NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.29. CERITA WARGA (Masih flashback masalalu)

Warga dalam beberapa hari mengamati pergerakan di sekitar rumah abah Engkus yang memang selalu terlihat ada saja yang berdatangan baik itu orang yang hendak bekerja atau yang mau melakukan transaksi. Tapi.. ada momen ketika dimana warga yang berhasil mengamati baik - baik mereka yang datang dan pergi dari rumah abah Engkus, salah satu nya tidak kembali keluar.

"Ada kang, ada.. saya sudah amati, istri nya Dadang teh nggak keluar - keluar dari rumah abah Engkus. Dadang teh mikir nya istri nya hilang, saya yakin istrinya dadang masih di sana." Ucap salah satu warga.

"Kamu teh yakin?" Tanya yang lain, dan pria yang memang mengamati rumah abah Engkus itu mengangguk dengan yakin.

''Yakin kang, ayo atuh kang kita masuk saja., abah Engkus teh sudah terlalu meresahkan." Ucap pria tadi, dan kemudian mereka pun kembali melakukan musyawarah dengan warga - warga yang lain.

Dan setelah di lakukan musyawarah, akhir nya ada banyak warga yang setuju untuk memusnahkan aliran baru yang mereka anggap sesat itu. Mereka mendatangi rumah abah Engkus dan kemudian melakukan demo di sana, mereka berteriak memanggil nama Abah Engkus yang memang adalah tujuan utama mereka.

"Mana abah Engkus!! Mana!!" Teriak warga yang sudah berkumpul di depan rumah abah Engkus.

Suasana nya ramai kala itu, dan tak lama.. pria yang merupakan abah Engkus itu pun akhir nya keluar sambil membawa cerutu andalan nya. Dia memakai pakaian serba hitam, baju hitam, sarung hitam dan udeng hitam. Tatapan mata abah Engkus ini sangat tajam, sekali lirik saja sudah bisa membuat orang mundur segan.

Struktur wajah nya tegas, dan dia sering sekali mengeratkan gigi nya sehingga tulang pipi nya semakin tampak galak. Dia berdiri dengan tenang nya menatap semua orang yang berdemo di depan rumah nya..

"Abah yang sudah menghilangkan para warga, ya!? Mana mereka, bah! Kembalikan mereka pada kami!" Ucap warga yang kehilangan keluarga nya.

Riuh sekali kala itu, ada banyak yang menyuarakan suara nya yang mencari keadilan untuk anggota keluarga nya yang hilang, ada yang geram karena abah Engkus memang di kenal sebagai rentenir yang sangat kejam juga.

"Kalian kehilangan keluarga kenapa malah datang ke saya? Memang nya saya menculik mereka!?" Ucap abah Engkus dengan wajah galak nya.

"Abah teh nggak usah ngelak! Kami sudah mengawasi rumah abah ini, ada beberapa orang yang nggak kembali keluar, abah sembunyikan dimana mereka!?" Ucap salah satu warga yang protes.

"Ya mana saya tahu! Itu kan keluarga kalian, kenapa malah nuduh saya!? Siapa yang tahu mereka sudah muak hidup miskin jadi mereka pergi ke kota, kalian malah nuduh saya!" Ucap abah Engkus membela dirinya.

"Karena kalian sudah kumpul di sini, sekalian saja saya tagih uang saya! Kalian - kalian yang merasa masih berhutang sama saya, mana sini!! Bayar hutang kalian atau saya ambil rumah kalian!!" Ucap abah Engkus lagi sambil tangan nya menunjuk ke arah para warga, mendengar itu.. warga yang semula memiliki nyali, mendadak kehilangan keberanian mereka.

Warga yang memang ada kaitan berhutang dengan abah Engkus akhir nya menciut dan tidak lagi mengeluarkan suara mereka, melihat warga yang kehilangan keberanian.. abah Engkus menyunggingkan senyum miring nya seolah mengejek mereka dengan tatapan remeh.

"Kalau miskin, jangan banyak gaya! Saya sudah baik mau meminjamkan uang pada kalian, tapi ini balasan kalian?!"Ucap abah Engkus, warga hanya bisa menunduk.

Melihat sudah tidak ada lagi yang berani buka suara.. akhir nya abah Engkus meludah dan kemudian berbalik badan lalu masuk kedalam rumah nya meninggalkan warga yang masaih berkerumun tapi tidak lagi memiliki keberanian untuk bicara.

Dan pada akhir nya aksi protes itu pun hanya bisa bubar tanpa membuahkan hasil. Tapi.. ada dari beberapa warga yang tersulut emosinya pada saat abah Engkus mengatakan kata "Miskin", mereka mendendam pada abah Engkus.

"Nggak terima aku kang! Nanti malam, siapa yang mau ikut saya!? Saya mau datangi rumah orang sombong itu, mau tak bunuh!" Ujar salah satu warga, dan ternyata ada banyak yang setuju.

"Saya ikut kang! Saya teh sakit hati!" Ucap yang lain, dan ada beberapa lagi yang lain yang ikut setuju dengan rencana itu.

Lalu pada malah harinya, beberapa warga yang tersulut emosinya itu menyelundup masuk kedalam pekarangan rumah abah Engkus dengan tujuan mereka akan membunuh abah Engkus malam itu. Mereka ingin membungkam dan merobek mulut abah Engkus yang sudah terang - terangan mengatai mereka miskin di rumah besar nya sendiri.

Tapi.. bukan nya mereka berhasil menemui abah Engkus dan melancarkan aksinya, mereka yang menyusup masuk itu malah di kejutkan dengan ada nya beberapa laki - laki di yang datang dan berkumpul di rumah abah Engkus, entah apa tujuan nya, dan yang lebih membuat mereka syok adalah, ternyata 3 warga yang memang di nyatakan hilang, ada di rumah itu.

Warga yang hilang itu di giring berjalan masuk kedalam bangunan sebelah dalam kondisi tubuh yang sudah lemas dan kepala mereka di tutup karung. Dan entah bagaimana caranya warga yang menyusup itu bisa menyelinap masuk dan menyaksikan sebuah kekejian yang tidak bisa mereka terima dengan akal manusia.

"Ya Allah gusti, itu teh badan manusia!?" Gumam salah satu orang yang tidak sengaja melihat pemandangan yang begitu mengerikan di dalam bangunan sebelah.

"Ih, kang! Iya kang itu manusia!? Astagfirullah.." Bisik yang satu lagi.

Terlihat di sana ada beberapa badan manusia tanpa kepala yang sudah di kuliti dan di ikat di jadikan panggang seperti bebek panggang, tergantung berjejer ada sekitar 4 badan yang bisa mereka yakini dua di antara nya adalah badan perempuan karena terlihat dari bagian dadanya.

Hanya melihat itu saja warga yang tak sengaja masuk dan melihat pemandangan itu akhir nya buru - buru kabur ketakutan, tapi pada saat mereka ingin keluar dan pergi dari sana, naas nya ada yang masuk dari luar yang akhir nya membuat mereka mau tidak mau sembunyi di sana sambil menahan nafas dan tangis.

Karena mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, badan - badan manusia yang di jadikan panggang tadi, di konsumsi oleh beberapa pria yang memakai pakaian serba hitam seperti abah Engkus, termasuk salah satunya adalah abah Engkus itu sendiri. Mereka yang melihat itu hanya bisa menahan mual, takut, tangis, dan gemetar karena khawatir mereka ketahuan.

"Warga mulai pada banyak tingkah dan mulai curiga, nanti teh kita jangan terlalu mencolok." Ucap abah Engkus, beberapa pria lain nya setuju.

"Yang baru di sembelih tadi, ternyata sedang hamil. Kebetulan janin nya bisa kita buat jadi obat, sekarang sedang di rebus." Ucap yang lain.

Warga yang sedang sembunyi tadi, mendengar itu nyaris saja ketahuan karena nyaris tidak bisa menahan isakan tangis mereka. Sebab.. kemungkinan yang sedang mereka bahas tadi adalah anak dari janda yang hilang bersama kedua anak nya, dimana suami dari si anak perempuan itu sedang merantau dan perempuan itu sedang hamil muda.

" SAHA ETA (SIAPA ITU)!"

BERSAMBUNG!

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!