NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG BATIN IBU & ANAK

" Dia memiliki suami, Zayn." Ucap Siska menatap sang putra.

" Mereka mau bercerai." Sahut Bram.

" A.. Apa? Mereka mau bercerai?" Tanya Siska tidak percaya.

" Ya." Sahut Bram.

" Jangan jangan mereka hanya membodohi kamu saja." Ujar Siska.

" Tidak, suaminya selingkuh. Pria seperti itu tidak pantas di pertahankan. Aku sendiri yang akan membantu proses perceraian mereka. Jadi mama tidak perlu khawatir. Dan ya, jangan campuri urusanku tentang masalah ini ma. Aku mencintai Velin, aku akan menikahinya." Tegas Bram.

" Tidak, mama tidak setuju kaku menikahinya Zayn. Kamu harus menjauhi dia. Masih banyak wanita lain, mama tidak mau punya menantu seorang janda. Kamu masih muda nak, kamu bisa mendapatkan wanita mana pun asalkan jangan dia." Ujar Siska khawatir sambil menunjuk Velin.

" Aku tidak mau wanita lain, aku hanya mencintai Velin. Aku tetap akan menikahi dia, baik dengan restu mama atau tidak." Ucap Bram penuh penekanan.

Velin tersenyum senang mendengar perdebatan ibu dan anak itu.

" Lihatlah Siska, bagaimana putramu membangkangmu. Sebentar lagi dia akan meninggalkanmu." Ujar Velin dalam hati.

" Zayn, kamu sudah berani menentang mama?" Sorot mata Siksa nampak kecewa.

" Aku tidak suka mama mengatur jodohku. Tolong jangan campuri urusanku, mama lebih baik fokus pada om Zayn." Sahut Bram. " Aku bawa Velin ke rumah sakit dulu."

Setelah mengatakan itu, Bram membopong Velin meninggalkan cafe tersebut. Siska hanya bisa menatap kepergian sang putra dengan rasa was was.

" Aku tidak boleh membiarkan ini terjadi. Aku harus memberitahu Zayn." Gumam Siska.

**

Bram membopong Velin menuju mobilnya.

" Turunkan aku Bram. Aku bisa jalan sendiri." Ujar Velin.

Bram menurunkan Velin setelah sampai di depan mobilnya.

" Maafkan mamaku." Ucap Bram.

" Maaf, aku tidak bisa memaafkan perbuatan mama kamu. Hatiku tidak selapang itu." Sahut Velin. Ia menatap Bram, " Andai kamu tahu perbuatan ibumu, apakah kamu mau meminta maaf atas namanya?" Pikir Velin.

" Tidak apa kalau kamu tidak mau. Nanti akan aku suruh mama untuk minta maaf sendiri padamu." Ujar Bram. Ia menatap Velin, " Apa ada yang sakit?" Tanya Bram.

" Sedikit ngilu di kaki, tadi tak sengaja terkantuk kaki meja." Sahut Velin.

" Mana coba aku lihat." Bram jongkok di depan Velin.

" Eh nggak usah, nanti kasih salep juga sembuh." Ujar Velin.

Bram membuka mobilnya, ia mengambil kotak p3k kecil yang ia simpan di dashboard mobilnya.

" Duduk sini."

Bram menuntun Velin untuk duduk dengan posisi kaki di luar, ia jongkok kembali di depan Velin.

" Siniin kakinya." Ujar Bram menarik kaki kanan Velin.

" Memar gini, apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit?" Ujar Bram mendongak menatap Velin.

" Tidak perlu." Sahut Velin menunduk menatap Bram.

" Baiklah tuan putri." Sahut Bram. Ia mengoles salep ke luka lebam di kaki Velin.

" Shh.." Desis Velin.

" Fiuhhh.." Bram meniup lukanya.

Velin menatap Bram, pikirannya melayang entah kemana.

" Kenapa kamu harus begitu perhatian padaku? Apakah kamu bisa memaafkan aku setelah kamu tahu aku hanya menjadikanmu sebagai pionku?" Ujar Velin dalam hati.

" Sudah." Ucap Bram.

" Terima kasih." Ucap Velin.

" Tidak perlu sungkan, kamu kan pacar aku. Jadi sudah seharusnya aku menjagamu. Maafkan aku karena aku gagal melindungimu." Ucap Bram tulus.

" Tidak apa. Ini juga bukan salahmu." Sahut Velin.

Kebersamaan mereka di saksikan oleh Siska. Hatinya memanas, ia mengepalkan erat tangannya.

" Aku harus menjauhkan mereka."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam rumah Siska, ia sedang memarahi sang putra yang selalu menentang dirinya. Ia tidak menyangka, bergaul dengan Velin membuat Bram berani kepadanya.

" Pokoknya mama tidak setuju, kalau kamu nekat menikahi Velin, maka jangan anggap aku sebagai mamamu lagi." Ancam Siska.

" Jadi mama mau memutuskan hubungan denganku?" Tanya Bram menatap sang ibu dengan tatapan nyalang. Rupanya jatuh cinta mampu membuat seseorang menentang dunia.

" Ya. Mama tidak akan segan segan lakukan itu kalau kamu tidak menurut dengan mama." Ucap Siska.

" Baiklah kalau itu mau mama, mulai detik ini aku bukan anak mama lagi."

Jeduaarrrrr....

Bagaikan di sambat petir di siang bolong, tubuh Siska terasa kaku ketika mendengar ucapan sang putra yang selama ini ia sayangi.

" Aku akan pergi dari sini." Bram segera menuju kamarnya.

" Zayn.. Zayn.." Teriak Siska. Ia nampak panik, ia segera menyusul Bram kamarnya.

" Zayn tolong jangan tinggalin mama. Mama tidak punya siapa siapa selain kamu nak." Ucap Siska menghampiri Bram yang sedang berkemas.

Bram menghentikan kegiatannya. Ia menatap sang ibu dengan tatapan penuh kemarahan.

" Aku tidak akan mundur ma. Aku mencintai Velin, aku ingin hidup bersamanya." Ujar Bram.

" Lalu bagaimana dengan mama?" Tanya Siska.

" Mama ada om Zayn. Om Zayn akan jagain mama. Bukan kah kalian mau menikah? Jadi mama tidak perlu khawatir sendirian." Sahut Bram.

" Mama hamil."

Deg...

Bram menatap sang ibu. " Ma.. Mama hamil? Hamil anaknya om Zayn?" Selidik Bram.

" Iya." Sahut Siska.

" Kapan kalian akan menikah? Kenapa sudah ada anak belum juga menikah?" Tanya Bram.

" Om Zayn tidak bisa menikahi mama."

Lagi lagi Bram terkejut dengan ucapan ibunya.

" Kenapa? Bukan kah om Zayn mencintai mama?" Selidik Bram.

" Dia belum bisa menceraikan istrinya."

Jeduarrr....

Kali ini Bram benar benar terkejut dengan ucapan sang ibu.

" A... Apa ma? Jadi selama ini om Zayn punya istri? Dia sudah menikah?" Tanya Bram dengan nada terkejut.

" Iya, mama juga baru tahu hal itu. Mama juga terkejut saat mengetahui hal itu. Maka dari itu jangan tinggalin mama sendiri. Mama tidak akan bisa melewati hari hari ini sendirian. Mama butuh dukunganmu sayang." Ujar Siska.

" Sebentar."

Bram nampak berpikir, " Selingkuhan suaminya Velin juga sedang hamil, nama suaminya juga Zayn, apakah om Zayn merupakan Zayn suami Velin?"

Bram menatap ibunya, " Ma, apa sebelumnya mama mengenal Velin?" Tanya Bram.

" Apa maksudmu?" Siska balik bertanya.

" Apa om Zayn itu suami Velin? Apa itu sebabnya mama menentang hubungan kami?"

" Ma.. Ma.. " Siska nampak gelagapan. Ia tidak tahu harus berbicara apa.

" Katakan ma! Katakan yang sebenarnya!" Desak Bram.

" Sebelum mama jawab, katakan pada mama. Kalau dugaanmu benar, apa kamu akan membenci mama?" Ujar Siska.

" Tentu saja aku akan membenci mama. Mama tahu bagaimana sakitnya di khianati. Lalu kenapa sekarang mama menjadi perusak rumah tangga orang? Kenapa mama harus menjadi orang ketiga? Jika benar itu terjadi, sampai mati pun aku tidak akan memaafkan mama." Sahut Bram dengan tegas.

Siska menghembuskan kasar nafasnya, " Untungnya dugaanmu salah sayang. Meskipun om Zayn yang kita maksud sudah beristri namun dia bukan suami Velin. Mungkin hanya kebetulan namanya yang sama." Kilah Siska. " Bukan kah kamu bilang Velin masih bersama dengan suaminya?"

Bram menganggukkan kepala.

" Syukurlah berarti bukan Zayn itu yang kamu maksud. Om Zayn memang belum bercerai dari istrinya, tapi mereka sudah pisah selama sepuluh tahun. Jadi kamu tenang saja ya, mama tidak akan menyakiti Velin." Ujar Siska.

" Aku percaya ucapan mama, tapi aku harap mama tidak membohongiku karena jika sampai itu terjadi, aku tidak akan lagi menganggapmu sebagai ibuku." Ancam Bram.

" Iya sayang, jangan tinggalin mama ya. Akan mama pikirkan ulang hubunganmu dengan Velin." Ujar Siska.

" Terima kasih ma." Ucap Bram memeluk sang ibu.

" Aku harus memikirkan cara agar Zayn tidak mengetahui kebenaran ini. Aku tidak mau kehilangan putraku." Gumam Siska dalam hati.

" Aku akan menyelidiki masalah ini, jika benar mama selingkuhan suaminya Velin, maka aku akan pergi selamanya dari hidup mama."

TBC....

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!