Tanda tanya?

“Kenapa kau mencium ku!” ucap Felix tiba-tiba saja melepaskan pagutannya.

Jelas saja membuat Sophia yang tadi terbang seakan di tarik jatuh, “A-apa?’ Sophia merasa sangat di cabik-cabik harga dirinya, “K-kau yang melakukan-nya!” Sophia mengusap mulutnya menatap terkesiap.

“Kau menggoda ku, jelas-jelas kau berada disini!”

Sophia semakin terperangah, “A-apa-apan!”

“Diamlah! tetap disitu jangan buat masalah lagi, aku akan melanjutkan mandiku!”tegaskan Felix, kemudian berlalu.

Sial jelas-jelas dia yang melakukannya lebih dulu, bagaimana bisa di mengatakan aku menggodanya hanya karena ada disini.

Arghhht… Sophia menjadi kesal, ia pun berjalan lagi ke pintu, berusaha membuka lagi pintu dengan ensel rusak itu.

Bruak…bruak.. Sophia berusaha membuka pintu lagi, namun sia-sia engsel itu sudah lolos dari kuncinya membuatnya sulit terbuka, dia pun kembali berdiam, menunggu Felix yang akhirnya menyelesaikan mandinya.

“Keras kepala!” umpat Felix tahu Sophia berusaha membuka pintu, berjalan mendekat masih dengan handuk yang membalut pinggangnya, sangat bisa Sophia rasakan aroma khas Felix yang sama dengan parfuenya, Sophia memilih diam enggan mengkonfrontasi, hingga Felix mematahkan handle pinti itu dan membuat pintu terbuka.

Sophia pun melewati Felix hendak segera keluar, namun Felix menahan lengannya.

“Diam disini!” perintahnya lagi, Felix hendak melihat keadaan, ia pun berjalan kekamarnya Florence tidak ada di sana dan kemudian Felix mengunci pintunya.

Sophia masih di dalam kamar mandi, menunggu Felix yang dia paham sedang memeriksa keadaan, tidak lama Felix pun berdeham memintanya keluar dari sana, Sophia dengan langkah cepatnya bergegas akan keluar dari sana, tidak ingin melihat apa yang sedang di lakukan Felix di meja kerjanya.

“Mau kemana! Kau fikir tadi mudah masuk dan sekarang begitu mudahnya untuk keluar! Kau tidak fikirkan bagaimana jika saat kau keluar sedang tidk mujur ada orang-orang di Pallezo yang melihatmu,”

Sophia menatap Felix serius, “Jadi aku akan sampai kapan disini, Nick pasti sedang menunggu ku!”

Felix mengendik acuh, “Kau fikirkan sendiri, itu masalah mu, bukan masalah ku!”

“ARRGGHHTT!! Terserah aku akan keluar sekarang!” Sophia siap membuka pintu,

“Tunggu!” Felix pun mendekat, sialnya Sophia tidak tahu kenapa dia berhenti dan kini melihat kepada Felix.

Tidak berucap apapun Felix mengambil tangan Sophia, menempelkan tissue beralkohol, kemudian menepelknanya plaster, lelaki itu begitu serius menatap pad luka di jemari Sophia, membuat Sophia melihat pada wajah Felix itu.

“APA! ini biasa di lakukan sesama manusia, jangan melihatku, aku sudah mempunyai kekasih, jangan bilang sekarang kau ingin merebutku darinya.”

"IH…prakkkkk..”Sialan!” Tangan Sophia reflek memukul telinga Felix, “Aku sedari tadi sudah diam, aku diam apapun yang kau katakan untuk ku! Semakin lama kau semakin menjadi-jadi!” Sopia tersulut.

Felix mengusap pada telinganya ia semakin menyeringai lebar, “Seseorang tidak akan marah jika tidak merasa, dan kau marah, itu sangat jelas bukan?”

“Terserah apa kata mu! Aku akan keluar!” Sophia pun berbalik sedetik kemudian dia berbalik lagi, “Oh ya katakan pada Gio anggaplah tidak mengenalku apa dan apapun yang terjadi di masa lalu!”

Felix semakin tersenyum mengejek, “Kau fikir dia perduli akan itu, lagi-lagi kau terlalu percaya diri, Nona Sophia…”

Terserahlah bathin Sophia, ia sudah benar-benar jengah dengan yang dilakukan Felix tanpa ia bisa mengerti, Sophia membuka pintu pelan menatap tajam kesekeliling koridor kamar dengan pilar-pilar itu, dia hanya perlu lolos dari pintu ini tanpa ada yang lihat, setelah itu di koridor terserah orang tidak akan curiga.

Felix melihat cctv pada gawai miliknya melihat situasi diluar sana, semuanya tengah berada di ruangan utama, lengakp dengan Flrence, Gio dan Nicholas.

Sedetik kemudian Felix pun mendorong Sophia pelan membuatnya keluar pintu kemudian menguncinya, Sophia yang tiba-tiba di dorong pun siap marah. "FEL--" namun menahannya, takut akan akan yang melihatnya ia pun seera pergu dari sana.

...•••...

Sophia dan Elleza yang lain kini sedang berada di halaman Pallezo, menghantarkan Nicko yang akan berangkat ke Barcelona, sementara Florence dan Serra tampah bersama Fwlix disisi lain juga Gio yang siap pergi.

Florence menatap sebal pada Serra yang selalu saja berusaha beramah-tamah dan mendekati Felix, menepiskan rasa malu dan ingin lebih unggul dari Serra, Florence pun memaksakan dirinya merengkuh pinggang Felix.

“Jangan lupa janji mu kau akan mentraktirku minum anggur langsung di pabriknya, setelah ini membaik.”

Florence sepossessive itu menghalau Felix dari Serra yang terus berusaha mendekat, Serra mencibir kesal, benar-benar membenci pemandangan di hadapannya saat ini, Felix tampak mengangguk kemudian Florence mengecup pada pipi lelaki itu, membuat Serra semakin tersulut dan jijik dengan dengan itu.

Dua lalat terjebak dalam sekali pukulan, di sisi lain Sophia melihat itu, melihat Serra juga yang tampak tidak suka akan pemandangan saat ini, ada perasaan marah di dirinya, seakan dialah pemilik Felixnya itu.

Sophia mengacuhkan rasa itu, melihat pada tangannya yang Felix pasangkan Plaster, kembali tidak bisa ia pahami apa semua ini, apa lagi ciuman manis yang cukup lama mereka lakukan tadi, sungguh Sophia bisa rasakan, itu adalah sesuatu hal yang ternyaman merasuki relungnya.

“Aku pergi, jaga dirimu.” Ujar Nicko memegang tangan Sophia membuatnya tersadar.

Sophia mengangguk pelan, “Kau yang jaga dirimu.” Sophia melengkungkan senyuman, membuat Nicko mendekat, mengecup sekilas pada pipi Sophia.

“Aku akan merindukan mu.”

Mobil yang di kendarai Gio dan Felix pun berlalu, lelaki lain mengecup pipi Sophia, wanita yang sudah sejak lama hidup didirinya bersama angan dan kenyataan, namun entah kemana takdir akan membawa ini, yang pasti Felix sedang ingin menikmati ini, menikmati hal-hal manis yang ia tidak tahu akan jadi apa antara dia dan Sophia nantinya, sudah jelas tidak akan bersama.

Sebuah pesan masuk kedalm ponsel Sophia saat ia masih melmbai pada NIcko yang hendak berlalu

 ‘Jaga Nino ku, kali ini kau ku izinkan menyentuhnya.’

Nino-nino, Dia Coco ku Felix sialan!” Sophia pun berjalan ke belakang, akan mengambil Coco yang tadi di sembunyikan oleh Felix lewat pelayan disana.

...•••...

Sebuah kerusuhan sedang terjadi di pabrik anggur dan beberapa Gudang penyimpanan angggur milik keluarga Hollrack, beberapa puluh buah dari ribuan botol yang siap kirim dan supplay kebebagai tempat telah mengandung racun yang mematikan.

Setelah kemarin ada penyusup masuk memporak-porandakan penjagaan disana, sial tanpa di ketahui salah satu dari mereka ada yang lolos dan berhasil masuk kedalam ruangan barang yang siap kirim, beberapa barang yang sudah terkirim pun sudah masuk kepada konsumen dan di nikmati bberapa planggan.

Parahnya lagi 1 orang seketika mati setelah menenggak anggur itu dan beberapa lainnya dirumah sakit hanya karena menghirup dan mensesap anggur tersebut, Felix tampak serius meneliti, memeriksa semua yang sudah ia telisik.

“Mereka sudah masuk sore hari, dan malam harinya membuat keributan diluar sengaja untuk menghalau pekerjaan mereka didalam sana, mereka berhasil menyadap akses masuk lewat sidik jari staff disini.”

“Ada pengkhianat di dalam sini!” ujar Gio kepada orang-orang disana, “Dia di bayar mahal kemudian di buat hampir mati supaya tidak di curigai.”

“Pelakunya bukan orang biasa di sudah pemain handal, kau lihat!” Felix melempar hasi sample beberapa yang ia dapati beracun.

“Ini racun kimiawi, tidak sembarang labolaturium membuatnya, ku fikir tadi sianida, sepertinya bukan ini sejenis jamur beracun gellarina marginata dan campuran beberapa bahan kimia lain, lelaki yang mati itu mengkonsumsi terlalu banyak anggur ini dia seketika mengalami gagal jantung, yang lain yang meminum sedikit sedang menuju keajaln kematian, organ tubuh mereka sedang diserang perlahan di grogoti paling lambat 10 hari kedepan.”

“Siapa pelakunya! Lelaki yang habis di pikuli sebagai jalur mereka masuk itu pun sudah tidak sadarkan diri lagi.”Timpal Simon.

Gio mendengus, “Apa tujuan mereka, jika hanya karena persaingan kenpa tidak meledakkan pabrik ini saja,”

“Itu bukan cara yang baik untuk mengacaukan, mereka ingin membuat mereka anggur Holwarck hancur juga bisninya yang lain buruk dan jadi perbincangan dimana-mana, jika hanya di ledakkan kerugian akan disini saja, dan bukan hal yang sulit untuk Hollrack bangkit.”

“Jika ku fikir bukan sebab itu, ini hal lain!” timpali Simon. “Ini real dendam, mereka hanya meletakkan botol-botol yang sudah di suntuk racun pada pengiriman ke keuarga besar Hollarck, contohnya yang meninggal semalam dia adalah assiten dari pamannya Dominique bukan? Lihat ini mereka kirimkan ke Pallezo dan beberapa buahnya lagi masuk dalam pengiriman ke Brooklyn bersyukur di ketahui seblum Tuan Edgar salah satu kerabat Hollrack mengkonsumsinya.”

“Dendam keluarga, maksud mu?” Felix mengetuk-ketuk meja.

“Bisa jadi,” tompali Simon.

“Seperti ini Hollarck mengalami kerugian yang cukup besar,” Gio mendengus, “Benar-benat pemain handal cctv bahkan tidak ada yag rusak dan tidak merekam mereka sama sekali.”

Sampai disini Felix diam sejenak, dia mengingat sesuatu, seseorang yang suka sekali meracik racun dan obat-obatan layaknya di laboraturium, ya Demian, lelaki itu biasa mengambil bahan-bahan dari kebun sang auah untuk meracik semuanya namun terhenti saat sang ayah pindah ke Thailand dan dia pergi bergabung dengan del rigaz bersaudara.

Felix mengendik tidak yakin, tidak ada hubungannya anatara Demian dan Hollrack, untuk apa Demian melakukan ini, oh shut up…atau dia masih dendam dengan ku, atau mungkin Sophia dan Nick yang bersama.

 “Itu tidak mungkin, tidak masuk akal hanya karena Sophia yang jelas sudah ia tingglakan dan hanya di manfaatkan sebab kepulauan Caviaritz.”

 

Next »

...Dukung saya lewat vote, like, komentar dan hadiah 😘...

Terpopuler

Comments

Nonna Mel

Nonna Mel

iy demian kn blom mati y yg mati wkt itu antonio ma daniel

2023-12-29

0

Indun real14

Indun real14

lanjutkan

2022-05-06

0

Hana Moe

Hana Moe

kmu lupa ya,damian beneran suka sama mbk shop,,,hanya karna tergiur harta dia hilaf memanfaatkn mbk shop

2022-05-04

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 80 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!