NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung ke Rumah Eyang

Terik panas menemani sepanjang perjalanan menuju ke pedesaan yang masih berada di kota Jogja, tetapi jarak tempuh yang memakan waktu lebih dari 2 jam itu membuat Keandra memilih menggunakan mobil Arlo. Sementara di sebelahnya, duduk seorang gadis yang sedari tadi diam tidak banyak bersuara.

Keheningan tercipta cukup lama di dalam kabin. Sampai akhirnya Keandra menoleh, sedikit mengeratkan pegangan tangannya pada setir mobil.

"Nginep, nggak papa kan?"

Jeviza menoleh dengan wajah tercengang, ia mengerjap beberapa kali sebelum bersuara.

"Nginep?" ulangnya diangguki Keandra.

"Enggak, kita tetep pulang nanti malam."

Sudut bibir Keandra tertarik ke atas membentuk senyum tipis, ia sudah menduganya kalau Jeviza akan menolak, tetapi lihat saja nanti, eyangnya pasti punya cara lain untuk membuat gadis itu tertahan lebih lama di rumah beliau.

Sekitar pukul 12 siang. Mobil yang mereka tumpangi mulai memelan, suasana perkotaan dan jalanan lebar kini berganti menjadi jalan kecil yang mungkin hanya bisa dilewati satu mobil, tetapi pemandangan di sekitar sangat menyegarkan mata, hijau dari persawahan berhasil membuat Jeviza merogoh benda pipih miliknya dan mengarahkan kamera ponselnya untuk mengabadikan.

"Indah banget, kaya di lukisan," ujarnya mengambil vidio untuk ia kirimkan pada Puspa. Rencana ia akam memamerkan apa saja yang nanti ia lihat di rumah eyang Keandra.

Dan itu salah besar

Karena Puspa jelas sudah berkunjung beberapa kali ke sana.

Keandra melirik Jeviza sekilas, sudut bibirnya berkedut saat melihat wajah cantik Jeviza dipenuhi dengan senyum bahagia. Rasa kagum pada keindahan pedesaan.

Tunggu sampai nanti mereka sampai, Jeviza pasti akan merasakan lebih dari ini.

Sekitar 15 menit berlalu, pada akhirnya mobil Keandra berhenti di depan rumah dengan bangunan lama tetapi masih sangat terawat.

Jeviza masih terdiam di tempatnya, belum ada gerakan setelah mobil berhenti. Ia masih mengamati suasana sekitar yang tampak lebih indah dari pemandangan di perjalanan tadi.

Lalu menoleh pada Keandra yang juga melakukan hal yang sama. Bedanya Keandra tidak kagum dengan keindahan sekitar rumah eyangnya, tetapi kagum dengan sosok di sebelahnya.

"Ini, rumah eyang?" tanyanya diangguki Keandra.

"Mau tetap di sini atau ikut turun?" tanya Keandra sengaja menggoda.

Meski tadi Jeviza menolak untuk menginap, tetapi ia sangat yakin setelah ini Jeviza akan berubah pikiran. Lihat saja gelagat gadis itu yang terus menatap kagum pada area sekitar rumah eyangnya.

Tidak berselang lama setelah keduanya turun dari mobil, seorang perempuan paruh baya datang menghampiri, beliau tersenyum dan menyapa sopan Keandra.

"Mas Kean, nah gitu lho jengukin eyangnya, monggo mas biar bibi yang bawain barang mas Kean."

Lalu perempuan itu melirik ke sebelah Keandra. Gadis cantik yang mengangguk sopan dan memberi senyum untuk ibu-ibu tersebut.

"Monggo mba, langsung masuk saja," kata mbok Nah.

"Makasih bu," balas Jeviza diangguki mbok Nah.

Sementara Keandra melirik ke arah Jeviza. Rasanya gemas ingin sekali mengulurkan tangannya dan menarik Jeviza agar keduanya masuk dengan tangan yang saling menggenggam, tetapi Keandra tidak bisa gegabah, salah sedikit saja bisa membuat Jeviza merasa tidak nyaman. Mengingat untuk mengajak Jeviza ke sini saja ia harus meminta bantuan Puspa tadi.

Masuk ke dalam rumah tua yang masih terlihat sangat rapih dan terawat, Jeviza semakin berdecak kagum. Perabotan di rumah tersebut dipenuhi dengan kayu yang mengkilap juga tersusun rapih. Apa lagi pintu besar dengan ukiran di atasnya. Masih sangat menjaga keaslian rumah Jogja di jaman dulu.

"Eyang di belakang mas, lagi metik mangga, aneh banget bukan musimnya tapi sudah berbuah," jelas bibi diangguki Keandra.

"Biar saya ke sana saja bi," ujarnya.

Keandra melirik Jeviza yang masih mengamati rumah besar dengan satu lantai itu, sebelum akhirnya tatapan keduanya bertabrakan.

"Gue ke eyang dulu, mau ikut atau tunggu di sini?"

Jeviza mendekat, meski kagum dengan kemewahan yang masih terlihat asri dari rumah itu, tetapi rasanya aneh kalau ia sendiri tanpa adanya Keandra di sisinya.

"Ikut," cicitnya diangguki Keandra.

Untuk bisa sampai ke taman belakang, mereka harus melewati beberapa ruangan yang juga sama luasnya, bahkan Jeviza sempat kagum saat melewati meja makan besar dan panjang yang terdapat banyak kursi, di tengahnya terdapat bunga asli yang masih segar. Di dalam rumah juga Jeviza sudah menemukan banyak bunga asli sebagai penghias.

"Eyang," sapa Keandra membuat wanita yang sudah tidak lagi muda itu menoleh.

Terdiam sebentar sebelum akhirnya menyunggingkan senyum.

Keandra semakin mendekat, memeluk wanita tua itu dan mencium puncak kepalanya.

Tinggi eyang yang tidak seberapa itu tertelan oleh tubuh tinggi dan tegap Keandra.

Jeviza yang melihat itu seketika dadanya berdesir diliputi kehangatan. Tanpa sadar ia menyunggingkan senyum tipisnya melihat interaksi Keandra dan eyangnya.

"Siapa?" tanya beliau setelah dekapan terlepas.

Beliau menatap Jeviza yang masih berdiri di tempatnya.

"Halo eyang, saya Jeviza," ujarnya melirik Keandra sekilas. Lalu menyalami punggung tangan wanita tua itu.

Eyang mengangguk, lalu tanpa bersuara memeluk Jeviza dengan lembut.

"Kalian sudah balikan?"

Pertanyaan tidak terduga eyang berhasil membuat Jeviza terperangah.

Dari mana eyang tahu tentang hubungannya dengan Keandra?

Ia melirik Keandra yang masih memasang wajah tenang, bahkan seakan tidak terpengaruh dengan pertanyaan tiba-tiba eyangnya tadi.

Sangat berbeda dengan respon Jeviza yang sudah gugup juga berdebar sangat hebat di dalam sana.

"Ayo masuk, tadi mbok Nah sudah masak banyak," ujar Eyang diangguki keduanya.

Di belakang eyang, Jeviza melirik Keandra yang masih saja bisa bersikap tenang, sadar akan tatapan Jeviza yang penuh dengan tuntutan penjelasan. Keandra mencondongkan tubuhnya berbisik pelan yang lagi-lagi membuat Jeviza tercengang.

"Eyang tahu lo mantan gue, pas lo kabur, gue di sini lama," bisiknya.

Entah berapa banyak yang tidak Jeviza ketahui tentang Keandra setelah perpisahan keduanya 2 tahun lalu. Tetapi yang jelas setiap fakta yang terungkap tentang Keandra, selalu berhasil membuat Jeviza tahu, bahwa banyak sekali perubahan dari cowok itu.

Selesai makan siang yang penuh dengan kehangatan, kini Jeviza duduk di ruang tengah yang terdapat kolam hias dengan dua ekor kura-kura yang sangat besar. Jeviza duduk di sebelah kolam. Bingung mau melakukan apa, sebenarnya Jeviza sangat ingin sekali melihat sekitar rumah eyang, tetapi ia masih sungkan.

Tidak lama Keandra datang dengan satu mangkok berisi rujak. Jeviza menatap dengan bingung.

"Mbok Nah yang bikin, ini buah-buahan yang eyang petik tadi, di belakang," ujarnya duduk di sebelah Jeviza.

Melihat diamnya Jeviza, satu alis Keandra tertarik ke atas. "Nggak suka?"

Jeviza menggeleng, bukan tidak suka, tetapi sendok yang Keandra bawa cuma satu, itu berati mereka harus menggunakan satu sendok yang sama.

"Sendoknya," cicitnya membuat Keandra tanpa berpikir panjang memberikannya pada Jeviza.

Jeviza pikir Keandra akan mengambilnya setelah ia menerima sendok tersebut, tetapi tindakan Keandra setelahnya membuat debaran di dada Jeviza kembali bereaksi.

Setelah Jeviza tadi menggunakan sendok tersebut, Keandra dengan santainya mengambil alih sendok yang tadi digunakan oleh Jeviza, lalu memasukan ke dalam mulutnya.

"Kak, bekas gue," ujar Jeviza mengingatkan.

Keandra berhenti sejenak, baru menyadari tindakannya itu, lalu menyunggingkan senyumnya.

"Kenapa? Kita pernah melakukan lebih dari ini."

...****************...

Yang baru baca ini, baca "Seatap dengan Mantan" ya biar nyambung

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!