Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
"Maksud kamu---"
"Sudah-sudah, kita bicarakan nanti saja. Alundra harus istirahat," ucap Gefanda. Pria paruh baya itu sengaja memotong perkataan Alora.
Alora hanya bisa menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya rasa penasaran begitu menguasainya. Namun, ia sangat tahu Gefanda bukan orang yang bisa dibantah. Apalagi melihat raut wajahnya saat ini, pria paruh baya itu seperti sedang memendam amarah yang bisa meledak kapan saja.
Sudahlah, nanti aku tanya lagi sama Alundra, batin Alora.
"Apa kita pulang sekarang saja?" Tanya pria paruh baya itu sambil menatap Alundra.
Alundra ingin sekali pulang saat ini juga, apalagi di hadapannya kini berdiri Alora dan Arsenio, dua orang yang sudah membuatnya sakit hati. Melihat mereka membuat dada Alundra kembali sesak.
Andai Alundra tidak memiliki perjanjian dengan Qireia, mungkin ia sudah pergi saat ini juga. Namun, janji tetaplah janji. Alundra harus menepatinya. Jika tidak, Allano akan mendekam di balik jeruji besi.
"Opa, bagaimana kalau kita pulang besok saja? Ada hal yang harus Lundra lakukan lebih dulu. Lundra janji, besok akan ikut Opa pulang," ucap Alundra.
Alundra akan menyelesaikan lebih dulu masalahnya dengan Qireia. Setelah itu, barulah ia bisa meninggalkan kota ini dengan tenang.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang ke hotel saja. Atau, kamu mau menginap di sini saja?" Tanya Gefanda.
Gefanda sangat tahu, cucu kesayangannya itu paling tidak suka bau rumah sakit, apalagi kalau harus menginap. Alundra memiliki trauma di masa lalu yang membuatnya takut dengan rumah sakit.
"Kenapa harus ke hotel? Kenapa tidak pulang ke rumah saja?" Tanya Roland sedikit kesal.
Roland semakin yakin, ada sesuatu yang Alundra sembunyikan, dan Gefanda sudah mengetahuinya. Roland penasaran ada apa sebenarnya, apa benar seperti dugaannya, ada hubungannya dengan Alora dan Arsenio?
Begitupun dengan Alora, wanita itu menatap Alundra dengan tatapan penuh permohonan, Alora berharap, Alundra tidak memilih untuk menginap di hotel.
"Suka-sukaku lah mau menginap di mana, kenapa kamu gak suka begitu?"
Gefanda tersenyum sinis, ia benar-benar kesal pada adiknya yang tidak peka itu. Gefanda sangat marah saat mengetahui Alundra dibohongi oleh Alora dan Arsenio. Ia tahu niat Alora memang baik, hanya saja, Gefanda sangat menyayangkan cara yang Alora lakukan justru membuat Alundra semakin terluka. Dan Gefanda sangat benci pada orang yang menyakiti cucu kesayangannya.
"Jelas aku gak suka, sejak dulu aku yang jaga Alundra, sudah seharusnya---"
"Kalau kamu memang menjaganya, kenapa kamu membuatnya terluka?"
Kekesalan Gefanda semakin bertambah, dulu ia mengalah saat Alundra lebih memilih untuk tinggal dengan Roland. Saat itu Roland juga berjanji akan menjaga Alundra dengan baik.
Namun kenyataannya, Roland tidak menepati janjinya. Buktinya saja adiknya itu tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Alundra.
"Terluka? Apa maksudmu? Aku tidak pernah menyakiti Alundra. Apa..."
Roland menghentikan ucapannya, ia kembali teringat dengan percakapan Alora dan Arsenio. Apa jangan-jangan...
Roland menatap Alora dan Arsenio bergantian. Namun wajah mereka tidak menunjukkan kecurigaan apa pun. Justru Arsenio tampak mengkhawatirkan Alundra.
Namun, satu hal yang terasa sedikit janggal, Roland sempat beberapa kali memergoki Alora menatap Arsenio dengan tatapan yang tidak seharusnya.
"Lundra, apa sebenarnya yang terjadi? Cerita sama om."
Roland mencoba mendekati Alundra, ia berharap putri keponakannya itu mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, Alundra tetap bungkam, ia bahkan enggan menatap wajah Roland. Alundra takut Roland akan mengetahui semua yang mati-matian Alundra sembunyikan. Alundra tidak ingin merusak hubungan Alora dengan Roland, dan juga hubungan Alora dan Arsenio.
Melihat Alundra diam, Roland kembali mengeluarkan suaranya. "Apa ini ada hubungannya dengan Alora dan Arsenio?" Tanya Roland.
Deg
Bukan hanya Alundra yang terkejut dengan pertanyaan Roland. Alora dan Arsenio pun sama-sama tidak menduga Roland akan mengajukan pertanyaan itu.
Kenapa daddy bertanya seperti itu? Apa jangan-jangan... daddy tahu semuanya? Batin Alora.
Namun Alora sedikit lega saat mendengar jawaban Alundra. Walaupun tetap saja tidak menghilangkan ketakutannya.
"Tidak, Om. Ini tidak ada hubungannya dengan mereka," ucap Alundra sambil menggelengkan kepalanya.
Namun sayangnya, Roland bukan orang yang mudah percaya. Apalagi melihat tatapan Alundra yang penuh kesedihan.
Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri, apa yang Alundra sembunyikan dariku, batin Roland.
...----------------...
"Leon, akhirnya kamu sadar."
Qireia tak kuasa menahan tangis harunya saat melihat kekasihnya membuka mata. Qireia menggenggam tangan pria itu, ketakutannya seketika hilang.
Beberapa jam yang lalu, dokter mengatakan, jika dalam waktu satu jam Leon belum membuka matanya, maka pria itu akan dinyatakan koma.
"Syukurlah kamu sadar. Aku sangat takut," ucap Qireia di tengah-tengah isak tangisnya.
Leon belum bisa banyak bergerak, pria itu hanya mengedipkan matanya dan menyunggingkan senyum yang membuat Qireia semakin terisak.
"Aku panggil dokter dulu."
Qireia bahkan lupa jika memanggil dokter hanya perlu menekan tombol saja. Tapi wanita itu malah berlari ke luar ruangan.
"Dokter, Leon sudah sadar," ucapnya sedikit keras saat melihat dokter yang beberapa jam lalu mengoperasi Leon.
Dokter itu menganggukkan kepalanya, tanpa banyak bertanya, dokter itu langsung berjalan cepat menuju ruangan Leon.
Qireia pun mengekor di belakang dokter itu, namun langkahnya terpaksa harus terhenti karena seseorang memanggilnya.
"Nona Qireia!"
Dengan langkah yang masih tertatih, Alundra dan Allano berjalan menghampiri Qireia.
Kenapa mereka ada di sini? Batin Qireia.
Wanita itu sedikit terkejut melihat keberadaan mereka, pasalnya, ruangan Alundra berada cukup jauh dengan ruangan Leon.
"Aku dengar, kekasih kamu sudah sadar?" Tanya Alundra. Wanita cantik itu tidak sengaja mendengar saat Qireia berbicara dengan dokter. Alundra ikut senang mendengarnya. Itu artinya ia tidak perlu menjalankan kesepakatan konyol mereka sebelumnya.
Akhirnya aku bisa bebas dari perjanjian itu, dan aku bisa pergi hari ini juga, batin Alundra.
Sebelumnya Alundra meminta izin pada Gefanda dan Roland untuk menyelesaikan urusannya dengan Qireia. Alundra juga menceritakan jika kekasih Qireia terluka karena mereka.
Gefanda ingin menemani Alundra, dan menyampaikan permohonan maafnya pada Qireia. Gefanda juga berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan kekasih Qireia itu.
Namun, Alundra tidak mengizinkan opanya itu ikut menemaninya. Alundra bersikukuh untuk menemui Qireia sendiri. Alundra tidak ingin Gefanda mengetahui kesepakatan konyol antara dirinya dan Qireia.
Mau tidak mau Gefanda akhirnya setuju, bagaimana tidak, cucu kesayangannya itu mengancam akan kembali ke Amerika.
Arsenio berinisiatif untuk menemani Alundra, namun Alundra menolak mentah-mentah niat baik pria itu dengan alasan, Arsenio bukan lagi kekasihnya, dan dia tidak perlu ikut campur urusannya.
Akhirnya Allano lah yang saat ini di samping Alundra. Wanita cantik itu mengizinkannya karena hanya Allano yang mengetahui perjanjiannya dengan Qireia.
"Ka-kata siapa?" Tanya Qireia sedikit gugup.
Kesepakatannya dengan Alundra adalah satu-satunya cara untuk lepas dari perjodohan yang menjeratnya.
Aku tidak akan membiarkan mereka tahu, kalau Leon sudah sadar. Alundra harus tetap menemui Sabiru besok, gumam Qireia dalam hati.
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄