Felix masih mengulas senyuman saat Sophia seketika pergi dari sana, membuat Florence bertanya-tanya, “Kau bahagia sekali ada apa?”
“Tidak ada, ayo pulang aku akan menghantarkan mu.” Felix melengos pergi berlalu.
Membuat Florence ikut berjalan mendekat, “Aku menginap, tidak masalah bukan?”
“Pulanglah, aku akan pergi pagi-pagi sekali besok, Bercelona dengan Big Dad.”
“Mr. Dominique sedang di larang pergi jauh, jantungnya sedang tidak sehat.”
“Gio akan menjemputku, bukan urusan mu, Ayo Flo pulang, ini sudah sangat malam!” Felix tidak menyurutkan langkah masuk kedalam mobilnya.
“Aku masih merindukanmu!” Florence menahan Felix memeluknya dari belakang, membuat Felix menghela nafasnya kemudian menarik tangan wanita itu membujuknya.
“Aku akan membawa mu ke Pabrik anggur hari minggu nanti jika kau pulang sekarang, disana sedang lunching jenis anggur terbaru, juga beberapa koleksi 1980 yang sedang di lelang.”
“Kau akan membawaku ke tempat itu, kau yakin?” Ingat Florence tempat mewah dengan sebuah pabrik besar beberapa kilo di dekat dataran tingginya.
“Tentu.”
Florence pun memeluk Felix, kemudian terlihat beberapa sorot mobil datang dari luar menuju ke tempat keduanya berada, Felix pun seketika melepaskan pelukan Florence.
“Ayo pulang! Mereka sudah kembali.“
Florence menurut, Ia pun segera masuk kedalam mobil semenit kemudian Mobil pun berlalu pergi.
... •••...
Pagi hari di kediaman keluarga Hollrack, sudah terdengar kebisingan di dapur besar rumah keluarga itu, Sophia bangun pagi-pagi sekali, kini dia sedang berjalan-jalan di taman Pallezo itu seraya menunggu Nick bersiap pergi ke Barcelona bersama sang Ayah dan juga Felix.
Tampak dari taman dapur yang sangat sibuk itu, entah ada berapa banyak orang yang akan di beri makan oleh mereka, Pallezo besar ini di huni banyak orang, termasuk bagian rimur yang digunakan sebagai kantor Agency-nya oleh Elleza.
Ada banyak model yang sering menginap di kantor miliknya itu, ada banyak pekerja yang jumlahnya hampir 100 disana, seperti saat ini semuanya tampak sibuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Pallezo ini baru di tinggali lagi oleh Dominique sejak dia beberapa waktu lalu pindah ke Indonesia mengikuti Nicko anaknya yang tinggal bersama sanah nenek disana, sementara Elleza terus berada di Spanyol menggeluti usahanya sendiri.
Sophia memberhentikan kakinya, saat ia bertemu dengan seekor kucing disana, Ia yang menggilai kucing sekerika berjongkok, “Hi…” Sophia segera menggendong kucing itu.
“Coco?” Netranya membola, dia sangat hafal dengan Coco kucing miliknya yang ia adopsi dari bayi, tp ini lebih besar dulu Coco masih kecil berusia 9 bulan. “Coco?” Sophia merasa bodoh, bagaimana mungkin Coco di Madrid jauh sekali perjalanannya dari Manila ke Madrid.
Maafin mommy ya Co, mommy belum sempat mengambilmu, semoga kau mendapatkan makanan dan lingkungan yang baik disana,lirih Sophia.
Seorang tukang kebun datang ia berbahasa Spanish, “Maaf kucing ini milik Tuan Felix, saya yang bertugas memberikannya makan setiap hari.” Lelaki itupun tidak segan mengambil paksa kucing itu dari Sophia.
Felix…Degh… Sophia menarik nafasnya, Ya benar ini Coco, dia kucing ku! Di milikku, pasti Felix membawanya dari sana, Sophia sangat yakin dia masih begitu hafal akan gesture dan warna pun corak Coco abu-abu mudah dengan bulu hitam di ujung buntutnya.
...•••...
Sophia pun bergegas masuk kedalam pallezo, ia berjalan cepat ke arah meja makan berada ia yakini kini mereka semua tengah makan disana.
Benar saja, Sophia seketika menghentikan langkahnya saat orang-orang di meja makan sedang melihat pada dia.
“Sophia? Ada apa?” tergur Elleza melihat wajak tegas Sophia.
“Ti-tidak ada.” Sophia menggeleng pelan, membuat Nicko terkekeh.
“Ada apa dengan mu? Apakah ada masalah, katakan saja, ayo kemari duduklah. “
Sophia pun mendekat kemudian duduk disana, Dominique menyeringai menatap wajah Sophia,” Kau tidak menyukai Pallezo ini Sophia, apa kau tidak betah disini?”
“Ti-tidak aku hanya sedang tidak enak badan saja. “
Hanya Felix yang tidak ada disana, sepertinya dia memang tidak akan seperti itu, ia kurang terlalu suka berkumpul pagi-pagi.
“Ayo Sophia, habiskan makananmu, ini roti terbaik di Madrid mereka, gluten-free dan tanpa pengawet juga mengandung biji-bujian pilihan.
“Iya Mom.” Sophia pun mengambil sepotong roti itu ke atas pringnya, kemudian ia Memakannya tampa sebuah Topping dan isia.
“Sophia kau tidak menambahkan keju, coklat atau—atau apa yang kau inginkan?” ujar Elleza.
Nicke pun tertawa, “Dia suka makan roti kosong, akupun tidak tahu sejak kapan.”
“Ada-ada saja.” Elleza pun tertawa, “Dan Felix menyukai pizza dengan nasi apakah Di Filiphina seperti itu?”
Sophia menggeleng, Ia mengulum senyum, membuat yang lain pun tertawa, “Mungkin seperti layaknya orang asia tenggara lainmya makanan pokok adalah nasi, jadi roti hanya sepeti sebuah cemilan.” Ujar Dominique.
“Dan aku pun masih menyukai nasi sampai sekarang,” tambah Elleza.
Sophia kembali tersenyum membalas ucapan Elleza terus berfikir mencari dimana Felix, tiba-tiba dari ara ruangan lain seorang lelaki tampan datang, ia dengan pakaian lengkap coat abu-abunya berjalan mendekat.
“Hey Gio! Kau sudah sampai?” Dominique menyudahi makannya.
Semua mata melihat pada lelaki yang baru datang itu termasuk Sophia, ia terkesiap bagaimana bisa lelaki itu ada disana juga.
“Apakah Simon sudah mengabari anda tuan, dua orang di pabrik senjata kita tertembak seseorang tadi malam.” ucap Gio tiba-tiba.
Sontak saja membuat Dominique dan yang lain terbelalak, “Tidak ada? Pukul berapa kejadiannya, semalam Simon mengabariku pengiriman ke Brooklyn sukses.”
“Pukul 3 dini hari, seseorang tidak dikenal menerobos masuk gerbang pabrik, lalu mereka menghalau lelaki itu dan tembak-tembakan pun terjadi, dimana Felix, aku akan kesana bersamanya.”
“Baiklah kau pergi ke pabrik aku dan Nicholas berangkat ke Barcelona.”
“Tidak Bos, kau tetap dirumah kau tidak boleh pergi tanpa kami, itu sangat berbahaya!”
“Ada banyak pengawal yang akan menghantarkan ku, Ini demi putra ku bagaimana bisa aku tidak menghadiri pembukaan bisnis barunya.”
“Nick, kau ku rasa bisa memeriksa sendiri tempat itu, ini baru melihat tempat bukan? Aku yakin kau bisa.”
“Tentu! Ayolah Dad semua ini demi kebaikan mu, percayalah aku akan baik-baik saja, kau tidak ingin aku terlibat dengan dunia mu, maka kini biarkan aku pun tidak melibatkan kau dalam duniaku,”
“Dad, mereka benar kau sedang tidak sehat tetaplah di sini.”
Di satu sisi lain Sophia semakin menunduk terus mengunyah makanannya tanpa bergerak sedikitpun saat melihat Gio datang, dan sepertinya Gio pun tidak menyadari ada Sophia disana.
Sebab Gio tahu masa lalu antara Felix dan dia, Sophia harus menemui Felix untuk mengatkan pada Gio berpura-puralah tidak tahu tentang masa lalu mereka.
Jelas ini bisa membuat keadaan sangat buruk jika keluarga Hollrack tahu tentang itu, termasuk Florence.
“Selamat pagi semuanya!” Sapa Serra disebelah Dominique.
“Pagi kembali, kau sangat ceria pagi ini Serra, bebeda dengan Sophia… “celetuk Elleza melirik pada Sophia yang menunduk.
Sophia? Sukses juga membuat Gio sadar dan melihat pada wajah yang menekuk itu, perlahan Sophia mengangkat wajahnya, meremasi tangan berharap Gio tidak berkata apapun.
Gio layaknya Felix dia cepat tanggap situasi, dia menyimpan sebuah tanda tanya namun tidak mengutarakan itu.
“Aku suka berada di sini bibi, jika kau mengizinkan aku ingin menetap lama disini, mungkin sampai Nick dan Sophia menikah.”
“Ku harap tidak, kau selalu saja mengkuti kemana pun aku pergi dari kecil, sekarang carilah jalan mu sendiri.” Celetuk Nicholas.
Elleza pun tertawa, “Kemana lagi dia akan pergi jika tidak kepada mu, kata mu saat dia kecil dia boleh ikut kemana pun.”
“Nick, aku ke toilet sebentar…” bisik Sophia pelan memegang paha Nicko.
Nicko pun mengangguk, “Iya, jangan lama-lama aku akan berangkat sebentar lagi.”
Di tengah pembicaraan keluarga Hollarck itu Sophia pun pergi, Gio semakin terkesiap mendapati tentang Nicko dan Sophia yang berhubungan dan bahkan akan menikah.
Semakin membuat Gio paham atas Sophia yang tidak nyaman atas kehadirannya, Gio pun mengumpat dalam hati, kenapa dia bisa bersama Nicko yang jelas-jelas masih satu lingkungan dengan Felix yang mati-matian dia tolak dulu.
Gio menatap jengah pada Sophia, Mengutuki wanita itu sebagai wanita jahat apa semua ini tentang setatus? Materi? No Felix juga keluarganya punya banyak usaha di Manila, entahlah apapun itu, yang pasti dia bersyukur mereka sudah berakhir lagi pula Felix sudah bersama Florence saat ini.
Sophia melangkah cepat, terus berjaga-jaga di belakang, ia akan menemui Felix ke kamarnya, dia akan menanyakan perihal kucing juga menahan Gio untuk diam dan berlaku seolah tidak pernah kenal dengannya, sama halnya dengan yang Felix dan Sophia lakukan.
Kini hidup mereka sudah berbeda, rasanya tidak perlu diusik lagi, mungkin akan ada banyak hati yang kecewa jika tahu ini.
Next »
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dewi Nurmalasari
coco dipelihara felix buat kenang2an
2024-02-03
1
Sulaiman Efendy
WANITA JAHAT DN MUNAFIK, MNOLAK FELIX KRN MRASA DIRINYA PELACUR DN KOTOR, TPI DI DEPAN NICKO DIA TDK BRANI BICARA KLO DIA MNTAN PELACUR.. DN DIA TDK MNOLAK SAAT DIJODOHKN
2023-08-14
0
Bestie Oscar_OliverXXXL 😂🙈
Betul gio. Felix berhak bahagia walaupun tdk bersama sophia.
2023-02-19
0