Cassia?" Seorang wanita berjas putih menyambutnya dengan senyuman profesional. "Selamat siang. Elizabeth sudah menginformasikan kedatangan Anda. Silakan masuk."

Cassia masuk dan sedikit canggung.

"Aku akan didampingi oleh kepala salon kami, Nyonya Vera," kata wanita berjas putih itu sambil mempersilakan Cassia duduk di sofa empuk. "Mohon tunggu sebentar."

Cassia duduk dengan kaku. Tangannya meremas tali tas selempangnya. ‘Ini hanya perawatan biasa,’ ujarnya dalam hati. Bukan untukmu, tetapi untuk pekerjaan. Untuk mewakili perusahaan.

*

*

Lima menit kemudian, seorang wanita paruh baya dengan gaya rambut bob pendek dan busana hitam elegan menghampirinya.

Vera menatap Cassia dari ujung rambut hingga ujung sepatu, lalu tersenyum.

"Cassia, ya?" Vera duduk di seberangnya. "Wah, aku mendapat tantangan hari ini."

Cassia mengerutkan kening. "Maksudnya?"

"Jujur. Kau punya bahan mentah yang bagus, tapi kau seperti ... menyembunyikannya." Vera menggeleng kecil. "Jangan khawatir. Aku akan mengubahmu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri. Bukan menjadi orang lain, tetapi menjadi Cassia yang tidak pernah berani keluar selama ini."

Kata-kata itu anehnya menusuk sesuatu di dalam hati Cassia. Vera seperti tahu segala apa yang dirasakan oleh Cassia.

1
Nazwa Azzahra
lanjut
Herman Lim
nagih jadi bini gpp Enzo 🤪🤪
Una_awa
aku juga akan menagih kak Zarin untuk up lagi 😁
ElHi
prikitiewww😋😋
Septi
selalu dibuat berdebar 🤭
HR_junior
apa si Hugo atau siapa itu yg korupsi trs di pecat bales dendam SM km kyk lyra..km nyari rmh kok jauh amat dr tempat kerja akm ...JD dh lm gak ketemu Enzo ya
HR_junior
eee alah yg di liat lyra trnyta si Valen n Enzo yg LG dansa toh..
Seela New
aku sumringah sendiri
Yayuk Yuhanah
😍
happy oktavia
trima ksh sdh up d sinj kak othor😘
happy oktavia
menagihnya dgn cara apa nih? 😍😍
Fera Susanti
cerita lyra tuh cuma satu bab, satu bab aja Thor...kurang banyak 😬
Syavira Vira
🥰🥰♥️🙏
Nonie Hlm
waaaahhhh kebetulan yg beruntung nih.... ditolongin Nzo ehh rumahnya jg satu arah beda blok jg yeeee bisa bolbal ketemuannya...irit ongkos 🤣
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪😍😍😍👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪💪😍😍😍😍😍😍👍👍👍👍👍
Sweet Candy🍭
ditagih dalam bentuk cinta ya enzo😍
Adam Markelov izaan
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
Rizky Manik
enzo udh ada rasa kyknya cuman belom sadar aja🤣🤣🤣🤣
isni afif
next....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!