Chapter 19

Hal yang pertama keduanya lakukan adalah ke pantai, Sophia menggandeng Felix berjalan kesana, tidak ada pakaian lain saat ini, hanya baju milik Florence di tubuhnya lah kembali Sophia pakai, ini pun terbilang sangat pendek, terkadang Felix sebal ada saja mata-mata kurang ajar yang melihat kaki jenjang nan indah milik Sophia.

Tiba-tiba saja Felix meminta Sophia berhenti, “Tunggu disini.”

“Ada apa?”

Felix mengecup cepat pipi Sophia, “Tunggu sebentar.”

 Lelaki dengan pakaian santainya itu memasang kaca mata kemudian berjalan cepat menuju ke sisi lain.

Netra Sophia masih terus mengawasi apa yang sedang di lalukan lelaki itu, Shopia shock, Felix disana tampak membatu seorang nenek tua memunguti buah-buahannya yang jatuh.

Sophia mengulas senyuman, dia tidak salah mencintai seseorang, lelaki itu tampak begitu peduli pada sesema, Nenek-nenek itu pun begitu bahagia di tolong oleh Felix.

Hingga ketika selesai nenek itu menepuk-nepuk pundak Felix, dan Felix tampak entah berbicara apa pada nenek itu, seketika saja nenek itu memberikannya sebuah kain yang ia lilit pada lehernya, Felix pun kemudian mengambilnya, lalu melambai pada nenek tersebut.

Dari jauh lelaki itu tertawa pada Sophia, membuat Sophia tidak mengerti, “Ada apa?”

“Aku mendapatkannya!” Felix tertawa menunjukkan kain itu.”Sudah aku perkirakan nenek itu akan jatuh pada undakan tanah 45 derajat yang ia naiki, aku kemudian akan membantunya dan dia akan memberikanku sebuah penghormatan dan kenang-kenanagan telah menolongnya.”

“Kau meminta kain?” Sophia terkekeh.

Felix mengangguk, “Ya, aku katakan istriku menyukai kain seperti miliknya, ini adalah kain yang di buat dengan tangan dan diberi pewarna dari alam, khas kerajian tangan salah satu suku di Spanish,” Felix pun membentangnya dan memasangkan pada pinggang Sophia.

“Kau melakukan itu untuk ku?” Tatap Sophia wajah serius yang tengah memasang kain itu pada pinggangnya

Sophia tertawa seraya berjinjit, kemudian memajukan bibirnya, Felix pun menyambut itu memberikan kecupan pada bibir sang kekasih.

 “Selesai,” ujar Felix sudah mengikat kain itu.

“Terimakasih,” Ucap Sophia tulus, membiarkan Felix memeluk pinggangnya, seraya berjalan.

Semilir angin pantai meniupkan rambut-rambut Sophia, keduanya mengedarkan pandangannya pada bibir pantai itu, “Pemandangan yang begitu indah pada siang hari,”puji Sophia.

“Kau ingin kita menjelajahi laut bersama menggunakan Jetski?”

“Boleh? Tapi aku tidak bisa berenang,” Tatap Sophia wajah Felix.

Seketikan Felix mengambil alih tangan Sophia, dan... “LARIIIII…” Wanita yang selalu menjadi bahan keusilan Felix itu pun berlari, lelaki itu tertawa membawanya berlari ke sisi pantai.

“KENAPA KITA HARUS LARI?” Teriak Sophia. “Apakah ada masalah?”

Tawaan Felix tidak menyurut, Sophia selalu saja tidak paham, lelaki itu pun membuat mereka berhenti, kemudian mengangakat tubuh Sophia, memeluk pada pingganya, lalu berputar disana.

Sophia tertawa ia pun melingkarkan kedua tangannya pada leher Felix, membiarkan Felix yang membuat dia berputar pada tubuhnya yang di angkat.

Kini Sophia berkaca-kaca, kini mereka akhirnya bersama, walau kebahagiaan mereka terlambat, andai dia tidak ceroboh dan salah pilih, tidak banyak hal yang harua terjadi.

Felix pun menurunkan Sophia dari gendongannya, lalu melihat netra Sophia yang membasah, “Kau menangis? Ada masalah?”

“Tidak!” Sophia pun memeluk Felix rasanya ucapan maaf dan pengampunan tidak akan membayar hal-hal dan waktu yang sudah dia buat terbuang.

“Saat nanti kita sudah punya anak, aku ingin katakan pada anak-anak kita, kau adalah lelaki terhebat yang kami punya,” Wajah Sophia menempel pada Felix dengan kedua tangan yang mengerat di belakang tubuh Felix, enggan melepaskan.

Felix mengusap pada rambut Sophia, “Kau juga ibu yang hebat, banyak hal yang kau lewati terjal, sakit dan perih.”

Sophia menggeleng, “Tidak ada yang istimewa untuk itu semua,” Seketika saja netra Felix menangkap seseorang, ia terbelalak, seketika menutupi wajahnya.

“Ada apa Felix? Ada apa?”

Tidak menjawab Felix segera membawa tangan Sophia berjalan cepat pergi dari sana, menggunakan langkah seribu, gusar dan panik, “Ada 2 orang anak buah Dominique,”

“Apa? Bagaimana bisa?”

“Mana ponselmu?” tanya Felix tidak menyurutkan langkahnya.

“Di kamar.”

“Mungkin mereka di perintah menjemputmu.” Terus tarik Felix Sophia untuk masuk kedalam lift.

Sophia memajukam bibirnya sebal. “Aku tidak mau kembali, aku masih ingin di sini,” keluh Sophia melihat pada wajah Felix.

Lelaki itu pun tertawa, menarik pundak Sophia mendekat, “Iya sayang kita akan tetap disini,” usap-usap Felix rambut Sophia.

Sophia bersemu malu, “Apakah aku murahan?”

“Pastikan hanya kepadaku.” Keduanya pun keluar dari lift, berjalan masuk kembali ke kamar mereka.

Seperti janjinya kepada Sophia mereka akan disana hingga malam, Felix pun sudah memberikan kabar kepada Gio tentang dia dan Sophia yang sedang bersama, jelas saja Gio mendukung itu, temannya itu sudah lama sekali ia tahu mati-matian untuk Sophia.

“Apa yang akan kita lakukan didalam sini?” Felix duduk di ujung ranjang, menyandar pada headboard mematikan ponsel keduanya agar tidak terlacak.

Sophia pun naik kesana, memilih meniduri paha Felix, “Ya bersantai, seperti ini.”

Satu tangan Felix meraih sebuah remot televisi dan menyalakannya, sebuah drama Spanish terpampang disana,

Perlahan Felix pun menurunkan tubuhnya berganjal pada sebuah bantal tinggi seraya menonton televisi. “Apa aku pernah seperti ini bersama Nick?”

“Tidak! Aku berusaha tidak ada kenang-kenangan bersama Nick sebab tidak yakin akan bersama, walau nyatanya Nick selalu membuatnya, bagaimana kau dengan Flo? pasti kalian sering tidur bersama!”

Si pemberi pertanyaan beringsut, dia menciut rasanya sakit menanyakan pertanyaan yang ia rasa jawabanya adalah YA.

“Kenapa menjauh?” Lihat Felix air muka yang cemburu itu.

“Tidak ada!” jawab Sophia datar.

Seketika Felix memiringkan tubuhnya, “Tidak pernah— sebab kaulah yang aku mau,” Desah Felix kemudian mencium di telinga Sophia, sebuah titik yang selalu membuat Sophia lemah.

Kecupan itu pun menjalar pada leher menjalari sangat lembut, membuat tubuh itu bergerak pelan, satu tangannya sudah bergrilya di dada, kini Felix nersiap naik dan mengukungnya.

Bibir mereka beradu lagi, Felix ingin menciptakan rasa manis penuh kelembutan, secepat kilat Felix mengangkat kaus Sophia, begitupun miliknya.

Netra Sophia berkaca-kaca, “Felix apakah kau menganggapku pelacurr?” sebab bagaimana bisa dia melakukan lagi setelah semalam ia fikir sudah melakukannya.

“Jaga mulutmu!” Sentuhan jemari lembut itu pun menarik pelan tali tipis berenda di bawa sana, menatap Sophia yang ragu-ragu kemudian membelah disana.

Sophia meremang, kedua pahanya menahan, namun tangan lembut itu seakan memohon untuk Sophia membuka, Sophia pun memejam ia menangis, “Maaf Felix—” Ujarnya mengingat dia yang kelam.

Felix mendekatkan wajahnya, mengusap air mata Sophia lembut, kemudian memagut Sophia, berpindah padah leher menciptakan corak-corak disana, hingga menaiki di titik tinggi merah mudah disana, Sophia semakin meremang, matanya terbuka dan menutup.

Perlahan kini ia siap memasuki diri wanita itu, terasa sulit, dan berusaha, hingga Sophia memeluk leher lelaki itu, perlahan-lahan yang berhasil lolos, dan bergerak disana.

(##################### Saya hapus )

“Felix—”

Jika mengingat Damian lelaki itu hampir tidak bisa melakukan ini, dia mengalami impotensi, Sophia yang bergerak, seolah memuaskan dan selalu berusaha… walau tetap tidak ada gunanya, tidak akan bisa menerbosnya.

Keduanya berpeluh, Felix menepi masih terus memeluk Sophia, “Kali ini aku benar-benar menitipnya disana.”

“Maksud mu?” Sophia terperangah.

Felix terkekeh, “Tidak ada! tidurlah,” Sophia tidak lagi membahas ia pun beringsut mendekat pada dada Felix, membuat Felix memeluknya. “Kita akan segera pergi dari sini, tunggu aku menyelesaikan semuanya.”

Sophia mengangguk didalam sana, merasakan nyamannya tubuh lelaki ini yang kini menjadi pelindungnya.

 

 

 

 

 

 

Next »

Terpopuler

Comments

Nonna Mel

Nonna Mel

kenapa hrus dihapus?

2023-12-29

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KNP TRASA SULIT, BKNKAH SOPHIA SDH TDK VIRGIN..

2023-08-14

0

Cucu Ulpah

Cucu Ulpah

akhirnya mereka melakuka penyatuan juga

2022-10-15

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 80 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!