NovelToon NovelToon
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Era Kolonial / Mengubah Takdir / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Aku membuka mata di sebuah ranjang berkelambu mewah, dikelilingi aroma parfum bunga yang asing.
Cermin di depanku memantulkan sosok wanita bertubuh besar, dengan tatapan garang dan senyum sinis—sosok yang di dunia ini dikenal sebagai Nyonya Jenderal, istri resmi lelaki berkuasa di tanah jajahan.

Sayangnya, dia juga adalah wanita yang paling dibenci semua orang. Suaminya tak pernah menatapnya dengan cinta. Anak kembarnya menghindar setiap kali dia mendekat. Para pelayan gemetar bila dipanggil.

Menurut cerita di novel yang pernah kubaca, hidup wanita ini berakhir tragis: ditinggalkan, dikhianati, dan mati sendirian.
Tapi aku… tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku akan mengubah tubuh gendut ini menjadi langsing dan memesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbangun di Tubuh Wanita Gendut

Sorot lampu panggung memantulkan kilaunya pada gaun biru gelap yang membalut tubuh langsing Nateya. Di hadapan ratusan pasang mata, ia menerima Medali Emas Internasional di Bidang Nutrisi dan Diet Klinis, penghargaan bergengsi atas terobosannya menciptakan metode diet medis. Metode ini membuat pasien obesitas mampu menurunkan berat badan sehat, tanpa merusak metabolisme.

Tepuk tangan menggema. Wartawan memotret siluetnya berkali-kali. Nateya membalas dengan senyum hangat yang telah ia latih di depan cermin, meski di dalam hatinya ada rasa puas yang menggelegak.

Setelah bertahun-tahun begadang di laboratorium, menolak undangan pesta demi penelitian, dan menahan lelah demi pasien, dunia akhirnya mengakui perjuangannya.

Keluar dari aula, ia menggenggam ponselnya. Bukannya menelepon kekasihnya, Davin, dan sahabatnya, Arini, ia memilih membuat kejutan. Malam ini ia akan mengajak keduanya makan di restoran bintang lima yang sudah ia pesan diam-diam.

Mobil sport putihnya melaju mulus di jalanan malam. Senyum samar terbit di bibirnya saat ia membayangkan wajah terkejut Davin ketika ia muncul tanpa pemberitahuan.

Lift apartemen berhenti di lantai dua puluh. Dengan langkah ringan, ia menuju pintu unit Davin, membuka pintu dengan mudah. Nateya sangat hafal kombinasi passwordnya, sebab apartemen itu mereka beli bersama sebagai tabungan masa depan.

Akan tetapi begitu pintu terbuka, langkahnya membeku.

Lampu ruang tamu hanya menyala redup, menyisakan siluet dua tubuh di sofa. Bahu seorang pria bergerak pelan. Kepalanya menunduk dan bibirnya menempel pada bibir seorang wanita yang Nateya kenal seumur hidup: Arini.

Tangan Nateya yang masih menggenggam tasnya bergetar. “Apa yang kulihat ini?” suaranya pecah, tapi dingin.

Davin tersentak, melepaskan pelukan, wajahnya pucat. “Nateya… ini nggak seperti yang kamu pikir.

“Nggak seperti yang kupikir?” Nateya melangkah masuk, matanya berkilat tajam. “Kamu mencium sahabatku di ruang tamu apartemen kita, Davin. Harus aku pikir ini apa? Latihan pernapasan buatan?”

Arini berdiri gugup, menarik cardigan menutupi bahunya. “Teya, aku bisa jelasin.”

“Kalian berdua tega sekali. Pengkhianat! Tukang selingkuh!”

Nateya menahan napasnya agar suaranya tidak pecah, tapi dadanya sakit seperti diremas. “Selama ini aku sibuk, iya. Aku kerja siang malam, iya. Tapi, aku nggak pernah sekalipun mengkhianati kalian. Dan ini balasannya?”

Davin melangkah mendekat, nada suaranya memohon. “Teya, aku khilaf. Arini cuma—”

“Cukup!” Nateya menepis tangannya. “Jangan kotori telingaku dengan alasan. Kalian sudah memilih. Dan aku juga memilih untuk keluar dari hidup kalian sekarang!"

Ia berbalik, matanya mulai memanas oleh air mata yang tak ingin ia jatuhkan di depan mereka. Sepatu haknya berderap cepat di lantai koridor.

Begitu masuk mobil, Nateya langsung menyalakan mesin. Tangannya mencengkeram setir kuat-kuat, sementara air mata akhirnya lolos, mengaburkan pandangan.

“Bodoh….” gumamnya pada diri sendiri, entah untuk siapa—Davin, Arini, atau dirinya sendiri yang begitu percaya.

Ia menginjak pedal gas. Mobil melesat di jalanan kota. Lampu-lampu neon dan gedung tinggi berlari di kaca depan, tapi ia tak peduli. Pikirannya penuh amarah, kecewa, dan luka yang terasa mentah.

Di tikungan, tiba-tiba sebuah mobil hitam di depannya berhenti mendadak.

“Argghh!”

Nateya memutar setir, tapi ban mobilnya kehilangan traksi. Dentuman keras terdengar. Tubuhnya terhentak hebat, sabuk pengaman menahan dada. Suara rem berdecit, kaca pecah, dan dunia berubah menjadi pusaran gelap.

***

Ketika kesadarannya kembali, Nateya merasakan sesuatu yang asing. Ia berbaring di ranjang empuk dengan kelambu putih bertepi bordir emas. Udara yang ia hirup mengandung aroma campuran bunga melati kering, minyak kayu manis, dan tembakau halus.

Matanya menatap langit-langit kayu jati berukir. Dinding ruangan berpanel kayu mengilap, dihiasi lukisan perkebunan tebu dan sawah. Lampu minyak bergoyang lembut di sudut, memberi cahaya hangat. Semua tampak seperti set film berlatar abad kolonial.

Nateya mendorong tubuhnya untuk bangun, tapi ada yang aneh. Berat. Tubuhnya terasa seperti memikul beban tambahan puluhan kilogram. Napasnya memburu hanya untuk duduk. Ia menurunkan kaki ke lantai marmer yang dingin, lalu berjalan tertatih ke meja rias besar dengan cermin perunggu setinggi manusia.

Begitu melihat pantulan di cermin, napasnya tercekat. Itu bukan dirinya ....

Bukan Nateya dengan wajah tirus, kulit cerah, dan tubuh langsing hasil disiplin bertahun-tahun.

Yang menatap balik adalah wanita berwajah bulat dengan pipi tembam, dagu berlipat, dan tubuh gendut yang dibalut gaun sutra mahal. Rambutnya yang berwarna hitam tampak kusut seperti sapu ijuk yang tidak terawat.

“Apa-apaan ini?” suara Nateya serak, gemetar. Ia memegang pipinya, merasakan kulit yang lebih tebal dan lembut, bukan pipi kencang yang ia kenal. Sentuhan itu nyata, dingin, dan tak bisa dibantah.

Jeritan pecah dari tenggorokannya. “AAAHHHH!”

Pintu kayu berukir diketuk keras. Suara seorang wanita paruh baya terdengar dari luar.

“Nyonya Seruni, Anda baik-baik saja? Kenapa berteriak? Apa Anda lapar?”

Nyonya… Seruni? Nateya membeku.

Ingatan segar melintas—novel klasik berlatar kolonial yang ia baca minggu lalu. Tokoh antagonisnya, wanita gendut, kejam, dan dibenci semua orang bernama Seruni. Seorang wanita blasteran Belanda-Indonesia, istri dari jenderal muda Belanda yang terkenal dingin.

Dan tokoh itu… diasingkan ke pulau terpencil lalu mati tragis di akhir cerita.

Darah Nateya seakan mengalir lebih cepat.

"Jangan bilang aku jadi dia. Apa mungkin aku masuk ke dalam novel?" kata Nateya membelalakkan mata.

1
Dandelion
aku suka sikap seruni...bnr2 elegan membuat si ulat bulu amara nyungsep 😁😂
Dandelion
ahhh keren ceritanya 😊
Zakia Ulfa
wkwkwk
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
Siti Aisyah
gas keuun.mayor...🤣😍
Siti Aisyah
ngapain jd. ngurusin istri mu biasa nya jg gak peduli..biarkan aja dia pergi jd kamu bebas ertemu dgn si amara itu..
Siti Aisyah
kenapa disaat istri mu mau .enjauh kamu tib.tiba mendekat..apa krn sang mayor yg akan menemani istri mu nanti kamu jd cemburu
Siti Aisyah
jgn bilang kamu sdh mulai menyukai istri mu jendral...
Siti Aisyah
yaa sdh jodohkan aja aeruni dgn sang mayor...kayak dia lbh perhatian setia dan tanggung jawab..gak plin plan
Siti Aisyah
sdh abaikan saja seruni....pura.pura sdh tidur
Siti Aisyah
disini sang jendral yg kurang ajar...di dpn semua tamu msh mau melindungi si amara...perselingkuhan yg nyata..
Siti Aisyah
bravo nateya...lanjut kan perjuangan mu ..buat mereka percaya dan mendukung mu...
Siti Aisyah
biasa nya yg nyolot yg byk bohong nya...🤣
Siti Aisyah
mantaap...perlakuan suami mu hrs dibalas dgn keahlian mu..dia terlalu menyepelekan mu nateya..aku mendukung klo kalian mau cerai..jgn mempertahankan laki laki yg tdk berguna..meskipun dia seorang jendral
Siti Aisyah
sdh saat nya menunjukan keahlianmu nateya...biar mereka tau dan mereka tidk bisa merendahkan lg diri mu...👍
Siti Aisyah
aku mulai suka cerita nya... ada unsur fantasi jg..terutama utk metode penurunan bra badan nya, bb nya sama dgn diriku..aku ikutan metode diet nya ini jd insprirasi ku...love it 👍👍
Siti Aisyah
mama yg penuh perjuangan...utk mengembalikan lg kepercayaan anak.anak nya...
Siti Aisyah
tegas...👍
Siti Aisyah
mulai menemukan karakter istri jendral yg sesungguh nya..let's do it..
Siti Aisyah
baru baca...biasa nya klo gendre pindah jiwa cerita nya pasti gak jauh ya begitu.begitu aja..pengen tau..ada yg lbh menarik gak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!