NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:276.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Eliana menutup mulutnya yang mengang lebar mendengar Kenan mengatakan jika Elang dan Alisya sudah putus. "Bu, bukanya mereka baru tunangan?"

"Ya tapi emang gitu kenyataannya."

"Alasannya? Apa alasan mereka berdua putus?"

Kenan mengedikkan bahu. "Aku gak tahu, gak nanya juga, takut dikira kepo nantinya. Intinya mereka sudah putus. Jadi, gimana kalau kita comblangin Ilona dan Elang?"

Eliana menatap ke arah kakaknya yang berdiri di samping Elang. Wajah kakaknya bersemu saat menatap Elang, sejak tadi, senyum juga terus tersungging di bibirnya.

"Gimana, setuju gak?"

"Gak mungkin." Eliana menggeleng.

"Apanya yang tidak mungkin?"

"Gak mungkin Elang sama Kak Ilona."

"Apanya yang gak mungkin?" Kenan masih ngeyel.

"Mereka itu berbeda!" Eliana melotot. "Kak Ilona seorang disabilitas, mana mungkin Elang mau. Selain itu, dia anak orang kaya. Kalau pun Elang mau dengan Kak Ilona, orang tuanya gak akan mau. Enggak, aku gak mau Kak Ilona patah hati sekali lagi," ia menggeleng cepat.

"Tapi..."

"Tapi apa?" Eliana menoleh cepat.

"Elang bilang, dia suka sama Ilona.

Kali ini, Eliana lebih syok dari pada tadi. " Gak, gak mungkin." Ia menggeleng cepat.

"Beneran, Elang sendiri yang ngomong sama aku."

Jangan-jangan, Kakanya yang membuat Elang dan Alisya putus? Terlintas fikiran itu di kepala Eliana, namun buru-buru ia sangkal sendiri. Mana mungkin Elang memutuskan Alisya hanya demi seroang gadis disabilitas.

Masih banyak hal yang ingin ditanyakan Eliana, tapi ia dan Kenan keburu dipanggil, acara pembukaan akan segera dimulai. Selain mereka yang ada disana tadi, turut diundang juga pemilik usaha di kanan kiri.

Pita merah sudah dibentangkan, Elang menyodorkan gunting yang dihiasi pita pada Ilona.

"Kamu aja yang gunting." Ilona sungkan, karena perjanjian diawal modal 50:50, tapi yang terjadi malah dia baru ngasih 40, sementara Elang 60.

"Kamu aja." Elang sedikit memaksa.

"Nanti kamu yang potong tumpengnya ya?"

Elang mengangguk setuju.

Setelah beberapa prakata, akhirnya pita tersebut dipotong oleh Ilona. Ilham dan Kenan menyemprotkan konfeti bersamaan, dan seketika, kertas kecil aneka bentuk berterbangan di udara, lalu turun seperti hujan, sangat indah. Tepuk tangan menggema disana.

Mata Ilona berkaca-kaca. Ia mencubit lengannya sendiri, takut ini hanyalah mimpi.

Mereka lalu masuk untuk memotong tumpeng nasi kuning yang dibuat sendiri oleh Bu Ella. Memang tidak sebagus tumpeng pesan di ahlinya, tapi setidaknya rasanya enak, bisa ngirit budget juga.

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Kenan, Elang memotong tumpeng, ia serahkan potongan tersebut pada Ilona. Selanjutnya, semua orang mulai menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Eliana yang duduk di samping Ilona menyenggol lengan kakaknya. "Cantik banget bajunya."

Ilona tersenyum, sudut matanya melirik ke arah Elang.

"Kok gak ngajak aku belinya. Beli online ya?"

"E...ini dibeliin Elang." Ilona tersipu malu.

Eliana berhenti mengunyah, tatapannya tertuju pada Elang yang sedang mengobrol dengan pemilik warkop. Apa Elang memang benar-benar menyukai Kakaknya? Tapi...kenapa ia masih ragu, sulit untuk percaya.

Elang berkali-kali menatap ke arah jalan raya, berharap Mamanya datang. Ini sudah jam 10 lebih, sementara ia sudah memberi tahu jika acaranya pukul 9.

Kenan yang selesai makan, mondar mandir di halaman sambil merokok. Kok dia khawatir ya, tiba-tiba Alisya datang, mengacaukan semuanya. Alisya, ia tahu gadis itu belum bisa terima diputuskan oleh Elang. Wajar sih, mereka sudah lama, sudah tunangan juga.

Para tamu satu persatu pulang, mereka juga sibuk dengan usaha masing-masing.

Elang membantu Bu Ella membereskan sisa makanan, sementara Eliana membantu Ilona membuat buket. Ya, sudah ada beberapa pesanan masuk lewat online. Diskon 30 persen, sepertinya sayang untuk mereka lewatkan.

"Ham, kalau udah kenyang, keluar sana, bagi-bagi snack dan brosur di pinggir jalan!" titah Eliana.

"Dapat gaji berapa? Ini hari minggu. Biasanya gue kalau lembur, 200 ribu per jam."

"Kayak tarif motel aja, 200 ribu per jam," Eliana tertawa cekikikan.

"Kok lo tahu! Cie...biasa check in sama Kenan yang sebelum merid ya?"

Eliana langsung panik, mana ada ibunya, takut salah faham. "Heh, gak usah fitnah lo." Bener-bener si Ilham, kalau bercanda gak lihat sikon. "Tadi lo bagiin snack gue ke orang-orang warkop, sekarang beli noh, ganti."

Ilham yang berdiri di dekat pintu, mendekati Eliana dan Ilona yang duduk di belakang meja kasir, membuat buket.

"El, cariin gue pacar dong. Lo kan banyak kenalan dokter. Atau...apa gue jadi kakak ipar lo aja ya."

"Heh, Ilona punya gue!"

Semua orang yang ada disana langsung menoleh saat Elang keceplosan.

"Tunggu, tunggu! Maksudnya apa nih?" Ilham menatap penuh tanya.

"E... E..." Elang gugup, mana tak hanya Ilona dan Eliana, Bu Ella juga menatapnya. "Gak, gak usah godain Ilona. Lo itu playboy. Ilona, biar fokus kerja sama gue, jangan ganggu dia."

Ilona meremat gaunnya. Kenapa dia kecewa dengan jawaban Elang. Apa ini artinya, ia terlalu berharap?

"Jadi maksud lo, rekan bisnis?" tanya Ilham. "Bisnis yang bisnis aja Bro, urusan hati lain lagi." Ia kembali menatap Ilona. "Gimana Lon, mau jadi pacar gue gak?"

Plak

Eliana memukul lengan Ilham dengan kertas cello yang digulung. "Heh playboy, gak usah ngasih harapan palsu sama Kakak gue. Sono keluar, promosi. Lang, bawa buaya ini keluar, kalau perlu, seret ke penangkaran."

Elang mengambil kertas brosur di etalase, menarik lengan Ilham keluar dari toko.

"Ibu bantuin apa nih?" Bu Ella mendekati kedua putrinya.

"Ibu istirahat aja. Tadi kan bangun jam 3 buat bikin tumpeng," ujar Ilona.

"Ibu gak capek kok. Malah semangat banget ini, pengen bantu-bantu." Ia mengedarkan pandangan ke seluruh bagian toko. "Masih gak nyangka, sekarang kamu punya toko, Lon."

"Alhamdulillah ya, Bu, meski pun patungan," Eliana menimpali.

Bu Ella mengangguk. "Elang itu baik sekali, Ibu suka sama dia."

"Inget umur, Bu," ledek Eliana.

Sambil menutup mulut dengan telapak tangan, Bu Ella tertawa pelan. "Bukan suka gitu El, bukan jatuh cinta, tapi..." Ia menatap Ilona.

Ilona salah tingkah, tatapan ibunya penuh arti sekali.

"Kali aja. Yah, Ibu cuma bisa mendoakan." Bu Ella tersenyum. Ia bisa menangkap sinyal-sinyal cinta antara putrinya dan Elang.

"Kak, kamu suka sama Elang?" tanya Eliana to the point.

"A, apaan sih." Ilona gugup ditanya seperti itu. Gerakannya yang sedang melipat kertas cello, jadi amburadul, seperti orang baru belajar. "Elang gak mungkin suka sama aku."

"Kalau dia suka, gimana?"

"Selamat datang." Ilona berdiri, menyambut pelanggan pertama yang masuk ke tokonya.

Di luar, sambil panas-panasan, Elang dan kedua temannya sibuk membagikan brosur dan snack.

"Ayo, silakan mampir, mumpung lagi ada diskon 30 persen." Ujar Kenan yang membawa mic. "Kapan lagi bahagiain istri dapat diskon. Kapan lagi mau nembak cewek, bisa pakai modal pas-pasan. Buruan-buruan! Kouta terbatas, hanya hari ini diskon 30 persen. Besok dan lusa, masih ada diskon, tapi hanya 20 persen saja. Ayo, ayo! Buat para cewek, gak usah nunggu dibeliin buket cowoknya, bisa beli sendiri, bahagiakan diri sendiri. Yang jomblo, juga bisa beli, pasang status dengan caption, dikasih pacar, wkwkwk."

Kenan kaget saat kakinya tiba-tiba ditendang Ilham. "Apaan bawa-bawa jomblo, lo nyindir gue?"

"Hadeh! Gini nih kalau jomblo kelamaan, baperan." Kenan geleng-geleng.

Seorang mak-mak dengan motor matic melipir. Elang memberikan snack sekaligus brosur pada anaknya yang duduk di depan.

"Mas, bisa nambah lagi gak jajannya? Anak saya 3, masa yang di kasih cuma satu aja."

"Heh Bu, semua jatahnya satu-satu," celetuk Ilham.

"Ya udah saya kasih 3, tapi ibunya mampir ke dalam ya, liha-lihat, siapa tahu suka, terus pesen," ujar Elang.

"Gak mungkin Mas saya pesen. Buat makan aja susah, ngapain buat beli kembang. Emangnya saya mau makan kembang. Saya gak butuh kembang."

"Kali aja besok ibunya kesurupan, terus makan kembang," timpal Ilham sambil nahan tawa. "Jadi gak usah bilang gak butuh kembang."

"Jelek banget doa kamu, Mas!" Ibu-ibu itu sewot. "Saya do'akan besok kamu mati, biar butuh kembang juga, buat ditabur di atas makam kamu."

"Busyet dah doanya!" Ilham melotot.

Ibu itu langsung tancap gas, pergi begitu saja.

Elang dan Kenan, tak bisa menahan tawa.

Matahari makin naik, panasnya semakin menyengat di kulit. Ilham pengen nongkrong di warkop, nyeruput es teh dingin, tapi brosur malah masih banyak. "Udahan yuk, panas!"

"Bentar lagi, 30 menit lagi," rayu Elang.

"Lagian lo kayak cewek aja Ham, kena matahari dikit ngeluh," cibir Kenan.

"Jangan samain gue sama elo. Elo mah gak takut gosong, kan udah gosong. Lah gue?" Ilham cekikikan.

"Sialan lo!" Kenan menimpuk kepala Ilham dengan mic.

"Woi, mic gue nanti rusak. Kepala dia mah gak papa pecah, asal jangan mic gue." Elang mengambil alih mic dari tangan Kenan.

Mereka masih saja berdebat gak jelas, sampai sebuah mobil mewah belok ke depan toko.

"Mama."

1
Asih Rahmadhani Bohara
koc g up kak
Nurul Hilmi
belum up thor
Kustri
qu takut alisya datang ngomong klo elanglah yg membuat ilona cacat, bikin ilona down lg🥺
biarlah elang menebus kesalahan'a dgn seumur hidup menemani ilona, & smoga ilona iklhas
Kustri
nha... ini ni yg qu takutkan
apa elang bener" mencintai ilona apa cm kasihan krn ingin menebus kesalahan masa lalu'a✌
Kustri
gmn reaksi ilona stlh tau elang yg membuat'a cacat?
ngeri✌pasti SGT SYOK🥺
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
Patrick Khan
wes karepmu lang😁😁😁
Patrick Khan
akhirnya gini jg kan..klo ketauan smw pasti amburadul
Humaira
😭😭😭😭😭
reza indrayana
tetaplah di posisimu hingga ILona mau mbukakan pintu untukmu Lang.. buktikan kalau cintamu benar- benar tulus pada ILona.. dan yakinlah... Cinta kalian akan membukakan pintu hati ILona untuk memaafkan elang dan hidup berbahagialah... 💙💛💙😘😘😘😥😥😥
reza indrayana
mengharu biru nichh...
nangis bener-bener dengan ketulusan & cinta elang yang bukan sekedar mau bertanggung jawab...
beri kesempatan elang untuk menceritakan kejadian 8 Th lalu ILona.. apalagi silikonnya waktu dulu tidak sama dengan elang yang sekarang...
semoga Harimu Luluh dengan ketulusan Cintamu pad elang yang akan membawa kebahagiaan dalam hidupnya ILona...

Semua tidak lepas dari takdir.. begitupun pertemuanmu dengan elang... 😭😭😭💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
ikutan sedih nichh..., bahkan takut baca kwatir hal birukmyerjadi dalam pernikahan elang & ILona..
prihatin dengan hubungan yang tulus tapai dinhancurkan hanya gara² masa lalu yang sebenarnya tidak mungkin akan bisa di ulang apalagi kembal... 😥😥😥
Azda Syafril
buktikan klo cinta dg illona.. dn buktikan klo qm TDK takut msuk penjara... jgn menyesali keputusanmu msuk pnjra Lang... LBH baik berpikir logis dg jalur damai illona mau memaafkan mu tp qm hrus menjauh itu LBH baik Lang...💪
Indra Reza Zulkifli
sedikit cerita dulu saudara saya juga ada yg ketabrak motor kakinya cedera,,dengan gentle tuh yg nabrak buat tanggung jawab biaya berobat dan mau nikahin saudara saya takut gak bisa jalan dngn normal,, saudara sayanya gak mau, Alhamdulillah kakinya gak cedera parah bisa normal... ternyata ada yg lebih gentel d dunia nyata daripada dunia pernovelan🤭😄
yutantia 10: kirain tawaran nikah, cuma ada di novel, ternyata di dunia nyata juga ada
total 1 replies
Rahmawati
skrg aja bilang mau nyerahin diri ke polisi, km mau bikin ilona merasa bersalah ya
BundaneAyaFitri
akankah Ilona bakalan luluh, setelah melihat elang semalaman berada diluar, ditemani derasnya hujan serta petir yg menggelegar hehe kayak di pilm India jadul deh 😁😁😁sok teu aku Thor..... hadeeehh kasian kamu Lang, nikahannya batal sayang duitnya,mana duit hasil jual mobil pula,... bakal beneran ngenes deh kamu kalo ditambah masuk bui pula😢😢😔😔😔 gimana endingnya ya Thor? masih panjangkah? terserah Thor dah gimana kelanjutannya 🙏🙏🙏
memei
mati saja kamu elang biar yg membencimu puas 🤣🤣🤣🤣🤣
Sari Kumala
maafin aja lah yg namanya manusia pasti punya kesalahan
Ummah Intan
semua org berhak mendapatkan kesempatan kedua dan jg semua org bs berubah lebih baik lg meski pernah berbuat kesalahan yg besar,Tuhan sj maha pengampun
enungdedy
gk bisa komen apa2lah...krn elang memang salah🥹
klo pun elang hrus dipenjara semoga hub elang dan ilona bisa membaik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!