NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Pip.

Tiba-tiba saja, televisi pintar berukuran tujuh puluh inci yang menempel di dinding suite itu menyala dengan sendirinya.

Layar televisi itu menampilkan tampilan antarmuka dari sebuah ponsel yang sedang membuka aplikasi pesan rahasia.

Bram menoleh ke arah televisi itu dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu juga.

"A-apa yang terjadi?! Kenapa layar ponselku bisa ada di sana?!"

Bram merogoh saku celananya dengan panik dan mengeluarkan ponselnya yang kini layarnya menyala terang tanpa bisa dimatikan.

Di layar televisi, sebuah rekaman suara dari aplikasi obrolan itu terputar secara otomatis dengan volume maksimal.

"Bram, pastikan dosisnya kau tambah besok pagi. Kakek tua itu sudah sembuh, jadi kita harus menyingkirkan Clara sebelum rapat pemegang saham lusa."

Suara seorang pria paruh baya yang sangat Clara kenal menggema di seluruh penjuru ruangan.

Itu adalah suara Herman Wijaya, paman kandung Clara sendiri.

"Baik Tuan Herman, saya akan memastikan Nona Clara tidak akan bangun lagi besok pagi. Jangan lupa sisa bayaran saya sebesar sepuluh miliar ditransfer hari ini."

Suara Bram di dalam rekaman itu terdengar sangat dingin dan tanpa belas kasihan.

Setelah rekaman suara itu selesai terputar, layar televisi berganti menampilkan sebuah bukti transfer bank.

Tertera dengan sangat jelas pengiriman uang sebesar sepuluh miliar rupiah dari rekening Herman Wijaya ke rekening pribadi Bramantyo.

Bruk.

Kedua lutut Bram kehilangan tenaganya dan dia jatuh berlutut di atas karpet tebal kamar hotel tersebut.

Wajahnya sudah sepucat mayat dan keringat dingin membasahi seluruh seragam pelayannya.

Semua bukti pengkhianatannya telah terbongkar dengan cara yang paling tidak masuk akal.

Clara menatap layar televisi itu dengan napas yang memburu dan kedua tangan yang mengepal kuat.

Air mata kemarahan akhirnya menetes dari pelupuk matanya.

"Jadi benar... Paman Herman yang menyuruhmu melakukan ini semua."

Clara bergumam dengan suara yang sangat dingin dan penuh kebencian.

Dia sudah menduga pamannya itu ambisius, tapi dia tidak pernah menyangka pamannya berani melakukan percobaan pembunuhan.

"N-nona Clara... tolong ampuni saya... saya diancam oleh Tuan Herman!"

Bram merangkak maju dan mencoba memegang ujung gaun Clara untuk memohon ampun.

Namun Clara langsung mundur dan menepis tangan kotor itu dengan jijik.

"Diancam? Bukti transfer sepuluh miliar itu sama sekali tidak terlihat seperti sebuah ancaman, Paman Bram."

Clara mengambil ponselnya dari atas meja dan menekan nomor darurat komandan pengawal pribadinya.

"Bawa empat orang ke kamar saya sekarang juga, ada pengkhianat yang harus diurus."

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, pintu kamar terbuka paksa dan empat orang pria berjas hitam masuk dengan senjata siap sedia.

"Tahan pria tua ini dan ikat dia. Jangan biarkan dia berkomunikasi dengan siapa pun."

Clara memberikan perintah dengan aura kepemimpinan yang sangat dominan.

Para pengawal itu langsung meringkus Bram yang sudah tidak berdaya dan menyeretnya keluar dari ruangan.

Bram bahkan tidak sanggup lagi berteriak karena terlalu syok dengan kejadian supernatural yang membongkar kedoknya.

Setelah pintu kembali tertutup, suasana di dalam Presidential Suite itu menjadi sangat hening.

Clara membuang nafas panjang dan menjatuhkan tubuhnya ke kursi meja makan.

Beban berat di pundaknya terasa sedikit berkurang karena satu parasit besar berhasil disingkirkan.

Ting!

[Misi Sampingan Selesai: Bongkar dalang di balik peracunan Clara Wijaya dan hancurkan rencananya.]

[Hadiah Diterima: Kepemilikan 15% Saham Wijaya Group Legalitas telah disiapkan dan Peningkatan Kekebalan Tubuh Tingkat Lanjut.]

Rizal merasakan hawa hangat mengalir ke seluruh pembuluh darahnya saat hadiah kekebalan tubuh itu masuk ke dalam dirinya.

Sekarang tubuhnya kebal terhadap segala jenis racun dan penyakit berbahaya.

Di saat yang sama, sebuah email masuk ke ponsel barunya berisi dokumen legal kepemilikan saham Wijaya Group.

Sistem benar-benar tidak pernah mengecewakan dalam memberikan hadiah yang setimpal.

"Tuan Rizal, saya benar-benar tidak tahu bagaimana Anda bisa melakukan semua itu."

Clara menatap Rizal dengan pandangan yang bercampur antara kagum, takut, dan hormat.

"Memutar rekaman suara dari ponselnya ke televisi tanpa menyentuhnya sama sekali, Anda seperti memiliki kekuatan sihir."

Rizal hanya tersenyum misterius dan kembali duduk di sofanya dengan santai.

"Saya hanya punya sedikit trik meretas perangkat elektronik, Nona Clara."

Rizal memberikan alasan yang paling masuk akal agar identitas sistemnya tetap terjaga rapi.

"Yang terpenting sekarang adalah, kita sudah tahu siapa musuh utama Anda sebenarnya."

"Paman Herman."

Clara menyebut nama itu dengan gigi yang saling bergemeretak.

"Dia selalu merasa bahwa dialah yang pantas menjadi penerus Wijaya Group, bukan saya yang hanya seorang wanita."

Clara menatap Rizal dengan penuh permohonan.

"Rapat pemegang saham tahunan akan diadakan besok lusa di kantor pusat Wijaya Group."

"Paman Herman pasti akan menggunakan segala cara untuk melengserkan saya di rapat itu, terutama karena dia mengira saya sudah sekarat hari ini."

Rizal mengangguk pelan memahami situasi politik perusahaan yang sedang memanas tersebut.

"Lalu apa rencana Anda, Nona Clara?"

"Saya butuh Anda hadir di rapat itu sebagai sekutu saya, Tuan Rizal."

Clara berdiri dan berjalan mendekati Rizal, lalu menundukkan kepalanya sedikit.

"Sesuai janji saya semalam, saya akan mengalihkan lima belas persen saham pribadi saya atas nama Anda hari ini juga."

Rizal tersenyum di dalam hati karena sistem sudah lebih dulu memberikan saham itu secara otomatis.

Namun dia tetap harus berpura-pura menerima tawaran Clara agar semuanya terlihat natural.

"Tidak perlu repot-repot mengurus dokumennya Nona Clara, saya sudah meminta orang saya untuk mengatur perpindahan saham itu sejak semalam."

Rizal berbohong dengan sangat mulus untuk menutupi jejak sistem.

Clara sedikit terkejut karena dia tidak menyangka Rizal bergerak secepat dan seefisien itu.

Ini semakin membuktikan bahwa pemuda di depannya ini memiliki jaringan kekuatan yang tidak main-main.

"Baiklah kalau begitu, dengan saham lima belas persen itu, Anda resmi menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Wijaya Group."

Clara tersenyum puas karena sekarang dia memiliki sekutu yang sangat kuat untuk menghadapi pamannya.

"Besok lusa, kita akan berikan kejutan yang paling menyakitkan untuk Paman Herman."

"Saya sangat menantikan pertunjukan itu, Nona Clara."

Rizal mengangkat cangkir kopinya yang sudah mulai dingin dan meminumnya hingga tandas.

Dunia bisnis ibukota yang kejam kini telah sepenuhnya membuka pintu untuk Rizal.

Dengan status barunya sebagai pemegang saham Wijaya Group, Rizal tidak lagi bisa dianggap remeh oleh siapa pun di Jakarta.

Pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!