NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:224.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Kejutan Yang Indah

"Karena Papa sedang sibuk, Papa ingin kau yang menggantikan Papa datang ke undangan keluarga Alfred minggu depan," ucap Diego sembari menyesap cerutunya dalam-dalam, lalu membiarkan asap putih membumbung di ruang kerjanya.

Dominic yang sedang berdiri di dekat jendela seketika berbalik. Rahangnya mengeras. "Apa Papa sudah gila? Aku tidak sudi datang ke sana! Papa tahu sendiri bagaimana hubungan bisnis kita dengan mereka belakangan ini. Terlebih dengan putra mereka."

Diego terkekeh. Suara tawanya terdengar sangat meremehkan. "Katakan dengan jelas alasannya, Dom. Kau menolak karena gengsi bisnis atau karena kau tahu Damian Alfred adalah pria yang berselingkuh dengan istri pertamamu? Dan kau juga takut dia akan merebut istri keduamu?"

Dominic membeku. Sorot matanya yang tajam seolah ingin menembus dinding ruangan itu. "Dari mana Papa tahu?"

"Hahaha! Kau pikir papamu ini sudah pikun dan bodoh? Aku tahu segalanya, Dom. Tanpa terkecuali," balas Diego sembari menyandarkan punggungnya dengan santai. Ia menertawakan nasib putra bungsunya yang selama ini dikenal sebagai hiu bisnis, namun ternyata menjadi pecun-dang dalam urusan ranjang sendiri. "Mau Papa bantu membereskannya? Sedikit gertakan dari orang tua ini biasanya cukup ampuh."

"Cih, tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri!" balas Dominic sengit. Ia tahu betul jika ia membiarkan ayahnya turun tangan, Diego tidak akan berhenti menjadikannya bahan lelucon selama sisa hidupnya. Pria tua itu akan semakin besar kepala.

Diego bangkit dari kursi kebesarannya, melangkah perlahan menuju Dominic. "Dengar, putraku. Jangan terlalu lama bermain drama dengan Clara. Wanita itu berbahaya bukan karena kecerdasannya, tapi karena ambisi butanya. Sebelum hati wanita itu semakin dikuasai dendam dan amarah setelah kau membawa Keyla ke sini, segera selesaikan!"

Diego berhenti tepat di samping Dominic, menepuk pundak kokoh putranya dengan berat. "Kau sudah cukup bodoh membiarkannya membodohimu selama lima tahun ini. Lima tahun, Dom! Kau membiarkan istrimu bermain api hanya karena kau terlalu sibuk mengurus angka-angka di saham mu."

Dominic terdiam, tangannya mengepal kuat hingga buku jarinya memutih. Ucapan ayahnya memang menyakitkan karena mengandung kebenaran yang telak.

Selama lima tahun ini, Dom memang tahu Clara tidak pernah benar-benar mencintainya. Ia membiarkannya karena merasa rumah tangga hanya sebatas status formalitas. Namun kini, setelah ada Keyla, permainan itu tidak lagi menyenangkan.

"Aku tahu apa yang harus kulakukan, Pa," sahut Dominic dingin. "Malam ini, aku sudah menyiapkan kejutan besar untuk Clara. Kejutan yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya."

"Bagus. Gunakan otakmu yang bernilai miliaran dolar itu untuk sekali saja mengurus istrimu," ejek Diego sembari berjalan menuju pintu. "Dan jangan lupa bawa Keyla ke pesta Alfred. Aku ingin melihat bagaimana reaksi Damian saat melihat miliknya bersanding di lenganmu dengan gaun yang paling mahal."

Dominic tidak menjawab. Ia menatap ke arah kamar utama di mana Clara mungkin sedang bersiap-siap dengan pikiran bahwa kartunya akan segera aktif kembali.

"Lima tahun aku mengikuti permainanmu yang membosankan, Clara," gumam Dominic pada kegelapan. "Malam ini, giliranku yang memutar papan catur ini."

Dominic memutar ponselnya, mengirimkan satu pesan singkat kepada Marco.

[Siapkan semuanya. Jangan biarkan ada satu pun akses keluar bagi Clara sebelum dia melihat hadiahnya]

Dominic merapikan kemejanya yang sedikit berantakan. Ia merasa seolah-olah sedang bersiap untuk perang yang sesungguhnya. Bukan perang dengan senjata api seperti yang disarankan Zoey, melainkan perang mental yang akan menghancurkan kesombongan Clara hingga ke akar-akarnya.

******

Clara mematut dirinya di depan cermin, memberikan sentuhan terakhir pada lipstik merah menyalanya. Malam ini, ia tampil memukau dengan gaun sutra yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna.

Sesuai instruksi Dominic melalui pesan singkat, pertemuan mereka dialihkan ke apartemen pribadi Dom, bukan di mansion utama.

"Apartemen? Oh, Dom... kau pasti ingin suasana yang lebih intim, kan?" gumam Clara dengan senyum penuh kemenangan.

Clara melangkah keluar dari mobil dengan dagu terangkat, melewati lobi apartemen mewah itu dengan angkuh. Ia merasa seperti seorang ratu yang akan menjemput kembali mahkotanya.

Para staf menyapanya dengan hormat, dan Clara hanya membalas dengan anggukan kecil yang sombong.

Saat ia membuka pintu unit penthouse itu, suasana gelap menyambutnya. Hanya ada cahaya remang dari deretan lilin aromaterapi yang menuntun jalannya menuju kamar utama.

"Dom? Kau di mana, Sayang?" panggil Clara dengan nada manja yang dibuat-buat. "Dom benar-benar romantis. Sejak kapan pria kaku itu belajar hal seperti ini? Dia menyiapkan semua ini hanya untuk merayuku?"

Jantung Clara berdebar kencang oleh euforia. Ia membayangkan Dominic akan muncul dari balik kegelapan, memeluknya, dan memberikan akses tak terbatas ke semua kemewahan yang ia inginkan.

Clara melangkah masuk ke kamar utama dan menyalakan lampu.

Klik!

Lampu terang seketika menerangi ruangan. Clara tersentak bahagia melihat taburan kelopak bunga mawar merah yang membentuk lambang hati di atas sprei putih yang rapi. Di tengah-tengah bentuk hati itu, sebuah kotak besar berwarna merah duduk dengan manis.

"Astaga, kotak ini besar sekali!" gumam Clara sembari mendekat. Matanya berbinar penuh harap. "Dasar nakal, dia pasti membelikan ku gaun lingerie paling seksi dan mahal malam ini. Dia ingin aku memakainya untuknya, kan?"

Fantasi Clara mulai berkeliaran. Ia membayangkan berlian, tas limited edition, atau setidaknya kunci mobil sport baru di balik kotak itu.

Dengan tangan gemetar karena antusias, ia perlahan membuka tutup kotak merah tersebut.

Namun, seketika senyum sumringahnya menghilang. Paru-parunya seolah berhenti berfungsi saat matanya menangkap isi di dalam kotak itu. Bukan kain sutra tipis, bukan pula perhiasan berkilau.

"Apa-apaan ini?" gumam Clara, dengan suara tercekat di tenggorokan.

Di dalam kotak mewah itu, tertumpuk rapi beberapa lembar dokumen legal dengan judul yang tercetak tebal dan jelas, GUGATAN CERAI.

Sementara di bawah map terdapat sebuah amplop kecil berisi foto-foto dirinya yang sedang bermesraan dengan Damian di Paris, lengkap dengan tanggal dan lokasi.

"D–dom... ini tidak mungkin..." Clara mundur selangkah, wajahnya yang tadi cerah kini berubah pucat pasi seperti mayat.

"Kejutan yang indah, bukan, istriku?" suara dingin Dominic terdengar dari arah pintu.

Dom berdiri di sana dengan tangan bersedekap, menatap istrinya dengan tatapan paling menjijikkan yang pernah Clara lihat.

"Itu adalah hadiah untuk lima tahun sandiwaramu. Tanda tangani sekarang, atau foto-foto itu akan sampai di meja redaksi majalah yang mengontrak mu dalam waktu sepuluh menit."

Clara jatuh terduduk di pinggiran ranjang, memegangi dadanya yang sesak. Khayalan indahnya tentang malam yang panas dan belanja mewah hancur berkeping-keping, berganti dengan kenyataan bahwa karir dan status sosialnya kini berada di ujung tanduk.

Clara benar-benar syok setengah mati, menyadari bahwa singa yang ia anggap tidur ternyata telah lama menyiapkan jerat untuk menghancurkannya.

1
erviana erastus
semoga kebalikan clara km yg hancur 🤣, Valerie tolol nurut aza
Dew666
💟💟💟💟
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
olyv
👍👍👍
olyv
selamat dam 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
olyv
terciduk🤣🤣🤣🤣 🙈🙈
olyv
🔥🔥🔥
olyv
pinisirin kira² siapa yang akan bucin duluan nih
olyv
sama² balas dendam 🤣
Nice1808
mimpi mu trlalu jauh clara, ingat waktu kau manfaatkan dom dan damian akhirnya hancur juga, nah ini dom damian bersatu dgn valeri kau akan lbh hancur lagi🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
geblek
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hayo reka ulang lagilah biar tau yang mana yg betul🤣🤣
tinie
hohooo kau semua bidak catur akan bisa kau kendalikan
hee
terbanglah melayang tinggi dan saat jatuh lgi jangan salahkan orang lain😔 😔😔
tinie
heh nyadar diri
kau yang serakah
ingin kemewahan TPI tak mau melahirkan
jika jelas laki laki mau keturunan ,kamu kasih dia anak
terkecuali kamu sakit sakitan
tinie
ahah 🤣🤣Damian dan Valery suatu saat kalian akan saling merindukan momen adu mulut🤔🤔😁
Mulaini
Benar Keyla dengan menjodohkan Damian dengan Valeri si Damian bisa berubah.
Mulaini
Wanita yang dua tahun lalu itu Valeri yang menghabiskan malam bersama mu Damian.
Sri Rahayu
semoga kalian dpt restu dari orang tua Damian...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
oooo kamu ketahuan oleh adik mu Damian....di hrs kan menikahi Valerie 🤪🤪🤪....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda hilangkan niat buruk dan ingin menyakiti diantara kalian...lbh baik bersatu 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!