Madrid

Nicko dan Serra sudah kembali ke meja mereka, untuk melanjutkan sarapan, tidak ada komunikasi antara Felix dan Sophia yang mereka lihat keduanya sibuk dengan ponselnya masing masing, Sophia pun  meletakkan ponselnya kemudian melihat pada Nicko.

 “Nick—”

Nicko berdehem, “Ada apa?”

“Tadi aku mencicipi makananmu sepertinya mereka menggunakan udang, kau tidak bisa makan udang bukan sebaiknya jangan di makan.”

Nicko melirik sekilas pada makannnya, “Benarkah? baiklah aku pesan yang lain saja nanti,” Nicko pun menggeser makanan nya yang sama dengan Felix tersebut.

“Jangan dibuang Nick, mungkin Felix mau menambah porsi makannya, benarkan Felix! Ada banyak rakyat kecil yang tidak makan di Afrika tengah, bagaimana bisa kita membuang-buang makanan.” pungkas Sophia.

Felix tersedak kecil, Sophia malah menjebakknya, “Aku tidak biaa makan banyak, kenapa tidak anda saja yang habiskan, nona!” elak Felix.

Sophia pun mengumpat kembali, “Sialan dia membalas ku lagi!”

“Sudah-sudah, sini biar aku saja yang habiskan! Aku tidak tahu kenapa nafsu makanku sangat meningkat akhir-akhir ini.” Ujar Serra menarik makanan itu.

Membuat Sophia merasa bersalah namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, jangan ditanya tentang Felix dia tidak peduli itu, bersikap acuh tidak memberi respon apapun, hingga membuat Sophia geram ia pun menendang kaki Felix dibawah sana melihat Serra memakan bekas patukan burung itu, membuat Felix mengulum senyum tanpa melihatnya dan membiarkan itu.

...`•••...

Siang ini menjadi jadwal keberangkatan mereka ke Madrid, setelah berdebat panjang akhirnya Nicko berhasil membuat Sophia ikut besamanya, ya…tidak ada lain selain kedua orang tua Nicko ingin bertemu dengannya, begitupun Serra gadis itu enggan untuk kembali sendirian memaksa ikut bersama mereka.

Mereka baru saja mendarat di Madrid, sebuah armada besi milik keluarga Hollrack tiba di landasan pacu sebuah bandara kecil salah satu asset milik keluarga Hollrack, ini merupakan perjalanan yang tidak menyenangkan untuk Sophia sebab lelaki yang menjadi bodyguard mereka adalah manusia yang saat ini begitu menyebalkan untuknya.

Bebebrapa kali Felix dan orang-orangnya yang lain memastikan tidak ada hal buruk dan mencurigakan dalam SUV yang siap membawa anak dari Dominique itu kembali ke Pallezo milik keluarga Hollrack, hingga Felix mempersilahkan Sophia masuk kealam mobil membuat Sophia menaikan ujung bibirnya sebal mendapati Felix memperlakuaknnya seperti itu,

“Pura-pura baik!” gumam Sophia menyindir.

“Jangan membuat masalah disini, aku tidak akan membantumu sekalipun kau memohon pada ku.” Bisik Felix menyeringaikan cibiran saat keduanya berselisihan Sophia akan masuk kedalam mobil.

“Aku tidak butuh bantuanmu! Felix sialan!” balas Sophia pelan sekali.

Seperti biasa Felix selalu mengcuhkannya berlalu begitu saja masuk kedalam mobil lain dengan Serra yang sudah berada disana, Sophia menaikan ujung bibirnya mencibir saat mobil yang ia naiki sudah berlalu melewati mobil yang Felix naiki bersama Serra.

Diperlakukan layaknya tamu kehormatan Sophia merasa dirinya semakin menciut berada di antara keluarga besar Hollrack yang merupakan orang ternama dan merupakan salah satu keturunan konglomerat di negara itu.

...•••...

Tibalah mereka di Pallezo milik keluarga Hollrack itu, para penjaga tampak berbaris disana memakai lengkap seragam rapih mereka, pintu penumpang yang ditumpangi Sophia dan Nicho dibuka, mereka dipersilahkan masuk, sudah jelas Sophia terbelalak saat ini melihat rumah megah bak istana itu, Nicko pun menggandeng-nya berlakan masuk kekediamnya.

Bebebapa pelayan tampak berdiri didepan pintu masuk menyambut keduanya, semakin membuat Sophia memegang erat tangan Nicho, “Kenapa seperti ini?”

“Tenanglah ini hal biasa kau akan terbiasa.” Ujar Nicho membalas sapaa para pelayannya yang mengangguk takzim.

Hingga sampaila mereka didalam kediaman keluarga Hollrack itu, Ny.Elleza menyambut sang putra.

“Hi boy, akhirnya kau datang juga.” Wanita cantik itu berdiri dan Nicholas memeluknya kemudian cepat melepaskan lagi.

“Hi Mom kau sehat? Lihatlah ini yang ingin temui aku sudah membawanya.”

“Sophiaaa… akhirnya kita bertemu lagi.” Sophia pun memeluk wanita itu beramah-tamah.

“Senang bertemu denganmu lagi. Mrs. Elleza.”

Wanita itu menatap terkesiap. “No, panggil aku Mama, sama seperti Nick…” Ia mengulas senyuman merangkul Sophia untuk berjalan masuk meninggalkan Nicko anaknya.

Sophia paling tidak seperti ini, ia semakin emrasa kecil dan mengecil, dari mana bisa derajat jelatanya di sambut bak ratu, “Kau sangat cantik Mom, apa aku merasa sangat kalah dengan mu.”

Dia pun tertawa, “Kau bahkan sangat cantik Sophia, man mungkit Nick tergila-gila pada mu jika kau tidak lebih cantik dari ibunya.”

Sampai lah mereka di sebuah ruangan yang mungkin adalah sebuah ruangan tamu, ruangan dengan design classic warna gold dan biru mendominasi, berbagai ukiran-ukiran tembok dan ornament indah menambah kemewahan kediaman mereka.

“Hey!!!” sapa seorang wanita cantik yang saat ini tengah duduk santai membuka sebuah katalog di sana.

Sophia menoleh pada Mama Nicko, mengisyaratkan pertanyaan itu siapa?

“Kau ingin tahu siapa dia, dia Flo— Florence, kekasihnya Felix, kau kenal Felix ya… separuh dari Dominique, dia bahkan lebih dekat dengannya dari pada Nick putranya…”

Ada jantung yang tiba-tiba melemah, menyambut senyuman wanita cantik yang kini mengulur tangannya. “Hi… Flo…” Ulur Florence tangannya pada Sophia.

Sophia menyambut sedikit ragu, “Sophia…” balasnya.

“Wow, perfect…kau pantas bersama Nick, kalian tampan dan cantik, dan kita beruntung berada dia antara mereka, yang tidak memperdulikan latar belakang kita.”

“What??”

Apa maksud dia berkata seperti itu, dia secara tidak langsung seperti menghinaku, Sophia pun melihat dirinya dan Florence tidak ada bedanya, pakaian ku tidaklah buruk, sama halnya ini design brand ternama, apa maksud dia berkata itu, hanya wajah saja yang berbeda dia lebih bermake-up dengan rambut yang di tata indah.

“Florence adalah salah satu model terbaik di agency Mama, dia baru saja kembali pemotretan di Sevilla sebagai brand ambassador product tas lokal yang sedang naik daun.” Jelas Elleza.

“Harusnya aku kembali besok si tapi— SAYAAANNG…” Florence seketika bangkit saat FELIX dan Serra masuk kedalam sana.

Membuat Serra yang berada disebelah Felix terbelalak, ‘Sayang?’

Elleza bangkit dari duduknya yang baru saja, “Serra, Bibi merindukan mu…” Belum sempat Serra mencerna dan memperhatikan keduanya yang kini berpelukan Elleza sudah membawa Serra pergi dari sana, “Sophia, ayo ke kamar kalian.” Ujar wanita itu.

Sophia melirik sekilas seraya bangkit, Wanita bernama Flo itu memeluk Felix dan Felix menyambut mendekapnya, kontak mata anatara mereka berdua sangat intim, tanpa melepaskan Florence berbica pada lelaki itu.

Sophia menarik nafasnya, ini lebih kepada helaan perih yang berubah menjadi sebuah tamparan pada dirinya, Felix ternyata sudah memiliki kehidupan lain.

Terlihat jelas mereka saling mengasihi, hati yang terasa sesak itu mencoba ikhlas, pantas saja yang terjadi malam itu anatara dia dan Felix tidak terlalu berarti dan tidak dipedulikan Felix.

Kembali ia rasakan, pagutan itu cukup jelas berasa nyata kala itu dibibirnya hingga masuk kedalam jiwanya membayangkan sosok itu adalah Felix dan ternyata benar dia Felix, ya itu menjadi pertama dan terakhir, sebuah rasa yang indah sebelum akhirnya kita kini melangkah kejalan lain namun pada tujuan yang sama, menanti bahagia.

“Menanti bahagia? Apakah sekarang akupun harus menerima Nicko dan berhenti berfikir untuk meninggalkannya?”

Felix bisa melihat manik yang sendu itu merasakan kecewa, namun inilah yang sudah terjadi, bukankah Sophia sudah melangkah jauh lebih dulu…walau akhirnya dia tahu dia memiliki rasa yang sama dengannya?”

Next»

...Pencet Like, vote dan hadiah 😘...

Terpopuler

Comments

Nonna Mel

Nonna Mel

hadeeehhhh pusing liat fellix ma shopia dua"ny gampang nemplok sana nemplok sini

2023-12-28

0

Sri Rahayu

Sri Rahayu

makanya jangan jual mahal sophia,,,sok2 gengsi dr awal kamu kasar sama felik udh di angkat dr debu jadi mutiara malah kamu gak menghargainya malah pergi begitu saja ternyata kamu mencintainya kamu sok2an gak butuh dan malu untuk mengakuinya,,liat aja siapa yg menang nantinya

2023-04-13

0

Dewi Dina

Dewi Dina

semua itu adalah pilihan mu Sophia untuk melepaskan Felix terlebih dulu

2023-02-23

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 80 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!