NovelToon NovelToon
Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diah Fiana

Dini, seorang remaja dari keluarga sederhana. Tujuan hidupnya adalah fokus belajar agar sukses dan memperbaiki keadaan ekonominya bersama sang ibu.

Tanpa ia tau, diam diam sahabatnya menaruh hati padanya. Bersamaan dengan itu, masa lalunya tiba tiba datang dan mendekatinya.

Lantas, apakah Dini akan mengetahui isi hati sahabatnya?
Kepada siapakah Dini akan melabuhkan hatinya?
Apakah masalah perbedaan sosial menjadi masalah yang besar dalam hidup Dini?

Temukan semua jawabannya di sini.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Ancaman

Pagi yang cerah, mentari dengan gagahnya bertengger di ujung timur singgasananya. Namun Dini masih belum terbangun dari tidurnya. Selimutnya masih terlihat rapi menutup seluruh badannya.

"Dini, ayo bangun sayang, udah siang lo!"

"Jam berapa Bu? ibu kok belum berangkat?" tanya Dini yang masih enggan untuk beranjak dari tidurnya.

"Jam setengah tujuh, ini ibu mau berangkat, kamu buruan mandi ya!"

Dini terperanjat, ia segera menanggalkan selimutnya, karena terburu-buru tanpa sengaja ia menjatuhkan kotak dengan pita merah yang semalam ia dapat dari ibunya.

"Din, ibu berangkat ya, sarapannya udah ibu siapin di atas meja," ucap ibu dari balik pintu kamar mandi.

"Iya Bu, hati-hati," jawab Dini dengan suara yang tak begitu jelas karena ia masih menggosok gigi.

Selesai mandi dan memakai seragam, Dini segera keluar dari rumah. Di depan sudah ada Andi yang menunggunya.

"Tunggu ya, aku telat bangun tadi," ucap Dini sambil mengikat tali sepatunya dengan berdiri, karena terburu-buru ia pun terjatuh.

"Aduuhhh."

Melihat Dini yang terjatuh, Andi segera membantunya berdiri dan mendudukkannya di kursi.

"Kamu sarapan dulu aja, aku bawa sepeda ayah kok jadi nggak bakal telat," ucap Andi sambil mengikat tali sepatu Dini.

"Ayah kamu libur?"

"Iya, lagi libur."

Setelah selesai sarapan dan mencuci piringnya, Dini dan Andi segera berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor milik ayah Andi.

Dini dan Andi biasa ke sekolah dengan berjalan kaki, oleh sebab itu mereka harus berangkat lebih pagi agar bisa sampai tepat waktu di sekolah.

Hanya ketika ayah Andi libur, Andi bisa memakai sepeda motor milik ayahnya, karena jika tidak sudah pasti sepeda motor satu-satunya itu akan dipakai ayahnya untuk bekerja di sebuah pabrik yang agak jauh dari rumah mereka.

Sesampainya di sekolah, Andi segera memarkirkan motornya setelah menurunkan Dini di depan gerbang sekolah. Dini menunggu Andi di lorong dekat dengan loker para murid.

"Din, aku ke ruangan OSIS dulu ya, kamu ke kelas duluan aja!" ucap Andi yang terlihat terburu-buru.

"Oh, oke," jawab Dini dengan jari yang membentuk huruf O.

Sebelum masuk ke kelas, Dini berniat mengambil bukunya yang memang sengaja ia tinggalkan di loker setiap hari. Ketika ia membuka lokernya, ia melihat selembar kertas berwarna merah diatas bukunya. Ia yakin itu bukan miliknya. Ketika ia mengambil kertas itu betapa terkejut nya ia karena kertas itu berisi sebuah ancaman kepadanya.

"Jangan macem-macem atau beasiswa kamu bakal dicabut"

Dini bergidik membacanya, karena panik dan takut ia segera merobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah di dekat loker.

Dini tidak tahu siapa yang menulis ancaman itu kepadanya. Ia merasa tidak punya musuh di sekolah.

Ia memang tidak banyak bergaul dengan teman-temannya. Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan.

Meski begitu, ia tak pernah punya masalah dengan siapapun. Walaupun teman-temannya juga tak pernah dekat dengannya, tapi mereka juga tak pernah melakukan hal-hal buruk pada Dini.

Mereka hanya menganggap Dini orang yang aneh, karena ia sangat jarang berbicara dan sangat suka menyendiri. Hanya ketika bersama Andi ia bisa sangat berbeda, banyak bicara dan begitu ceria.

Bel masuk berbunyi, Dini segera berjalan ke kelasnya, mencoba melupakan apa yang ia lihat di lokernya tadi.

Di dalam kelas, Dini berusaha keras agar bisa fokus dengan materi yang disampaikan gurunya.

Beberapa kali ia sempat melamun, memikirkan tentang apa yang ia lihat di lokernya tadi. Ia tak habis pikir, apa yang telah ia lakukan sehingga membuat seseorang mengancamnya seperti itu.

Bagi Dini, beasiswa itu adalah separuh hidupnya, itu adalah satu-satunya harapan Dini dan ibunya, tak hanya untuk masa depan Dini, tapi juga untuk ibunya.

Dini menghela napas panjang, ia berusaha tenang dan melupakan apa yang membuatnya resah.

Bel istirahat berbunyi, Dini segera berjalan ke arah perpustakaan disusul Andi dibelakangnya.

"Din, kamu lagi ada masalah?" tanya Andi tiba-tiba.

"Ee, enggak," jawab Dini gugup. Ia tak mau memberi tahu Andi tentang ancaman itu. Untuk masalah ini, Dini berniat untuk mencari tahunya sendiri.

Ia tak mau membebani Andi, karena ia tau Andi sudah cukup sibuk dengan posisinya sebagai ketua OSIS di sekolahnya saat ini.

"Kamu dari tadi banyak ngelamun Din, ayo lah cerita."

"Bukan ngelamun Ndi, tapi ngantuk, hahaha," jawab Dini asal.

"Ya udah, aku rapat OSIS dulu ya."

"Iyaaa."

Dini berjalan mondar mandir di lorong buku-buku di perpustakaan. Ia mencari sebuah buku yang sudah beberapa hari ini ia baca.

Hampir semua bagian rak buku ia lihat dengan teliti tapi ia tidak bisa menemukan apa yang ia cari.

"pasti sudah ada yang meminjamnya," batin Dini.

Memang seharusnya ia meminjam buku itu agar ia bisa membacanya kapanpun ia mau. Tapi ia tidak memiliki cukup uang untuk meminjamnya.

Baginya, menabung uangnya lebih penting jika ia bisa membaca buku-buku itu dengan gratis, meski dengan resiko seperti ini, harus berhenti membaca karena bukunya yang sudah dipinjam murid lain.

Itu bukan masalah bagi Dini, karena ia bisa membacanya lagi ketika buku itu sudah dikembalikan.

Ketika Dini masih mencari-cari buku, pandangannya tertuju pada tumpukan buku yang berada di atas meja panjang di sudut perpustakaan.

Ya, buku-buku itu memang sengaja ditumpuk karena baru dikembalikan oleh peminjamnya dan mungkin si penjaga perpustakaan belum sempat menatanya kembali di tempat yang seharusnya.

Buku dengan gambar pohon di sampulnya itu begitu menarik perhatian Dini. Tertulis "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati" di sampulnya. Buku karya Ahmad Rifa'i Rif'an itu pun diambil oleh Dini. Ketika akan membacanya tiba-tiba pikirannya kembali pada selembar kertas ancaman yang ia temukan tadi pagi.

"Jangan ngelamun aja," ucap Andi yang tiba-tiba datang dan memukul pelan punggung Dini dengan buku yang ia bawa.

"Eh, Andi, katanya kamu rapat."

"Nggak jadi, kamu mikirin apa sih dari tadi di kelas ngelamun terus."

"Mikirin kamu hahaha," jawab Dini sambil berlalu meninggalkan Andi.

Andi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Dini. Merekapun kembali ke kelas. Ketika berjalan di lorong hendak melewati loker, dari jauh Dini melihat seseorang membuka lokernya dan menaruh sesuatu di dalamnya. Dini segera berlari meninggalkan Andi.

"Heeiii," teriak Dini pada Anita, seseorang yang telah menaruh sesuatu di lokernya.

Anitapun menoleh dan dengan gugup segera pergi meninggalkan loker Dini. Dini terus mengejarnya hingga ia berhasil menarik tangan Anita.

"Kamu mau naruh apa di lokerku?" tanya Dini penuh intimidasi.

Belum sempat Anita menjawab, dengan paksa Dini mengambil amplop merah yang dipegang Anita. Dini segera membuka amplop itu meski Anita melarangnya. Ternyata isi amplop itu adalah.......

1
jeje_😎
novelkk ikan terbang anjirlah....
jeje_😎
heh thor...nulis tuh bkin krkter yg bagus napa....ni dini murahn bgt.udh cngeng.murahan lgi.plinplan hih ...ug gitu si dimas jg sma plinplan.g bisa tegas...astaga
...di ikutin mlh tmbh emosi ni novel hahahah....
Eunike
ok
Nataniat Harefa: hxjfjrhc
total 1 replies
Eunike
ol
Eunike
Bingung baca percintaan Dini
Eunike
ok
Rosyid Rizal Azriel
izin share Karya terbaru saya "DUSUN RAHAYU" Mampir ya🙏❤️
Eunike
suka banget ceritanya
Diah Fiana: terima kasih kak, ditunggu like dan komennya di setiap episodenya 😘
total 1 replies
Eka Sulistiyani
bagus banget
Diah Fiana: terima kasih kak, lanjut season 2 nya ya, judulnya Akhir Kisah Dini
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor cerita nya berbelit"masah dah 2xkecolongan tu kafe 🙏🏼🙏🏼
Diah Fiana: begitu lah kak 😬
total 1 replies
Dessy Lisberita
aku kok sebel sama tingka dimas sama andini. kalau dimas di bel sama anita cepet bener datang dma dngan dini. kalau di ke hidupan nyata sebodoh teing sama.dimas mendingan kabur
Diah Fiana: wadduuh sabar ya kak 🙃
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor muter"aja cerita nya
Diah Fiana: maaf kak ☺️🙏
total 1 replies
Dessy Lisberita
kesel.aku thoor baca dimas sama anita sesak didada thoor
Diah Fiana: sabar ya kak 🥺
total 1 replies
Dessy Lisberita
thoor masih belum ketahuan ni Anita ngancam Dini di loker
Diah Fiana: semua bangkai yang disembunyikan pasti akan kecium baunya kak 😉
total 1 replies
Dessy Lisberita
ad kale manusia yg sifat nya kaya Anita Munafik bener tu. gunakan kesempatan dlm.kesusahan Andini
Diah Fiana: bener kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bruntungx dini di prebutin dua cowok,jadi inget masa2 sma gue deh thor 😁😁
Diah Fiana: sama ya kak kisahnya? 😁
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bambang andi emang yg terbaek deh,salut ama kteguhan hatinya
Diah Fiana: Andi emang the best 👍
total 1 replies
Senopati Arya Mada
mungkin itu tu yang jdi penyebab dini pobia sama ujan,apa mungkin itu msa llu dini sama kluargax ya thor🤔🤔
Diah Fiana: iyaa kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
smoga smuax cepet kbongkar,udah ga than liat dini nangis trus,
aku ikutn mewek thor😭😭
Diah Fiana: peluk puk puk dari jauh ya kak 🥺
total 1 replies
Senopati Arya Mada
nyesek banget,aku tau gmana rasax cinta dalam diam thor,itu sakit banget thor
Diah Fiana: semangat kak, psti akan ada kebahagiaan setelah rasa sakit itu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!