Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Rey pulang dengan perasaan lega,dirinya bisa mengantar Arsyila sampai masuk ke rumahnya dan di sambut baik oleh Ayah dan ibu Arsyila yang Arsyila bilang mereka dingin.
Besok Arsyila sudah mulai bekerja di rumahnya.Rupanya Rey sudah ditunggu oleh ibunya di rumah.Ibunya seperti akan menanyakan sesuatu pada Rey.
"siapa wanita itu sebenarnya Rey ? Kamu seperti ada rasa dengan dia,"gumam Nyonya Bella sambil menikmati teh hangat nya.
"ah dia hanya aku selamat kan dari jeratan hutang ibunya.Lalu dia ingin balas Budi padaku dan aku bawa untuk bekerja di rumah ini,"jawab Rey sedikit cuek.
"dia wanita baik-baik Rey.Jangan sampai kamu menyakiti nya,"ujar nyonya Bella dengan nada serius.
Rey tidak menjawab sama sekali,ia hanya mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya.Sifat Rey yang keras kepala di depan ibunya,tapi tidak bisa berbohong kalau di dekat Arsyila.
Itulah yang membuat nyonya Bella senang kepada Arsyila karena secara tidak sadar telah merubah sikap keras kepala Rey.
...
Arsyila bernafas lega,ia membayangkan betapa Rey bersikap sangat baik padanya bukan seperti bos pada karyawan nya,namun seperti teman spesial.
"ah mikir apa aku ini... Ingat dia bosmu sekarang Syil,"Ucap Arsyila yang tengah telentang di atas ranjang nya.
Hatinya bersemangat sekali,besok akan bekerja di rumah mewah mengurus ibu Rey dan juga adiknya yang masih sekolah dasar,pengalaman Arsyila yang hanya sebagai apoteker membuat nya berfikir apa dia bisa melakukan pekerjaan nya dengan baik.
Sedikit demi sedikit beban fikiran Arsyila yang merasa tertekan di rumah itu kian mereda.Ia belum pernah lagi menyaksikan perdebatan antara Ayah-ibunya.Dan belum pernah lagi mendapati Ayah melempar piring pada ibu.
Tapi rasa trauma yang membekas di hatinya belum sepenuhnya hilang.Teriakan,cacian,tamparan yang ia dapat... Bekasnya tidak bisa hilang begitu saja.
Bagi Arsyila tidak ada yang baik selain dirinya sendiri.Karena rasa trauma terhadap perlakuan Ayahnya masih terus membayangi fikiran nya.
Ia harus tidur dan besok pagi harus bekerja di rumah mewah milik Rey.
...
Melly yang masih marah karena sikap Arsyila yang sekarang sudah tidak membutuhkan nya lagi.Padahal pertama dia tertekan,pelarian pertama nya adalah Melly.Tapi diam-diam merebut laki-laki incaran Melly.
Melly tidak akan tinggal diam,ia mencoba mengancam Arsyila lewat pesan singkat di ponselnya.
"awas aja kamu Syil,kamu tau kalau Rey itu pria yang sudah lama aku incar ! Jangan harap kita bisa berteman baik lagi dan ingat aku akan balas dendam,"ujar Melly lewat pesan singkat yang dikirim untuk Arsyila.
...
Pagi ini agak sedikit dingin,tapi tak menciutkan semangat Arsyila untuk beranjak dari tempat tidurnya.Ia akan bersiap-siap untuk segera menuju ke rumah Rey.
Senyap seperti notifikasi di ponselnya,yah keadaan di rumah Arsyila kala pagi itu.Ayah nya sudah petang-petang menuju pasar sedangkan ibunya masih belum terbangun dari tidurnya.
Tanpa perhatian, tanpa sapaan.pagi itu sudah biasa menjadi sarapan Arsyila,ia tidak sudah heran lagi.Kehadiran nya yang merasa tidak ada di rumah itu membuatnya sedikit muak.
Arsyila bersiap rapi memakai baju lengan panjang yang ia punya,serta memakai celana Levis.Kelihatan sekali aura cantiknya kalau memakai seperti itu.Tak lupa juga menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya agar menjadi wangi ketika berhadapan dengan Nyonya Bella.
Kali ini ia akan pergi menggunakan ojek online untuk pergi ke rumah Rey,karena Pagi ini Rey harus pergi ke kantornya maka Rey tidak bisa menjemput Arsyila seperti biasa.
Sampai di depan perumahan elit,berjejer rumah-rumah dengan bangunan yang mewah.Salah satunya rumah milik Rey,ia perlahan memencet bel dari luar pagar besi.
Ting tong... Arsyila memencet bel dari luar pagar besi rumah Rey.Pak satpam yang berjaga bergegas membuka gerbang.
"eh kamu Arsyila ya ? Kata nyonya kamu di suruh masuk aja.Pintu gak terkunci kok,"ucap Satpam pada Arsyila sambil menutup kembali gerbang rumah mewah itu.
"i-iya baik pak,"jawabnya singkat sambil terus memandangi rumah mewah yang menjulang tinggi.Arsyila terlihat begitu kagum dengan desain mewah setiap sudut rumahnya.
Ceklek... Arsyila membuka pintu pelan-pelan.Nyonya Bella sudah menunggu Arsyila di meja makan rupanya,pertama kali akan bekerja dirumah itu malah di suguhi oleh makanan-makanan khas restoran yang Arsyila sama sekali belum pernah mencoba nya.
"ayo duduk dan makan dulu sebelum kamu mulai bekerja,"Ujar Nyonya Bella dengan sangat ramah.
Mimpi apa Arsyila semalam,ia mendapat nyonya dan anak nya yang memperlakukan Arsyila dengan baik.Bahkan sampai menyuruhnya makan bersama.
"jadi apa pekerjaan yang harus saya lakukan Bu ?"Tanya Arsyila pelan.
"kamu cukup menjadi teman cerita saya.Dan sedikit menyiapkan keperluan saya jika saya suruh,"ujar Nyonya Bella dengan nada lembut.
Arsyila terdiam sejenak,dia merasa tidak enak hati.Masa ia harus enak-enakan karena kerjanya cuman menjadi teman cerita Nyonya Bella.Bahkan menurut Arsyila itu tidak cukup untuk membalaskan budinya pada Rey.
"Hey selamat pagi Mah-Arsyila !"ucap Rey yang sudah memakai pakaian rapi.
"duduk dulu Rey... Makan bersama lalu baru berangkat ke kantor,"suruh Nyonya Bella.
Nyonya Bella memang sengaja melakukan ini karena ia kangen kebersamaan bersama keluarganya.Selama ini Rey tidak pernah menemani mamahnya untuk sekedar makan atau sarapan bersama.
Rey dengan mudahnya duduk di kursi dan sarapan bersama Arsyila dan mamahnya.Sementara adik perempuan Rey sudah berangkat sekolah pagi itu.
"anak ini biasanya sangat susah di ajak makan bersama,"gumam Nyonya Bella dalam hati sambil melirik tatapan Rey pada Arsyila.
"oh jadi dia punya rasa pada Arsyila.Makanya sedikit berubah sifatnya,"gumam Nyonya Bella lagi.
Pagi itu Arsyila menjadi canggung,makan bersama dengan orang asing yang menganggapnya seperti keluarga.Bahkan keluarganya sendiri malah menganggapnya seperti orang asing.
Selesai sarapan Arsyila membereskan semua piring dan gelas kotor,lalu di bawanya ke dapur untuk di cuci.Melihat Arsyila yang sangat rajin membuat Nyonya Bella semakin yakin kalau Arsyila anak pekerja keras,bukan hanya ingin memanfaatkan uang anaknya—Rey.
Entah itu yang di sebut pekerjaan atau bukan,lebih tepatnya ia seperti berada di rumah sendiri.Itu yang di rasakan Arsyila ketika pertama kali bekerja dirumah mewah milik Rey.
Nyonya Bella malah menyuruh Arsyila untuk menginap biar dia tidak sering pulang-pergi sendirian.
"Selama kerja disini kamu menginap saja ya Syila ? Ibu kasih waktu kamu libur dua hari dalam sebulan untuk kamu pulang ke rumah,"ujar Nyonya Bella kepada Arsyila.
"baik Bu... Tapi saya harus izin dulu dengan orang tua saya.Saya janji kalau orangtua saya mengizinkan besok saya akan menginap disini seperti yang ibu inginkan,"jawab Arsyila dengan suara pelan.
Nyonya Bella seperti nya sangat suka pada Arsyila,ia menyuruhnya menginap supaya lebih dekat dengan Rey—anaknya.Karena di usianya yang sudah paruh baya,ia sangat menginginkan keturunan dari Rey karena ia pernah gagal dalam pernikahan dan belum di karuniai seorang anak.