NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Asap hitam pekat membubung tinggi, mengotori langit subuh Frankfurt yang dingin.

Kobaran api raksasa berwarna jingga kemerahan melahap setiap jengkal dinding batu dan menara megah kastil peninggalan keluarga Von Reichenbach.

Tempat yang dulunya menjadi saksi bisu tawa masa kecil Issabelle, lorong-lorong tempat ia belajar menembak bersama ayahnya, kini telah bertransformasi menjadi tungku pembakaran massal yang mengerikan.

Issabelle berdiri beberapa ratus meter dari gerbang kastil, di bawah perlindungan bayangan pohon-pohon pinus yang pekat.

Angin dingin Jerman menerpa wajah pucatnya, membawa serta abu panas yang beterbangan dari rumah masa kecilnya yang runtuh satu per satu.

Di tangannya, ia memegang sebuah obor sisa yang digunakannya sendiri untuk menyulut bensin di ruang bawah tanah tadi.

Ruangan yang menampung jasad ayahnya, Martha, dan para pelayan setianya kini telah menjadi abu, menyatu dengan tanah agar musuh tidak bisa lagi menodai kehormatan Dark Dubois.

"Semoga Daddy tenang di sana," bisik Issabelle, suaranya parau, nyaris tenggelam oleh suara gemertak kayu dan batu yang runtuh dimakan api.

Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu menahan diri, setetes air mata murni lolos dari sudut matanya, melintasi pipinya yang kotor oleh jelaga, sebelum akhirnya jatuh ke atas tanah yang beku.

Itu adalah air mata terakhirnya untuk masa lalu. Air mata terakhir untuk seorang gadis berusia enam belas tahun.

Issabelle menyeka pipinya dengan kasar menggunakan punggung tangannya yang memar. Ia berbalik, membelakangi kobaran api yang menghancurkan sejarah hidupnya.

"Rencana fase pertama telah selesai. Kita pergi sekarang," perintahnya dingin kepada lima loyalis bertopeng di belakangnya.

"Dipahami, Nona Muda. Seluruh jejak kita telah musnah. Taylor Swift sudah berada di dalam bagasi kendaraan taktis dalam kondisi tidak berdaya," jawab sang loyalis utama.

Dengan langkah tegap yang tidak lagi goyah, Issabelle melangkah pergi masuk ke dalam kegelapan hutan pinus, membiarkan kastil masa kecilnya hancur menjadi abu, bersumpah untuk memulai perburuan berdarah yang akan menyeret seluruh aliansi pengkhianat—termasuk garis darah Riccardo yang telah mendanai kehancuran keluarganya.

...ooOoo...

12 jam kemudian.

Raungan mesin jet tempur pribadi klan Von-riccardo membelah wilayah udara Frankfurt tanpa izin otoritas penerbangan federal.

Pendaratan taktis yang brutal dilakukan di pangkalan udara militer swasta terdekat, sebelum akhirnya rombongan kendaraan SUV hitam melesat membelah jalanan beraspal pinggiran kota dengan kecepatan yang mematikan.

Perjalanan jauh melintasi Samudra Atlantik dari Los Angeles menuju Frankfurt, Jerman, membutuhkan waktu belasan jam yang menyiksa.

Jarak ribuan mil itu terasa seperti garis kematian yang mengulur-ulur waktu penyelematan.

Bagi Navarro Von-riccardo, setiap detik di atas pesawat adalah siksaan neraka.

Dan sayangnya, jarak yang teramat jauh itu harus dibayar mahal dengan sebuah keterlambatan yang fatal.

Begitu SUV hitam itu mengerem mendadak di depan halaman kastil Reichenbach, debu dan kerikil berterbangan.

Pintu mobil digebrak terbuka dari dalam.

Navarro melompat keluar, mengabaikan hawa panas yang masih menyengat udara.

Di belakangnya, hanya Skylar—sahabatnya ikut turun. Namun, langkah kaki tegap Navarro mendadak membeku di atas tanah.

Sepasang mata gelapnya membelalak lebar, memancarkan pantulan reruntuhan bangunan yang telah runtuh seutuhnya.

Kastil itu sudah hancur.

Habis terbakar tanpa sisa.

Yang tersisa hanyalah puing-puing beton hitam yang masih mengeluarkan asap tebal, tiang-tiang penyangga yang patah, dan aroma daging manusia yang terbakar hangus yang langsung menusuk indra penciumannya.

"Oh Tuhan... Tidak, tidak, tidak!" gumam Navarro, suaranya mendadak bergetar hebat.

Seluruh kekuatan dominan yang selama ini ia miliki seolah runtuh dalam satu detik.

Ia mulai berlari menerobos garis aman, mengabaikan sisa-sisa bara api yang bisa saja membakar sepatu bot mahalnya.

"Issabelle! MINE! DI MANA KAMU?!" raungnya, suaranya menggema liar di antara puing-puing yang sunyi.

"Nav! Tunggu! Tempat ini masih belum stabil!" teriak Skylar, berlari mengejar Navarro dan menahan lengan bidang sahabatnya itu dengan sekuat tenaga agar tidak merangkak masuk ke dalam reruntuhan ruang bawah tanah yang telah ambruk.

Beberapa anak buah klan Riccardo yang sudah tiba di lokasi terlebih dahulu sejak setengah jam lalu berjalan mendekat dengan kepala tertunduk.

Mereka tidak berani menatap mata sang Tuan Muda.

"Laporkan! Apa yang kalian temukan di dalam?!" bentak Skylar, menyadari bahwa kondisi psikologis Navarro sudah berada di tepi jurang kegilaan.

Salah satu anak buahnya menelan ludah dengan berat.

"Tuan Muda... struktur ruang bawah tanah telah runtuh total akibat ledakan bensin. Di dalam sana... kami menemukan banyak sekali jasad yang sudah hangus terbakar hingga tidak bersisa. Struktur tulang mereka hancur, wajah mereka tidak bisa lagi dikenali."

Anak buah itu menjeda kalimatnya, melirik sekilas pada Navarro yang kini berdiri gemetar.

"Melihat sisa rantai besi yang menggantung di langit-langit runtuh... dan satu jasad berukuran ramping dengan sisa serat kain rajut hitam yang melekat di dekatnya... kami berasumsi... kemungkinan besar Nona Issabelle... ikut hangus terbakar di dalam sana."

DEG.

Dunia Navarro seketika berubah menjadi gelap gulita.

Paru-parunya seakan berhenti berfungsi, menolak untuk menghirup oksigen yang telah bercampur dengan abu tubuh wanita yang dicintainya.

Sisa serat kain rajut hitam.

Itu adalah baju sutra rajut yang ia lihat dipakai Issabelle melalui monitor interkom di Los Angeles beberapa waktu lalu.

Baju yang sengaja dipilih gadis itu untuk menutupi lehernya.

"Oh tidak... Mine... Aku terlambat?" ucap Navarro, suaranya meluncur lirih, hampir berupa bisikan yang hancur, sebelum akhirnya ia jatuh berlutut di atas tanah yang kotor oleh abu hitam.

"AARRRRRRGGGGGGGGGG!!! TIDAK!!! DEMI TUHAN, DI MANA KAMU, MINE?!"

Raungan keputusasaan yang begitu memilukan meledak dari tenggorokan Navarro.

Pria yang dikenal sebagai pria berdarah dingin dari klan Von-riccardo itu kini menangis histeris di atas lututnya.

Ia menjambak rambut hitamnya sendiri dengan kedua tangannya, mencakar tanah, dan membiarkan air matanya mengalir deras membasahi debu-debu hitam kastil.

Ini adalah bagian paling nyesek dan hancur sepanjang hidupnya.

Rasa penyesalan yang teramat menghujam jantungnya seperti belati berkarat yang diputar berulang kali.

Mengapa ia harus terlahir di Los Angeles? Mengapa jet pribadinya tidak bisa terbang secepat kecepatan cahaya? Mengapa ia harus membiarkan gadis itu pergi malam itu di atas atap apartemennya?

Navarro merangkak maju, mendekati salah satu gundukan puing yang masih membara.

Di sana, di antara abu yang beterbangan, ia melihat sisa-sisa jasad yang telah menghitam—yang sebenarnya adalah jasad para pelayan setia Dubois yang dikorbankan Taylor Swift, bukan Issabelle.

Namun, di bawah pengaruh halusinasi rasa bersalah dan laporan anak buahnya, Navarro meyakini bahwa salah satu korban hangus itu adalah mawar esnya.

Gadis yang baru saja ia rasakan kehangatan tubuhnya sebulan lalu. Gadis yang membalas ciumannya dengan pasrah di atas ranjangnya.

"Maafkan aku... Maafkan aku, Issabelle..." rintih Navarro, suaranya parau dan habis. Ia mengulurkan tangannya yang gemetar, mencoba menyentuh sisa abu panas itu, tidak peduli kulit telapak tangannya mulai melepuh dan melepaskan bau daging terbakar.

"Aku berjanji akan menyusulmu saat usiaku delapan belas tahun... tapi kenapa kau pergi secepat ini? Kenapa kau meninggalkanku di dalam neraka ini sendirian?!"

Skylar yang berdiri di belakangnya meneteskan air mata, tidak sanggup melihat sahabat terbaiknya, pria yang selalu berdiri tegak, kini hancur berkeping-keping bersama abu dari sebuah klan yang telah musnah.

Skylar berlutut, memeluk bahu Navarro yang terguncang hebat oleh tangisan yang tak kunjung usai di bawah sisa-sisa asap fajar Frankfurt yang mencekik.

...oOo...

Sementara di belahan dunia lain, di dalam sebuah kabin pesawat kargo rahasia yang terbang rendah meninggalkan perbatasan Jerman, Issabelle duduk di sudut ruangan. Ia menatap telapak tangannya yang bebas dari rantai, mendengarkan laporan dari loyalisnya melalui headset taktis.

"Nona Muda, klan-riccardo baru saja mendarat di kastil.

Sang Tuan Muda, Navarro, berada di sana. Mereka mengira Anda telah tewas bersama jasad pelayan di dalam ruang bawah tanah yang terbakar."

Issabelle memejamkan mata abu-abunya sejenak.

Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah garis datar yang dingin tanpa emosi.

"Bagus. Biarkan pria Riccardo itu menangisi abu kosong di sana. Rencana pengelabuan kita telah selesai seutuhnya. Sekarang... arahkan penerbangan kita ke tempat persembunyian berikutnya. Waktunya memburu musuh satu per satu."

1
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
Mia Camelia
visual nya sempurna banget 🥰🥰👍
Ros 🌷🦋: huhu ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
bucin akut nih navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!