NovelToon NovelToon
Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:149.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yekumkum

S1 : Kisah perjalanan Leticia membalas dendam akibat diduakan oleh Braun karena tidak bisa memberikan pewaris takhta, yaitu anak laki-laki. Dalam perjalanan balas dendamnya ia dibantu oleh Gerald. Benih-benih cinta timbul di antara mereka, tetapi akankah mereka berakhir bahagia?

S2 : Seorang prajurit bayaran bertemu dengan Duchess yang sombong. Ia berniat membalaskan dendam karena telah dipermalukan. Tetapi seiring berjalannya waktu Duchess Hillbright tidak sejahat yang Leonard kira. Namun, Leonard sudah terikat pada bangsawan lain untuk menjatuhkan Duchess. Apa Leonard tetap akan menjatuhkan Duchess atau malah akan membantunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yekumkum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Kelahiran

Leticia sedang berduaan dengan Braun di kamarnya. Mereka sedang menikmati camilan berupa roti kering. Braun menyuapi Leticia. Leticia sedang enggan memakan camilan. Biasanya ia dapat menghabiskan empat bahkan lima camilan dengan lahap. Entah mengapa akhir-akhir ini perutnya terasa tidak enak.

Tidak dapat menolak perlakuan Braun, Leticia memakan camilan itu. Braun melihatnya dengan gembira. Sedangkan Leticia berusaha keras untuk menelannya sambil menahan rasa mualnya.

Namun, ia tidak tahan. Ia menutupi mulutnya terasa ingin muntah.

Braun mulai curiga dengan gerak-gerik Leticia. Ia bertanya, "Apa Anda baik-baik saja, Sayang?"

"Saya merasa mual Braun," jawab Leticia jujur.

"Aku akan memanggil dokter istana. Sebaiknya Anda beristirahat dulu." Braun segera berdiri dan keluar dari kamar Leticia.

"Terima kasih." Leticia menggangguk pelan. Perutnya masih terasa tidak enak.

Tak lama dokter istana datang bersama dengan Braun. Dokter memeriksa kesehatan Leticia. Raut mukanya terlihat terkejut. Leticia berharap tubuhnya tidak apa-apa.

"Sudah berapa lama Anda tidak datang bulan, Permaisuri?"

Leticia bingung dengan pertanyaan dokter istana. "Sepertinya sekitar dua bulan."

Wajah dokter istana berubah menjadi cerah. Leticia berharap mendengar kabar baik.

"Selamat atas kehamilan Anda, Permaisuri."

Sebuah kabar baik. Inilah sesuatu yang ditunggu-tunggu Leticia dan Braun. Leticia hampir menangis mendengar kabar kehamilannya ini.

Ia menatap Braun yang sedang kebingungan. Sepertinya Braun tidak memperkirakan kehamilan Leticia akan secepat ini. Braun tersadar dari lamunannya menatap Leticia. Senyum terlihat di wajahnya.

"Kehamilan Anda sudah empat minggu, Permaisuri. Anda tidak boleh terlalu stres dan jangan sampai kelelahan. Ini semua untuk kesehatan sang bayi," lanjut dokter.

"Terima kasih." Leticia tersenyum gembira.

Braun meminta dokter istana keluar.

Hanya tersisa Leticia dan Braun. Braun memeluk Leticia. Mengecup kening Leticia dengan lembut.

"Semoga anak ini akan sehat." Braun mengelus-elus perut Leticia.

Leticia menyetuh tangan Braun yang ada di perutnya. "Tentu saja, dia adalah anak Kaisar dan Pemaisuri sudah sepastinya akan kuat dan sehat."

Leticia tertawa. Ia akan segera memiliki seorang anak. Tidak sabar menantikan kedatangannya, ia sudah

memikirkan untuk membeli peralatan bayi.

Entah akan mirip dengannya atau Braun. Entah laki-laki atau perempuan, ia tidak peduli. Ia sudah tidak sabar memeluk bayi itu dalam tangannya.

***

Berbulan-bulan selama kehamilan Leticia. Braun selalu menghampiri Leticia di kamar untuk mengecek kehamilannya. Setiap sebulan sekali Braun memanggil dokter istana untuk memeriksa kondisi janin Leticia.

Hingga tiba saatnya Leticia melahirkan. Braun berputar-putar di depan pintu. Ia merasa cemas akan kelahiran bayinya dan Leticia.

Dayang istana yang membantu persalinan Leticia, menyemangatinya.

Leticia menarik dengan kuat kain yang berada di kedua tangannya. Giginya mengigit dengan kuat penutup mulutnya. Tanpa penutup mulut mungkin bibirnya akan berdarah. Ini pertama kalinya ia merasakan rasa sakit yang luar biasa. Peluh bercucuran dari seluruh tubuhnya. Ia berusaha mendorong bayinya sekuat tenaga sekali lagi.

Suara tangisan bayi menggema di ruangan. Ketegangan yang berada di tubuh Leticia berubah menjadi kelegaan. Tubuhnya terasa lemas. Tenaganya terkuras habis. Ia memejamkan mata sebentar untuk istirahat.

Salah satu dayang memanggil Braun. Wajah ketakutan berubah menjadi senyum kegembiraan. Braun masuk ke kamar Leticia. Ia segera melihat anaknya. Ternyata seorang putri.

Ia menggendong putri dan memberinya nama Judith. Braun membawanya agar Leticia dapat melihat anak mereka berdua. Seorang putri yang cantik yang memiliki warna rambut dan mata yang mirip Leticia. Jika besar pasti dia akan secantik Leticia.

Leticia masih terkulai lemas. Ia mencoba menyentuh putri mereka. Senyumnya melebar. Pandangannya bergeser dari putrinya menuju Braun. Braun masih tersenyum. Namun, Leticia merasa ada perbedaan dalam senyuman Braun. Meskipun Braun terlihat senang tetapi terlihat ada rasa ketidakpuasan di matanya.

Leticia berusaha tidak memikirkannya dan beristirahat lagi. Kebahagiaannya telah lengkap dengan hadirnya putri mereka.

***

Putri Judith sudah berumur satu bulan. Setelah selesai dari tugasnya ia mendatangi putrinya. Ia menggendongnya dan menyuruh ibu asuh putrinya keluar. Ia hanya ingin menikmati waktu dengan putrinya saja. Melihat wajah Putri yang lucu dan menggemaskan.

Tak lama kemudian Kaisar datang. Leticia segera mendekati Braun. Memperlihatkan anak yang mereka kasihi.

"Aku ingin berbicara serius, Sayang," ucap Braun dengan nada yang berat.

"Tentang apa Braun?" Wajah Leticia berubah keras. Tidak seperti biasanya Braun mengajak bicara seperti ini.

"Sayang, Aku harap Anda segera hamil lagi dengan anak laki-laki." Kesungguhan terlihat di matanya.

"Apakah putri kita tidak cukup, Braun?" tanya Leticia.

"Aku membutuhkan pewaris tahta yang sah. Yaitu anak laki-laki, Sayang." Braun tetap teguh pada pendiriannya.

Mata Leticia melebar. Ternyata Braun tidak bahagia seperti dirinya. Sebelumnya Braun tidak pernah terburu-buru memiliki anak laki-laki. Mungkin setelah menjadi kaisar perlu memikirkan kesejahteraan kekaisaran. Salah satunya adalah pewaris. Dengan adanya pewaris, kelangsungan kekaisaran akan terjamin. Ia tidak ingin kekaisaran yang diwariskan dari ayahnya dijalankan dengan buruk.

Leticia memejamkan matanya. Menghembuskan napas.

"Baiklah jika itu yang Anda inginkan Braun."

"Terima kasih, Sayang. Aku akan memberi tahu dokter istana untuk memberikan obat agar Anda segera hamil."

Braun segera meninggalkan kamar Judith. Leticia melihat Judith yang masih berada di tangannya. Ada perasaan gembira campur sedih. Ia merasa gembira karena akan mempunyai anak lagi. Namun, ada perasaan tidak enak. Ia takut jika melahirkan anak perempuan lagi, Braun akan tidak mencintainya. Ia takut tidak bisa membahagiakan suaminya.

Tidak baik memperlihatkan sisi buruk di depan anak-anak. Leticia berusaha tersenyum.

"Kamu akan segera memiliki seorang adik laki-laki," kata Leticia lirih.

Semoga ucapan Leticia menjadi kenyataan. Dengan begitu kebahagiaan Braun akan lengkap. Harapan Leticia sangat sederhana, yaitu keluarganya berbahagia.

Minggu menjadi bulan. Bulan menjadi tahun. Sudah empat tahun Leticia tidak hamil lagi. Braun semakin frustrasi melihat Leticia yang tak kunjung hamil. Kali ini Ia memanggil dokter istana untuk memeriksa kondisi Leticia.

Setiap bulan Leticia selalu menunggu kabar baik dari dokter istana. Hanya saja, kabar itu tak kunjung datang. Ia hampir menyerah. Ia pernah membujuk Braun untuk membuat Judith menjadi pewaris tahta meskipun hanya seorang perempuan. Namun, Braun tetap mempertahankan tradisi kekaisaran sebelumnya yang menyatakan pewaris sah adalah anak laki-laki keluarga kekaisaran. Leticia mengalah mengikuti permintaan Braun.

Dokter istana telah datang ke kamar Leticia. Braun yang duduk di kursi, bergegas berdiri. Ia menatap dokter istana, menunggu kabar baik datang. Begitu pula Leticia.

Dokter istana memejamkan matanya. Ia seperti berpikir memilih kata yang tepat untuk menyampaikan ucapan yang akan dikatakannya. Ia melihat Leticia dengan mata nanar.

Leticia sepertinya tahu kata-kata yang ingin diucapkan dokter istana. Ia tidak hamil.

"Maafkan saya, Permaisuri," kata dokter istana.

Ia sudah mempersiapkan hatinya setiap hari. Namun, tetap saja hatinya terasa sakit.

"Ada kemungkinan Anda mandul. Sudah lama Anda tidak hamil meskipun meminum obat penambah penyuburan. Rahim Anda semakin lemah. Kemungkinan hamil akan semakin sulit, Permaisuri." Dokter istana menundukkan kepala sedalam-dalamnya.

'Aku mandul. Apakah aku tidak salah dengar?' Leticia berusaha memahami kata-kata dokter istana. Namun, otaknya sudah kosong tidak dapat memikirkan apapun. Kemarahannya memuncak.

"Jangan menghina keluarga kekaisaran. Aku pernah hamil sebelumnya. Aku tidak mandul!" teriak Leticia.

"Sekali lagi maaf, Permaisuri. Saya hanya mengatakan keadaan tubuh Anda yang sebenarnya." Dokter istana hanya bisa menunduk.

Air mata Leticia mengalir deras. Braun meminta dokter istana untuk keluar. Ia menghampiri Leticia berusaha menghiburnya

Leticia menangis dengan keras. Ia tidak bisa membahagiakan Braun. Keluarga yang didambakannya tidak akan terwujud.

1
Symsnr_
Lumayan
Symsnr_
Kecewa
Novie Achadini
bagus leticia gitu dong bangkit jgn terouruk
Novie Achadini
hrs jadi kuat leticia
Miyagi Mitsui
semangat
terus berkarya
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Rizky Anindiya
dale gercep juga ya 🤭
Surati
bagus
amalia gati subagio
ratu jalang?
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sary Vya
cerita nya bagus
Ditha Fitria
jangan senang dulu Leonard. gak tau apa Judit hanya menjebakmu❤️💪💪💪💪
Yekumkum IG : @yenkumbook: mana yang bakal menang ya... 😆
total 1 replies
Ditha Fitria
grand Duke sama leticia
Dale sama Isabella
Dean sama rose.

wes lah cocok Iki❤️
Yekumkum IG : @yenkumbook: banyak pasangan 🥳
total 1 replies
Ditha Fitria
sabar rose. jangan sensian lah🤭🤭
nia kurniawati
terimakasih Author .. semangat.. terus berkarya.. 🤗
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kembali kak 🙏
total 1 replies
Anonim
bgus kakak author,suka bnget ceritanya😍😍😍
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kak
total 1 replies
Yekumkum IG : @yenkumbook
Halo readers, terima kasih sudah mengikuti cerita anak-anak Leticia sampai tamat. Maaf kalo terkesan kayak cepet banget, soalnya author udah mulai ilang feeling, takutnya kalo diterusin malah berhenti di tengah jalan. Author mau ikut event konflik rumah tangga sama pengembangan diri kalau bisa lolos. Sebenarnya author udah ngirim kerangka tapi belum ada feedback. Kalo lolos nanti author bakal lanjut nulis di NT.
Riris Dr
ikut bahagia
Anonim
Alhamdulillah,akhirnya direstui😍😍😍
nia kurniawati
woww karyamu luar biasa.. alur ceritanya jelas.. perpaduan tema yg luar biasa.. antara hukum jaman kerajaan dimana menebas leher adalah hal biasa😶dan cerita romantis.. ngeri ngeri sedap gitu deh😁.. semoga nanti banyak yg menikmati karya karya mu thor..dan makasih selalu up terus.. tetap semangat ya💪
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!