Pernikahan adalah ikatan suci diantara dua orang yang saling mencintai , namun berbeda untuk Rania Kirana Bramantyo . Yang harus terpaksa menikah dengan Azka hito wijaya , adik dari tunangannya sendiri .
Tiba-tiba cinta pertama kirana datang.
Bayangan masa lalu , menghantui hidupnya . Sedangkan sang suami memiliki kekasih tanpa sepengetahuanya.
Apakah Kirana tetap mempertahankan pernikahannya ?
Atau memilih cinta pertamanya ?
Dan Apakah pernikahan bisa berjalan tanpa di dasari cinta ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah nurul aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Daun- daun berguguran, hembusan angin menebrangkan daun- daun menuju jalanan yang senyap tanpa pasang mata berlalu lalang. Gadis berambut panjang itu membuka tirai jendela, samar-samar terik mentari masuk dari cela-cela jendela. Lelaki yang terlelap diatas ranjang empuk menggeliat tak ingin mentari mengganggunya.
"Bangun, katanya mau nemeni ke taman!"teriak Kirana sambil mengoyang-goyangkan badan Azka.
"Uh, antuk ni!"Ia memeluk batal semakin erat. Kirana menarik selimut dan batal secara kasar membuat lelaki itu bangun.
"Ayo bangun pemalas, sekarang weekend. apa lo enggak mau olahraga,"
Azka menarik kembali batal dan selimut dari tanggan Kirana,"Loe aja sendiri gua mau tidur,"Azka kembali meringkuk diatas kasur.
"Lo tu baru sembuh, kok malas-malasan,"
"Hmm..."
"Oke, kalau gitu gue bilang Mama sama papa kalau loe habis jatuh dari montor!"ancam Kirana membuat azka mendelik, "oke-oke gua bangun,"
"Gua tunggu di luar!"Kirana berjalan kelur dengan langkah pelan, ia-pun duduk diatas sofa. Hampir sepuluh menit Kirana menunggu Azka sampai mengantuk-ngantuk.
"Yok jalan!"ajak Azka yang sudah rapi dengan setelan kaos tanpa lengan, celana sepanjang lutut dan juga sepatu.
"Lama banget,"runtuk Kirana.
Kirana dan Azka berlari kecil mengelilingi kompleks, semua orang melihat kearah Azka dan Kirana. Mereka saling berlari secara beriringan.
"Baru liet tetangga kita,"ucap salah satu ibu pada kawan-kawanya.
"Iya, aku aja enggak tau Jeng, kapan mereka pindah,"
"Menurut- kalian mereka adik kakak kan?"
"Ya iya-lah, liet aja cewek-nya lebih tua. "
"Ah iya, ganteng banget cowok-nya enggak mungkin dong mereka suami istri,"
Mendengar percakapan ibu-ibu komplek membuat Kirana geram, masak dia dan Azka di kira adik kakak. Emang bener dia lebih tua dari sang suami tapi bagaimana-pun ia adalah istri sah Azka,"Sayang!"panggil Kirana membuat Azka bengong,"Loe bilang apa tadi?"tanya Azka tak percaya. Sedang semua ibu-ibu melebar-kan telinga ingin mendengar percakapan dua pengantin baru itu.
Kirana mengedip-kan mata, memberi kode pada Azka"Sayang habis ini kita beli bubur disana-ya?"pinta Kirana dengan suara keras dan sedikit manja,"Heh,"Azka sama sekali tak mengerti dengan ucapan Kirana yang berubah manja. Kirana merangkul tanggan Azka dan tak lupa mengecup pipi Azka dengan sedikit melirik kearah para tukang gosip.
"Oh ternyata mereka suami istri,"mereka berbisik satu sama lain. Kirana menarik tanggan Azka agar menjauh dari tempat terkutuk itu.
Setelah cukup jauh, Kirana mendengus lega setelah sandiwara yang ia lakukan tadi,"Loe tadi seaja goda gue ya?"tanya Azka
"Ih apaan sih,"elak Kirana, ia meninggalkan Azka seorang diri.
"Tunggu sayang, jangan tinggalkan aku!" goda Azka sambil mengejar Kirana.
Mereka berlari disepanjang jalan kompleks dan taman, mereka olahraga kecil seperti loncat-loncat dan pemanasan riangan lain-nya.
"Sayang, katanya mau makan bubur?"
"Jangan panggil sayang, jijik tau!"teriak Kirana
"Tadi loe yang mulai manggil gua sayang,"
"Aku tadi enggak serius,"
Setelah cukup lama berolahraga Azka dan Kirana pulang kerumah. Mereka-pun membersihkan rumah secara bersama, memasak, makan pagi dan terakhir mereka berkebun bersama. Setelah itu Kirana mengumpul-kan baju-baju kotor mereka dan mencucinya dimesin cuci sendiri.
Azka mendapat tugas menjemur pakaian walaupun dengan setengah hati ia menerima perintah Kirana,"Gue mau tapi dengan satu syarat,"bisik Azka
"Iya-iya pokoknya loe jemur semua, aku mau mandi dulu,"Kirana meninggalkan Azka seorang diri dengan tumpukan baju basah didalam bak besar.
Byur!
Air menyiram tubuh Kirana yang lengket oleh keringat, sabun dan shampo membuat tubuhnya menjadi wangi bak bunga yang baru mekar. Selesai mandi, Kirana menggulung rambut dengan handuk dan memakai piyama.
betapa kaget Kirana, Azka sudah duduk di bibir kasur,"Mau ngapain loe, gue mau ganti baju ni!"
"Yaudah tinggan ganti baju aja repot," tutur Azka sambil menyandarkan badan di ranjang sambil memainkan hape.
Kirana-pun beralih memilah-milih baju didalam almari besar, ia berniat mengambil baju. Dan memakai baju di dalam kamar mandi saja.
Saat Kirana berdiri didepan Lemari, dengan memegang dagu sambil melirik pakaian yang pantas ia pakai untuk hari ini. Tiba-tiba sebuah tanggan kekar melingkar diperutnya,"Ngapain lo peluk-peluk gua?"
"Loe tadi janji mau ngabulin permintaan gua kan?"Kirana terdiam, ia baru ingat permintaan Azka tadi, ia tak menyangka lelaki itu memintak hal-hal yang aneh.
"Tapi,"sela Kirana Saat Azka memainkan tubuh-nya. Lalu ia-pun terdiam tak berkutik di peluk Azka. lelaki itu malah mencium-cium tengkuk lehernya. Ada rasa aneh menjalar di sel- sel tubuh Kirana. Ia-pun pasrah dengan perlakuan Azka pada-nya.
___
Kelas berakhir, semua mahasiswa berhambur keluar dari kelas masing-masing. Jesen berlari kegerbang, ia sudah janjian dengan Clara makan diluar kampus. Ada resto baru didekat kampus, ia-pun mengaja Clara makan bersama. Sesampai di Resto RISTA, ia duduk dikursi dekat Alquarium ikan. Karna ia tau Clara sangat suka ikan-ikan hias.
Clara masuk, Jesen berdiri dan menarik kursi untuk gadis cantik yang sudah lama hadir di hatinya."Terimakasih,"
"Sama-sama,"Jesen kembali kekursi miliknya.
"WOw, bagus, ikan-ikannya sangat lucu,"tutur Clara sambil mengetuk-ngetuk Aquarium,"Apa kamu lo suka?"Clara mengangguk.
"Ya gua sangat suka,"
Seorang pelayan berbaju orange menghampiri mereka, Setelah mereka memesan makanan pelayan itu masuk kedalam dapur menyiapkan pesanan Clara.
Lalu, banyak mahasiswa yang masuk kedalam resto bersama teman atau pasangan mereka masing-masing. Jesen mengamati Clara setiap detik tanpa kedip sambil menopang dagu dengan tangganya.
"Nanti pulang-nya gua ngantar ya?"pinta Jesen membuat Clara beralih menatap Jesen.
"Tapi,"
"Gua tau lo enggak bawa mobil kan!,"Clara hanya mengangguk.
"Tapi gua bisa kok pulang sendiri, kalau enggak gua nebeng bang David,"tolak Clara.
"Bukankah Pak David tidak ada jam sekarang!"
"Oh benarkah, gua tidak tau!"tutur Clara dengan senyum kecut. Padahal ia ingin menghindari Jesen karna ia tak ingin jatuh hati pada lelaki itu setelah perhatian yang dicurahkan-nya selama ini.
"Gua juga mau membahas soal Azka,"
"Benarkah, baik gua akan ikut loe ,"Jesen senyum penuh kemenangan, ia berharap bisa mendapatkan gadis itu selama Azka tidak ada didekat-nya.
Clara-pun membuka layar gawai, berharap sang pacar menghubunginya setelah sekian lama. Pelayan itu datang membawa pesanan Jesen dan Clara, meletakan diatas meja mereka dan pergi.
Seorang pelayan terburu-buru mengantarkan pesanan kemeja sebelah Clara, tanpa diduga pelayan itu kehilangan keseimbangan. dau minuman itu seperti hendak tumpah kearah Clara dengan sigap Jesen menghadang minuman itu tumpah dengan tubuhnya, otomatis kaos Jesen basah kucup dan berbauh minuman.
Tar!
dua gelas itu pecah,"Maaf mas!"
"Ah enggak papa, lain kali hati-hati,"ujar Jesen sambil membersihkan kaos-nya yang basah.Clara berdiri dan membantu Jesen membersihkan noda minuman itu dengan tissu.
"Kenapa loe melakukanya?"
"Ah biasa aja kok,"
Bersambung...
KLO GK KSI HRAPAN KE CLARA, CLARA TKKN TERLUKA, HRSNY JUJUR, BAIK KE TMAN2 LO ATAUPN CLARA..
BAGUS BUNDA LUSY, BAWA AJA SI RANA, BIAR MMPUS TU SI AZKA ANJING..
DAN AZKA KNP BILANG KLO MNCINTAI CLARA, MNIKAH KRN DIJODOHKN...
DASAR AZKA ANJING YG GK PUNYA PNDIRIAN..
DASAR GK PNY HATI & OTAK LOO