NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibir tebal

Damon menghentikan langkahnya tepat di ambang ruang tamu. Matanya menangkap sesuatu di atas meja. Bungkusan cokelat. Ia diam beberapa detik, lalu berjalan mendekat dan mengambilnya. Bungkus itu  tersisa sedikit potongan di dalamnya.

Ia yang memberikannya pada Alea tadi. Damon membalik kemasan itu. Matanya menyipit saat membaca tulisan kecil di bagian belakang.

Alcohol infused chocolate.

Ia terdiam beberapa detik, lalu...

"Sial," desisnya pelan. Damon menutup matanya sejenak, rahangnya mengeras. Ia mengerti sekarang kenapa Alea bisa sampai mabuk.

"Cokelat penyebabnya." gumamnya dingin, nadanya nyaris seperti sindiran pada dirinya sendiri.

"Aku memberinya cokelat beralkohol."

Damon menghembuskan napas panjang, lalu mengacak rambutnya kasar.

"Brilian sekali, Damon. Brilian."

Ia menatap bungkus itu lagi, seolah benda kecil itu adalah penyebab seluruh kekacauan malam ini. Dan memang … sebagian besar benar.

Ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa, masih menggenggam bungkus cokelat itu. Untuk pertama kalinya malam ini, rasa kesalnya bukan ditujukan pada Alea.

Tapi pada dirinya sendiri. Seorang dokter. Terbiasa memperhatikan detail. Tapi justru melewatkan hal sekecil ini. Damon tertawa, lalu bangkit lagi berjalan ke kamar mandi yang ada di dapur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Paginya ...

"OM DAMOONNN!"

Teriakan kencang itu sukses membuat Damon yang masih tertidur pulas di sofa ruang tamu langsung terlonjak kaget. Jantungnya berdegup cepat, refleksnya sebagai dokter aktif seketika, seolah ada keadaan darurat lagi. Ia langsung terbangun, tapi kesal sekali rasanya.

"Apa lagi sekarang?" gumamnya serak, rambutnya berantakan, wajahnya jelas masih mengantuk. Ia bangkit setengah duduk, matanya menyipit mencoba fokus. Suara langkah kaki cepat terdengar dari arah kamar, lalu,

Brakk!

Pintu kamar terbuka lebar dan Alea muncul dengan wajah panik… rambut acak-acakan, mata membesar, dan ekspresi seperti dunia baru saja kiamat.

"OM DAMON!"

Teriak gadis itu lagi. Damon menatap gadis itu datar.

"Percayalah, sekali kau teriak seperti itu, aku akan langsung melemparmu ke bawah."

"Ih, mati dong. Kejam banget sih. Sereem." balas Alea dramatis.

Damon mendengus pelan. Semenjak gadis itu hadir dalam hidupnya, dia tidak mengharapkan ketenangan lagi.

"Ada apa, kenapa berteriak begitu?"

Wajah dramatis yang Alea tunjukkan semakin dramatis karena ia tiba-tiba mengingat sesuatu.

"Karena on tegaa hwaaa!"

Kali ini gadis itu duduk di lantai dan menangis seperti anak kecil yang tidak di beri permen. Tak ada air mata memang, tapi Damon tetap di buat sakit kepala oleh drama pagi hari yang dia lihat itu.

"Berdiri Alea, kau bukan anak kecil lagi."

"Nggak mau! Om tegaaa ..."

Ya ampun. Apalagi ini? Damon berdiri dari sofa, mendekati Alea dan berlutut di depan gadis itu. Jarak mereka dekat.

"Apa maksudmu aku tega? Jelaskan dengan benar" katanya.

Alea menatapnya dengan wajah sebal yang anehnya terlihat menarik di mata Damon.

"Lihat ini, lihat baik-baik. Jerawat aku muncul akibat gak dibersihin semalam!" Ia menunjuk wajahnya sendiri yang katanya jerawatnya muncul, tapi tidak terlihat dari pandangan mata Devan.

"Om lupa semalam aku minta tolong om bersihin wajah aku pake micellar water? Kok gak dibersihin sih? Atau om emang sengaja gak bersihin biar kulit mulus om itu gak ada yang nyaingin? Om gak pengen kebanting sama aku kan? Ayo ngaku aja. Lihat, aku jerawatan sekarang om akibat persaingan gak sehat ini hwaaa ..."

Damon menghembuskan nafas panjang, kemudian menatap wajah Alea lama, sangat lama. Tatapannya turun sedikit, memperhatikan kulit gadis itu dengan serius, seperti benar-benar sedang mendiagnosa pasien.

"Aku tidak melihat apa-apa," ujarnya akhirnya datar.

Alea langsung melotot.

"Ini, di sini!" ia menunjuk pipinya sendiri dengan dramatis.

"Di sini! Ini calon jerawat besar! Aku bisa ngerasain auranya!" Damon menyipitkan mata sedikit, lalu mendekat satu senti lagi. Wajah mereka sekarang sangat dekat. Ia menatap titik yang ditunjuk Alea dengan ekspresi serius.

"Ini?" tanyanya.

"Iya itu!" sahut Alea cepat.

"Itu pori-pori."

Alea berkedip.

"Hah?"

"Itu pori-pori kulit normal, jangan lebay."

"Aku nggak lebaay. Om emang sengaja gak bersihin kulit aku yang mulus ini semala ..."

Suara dramatis Alea langsung terhenti karena bibirnya tiba-tiba tidak sengaja bersentuhan dengan bibir atas Damon. Karena posisi keduanya sangat dekat, saat Alea bicara dengan kepala terlalu maju, kejadian tidak sengaja itu pun akhirnya terjadi.

Alea tidak langsung bergerak saking syoknya pada apa yang baru saja terjadi. Damon juga kaget, tapi dia tidak ada niat sama sekali untuk bergerak duluan. Ia malah bersikap santai dan penasaran ingin melihat reaksi gadis itu.

Alea membeku. Matanya membesar, napasnya tertahan. Otaknya seperti berhenti bekerja beberapa detik, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

Damon masih tidak bergerak. Tatapannya tetap tenang, bahkan cenderung datar, seolah kejadian itu bukanlah sesuatu yang besar. Tapi di balik itu, matanya jelas mengamati, menunggu. Penasaran dengan reaksi Alea. Apakah akan sama dengan terakhir kali gadis itu tidak sengaja terjatuh dan menciumnya juga?

Ya ini sudah yang kedua kalinya bibir mereka bertemu.

Saat Alea betul-betul tersadar, dalam satu gerakan ia langsung mundur.

"ASTAGA!"

Tangannya langsung menutup mulutnya sendiri. Wajahnya memerah dalam hitungan detik. Jantungnya berdegup kencang sekali. Kemudian ia menggosok-gosok bibirnya lagi. Damon yang melihatnya entah kenapa merasa kurang senang.

"Duh, apus-apus cepet. Nanti bibir aku jadi tebel kayak bibirnya om Damon lagi." katanya. Padahal dalam hati ia malu sekali. Tidak seperti pertama kali bibir mereka bersentuhan, saat itu mereka biasa saja. Tapi sekarang... Alea tidak tahu kenapa, tapi jelas ada yang aneh dengan perasaannya.

Damon menyipitkan mata sedikit saat melihat Alea menggosok bibirnya seperti itu. Ekspresinya tetap tenang, tapi ada sesuatu yang berubah, hampir tidak terlihat.

"Kau bilang apa tadi? Bibirku apa?" tanyanya dengan tatapan tajam.

Alea yang masih sibuk mengusap bibirnya langsung membeku lagi. Matanya melirik ke arah Damon dengan hati-hati, seperti anak kecil yang baru sadar sudah salah bicara.

"Ehehe… itu… maksudnya…" ia tertawa kering, mundur selangkah. Mengambil ancang-ancang untuk kabur.

Damon tidak bergerak. Tatapannya tetap menempel, tenang … tapi menekan.

"Bibirku apa?" ulangnya pelan. Ia sudah melihat Alea mengambil ancang-ancang mau kabur.

"Mm... tebel!"

Detik itu juga Alea berdiri untuk kabur tapi sebelum ia berhasil Damon sudah lebih dulu meraihnya hingga ia terlentang di lantai dan Damon beraksi, menghukum gadis itu dengan menggelitikinya.

"Hahahah! Geli om!"

1
Cristella Tella
elvan udh mulai jatuh cinta🤣🤣🤣
Mira
lanjut
Mira
😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
demi menyenangkan istrinya Damian biarkan istrinya nyanyi 🥰🥰🥰🥰
Rita
sdh nurut ae
Rita
ekhemmm cieee yg sm2 canggung malu2 meoowww
wahyu widayati
sipppp....sdh sama2 ada rasa mereka berdua....tinggal sabine digembleng dikit biar jadi perempuan yg wow....lalu jadian deh mereka....🤗🤗🤗🤗
Rita
heiiiiiiii😁
Rita
jadi candumu nanti😁
Rita
penasaran,kenalan masa lalu
Rita
kayaknya g mungkin
Rita
hei yg ditabrak aja g masalah kmu yg bermasalah
Rita
yg ada kyknya kmu
Rita
waduhhh🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
Bara 😂ayo Maddy pepet teruss😁
🌼WINA🌼
Sabine jantung berdebar deg-degan berdekatan sama kak elvan, tenang Sabine jangan malu/canggung biasa aja kakak gak makan menggigit kamu🤣🤭

belajar yg rajin agar bisa mengejar cita-cita kamu, minta tolong diajarin sm kak elvan ilmu beladiri. agar kamu bisa menjaga diri sendiri.

sewaktu-waktu kamu dalam bahaya bisa melindungi diri kamu sendiri sabine, ada yg jahat bully kamu bisa melawan...
~HartiWyn_Dee_
cie cieee ada yg gugup nih yeee🤣🤣🤣
......bunga
❤️
Dewi Ansyari
Wah ternyata otak Sabine pintar juga,baru belajar langsung paham
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!