NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Batas Waktu dari Sistem

Malam makin menua di Desa Sungai Hitam.

Embun dingin mulai menetes dari ujung-ujung daun pohon asam jawa yang merunduk di gerbang barat desa.

Setelah kepulangan dua praktisi ilmu hitam kota yang melarikan diri dalam keadaan guncang, Lin Fan berjalan menuntun Chen Meng kembali menuju pemukiman desa.

Langkah kaki mereka terasa tenang di atas tanah basah, namun di dalam benak Lin Fan, sebuah jam pasir raksasa seolah-olah baru saja dibalik.

"Lin Fan, kamu yakin tidak ada lagi praktisi atau orang suruhan investor kota yang akan datang malam ini?" tanya Chen Meng pelan sambil melirik cemas ke kegelapan di belakang mereka.

Lin Fan menggelengkan kepala dengan tenang.

"Sistemku tidak mendeteksi aura ancaman baru di radar wilayah," jawab Lin Fan.

"Trauma mental dari [Jebakan Api Spiritual] tadi cukup untuk membuat majikan mereka di kota berpikir sepuluh kali sebelum mengirim orang lagi ke desa ini."

Chen Meng menghela napas lega, membetulkan posisi tas pundaknya.

"Baguslah kalau begitu. Tapi... proyek pertambangan itu masih tercatat di kantor dinas kota. Suatu saat masalah hukumnya pasti akan kembali," kata Chen Meng mengingatkan.

"Biarkan masalah hukum itu urusan nanti. Yang paling mendesak sekarang adalah apa yang ada di dalam Hutan Terlarang," balas Lin Fan seraya menghentikan langkahnya di depan pagar rumah Chen Meng.

Gadis itu menatap mata Lin Fan dengan raut penuh perhatian.

"Kamu harus istirahat, Fan. Wajahmu terlihat lelah meskipun energi gaibmu tampak begitu kuat," bisik Chen Meng penuh kehangatan.

"Aku tahu. Masuklah, Chen Meng. Kunci pintumu rapat-rapat," puji Lin Fan tersenyum tipis.

"Selamat malam, Lin Fan. Hati-hati di jalan."

Chen Meng mendorong pagar kayu rumahnya, melangkah masuk, dan menyempatkan diri melambaikan tangan sebelum melangkah ke dalam teras yang terang oleh lampu pijar.

Lin Fan mematung sejenak mengawasi hingga pintu rumah Chen Meng tertutup aman.

Begitu ia membalikkan badan dan melangkah sendirian di jalanan sepi menuju rumah tua miliknya, hawa dingin mendadak menusuk tulang belikatnya.

Sfx: Bzzzzzt!

Layar transparan dari [Sistem Pagar Iblis] mendadak meledak muncul di depan penglihatannya.

Warna biru tenang yang biasanya mendominasi antarmuka sistem kini berganti total menjadi merah maroon yang berkedip rapuh dan intens.

Sfx: Ting! Ting! Ting!

[Notifikasi Tugas Utama Arc 1: Pembentukan Pagar Utama Tahap 3]

[Batas Waktu Gerhana Bulan Merah: 13 Hari 23 Jam 59 Menit]

[Mendeteksi Kebutuhan Material Kuno Untuk Memperkuat Segel Leluhur]

[Persyaratan Integrasi Pagar Utama Tahap 3:]

[1. Batu Inti Delapan Arah (Diperoleh dari Pusat Makam Kuno Lembah Hitam)]

[2. Darah Binatang Garis Kuno (1 Liter Darah Serigala Hutan Berusia Di Atas 10 Tahun)]

[3. Kayu Lontar Penjalin (Tumbuh Di Tebing Jurang Hutan Terlarang)]

[Batas Waktu Pengumpulan Material Pertama (Batu Inti): 72 Jam]

[Hukuman Kegagalan: Retakan Segel Pagar Utama Melebar (+20% Resonansi Kutukan Desa)]

Lin Fan membaca deretan persyaratan tersebut dengan dahi berkerut dalam.

Tiga bahan ritual langka!

Setiap bahan tersebut tidak bisa dibeli dengan uang seratus ribu Yuan sekalipun di kota, melainkan harus dicari dan direbut secara langsung dari area-area paling berbahaya di sekitar Desa Sungai Hitam dan Hutan Terlarang.

"Batu Inti Delapan Arah di Makam Kuno Lembah Hitam..." gumam Lin Fan pelan.

Lembah Hitam adalah area pemakaman tua yang terletak di kaki gunung sebelah utara desa, tempat di mana para leluhur pendiri desa dikuburkan ratusan tahun lalu.

Area itu terkenal sangat angker dan dihindari oleh seluruh warga desa karena sering terdengar suara ratapan tanpa wujud setiap kali malam bulan mati tiba.

Lin Fan merogoh tas selempangnya, meraba permukaan lontar tua yang kini terasa hangat bagaikan memiliki detak jantung sendiri.

"Hanya ada waktu tiga hari untuk mendapatkan bahan pertama," batin Lin Fan menyadari kepentingannya.

Sfx: Kriiet...

Lin Fan mendorong pintu depan rumah tuanya dengan sepelan mungkin agar tidak membangunkan ibu dan adiknya.

Suasana di dalam rumah sudah gelap, hanya menyisakan lampu minyak kecil yang menyala di meja makan.

Lin Fan melangkah berjinjit melintasi ruang tamu menuju kamar tidurnya.

Namun saat ia melewati pintu kamar ibunya yang sedikit terbuka, suara batuk kering ibunya terdengar dari dalam.

Sfx: Uhuk! Uhuk!

Lin Fan menghentikan langkahnya seketika.

Ia mengintip dari celah pintu yang terbuka tipis.

Di dalam kamar yang remang-remang, ibunya tampak duduk bersandar di kepala tempat tidur sambil memegang dada kirinya.

Wajah ibunya terlihat sangat pucat dalam cengkeraman rasa sakit yang ditahannya.

"Bu?" panggil Lin Fan pelan seraya mendorong pintu kamar lebih lebar.

Ibunya tersentak kaget dan dengan cepat menyembunyikan saputangan yang dipakainya ke bawah bantal.

"Lin Fan? Kenapa belum tidur, Nak?" tanya ibunya berusaha memaksakan senyuman, meskipun suaranya terdengar sangat parau dan lemah.

Lin Fan melangkah mendekati tempat tidur ibunya dan duduk di tepi kasur.

Ia menggunakan fitur [Mata Iblis] untuk mengamati kondisi tubuh ibunya secara mendalam.

Garis transparan biru menyapu tubuh ibunya, menampilkan indikator kesehatan medis.

[Nama: Zhang Li (Ibu Kandung)]

[Kondisi Kesehatan: Penurunan Vitalitas Akibat Tekanan Stress Berulang & Paparan Aura Gaib]

[Tingkat Kerusakan Jiwa: 15%]

[Rekomendasi: Perkuat 'Pagar Perlindungan Rumah' Ke Tahap 3 Untuk Memancarkan Aura Pemulihan Vitalitas Lingkungan]

Jantung Lin Fan berdenyut nyeri membaca analisis sistem tersebut.

Kerusakan jiwa dan penurunan kesehatan ibunya ternyata disebabkan oleh gabungan antara tekanan mental dari para penagih utang serta paparan hawa ghaib dari segel rumah yang melemah!

Sistem Pagar Iblis tidak hanya melindungi struktur fisik rumah, tetapi juga memancarkan aura perlindungan lingkungan yang bisa menyembuhkan atau mengikis vitalitas penghuninya tergantung pada tingkat kestabilan segel tersebut.

"Ibu cuma capek sedikit, Nak... tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata ibunya mengelus lengan baju Lin Fan dengan lembut.

Lin Fan menggenggam tangan ibunya yang dingin, menatap mata ibunya dengan penuh rasa kasih sayang dan tekad yang makin membara.

"Ibu tidak boleh sakit," bisik Lin Fan penuh kepastian.

"Besok aku akan pergi ke kota untuk membelikan obat terbaik untuk Ibu, dan aku juga sedang mengurus perbaikan total rumah ini agar Ibu dan Lin Mei bisa hidup tenang selamanya."

Ibunya menatap Lin Fan dengan air mata yang berkaca-kaca di sudut matanya.

"Lin Fan... Ibu tidak butuh rumah mewah atau obat mahal," ucap ibunya tulus.

"Ibu cuma ingin kamu selamat... Jangan pernah bahayakan nyawamu untuk hal-hal yang tidak pasti, Nak."

Lin Fan tersenyum hangat, mengecup dahi ibunya yang berkerut lembut.

"Aku janji, Bu. Aku akan selalu selamat," balas Lin Fan.

Ia membimbing ibunya untuk kembali berbaring dan menyelimutinya rapat-rapat.

Setelah memastikan ibunya tertidur teratur, Lin Fan keluar dari kamar dan menutup pintu pelan-pelan.

Kembali ke dalam kamarnya sendiri, Lin Fan tidak langsung memejamkan mata.

Ia meletakkan gulungan lontar tua di atas meja kayu di sudut ruangan dan membuka modul *Peta Geometri Pagar Utama* yang baru saja didapatkannya sebagai hadiah tugas dari sistem.

Sfx: Bzzzzzt!

Sebuah proyeksi peta tiga dimensi berbentuk proyeksi cahaya keemasan muncul mengapung di atas meja kamarnya.

Peta itu menampilkan topografi lengkap Desa Sungai Hitam, Hutan Terlarang, serta Lembah Hitam di utara.

Di titik pusat rumah tua keluarga Lin, terdapat delapan garis cahaya transparan yang merentang keluar menuju delapan sudut mata angin desa.

Tujuh dari delapan garis cahaya itu tampak padam dan berwarna kelabu kusam.

Hanya satu garis—garis yang menghubungkan rumahnya dengan batas hutan—yang menyala redup berwarna merah kehitaman.

[Analisis Geometri Pagar Utama:]

[Delapan Titik Pasak Kuno Harus Diaktifkan Menggunakan Batu Inti Delapan Arah]

[Lokasi Pasak Pertama: Kompleks Makam Kuno Lembah Hitam (Sudut Utara)]

[Penjaga Makam: Entitas Roh Pelindung Leluhur Kelam (Tingkat Bahaya: Sedang)]

Lin Fan memandangi titik merah berkedip di area Lembah Hitam pada peta hologram tersebut.

Makam Kuno Lembah Hitam adalah tempat peristirahatan para leluhur tua desa, termasuk makam Kakek Buyut Lin Zhen—pria yang pertama kali membuat kontrak terlarang lima puluh tahun lalu.

"Untuk mendapatkan Batu Inti Delapan Arah, aku harus membongkar atau memasuki makam kakek buyutku sendiri..." gumam Lin Fan dengan nada penuh beban.

Ini adalah tugas yang sangat berat secara moral.

Namun mengingat kondisi kesehatan ibunya yang kian menurun dan batas waktu 13 hari menuju Gerhana Bulan Merah, Lin Fan tahu tidak ada ruang untuk keraguan sedikit pun.

Ia membuka laci mejanya, mengambil pisau belati tua, sebuah senter berdaya tinggi, serta beberapa lembar jimat penolak ghaib yang pernah ia buat dari tinta lontar tua.

Lin Fan memeriksa saldo rekening bank di aplikasi ponselnya.

[Saldo Saat Ini: 126.900 Yuan]

"Uang ini cukup untuk membeli perlengkapan ekstra dan obat-obatan untuk Ibu esok pagi sebelum aku berangkat ke Lembah Hitam," batin Lin Fan menimbang rencana.

Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan matanya untuk mengistirahatkan pikiran dan mengumpulkan seluruh energi vitalnya.

Besok malam, saat bulan mencapai titik terendahnya, Lin Fan akan melangkah masuk ke dalam Lembah Hitam yang angker untuk memulai perburuan material pertama demi menguatkan[Pagar Iblis Tingkat Utama].

Kegelapan yang lebih besar sedang menunggunya di balik nisan-nisan tua pemakaman leluhur, dan Lin Fan siap menerjangnya demi keselamatan orang-orang yang dicintainya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!