NovelToon NovelToon
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:720.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Anggii Verina

Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭

Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.


Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.

Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.

Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.

Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan Tokoh

Ada sebuah dongeng antara bulan dan matahari yang saling mencintai tapi mereka tak pernah bisa berjumpa.

Matahari datang bulan sudah menghilang, bulan datang matahari sudah pergi.

Kemudian,

Tuhan menciptakan gerhana bulan untuk menunjukan ke semua orang bawah tidak ada yang Mustahil untuk cinta.

💕💕💕

Selamat datang kembali di lembaran mince yang satu ini ya 🤗

Happy Reading 😍

“ Bella.. bella.. kau di mana?” Suara teriakan dari wanita baya itu membuat langkah wanita itu begitu cepat, dia bahkan berlari dengan kencang ketika namanya dipanggil begitu keras.

“ Ya ma aku disini...” Nafasnya terputus putus dengan mengatur nafasnya karena dia berlari dari taman belakang menuju ke arah meja makanannya.

“ Dimana telingamu ha...” Bentaknya membuat wanita itu memejamkan matanya. “ Kau mencoba mengabaikan panggilan ku?” Tanya nya dengan tetap bernada tinggi.

“ Tidak ma.. aku di belakang, membersihkan taman. Adelia meminta aku membersihkan taman karena satu minggu lagi akan ada pesta untuk ulang tahun nya...” Jawabnya dengan menunduk, dia selalu tak berani menatap wanita baya itu.

“ Pintar sekali kau menjawab ku sekarang ya, sekarang kau menyalahkan putri ku ha...” Katanya dengan menjambak rambut panjang wanita itu.

“ Ampun ma.. ampun...” Nada penuh permohonan itu tak bisa didengar oleh wanita yang sudah marah marah kepadanya dari tadi. Hal seperti ini sudah biasa diterima oleh dirinya.

“ Ma ada apa?, Ini masih pagi...” Suara bariton dari lantai atas membuat wanita itu melepaskan cengkraman pada rambut wanita itu dilepaskan dengan kasar.

“ Anak mu ini yang selalu cari gara gara dengan ku?” jawabnya dengan mata yang nyalang, seakan dirinya ingin menerkam hidup hidup wanita yang ada di depannya.

“ Kenapa selalu kamu yang membuat masalah, aku ingin hidup tenang satu hari di rumah, dasar anak pembawa masalah. Pergi dari hadapan ku...” Laki laki tua yang ayahnya kandungnya bisa bersikap kasar seperti itu, amukan dan bentakan darinya selalu membuat air mata itu langsung merembes keluar.

“ Dasar anak pembawa masalah...” Sindirnya dengan ketus. Bella kini segera berlari meninggalkan tempat di mana dia perlakukan seperti itu.

Dihina oleh ayah kandungnya membuat semua anak merasakan sakit hati yang begitu mendalam. Bella yang dari kecil ditinggal oleh ibunya, sang ibu meninggal sewaktu melahirkannya. Bella tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, selama dua puluh lima tahun Bella selalu berharap laki laki itu memeluknya bersikap adil dan lembut kepadanya, tapi harapan hanyalah harapan. Semua yang dia harapkan sepertinya Tuhan tak pernah mengabulkannya.

Wanita itu adalah Bella Amora gadis yang begitu cantik dan terlahir dari keluarga kaya tapi nasib sialnya selalu tak membuat dirinya bahagia sama sekali. Siksaan setiap hari yang selalu di berikan oleh keluarga itu begitu menoreh luka yang dalam, tapi dia sekuat hati menyembunyikan luka itu. Setiap hari wanita itu selalu menghabiskan di panti jompo dan panti asuhan yang dimiliki oleh keluarganya, peninggalan sang ibu yang masih dirawat  sampai sekarang.

Ayah kandung wanita itu adalah pengusaha yang terkenal di negara itu, Baron Jordan. Laki laki yang tak mampu melindungi anak kandungnya sendiri, laki laki tua yang menatap anaknya dengan penuh kebencian yang mendalam. Dia membenci Bella karena sewaktu melahirkannya istrinya meninggal, semenjak itu dia sangat membenci anak kandungnya dari di baru lahir.

Prank!! Piring yang berisi makanan itu di lempar oleh laki laki yang sedang duduk di kursi roda, matanya menatap tajam kearah para pembantu yang di sana.

" Sudah ku katakan aku tak ingin makanan seperti itu, apa kau tuli ha apa kau buta…" Bentaknya laki laki itu membuat asisten yang di sana langsung mundur ketakutan, dia takut dengan amukan majikan laki laki nya yang begitu.

" Tuan maafkan saya, tapi itu menu makanan anda dari dokter anda Tuan muda…" Jawabnya dengan ketakutan. Bahkan dia juga gugup bukan main ketika mendengar deru nafas Tuan muda nya yang begitu terdengar marah.

" Dokter?, Apa aku sakit ha?, Hingga harus diberi makanan seperti itu. Katakan apa aku sakit?" Teriaknya dengan kencang. Laki laki itu tak pernah mau mendengar bahwa dirinya dikatakan sakit, dia memang tak sakit tapi hanya tak bisa berdiri dari kursi roda nya, dia lumpuh. 

Kecelakaan itu mengubah nasibnya yang tak bisa bergerak dari kursinya, bahkan juga mengubah emosinya yang suka meledak ledak saat ini.

" Tuan Bara maafkan saya, tapi saya hanya menjalankan tugas dari Madam…" Sang asisten kini menunduk ketakutan karena Tuan muda nya seperti ini.

" Bara ada apa lagi ini?" Wanita cantik yang sedikit tua kini menghampiri putra nya yang dari tadi dia mendengar suara teriakannya yang begitu kencang.

" Pecat dia, aku tak ingin melihat dia lagi."

" Bara sampai kapan kau memecat semua asisten rumah ha, mereka hanya menjalankan tugas untuk menyiapkan makanan yang sehat untuk mu nak agar kau cepat sembuh…" Ucapan dari sang mama membuat laki laki itu malah menatapnya dengan tak suka.

" Aku tak sakit ma.. aku tak sakit.. hanya kaki ku yang lumpuh.. hanya kaki ku yang lumpuh…" Bara laki laki itu memukul kedua kaki nya yang tak bisa digerakkan bahkan dipukul seperti itu tak membuat kedua kakinya itu tak terasa sakit.

" Bara hentikan…" Sang mama mencegah putranya untuk melakukan hal seperti itu.

" Keluar dari kamarku, keluar.. aku ingin sendiri…" Teriaknya dengan histeris, sang mama lagi lagi hanya bisa terdiam dia tak bisa melakukan apapun kecuali dia diam dan keluar dari kamar putra satu satu nya yang begitu menderita di sana.

Bara laki laki tampan yang selalu di gandrungi wanita cantik, kini lumpuh tak bisa bergerak. Kecelakaan yang membuat kedua kakinya tak bisa bergerak membuat dirinya harus duduk di kursi roda. Dia meratapi nasibnya karena kecelakaan itu membuat orang yang dia cintai pergi selamanya. 

Bara membanting semuanya yang ada di sana, melempar semua obat obatan yang disiapkan untuk dirinya, dia histeris mengamuk di kamarnya. Setiap hari hanya hal seperti ini yang dilakukan oleh laki laki itu. Keterpurukannya membuat dirinya kadang gila karena keinginan yang tak terwujudkan.

" Tuan Bara, hentikan…" Seorang kepercayaan nya, asisten pribadinya kini masuk dengan cepat ketika mendengar suara bos nya yang begitu histeris.

" Bawah aku pergi dari sini, aku ingin ke apartemen saja. Aku ingin tenang aku ingin keluar dari sini…" Teriaknya dengan kencang.

" Tuan tolong pikirkan kondisi anda, siapa yang akan merawat anda jika anda tinggal di apartemen…" Bara terdiam dia selalu mendengarkan apa yang dikatakan asistennya itu.

" Katakan pada semua asisten untuk tak menyiapkan makanan sampah itu, aku sehat aku tak sakit. Jika mereka masih saja menyiapkan makanan itu aku pastikan aku akan membantingnya lagi dan lagi…" Ancamnya lagi.

" Baik tuan…" Jawabnya. " Tuan hari ini anda sudah mulai terapi berjalan, jadi saya akan mengantar anda datang kesana untuk terapi…" Bara hanya mengangguk dia harus lakukan terapi jalan karena dia tak ingin selamanya ada di sini berdiam diri.

1
Evi Lusiana
egois,knp gk jujur sj
Evi Lusiana
orang tua dzalim,kelak kau akn menyesal tuan johan
Dede Bleher
pokoknya kereen deh kisahnya.
Dede Bleher
jangan biarkan kluarga perempuan ikut tinggal!
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!
Lis Sugiarti Lis
hahaha dosa ngak yah..
iren thezer
suka alur ceritanya singkat dan jelas
Andi Yuliana
Kecewa
Illa Nurrizki
top
Dahlia Anwar
OMG mana suami 🥴🥴 udah LDR an 3 tahun di tambah adegan gini panas dingin nih wkwkwkw
LANY SUSANA
lanjutttt
LANY SUSANA
setuju bella yuk hempaskan pelakor dan jauhkan dr suami
scarlet
pahlawan kesiangan bpk tua,,, aq paling benci dg ortu yg gak bertanggungjawab apalagi kejam pd ankx,,,
scarlet
jgn kasi ampun ayah bejat kek itu,,, 28 thn mengabaikan ankx dan skrg dgn gampang minta maaf,,,, enak aja
scarlet
telat pak tua,,, skrg anakmu tdk butuh ayahnya lg
scarlet
aq kepanasan thorrrr,,, tanggung jawab donggg 🤣
scarlet
adik yg nakal 😂
scarlet
gak pernah ngaca tuh bpkx,,, dia jg kejam malah LBH parah
Anfit Annisa Fitri Tangka
Penasarann
Anfit Annisa Fitri Tangka
asemm.. hama
Anfit Annisa Fitri Tangka
Yuppp benar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!