NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 1 Sup yang Dingin dan Hati yang Patah

   ​Malam itu, hujan deras mengguyur kota Bandung tanpa ampun. Gemuruh petir sesekali menyambar, memecah kegelapan dan mempertegas suasana dingin di dalam rumah megah berarsitektur modern milik keluarga Ziko.

   Di dapur yang luas dan berlantai marmer dingin, Mahira masih berdiri berkutat dengan apron lusuhnya. Jemarinya yang halus tampak kemerahan dan kaku karena terlalu lama berhadapan dengan air es, pisau dapur, dan hawa panas dari kompor yang menyala sejak sore.

   ​Mahira mengusap sedikit keringat di dahinya menggunakan lengan baju yang tergulung. Rasa lelah yang menggelayut di tubuhnya seolah tak dihiraukan. Baginya, tiga tahun pernikahan ini adalah ujian kesabaran yang tak pernah usai.

   Ia menatap panci sup yang masih menggelembungkan uap panas di atas kompor. Sup daging kesukaan Ziko yang ia racik dengan ketelitian ekstra, berharap racikan hangat itu bisa sedikit mencairkan kebekuan di antara mereka.

   ​Namun, ketenangan singkat di dapur itu seketika sirna. Langkah kaki yang tergesa dan kentara ditekan penuh amarah terdengar dari arah tangga.

   Ibu mertuanya, Ibu Rani, berjalan mendekat dengan dagu terangkat penuh kesombongan. Pakaian rumah berbahan sutra mewahnya berkilat di bawah lampu kristal dapur. Tatapannya yang tajam menatap Mahira dari ujung kepala hingga ujung kaki, memancarkan rasa jijik dan nada menghina yang tak pernah berusaha ia sembunyikan.

   ​"Hira! Jam berapa ini? Kenapa sup untuk Ziko belum selesai juga?" Suara Bu Rani melengking keras, menggelegar mengalahkan suara deburan hujan di luar sana.

   ​Hira terperanjat kecil, segera mematikan kompor lalu memutar tubuhnya. Ia menyunggingkan senyum setenang dan selembut mungkin, meski di dalam dadanya ada rasa perih yang teriris. "Sedikit lagi, Bu. Supnya baru saja matang. Saya mendidihkannya agak lama agar dagingnya benar-benar empuk untuk Mas Ziko...."

   ​"Alasan terus! Alasan!" potong Bu Rani seraya melangkah makin dekat dan menggebrak meja dapur dengan kasar.

   Brak!

   ​Hira terperanjat mundur setengah langkah.

   ​"Kamu itu memang wanita tidak bisa diandalkan!" bentak Bu Rani dengan mata mendelik lebar. "Mengurus hal sepele seperti memasak sup saja butuh waktu berjam-jam. Sudah tiga tahun kamu menikah dengan Ziko, tidak bisa memberi keluarga ini keturunan, mengurus rumah saja leletnya minta ampun. Kalau bukan karena Ziko yang terlalu kasihan dan bermurah hati padamu, sudah sejak lama kamu saya tendang keluar dari rumah ini!"

   ​Mahira menunduk dalam-dalam. Kepala dan bahunya bergetar pelan. Setiap kata yang keluar dari mulut mertuanya tidak ubahnya sembilu yang menyayat hatinya tanpa belas kasihan. Kata-kata pedas itu sudah menjadi makanan sehari-harinya.

   Mahira memilih diam dan menahan semuanya bukan karena ia bodoh, tidak berdaya, atau tidak punya taring untuk membalas. Ia memilih bertahan semata-mata demi menjaga kehormatan pernikahan dan janji setia yang pernah ia ucapkan di hadapan Tuhan.

   ​Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah terdengar memasuki garasi rumah. Tak lama kemudian, pintu depan kayu jati yang tebal terbuka.

   Ziko melangkah masuk. Setelan jas mewahnya sedikit basah oleh bintik-bintik air hujan. Wajahnya yang tampan terlihat sangat lelah, namun sapuan garis rahangnya menampilkan ekspresi yang dingin dan keras.

   ​Melihat kehadiran putranya, raut wajah Bu Rani berubah drastis dalam sekejap mata. Raut galak dan penuh amarah itu lenyap, berganti menjadi senyuman manis dan raut penuh keprihatinan yang dibuat-buat.

   ​"Ziko, sayang... Kamu baru pulang, Nak?" ujar Bu Rani tergesa menghampiri Ziko, menyambut jas basah putranya dengan nada suara yang dimanja-manjakan. "Lihatlah istrimu ini. Jam segini sup untukmu belum juga dihidangkan. Padahal dia seharian hanya diam di rumah, tidak bekerja, tidak menghasilkan uang sepeser pun untukmu, tapi mengurus hal sepele begini saja selalu gagal!"

   ​Ziko tidak langsung menjawab. Matanya yang tajam dan pekat menatap Hira yang berdiri kaku memegang kain lap di sudut dapur. Pandangan mata Ziko begitu dingin, begitu asing, tanpa ada sedikit pun menyisakan kehangatan atau rasa empati seorang suami terhadap istrinya.

   ​"Hira, benar apa yang dikatakan Ibu?" tanya Ziko. Suaranya berat, datar, dan penuh tekanan yang menuntut.

   ​"Aku sudah menyiapkannya, Mas. Ini tinggal dihidangkan ke meja...."

   ​"Cukup, Hira!" potong Ziko cepat, melambaikan tangannya di udara dengan nada frustrasi yang teramat sangat. "Aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah setengah mati setelah rapat seharian di kantor. Masalah pekerjaan di luar sudah menumpuk, dan kamu di rumah selalu saja membuat masalah kecil menjadi rumit. Bisakah sekali saja dalam sehari kamu tidak membuat Ibu kesal?"

   ​"Tapi aku tidak membuat masalah, Mas...." lirih Mahira. Matanya yang berkaca-kaca menatap lurus ke dalam manik mata suaminya, mencari sisa-sisa cinta yang mungkin masih tertinggal di sana. "Aku hanya berusaha memasak sup ini sebaik mungkin...."

   ​"Lalu apa? Kamu mau menyalahkan Ibu? Mau bilang Ibu yang berbohong?" Suara Ziko mendadak meninggi, bergema keras di sudut-sudut ruangan dan membuat suasana dapur terasa makin mencekam.

"Harusnya kamu sadar diri, Hira! Kamu itu beruntung bisa tinggal di rumah mewah ini. Dulu kamu datang ke hidupku tanpa membawa apa-apa, dan sampai detik ini pun kamu tidak memberikan kontribusi apa pun untuk keluarga ini selain membuat suasana rumah jadi tidak tenang!"

   ​Dug.

   ​Kalimat itu menancap sangat dalam, menghantam tepat di pusat dada Mahira hingga napasnya terasa sesak. Tidak membawa apa-apa? Tidak berkontribusi apa-apa?

   ​Mahira mengepalkan kedua tangannya erat-erat di balik apron lusuhnya hingga buku-buku jarinya memutih. Ziko tidak pernah tahu, atau mungkin tidak mau tahu, bahwa berkas analisis bisnis rumit yang berhasil membuat perusahaannya memenangkan tender bernilai puluhan miliar bulan lalu adalah hasil pemikiran jenius Mahira yang secara diam-diam ia selipkan di dalam tas kerja Ziko.

Ziko juga tidak pernah tahu bahwa relasi bisnis internasional yang tiba-tiba bersedia menanamkan investasi besar di perusahaannya adalah kenalan lama Mahira yang sengaja ia hubungi demi menyelamatkan karier suaminya.

   ​Mahira sengaja menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri pengusaha terpandang dan lulusan terbaik bisnis. Ia memilih menjadi wanita biasa yang mengabdi sepenuhnya di balik layar, rela merendahkan dirinya demi mengangkat derajat dan nama besar suaminya. Namun, apa yang ia dapatkan sebagai balasan? Hanya hinaan, dan tuduhan tak berguna yang tak pernah usai.

   ​"Kenapa diam? Kamu merasa paling tersakiti sekarang?" kekeh Ziko dengan senyuman sinis yang terukir di bibirnya. "Ibu benar. Mungkin selama ini aku yang terlalu memanjakanmu, sampai kamu lupa di mana posisi dirimu yang sebenarnya di rumah ini."

   ​Ziko berpaling dingin, membelakangi Mahira begitu saja tanpa sedikit pun niat untuk mendengarkan pembelaan istrinya. Ia melangkah menuju ruang makan bersama Ibunya yang menyunggingkan senyum kemenangan penuh kepuasan di belakang punggung Ziko.

   ​Di dapur yang kini kembali sunyi dan mencekam, Mahira berdiri sendirian dalam hening. Setetes air mata yang hangat akhirnya lolos menetes, membasahi pipinya yang pucat. Dengan cepat, ia mengusap air mata itu menggunakan punggung tangannya.

   ​Rasa sakit malam ini terasa sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. Ada sesuatu yang tak berwujud namun terasa sangat jelas telah patah di dalam dadanya, sebuah kesabaran dan cinta tulus yang selama ini ia jaga rapat-rapat, kini runtuh menjadi serpihan tak berharga. Rasa sakit itu tidak lagi menyisakan kesedihan, melainkan berubah menjadi keputusasaan yang berubah bentuk menjadi rasa muak yang teramat sangat.

   ​Mahira berjalan mendekati jendela dapur. Ia menatap pantulan bayangannya sendiri di kaca gelap yang tertutup bintik-bintik air hujan. Wajahnya pucat, tapi matanya kini memancarkan kilatan ketegasan yang belum pernah ada sebelumnya.

   "​Sebetulnya, aku sudah lelah menjadi wanita lemah yang selalu kau rendahkan, Mas Ziko. Tunggu saja," bisik Mahira dingin dalam hatinya.

Hai, karya baru nih setelah beberapa hari semedi nyari ide... Mari melipir di mari ya, Sayang2nya Author..jangan lupa beri dukungan, semoga karya ini tidak gagal lagi.

1
Sri Rahayu
Ziko...Ziko....ini buah dari keserakahan, keegoisan dan ketololan mu Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Oke....
total 1 replies
Sri Rahayu
suka dgn tokoh Mahira...tegas tdk ada ampun utk Ziko /Good//Good//Good/ lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Mahira sdh mulai mengeluarkan taringnya siap mengoyak Ziko, bu Rani dan Clarissa... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
berpestalah kalian bertiga Ziko, bu Rani dan Clarissa...merayakan kebangkrutan Ziko 😇😇😇🤪🤪🤪...lanjut Thorf😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
lope lope utk Mahira /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/.... dan vote utk Authorr...ditunggu lanjutan nya😘😘😘😘😘
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Sri Rahayu
suka ceritanya Thorr, lanjutin donk kepo ma si Ziko, mama nya n Clarisa setelah proposalnya ditolak....tetap optimis Thorr dan semangat selalu 😘😘😘😘😘
Nasir: Besok ya...
total 1 replies
Ika
luar biasa
Sri Rahayu
kehancuran menunggu mu Ziko 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Besok ya.. m
total 1 replies
EVA OKTASARI
padahal ceritanya bagus lho thor,semangat thor sampai cerita tamat
Nasir: Entahlah Kak... tapi kenyataannya tdk banyak yg tertarik. Sedih sih. Bisa saja saya tamatkan di sini, tapi gak kontrak. Sebab klo dikontrakpun gak dpt apa2 selain dr pembaca. Pdhl udah sy usahakan boom bab, tp msh blm tercapai retensi. Semoga di bab 40 retensi tercapai...
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Lanjut kak Author ceritanya bagus kok sat set juga penyelesaiannya cepat, Tetap Semangat Jangan Pindah ke Tempat lainnya 🙏
Nasir: Makasih ya Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Tetap Semangat Melanjutkan ceritanya bagus tidak bertele2 kakak AUTHOR , ditunggu kelanjutannya ya 🙏
Nasir: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
asyikkk...Mahira uda nyuruh Jessi menolak proposal prshn Ziko...kebangkrutan akan Ziko rasakan bgt jg dgn nenek lampir yg sombong 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Ma Em
lama Thor Mahira keluar dari rumah Ziko , entah maunya Mahira apa msh tinggal dirumah Ziko meskipun selalu dihina dan dijadikan babu tiap hari
Nasir: Sabar ya Bun....
total 1 replies
Ma Em
kenapa sih Mahira msh mau bertahan dirumah Ziko dan rela dihina dan diinjak harga dirinya .
Sri Rahayu
Mahira keren...uda dihina, direndahkan tp tetap tenang...nunggu bom waktu yg akan diledakkan nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu: eh salah bukan Ardi tp Ziko...maaf salah sebut nama /Silent/
total 4 replies
Sri Rahayu
jgn tanda tangan proposal dr pershn Ardi...mereka bertiga jahat pd mu Mahira...biarkan saja prshn Ardi kolaps... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mahira sdh terlalu lama kamu menyia nyiakan hdp mu msh juga mau bertahan dgn suami dan mertua yg selalu menghina dan merendahkan mu Mahira untuk apa Mahira bertahan tinggal bersama Ziko , lbh baik segera keluar dari rumah Ziko dan balas semua perbuatan Ziko , Bu Rani juga Clarisa .
Sri Rahayu
Ziko...Ziko dasar lk2 bodoh....bentar.lg kamu akan menikmati kebodohan mu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn diem aja Mahira...lawan dan hancurkan mereka bertiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!