NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Terbuang

Balas Dendam Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kehancuran

Sudah satu minggu berlalu sejak kejadian di Taman Istana. Sejak hari itu, Pangeran Alex memilih menenggelamkan dirinya dalam tumpukan dokumen kerajaan Sanata.

Ia bekerja dari pagi hingga larut malam. Rapat demi rapat ia pimpin sendiri. Ia memeriksa laporan perbatasan, meninjau panen rakyat, bahkan turun langsung ke gudang logistik. Semua itu ia lakukan dengan satu tujuan: melupakan Hana.

Hana. Wanita yang menolak cintanya tanpa ragu.

Kabar tentang kedekatan Hana dengan Komandan Dominic pun sampai ke telinganya. Jujur, dadanya terbakar marah saat pertama kali mendengarnya. Namun ia Pangeran Mahkota. Ia calon penerus Tahta Sanata. Ia tidak boleh bertindak seperti pemuda patah hati biasa.

Ia harus bijaksana. Harus berwibawa.

Ia tidak akan membiarkan rakyatnya memandang rendah dirinya hanya karena seorang wanita.

Malam itu, di ruang kerja Kaisar, suasana hening. Kaisar yang sejak tadi mengamati putranya, akhirnya angkat bicara.

"Alex," suara Kaisar berat namun tenang. "Bagaimana dengan Kerajaan Timur? Apakah mereka masih mencari masalah dengan Sanata?"

Alex mengangkat wajahnya. Wajahnya semakin dingin dalam sepekan terakhir. Kaisar tahu betul sebabnya. Hana. Wanita yang berani menolak putra mahkotanya. Namun Kaisar juga paham, Hana bukan wanita sembarangan. Menekan Hana demi ego putranya sama saja mengundang kehancuran bagi kerajaan.

"Ayahanda," jawab Alex dengan suara datar. "Mereka sudah menyerah. Utusan mereka datang membawa niat berdamai dengan Sanata. Namun... Kaisar Timur mengajukan satu syarat."

Kaisar menyipitkan mata. "Syarat?"

"Perjodohan," kata Alex singkat. "Kaisar Timur ingin mengikat persahabatan dua kerajaan melalui pernikahan."

Kaisar berdiri dari singgasananya. Ia berjalan mendekati jendela, menatap kota Sanata yang temaram oleh lampu minyak.

"Perjodohan..." gumamnya. Lalu ia berbalik, menatap Alex lekat-lekat. "Ayahanda sudah mendengar tentang Putri Mahkota Kerajaan Timur. Namanya Putri Selena. Ia cantik, lemah lembut, dan dikenal penyayang oleh rakyatnya. Ia... cocok menjadi Permaisuri Sanata."

Alex terdiam. Ia memang pernah melihat Putri Selena sekali, saat kunjungan diplomatik tiga tahun lalu. Perempuan itu memiliki senyum yang menenangkan. Tatapan yang tidak menuntut.

Tanpa basa-basi, Alex mengangguk.

"Baiklah, Ayahanda. Aku menerima perjodohan ini." Suaranya mantap. "Anggap ini demi rakyat Sanata. Aku tidak ingin perang pecah lagi karena ego pribadi. Dan... usia ku memang sudah saatnya memiliki istri dan keturunan."

Kaisar terkejut. Ia sampai berdiri dan menepuk bahu putranya dengan kuat. Matanya berkaca bangga.

"Bagus, Nak! Itu keputusan seorang raja! Kamu tidak hanya memikirkan rakyat, tapi juga masa depan keturunan Sanata! Ayah bangga padamu."

Kaisar tertawa lega. "Lupakan Hana. Jika dia bukan jodohmu, berarti Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik. Ayah yakin, Putri Selena akan membuatmu jatuh cinta."

Setelah Kaisar keluar ruangan, Alex terdiam. Ia menggenggam bulu kuas di tangannya hingga buku jarinya memutih.

Dalam hati ia berbisik, "Aku bukan pengecut, Hana. Jika memang kau bukan jodohku, aku doakan kau bahagia. Semoga hubunganmu dengan Komandan Dominic berjalan baik. Dan aku... aku juga berhak mendapatkan wanita yang bisa membuatku jatuh cinta lagi."

************"

kediaman Hana

Keesokan harinya,Berbeda dengan istana yang dingin, kediaman Hana dipenuhi bunga dan pepohonan kecil. Udara pagi itu terasa dingin.

Di taman belakang, Hana duduk bersama ayahnya, Bima. Mereka menikmati teh melati dan kebersamaan yang sudah lama hilang.

Bima memperhatikan putrinya lekat-lekat. Beberapa hari ini, Hana berubah. Dulu ia dingin, tertutup, dan sulit tersenyum. Kini, perlahan ia mulai membuka hatinya. Itu membuat Bima lega.

"Hana," Bima membuka suara. "Ayah dengar hubunganmu dengan Komandan Dominic semakin dekat. Kalau begitu... kenapa kalian tidak segera menikah saja?"

"Pffft—"

Hana tersedak tehnya. Bima panik dan menepuk punggungnya.

"Kamu tidak apa-apa, Nak?" tanya Bima cemas.

Hana mengusap dadanya, lalu melirik ayahnya dengan senyum pasrah. "Ayah... bagaimana mungkin aku baik-baik saja? Ayah membuatku kaget dengan pertanyaan itu."

Bima terkekeh, menggaruk kepalanya. "Hehehe, maaf, Sayang. Ayah hanya tidak sabar. Ayah ingin melihatmu menikah, punya anak. Ayah mau punya banyak cucu yang lucu."

Dua pengawal setia Hana, Leon dan Jay, yang berjaga tidak jauh dari situ, saling pandang lalu menahan tawa.

"Tuan tenang saja," celetuk Leon tanpa sadar. "Nona Hana pasti segera menikah. Beberapa hari lalu, Komandan Dominic bahkan turun tangan sendiri membelikan jepit rambut dan gaun untuk kekasihnya."

Jay langsung menepuk kepala Leon. "Bodoh apa yang kamu katakan!"

"Maaf, Nona... Tuan... Saya kelepasan bicara," gumam Jay gugup.

Wajah Hana seketika memerah. Jadi benar? Gaun dan jepit rambut itu untuknya?

Bima langsung menggoda. "Tuh kan, Hana. Komandan Dominic sangat mencintaimu. Sampai urusan hadiah pun ia urus sendiri."

"Ayah!" desis Hana malu, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

Tiba-tiba, terdengar suara langkah tergesa dari arah pintu taman.

"Jek!" panggil Bima. "Kenapa kamu panik begitu?"

Jek, pelayan kepercayaan mereka, berhenti di depan Hana dan Bima. Napasnya tersengal.

"Nona... Tuan... Saya baru dapat kabar..." Jek menelan ludah. "Nyonya Ajeng... beliau bunuh diri. Dan Sudah tidak bernyawa. Kediaman Bupati sekarang ramai orang. Katanya... beliau frustasi karena kehilangan Putrinya, Nona Tiara."

Deg.

Bima terkejut. Ajeng. Mantan istrinya. Wanita yang dulu menjebaknya hingga ia dikirim kerja paksa ke perbatasan. Meski begitu, ia tetap merasa iba.

"Hana... Ibumu—"

"Dia bukan ibuku," potong Hana dingin. Suaranya tanpa emosi. "Ibuku sudah mati sejak lama, Ayah. Jangan pernah sebut nama wanita itu lagi. Jek, dengar baik-baik. Lain kali jika ada kabar dari kediaman Perdana Menteri atau kediaman Bupati, jangan sampaikan padaku. Aku tidak mengenal mereka."

Hana bangkit dan pergi dengan langkah tegas, meninggalkan semua orang tertegun.

Bima menatap punggung putrinya. Ia sadar, luka Hana jauh lebih dalam dari yang ia kira.

Leon melangkah maju. "Tuan, Nona Hana sudah terlalu banyak menderita. Ibu kandungnya sendiri menolaknya. Ibu kandungnya memilih menikah lagi dan punya anak lain, sementara Nona Hana dibuang, dijadikan budak di rumah kakek neneknya. Memaksa Nona menerima mereka sama saja menyuruhnya membenci Tuan juga."

Bima memejamkan mata. Air matanya jatuh.

"Leon benar... Mereka tidak pantas mendapat perhatian putriku. Ini salahku. Aku terlalu baik pada orang yang menyakiti kami."

Ia segera menyusul Hana.

Kabar kematian Nyonya Ajeng menyebar cepat ke seluruh kota. Anehnya, tidak ada satu pun rakyat yang berani menyalahkan Hana. Mereka semua tahu, Hana adalah korban.

Di sisi lain, Perdana Menteri—ayah Ajeng—hancur. Putri dan istrinya pergi dalam waktu berdekatan. Ia menangis, meratapi dirinya sendiri. Ia menyebut ini karma atas apa yang ia lakukan pada cucunya sendiri, Hana.

Kaisar pun tidak berani melayat. Ia hanya mengirim utusan membawa belasungkawa. Ia takut. Takut Hana membencinya karena pergi ke kediaman perdana menteri.

Malam itu, di kediaman Perdana Menteri, hanya tersisa kesunyian. Seorang lelaki tua duduk di kursi goyang, menatap lukisan keluarga yang kini tinggal separuh.

"Maafkan aku, Hana..." bisiknya lirih. Namun penyesalan sudah terlambat.

 

1
Adelina Lin
kapan up lagi thor, seru ceritanya
Rubiyata Gimba
kenapa pindik sangat belum puas rasanya
Rubiyata Gimba
knapa tidak bom saja kan cpat slasai di sistemnya kan ada berbagai senjata tingal minta saja
Faitun Puji Astuti
enak dibaca, Dan menghanyutkan, seolah menjadi warga kerajaan Sanata
Osie
naah cocok nih hana n dominic.. jauhkan para pebinor n pelakor dr hidup mereka berdua💪💪💪
Osie
hana gitu lho💪💪💪💪💪
Caty Chanel
waaaah makin seru aja cerita nya Thor. semangat teruss ya kk. makasih sudah crazy up 💪🙏
Atalia
kasian hana 😭
Caty Chanel
terimakasih sudah crazy upp Thor 💪 semangat trus 💪
Maudy: terimakasih kembali kak 😍🙏
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Dinda
mantap kak
Dinda
puas bangat😍
Dinda
kejam,,dunia kejam bagi orang miskin.
Dinda
kasihan Hana semoga saja semua orang yang menyakiti nya, mendapatkan balasan yang setimpal !
Dinda
Hana balas Mereke semua
Dinda
jahat bangat keluarga nya
Osie
prajurit songong..jenderalnya pun songong..dikasih bantuan makanan bukannya terimakasih tapi malah bikin rusuh..sombong amir..aku doain deh moga author bikin tuh jenderal bucin akut sama hana dan ditolak sama hana..biar tau rasa dia
Osie
kesalahan 18thn lalu kenapa tdk dikuak biar ketahuan siapa penjahat sebenarnya
Osie
hana miris bgt hidupmu
Osie
baru baca udah es mosi aja aku ma tuh keluarga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!