Di Benua Aldabaron yang dipenuhi sihir, monster, dan teknologi Rune, seorang ronin muda bernama Ryosuke Tagawa kehilangan seluruh keluarganya akibat perang yang dipicu ambisi tersembunyi Empire Krusador. Dalam pengembaraannya, ia menemukan Tenkū Matō, pedang legendaris yang ditempa dari pecahan meteor dan menguasai sihir kegelapan. Bersama katana warisannya, Nichirin-gatana, yang memiliki sihir cahaya, Ryosuke menguasai gaya pedang Hyoho Niten Ichi-ryū. Ketika pasukan Krusador menginvasi Kepulauan Great Sea dengan senjata mengerikan Beast Crust Rune Cannon, Ryosuke harus menentukan pilihan: tetap menjadi pengembara yang menghindari perang, atau bangkit melindungi mereka yang tidak mampu melawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 — Pembantaian di Perbatasan
Tanpa mengetahui bahwa maut sedang mendekat dalam keheningan malam, Ryosuke masih terlelap di rumahnya, memeluk mimpi tentang hari esok yang baginya akan sama seperti hari-hari sebelumnya.
Malam yang beberapa saat sebelumnya terasa begitu damai berubah dalam sekejap ketika langit di atas Desa Tagawa mendadak memerah oleh cahaya aneh yang muncul dari balik pegunungan utara. Cahaya itu melesat bagaikan bintang jatuh, namun kecepatannya jauh melampaui meteor biasa, meninggalkan jejak merah gelap yang membelah awan sebelum akhirnya menghantam pusat desa dengan suara ledakan yang mengguncang bumi. Tanah berguncang hebat, jendela-jendela rumah pecah bersamaan, dan gelombang kejut yang dahsyat menyapu segala sesuatu dalam radius yang luas hingga membuat Ryosuke terlempar dari tempat tidurnya.
Belum sempat ia memahami apa yang sedang terjadi, dentuman kedua menyusul dari kejauhan. Api membumbung tinggi, sementara cahaya merah kehitaman menyelimuti hampir setengah wilayah desa. Rumah-rumah kayu yang selama puluhan tahun berdiri kokoh roboh hanya dalam hitungan detik, ladang yang kemarin masih dipenuhi tanaman berubah menjadi hamparan tanah hangus, dan jalan-jalan yang biasanya ramai dipenuhi tawa anak-anak kini tertutup debu serta serpihan bangunan.
Haruto segera membuka pintu rumah dan membeku sejenak ketika pandangannya tertuju ke arah pusat desa. Di kejauhan berdiri sebuah meriam raksasa yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Permukaan logamnya menyerupai tulang monster yang saling menyatu, sementara inti Kristal Rune di bagian tengahnya memancarkan cahaya merah yang berdenyut seperti jantung makhluk hidup. Energi sihir yang keluar dari senjata itu terasa begitu menyesakkan hingga bahkan udara malam seolah kehilangan kehangatannya.
"Itu bukan Meriam Rune biasa..." gumam Haruto dengan wajah pucat.
Ryosuke menggenggam Nichirin-gatana tanpa sadar. Selama ini ia hanya mendengar cerita tentang perkembangan teknologi sihir Krusador, tetapi apa yang kini berdiri di hadapannya jelas melampaui semua kisah yang pernah didengar.
Jeritan mulai terdengar dari berbagai penjuru desa.
Bukan hanya jeritan mereka yang kehilangan rumah, melainkan juga jeritan penuh ketakutan ketika sesuatu yang jauh lebih mengerikan mulai terjadi.
Penduduk yang berada paling dekat dengan titik ledakan namun masih bertahan hidup mendadak roboh sambil memegangi tubuh mereka. Mana di dalam tubuh mereka menjadi tidak stabil, urat-urat berwarna hitam menjalar ke seluruh kulit, dan cahaya merah dari sisa energi Beast Crust Rune Cannon perlahan menguasai kesadaran mereka. Dalam hitungan saat, mereka tidak lagi mampu mengenali keluarga ataupun sahabat sendiri.
Dengan tatapan kosong dan gerakan yang tidak wajar, mereka menyerang siapa pun yang berada di dekatnya.
Seorang petani yang beberapa jam sebelumnya masih bercanda dengan Ryosuke kini berlari tanpa arah sambil mengaum seperti binatang buas. Seorang ibu yang berusaha melindungi anaknya dipaksa mundur oleh orang-orang yang telah berubah menjadi makhluk liar akibat paparan mana yang tercemar. Kepanikan menyebar jauh lebih cepat daripada kobaran api.
Ryosuke mematung. Pemandangan itu terasa mustahil.
"Ayah... apa yang terjadi kepada mereka?"
Haruto menggertakkan gigi.
"Itu bukan sihir biasa. Senjata itu... mengubah mana manusia."
Belum sempat mereka bergerak, suara terompet perang bergema dari arah utara.
Puluhan prajurit berzirah hitam memasuki desa dalam formasi rapi. Di dada mereka terpampang lambang Empire Krusador, namun sebagian besar lambang itu segera ditutupi kain gelap agar tidak mudah dikenali oleh siapa pun yang mungkin masih hidup.
Di belakang mereka berjalan seorang komandan berkuda yang memandang kehancuran desa tanpa sedikit pun perubahan ekspresi.
"Pastikan tidak ada saksi."
Perintah itu diucapkan singkat, tetapi seluruh pasukan segera bergerak menjalankan tugas masing-masing.
Haruto langsung memahami keadaan.
"Ryosuke!"
"Ayah!"
"Dengarkan baik-baik. Bawa Hana pergi dari desa sekarang juga. Jangan menoleh ke belakang apa pun yang terjadi."
"Aku akan bertarung bersama Ayah!"
"Tidak!"
Suara Haruto terdengar lebih keras daripada sebelumnya.
"Kalau kau tetap di sini, keluarga kita akan benar-benar berakhir malam ini."
Hana yang sejak tadi gemetar memegang lengan kakaknya mulai menangis.
Ryosuke menggenggam gagang Nichirin-gatana begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Seluruh nalurinya menolak meninggalkan ayahnya, tetapi ia melihat keteguhan di mata Haruto yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Tanpa menunggu jawaban, Haruto mendorong kedua anaknya menuju jalan belakang desa.
"Lari!"
Dengan langkah berat, Ryosuke menarik tangan Hana memasuki hutan.
Di belakang mereka, suara benturan pedang, ledakan sihir, dan kobaran api semakin memenuhi udara malam.
Mereka berlari sejauh mungkin melewati jalan setapak yang hanya dikenal oleh para pemburu desa. Hana mulai kelelahan, tetapi Ryosuke terus menyemangatinya agar tetap bergerak. Ia percaya selama berhasil mencapai sungai di kaki bukit, mereka masih memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.
Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak kepada mereka.
Seorang prajurit Krusador yang berjaga di atas bukit melihat bayangan dua orang melintasi pepohonan.
"Komandan! Ada yang melarikan diri!"
Komandan itu segera menoleh.
"Kejar mereka. Jangan biarkan satu pun lolos."
Beberapa prajurit segera memacu langkah memasuki hutan.
Ryosuke mendengar suara ranting patah dari belakang.
"Mereka mengejar kita."
Ia menyuruh Hana terus berlari sementara dirinya berbalik menghadapi para pengejar.
Inilah pertama kalinya dalam hidupnya Nichirin-gatana ditarik bukan untuk latihan, melainkan demi mempertahankan hidup.
Pertarungan berlangsung singkat namun menentukan. Dengan dasar ilmu pedang yang diajarkan Haruto, Ryosuke berhasil memanfaatkan sempitnya jalur hutan sehingga jumlah lawan tidak dapat menyerangnya secara bersamaan. Setelah pertukaran serangan yang menegangkan, beberapa prajurit berhasil ia tumbangkan, tetapi kemenangan kecil itu harus dibayar mahal. Tenaganya terkuras, napasnya semakin berat, dan jumlah musuh yang berdatangan terus bertambah.
"Kakak! Cepat!" teriak Hana dari depan.
Ia kembali berlari menyusul adiknya, tetapi tanah di tepi jurang yang mereka lewati tiba-tiba runtuh akibat getaran ledakan dari kejauhan.
"Kakak!"
Tanpa sempat meraih apa pun, tubuh Ryosuke terperosok bersama longsoran tanah menuju aliran sungai yang deras di bawah tebing. Arus malam segera menyeret tubuhnya menjauh sebelum ia kehilangan kesadaran.
Hal terakhir yang sempat ia dengar hanyalah suara Hana memanggil namanya dari atas tebing, kemudian semuanya tenggelam dalam gemuruh air.
Nasib Hana setelah malam itu tidak diketahui.
Sementara itu, ketika fajar mulai menyingsing, pasukan Krusador menyelesaikan operasi mereka. Mereka menyingkirkan jejak-jejak yang mengarah kepada kekaisaran, meninggalkan perlengkapan dan tanda-tanda palsu yang mengarah kepada Green Continent, lalu menyebarkan kabar melalui para agen dan mata-mata bahwa pembantaian di Desa Tagawa adalah ulah pasukan perbatasan Green Continent. Rumor itu menyebar lebih cepat daripada kebenaran, dan tanpa disadari siapa pun, satu desa kecil yang musnah dalam semalam telah menjadi percikan pertama yang akan membakar seluruh Benua Aldabaron ke dalam perang besar.
..._BERSAMBUNG _...
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉