NovelToon NovelToon
The Silent Empire

The Silent Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Sistem
Popularitas:440
Nilai: 5
Nama Author: General Blast

Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.

Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.

Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Garis batas

Siang harinya Clev dan Mira menuju ke D&D resto,salah satu restoran besar milik D&D Company di kota Drep.

Clev dan Mira juga Berry yang langsung datang ke restoran itu memiliki jadwal untuk bertemu beberapa investor dan pengusaha,untuk mengurus pembangunan Hotel baru dan Apartemen baru di wilayah utara kota Drep,lalu pembukaan cabang baru D&D fashion di berbagai wilayah kota Drep.

Di sebuah ruangan besar VVIP, Clev dan Mira masuk dan terlihat Berry bersama dengan 5 orang investor dan pengusaha yang siap membicarakan bisnis kerjasama dengan D&D Company.

Clev dan Mira saling berjabat tangan dengan para investor dan mereka memperkenalkan diri masing-masing, setelah itu pembicaraan santai dilakukan sambil makan-makanan yang sudah disediakan.

"Jadi sangat mungkin wilayah utara menjadi bagian yang paling memiliki peluang terbesar dalam bisnis Hotel dan resort.." jelas Berry

"Disamping banyaknya tempat wisata di wilayah utara, pantai di utara kota Drep juga merupakan destinasi terbaik untuk para turis yang datang ke kota ini.." tambah Mira sambil meminum anggurnya.

Para investor mengangguk setuju

Lalu salah satu investor berbicara

"Bagaimana dengan para Mafia Karibia? Mereka adalah kelompok yang menguasai sebagian besar kota ini,bahkan polisi sekalipun tak bisa bergerak untuk menangani mereka.." cemas salah satu investor.

Clev lalu menatap para investor

"Bagian utara kota Drep kami pastikan berada dalam pengawasan D&D Company, kami bisa memastikan para Mafia itu tidak akan bisa masuk ke wilayah utara.." jelas Clev dengan tenang dan kepercayaan diri tinggi

Salah satu investor menyipitkan matanya

"Apakah anda yakin? Mereka adalah mafia besar yang memiliki anak buah yang cukup banyak.." tanya salah satu investor yang sedikit ragu dengan ucapan Clev.

"Kami sudah terbiasa dengan hal seperti ini sebelum kami mencapai Drep" jelas Clev sambil tersenyum tenang

"Ketika manusia takut,kelemahan terbesar manusia adalah bersandar dan pasrah tanpa pernah mau mencoba untuk melawan,dan mereka lupa awal dari keberhasilan adalah dengan mengalahkan rasa takut" jelas Clev pada para investor dengan tatapan tajam dan meyakinkan.

Lalu para investor menjadi lebih percaya diri mendengar apa yang Clev katakan, para investor tahu Clev jauh lebih muda dari mereka tapi cara berpikir dan visi yang dimiliki Clev jauh dari anak muda seumuran nya.

Mira dan Berry juga tersenyum melihat Clev, mereka tak pernah meragukan apa yang di yakini teman sekaligus bos nya itu.

Sementara itu di luar restoran, seorang pedagang kios mendapatkan perlakuan tak mengenakan oleh dua orang berbadan besar keduanya adalah anggota Mafia Karibia.

"Kios mu sudah 2 Minggu tak membayar uang keamanan" ujar salah satu orang itu

"Maaf Pak..tapi saya butuh biaya pengobatan untuk anak saya yang sakit jadi saya tidak memiliki uang lagi tersisa untuk membayar keamanan" ujar pedagang tersebut

"Tidak ada alasan,mulai hari ini kios ini di tutup!" ujar salah satu anggota Karibia itu

"Tolong jangan..hanya ini mata pencaharian saya untuk menghidupi keluarga saya..tolong..jangan" tangis pedagang itu sambil memohon

"Kami tidak peduli,kami hanya menjalankan apa yang sudah diterapkan di kota ini.." ujar anggota Karibia yang lain

Beberapa saat seorang wanita datang menghampiri ,itu adalah Karen penasihat hukum pribadi Clev

"Hei..kalian berdua, merusak barang pribadi milik orang adalah pelanggaran hukum" teriak Karen lalu berjalan menghampiri keduanya tanpa rasa takut.

Kedua anggota mafia Karibia itu menoleh

"Hukum? Hahaha..." keduanya tertawa

"Nona..kami adalah hukum itu sendiri ,kenapa kami harus takut dengan diri kamu sendiri" kata salah satu anggota itu sambil tertawa.

Karen diam,

"Begini saja..berapa biaya yang belum dibayarkan pedagang itu?" tanya Karen kepada kedua anggota mafia Karibia itu.

Kedua anggota Mafia Karibia itu menyipitkan mata menatap Karen,

"Wah..wah..ada pahlawan wanita disini.." kata salah satunya sambil tertawa

"1 Minggu adalah Rp 250.000 ,jadi karena dia sudah tidak membayar 2 Minggu itu menjadi Rp 500.000.." senyum salah satu Anggota Karibia itu

Karen sempat terkejut

"Rp 250.000 seminggu? Itu perampokan.." ujar Karen namun mencoba tetap tenang lalu mengambil dompet nya dan memberikan uangnya kepada kedua anggota mafia Karibia itu.

"ini bukan karena kalian memiliki hak untuk biaya ini,tapi saya lebih tidak ingin pedagang ini kehilangan penghasilan untuk pengobatan anaknya" jelas Karen tegas.

Kemudian kedua anggota mafia Karibia itu mengambil uangnya lalu tertawa dan pergi,

"Baiklah..kami harap minggu depan tidak akan terjadi lagi hal seperti ini, karena jika terjadi lagi si pahlawan wanita kita ini akan kehabisan uangnya" tawa kedua anggota Mafia Karibia tersebut.

Karen tetap diam,lalu setelah kedua orang anggota Karibia itu pergi Karen menghubungi Clev,

"Halo..Clev,aku tunggu kamu di kantor setelah makan siang" jelas Karen

"Ada sesuatu yang harus dibahas.." tambah Karen lalu menutup telepon nya.

Setelah itu pedagang kios itu berterimakasih kepada Karen,kemudian Karen berjalan menuju kantor D&D Company.

1
dinda ayugunawan
disini menyentuh bangeett
dinda ayugunawan
aku suka bagian kalimat ini, rasanya tersentuh, dipeluk langsung sama author🥰 makasih ya, karena aku juga gak punya teman
dinda ayugunawan
Ganteng bangett CEO nyaaa... 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!