Chapter 14

Masih begitu erat tubuh keduanya bertaut dengan rasa hangat yang nyaman menjalari keduanya, tapi ternyata Coco sudah berlari ke atas.

Seperti biasa saat pagi hari Florence sudah datang ke Pallezo, di saat yang kurang tepat untuk keduanya, Florence terdengar tengah berbincang dengan pengawas taman menanyakan bagaimana Coco ada disini, seingat Florence Coco jika malam tidur di kamar Felix.

Sophia melepaskan pelukan mereka, “Florence!” ujar Sophia, yang jelas sadar ini adalah hubungan terlarang seharusnya.

“Shophia, kau menggoda ku! Kau lihat kekasih ku datang!” ujar Felix tiba-tiba, ucapan yang selalu saja tidak Sophia mengerti sikapnya, baru saja dia katakan tidak ingin pelukan mereka berakhir, baru saja ia begitu senang Sophia jujur akan perasaannya.

Sophia benar-benar terperangah, “Ta-tadi kau…”

“Diam! Kau menggodaku!” ulangi Felix lagi menatap netra Sophia.

“Ta-tapi…

SSssst “kau menggodaku… kau menggoda ku!” ucapnya semakin mendekat, dan maju. “Kau menggodaku Sophiaaa!” hingga bibirnya sampai pada daun telinga Sophia ia mengucapkan itu, Felix terasa menghela mengaliri sesuatu yang menyetrum Sophia atas bibir telinganya.

Sophia meremang, katanya dia menggoda tapi kini lelaki itu semakin maju dan tidak pergi padahal kekasihnya datang.

Sialnya Sophia menikmati lelaki yang berada dekatnya tanpa jarak. “Awas aku akan naik, maaf atas aku yang mungkin terlalu murahan menggoda mu!” Sophia menjadi bersalah.

Seketika Felix menarik lengannya, menahan dia untuk tidak pergi, “Aku akan naik lebih dulu!”

Sophia menepiskan tangan Felix sungguh dia malu dianggap seperti ini oleh Felix, “Naiklah! aku tidak menahanmu!”

Tidak juga melepaskan bahkan Felix semakin mempererat cekalan tangannya, berharap Sophia menahanya pergi, tatapan itu begitu serius dan— bugh..... FELIX!! Sophia memekik pelan, Felix membuatnya menempel kedinding dan membungkam bibir Sophia dengan bibirnya.

Kali ini peraduan bibir begitu kasar dan menggebu-gebu, baru saja bibir menyatu Sophia bersuara sakit, sebab Felix mengisap dan mengigiti begitu kasar, entah apa yang membuatnya seperti kesal pada Sophia, kedua tanganya pun bergerilya masuk kedalam dress Sophia.

Fe-L nghh…

Ya Felix kesal karena keadaan padahal dulu begitu mudah tidak ada penghalang tapi Sophia merusak semuanya, dan kini mereka bertemu dengan perasaan yang sudah saling terbalas tapi keadaan begitu berat.

“Fel… Sak – kit..

Tidak lama Felix pun melepaskan pagutan kasarnya, melihat Sophia menangis, sungguh bagi Sophia pagutan kasar ini tidak lah terlalu menyiksa yang menyiksa itu keadaan mereka dia saa halnya menyadari masalalu yang mudah

Dia yang sendiri tidak mengerti hubungan apa ini, seperti apa ini, benar-benar ambigu melihat kelakuan Felix seolah benci tapi selalu saja mendominasinya.

Tadi lelaki itu yang sibuk ingin naik, kini Felix malah meminta Sophia yang lebih dulu naik dan meninggalkannya, membawa ketidak jelasan perasaan mereka, keduanya pun naik, sudah tidak ada siapa-siapa di halaman belakang, Sophia dengan leluasa beralan masuk kedalam kamarnya.

 

...•••...

Entah kemana Nicko dari berangkat hingga hari ini, dia tidak ada menghubungi Sophia sama sekali, apa yang tengah terjadi, apakah sesuatu yang buruk menimpanya? Kini Sophia akan pergi ke Timur Pallezo, Elleza sudah menunggunya disana, ia yang sudah siap pergi pun keluar dari kamarnya.

Langkah Sophia seketika di perlambat saat ia lihat ada Florence dan Felix, Wow double F, sepertinya mereka sedang bertengkar, No, tidak! Mereka memang seperti itu, Florence yang bermanja-manja dan Felix yang selalu tidak suka Florence seperti itu.

Dengan acuh Sophia pun melewati mereka, berpura-pura menempelekan ponsel ketelinga, memperbesar suaranya.

“I miss you, cepat kembali sayang, aku sendirian, aku tidak ada yang peluk…”

Felix dan Florence jelas saja menoleh pada Sophia yang berlalu, berlenggak-lenggok indah di depan mereka, dan semakin lama suara Sophia terdengar menggelikan.

 “Makannya di jaga Nick, aku tidak mau kau sakit, peluk rindu untukmu, sayang.”

Ada hati yang eneg dan kesal, padahal dia lelaki pintar paham Sophia memanasinya karena melihat dia sedang tengah bersama Florence, tetap saja Felix tersulut.

“Flo, Elleza memanggil mu cepatlah pergi.”

“Tunggulah beberapa menit lagi sampai kau pergi.” Tolak Flo.

Di saat yang tepat Gio pun menghubungi Felix, membuat Felix memerintah Florence pergi dengan sebuah tangn yang melambai, membuat Florence kesal dan berlalu pergi juga menuju timur Pallezo ke kantor Elleza berada.

Sophia masih menggerutu berputar di depan sana terus menghubungi sang kekasih, yang sama sekali tidak bisa di hubungi dan tak memberi kabar, berkali-kali ia menghubugi mengirimkan banyak pesan hingga note apapun tetap saja tidak terjawab.

Hal yang memalukan tejadi, Felix pun bertemu dengan Sophia saat akan keluar, wanita itu sibuk dengan ponselnya membuat Felix mendekati dia.

Felix seketika tertawa saat dia tahu kekesalan itu adalah disebabkan Nick yang tidak aktif, begitu jelas suara operator menyambut panggilan Sophia.

“Peluk rindu untuk mu, sayang.” Ucap Felix tepat di telinga Sophia, membuatnya terksiap dan malu.

Ia menoleh ke kanan dan kekiri mencari Florence, “Bukan urusan mu!” tandas Sophia belalu, Lagi-lagi lelaki itu dengan santainya menarik Sophia.

“Kau butuh pelukan berapa lelaki? Tidak puaskah semalaman hingga pagi tadi di pelukanku?”

“Lepas!” tegas Sophia menatap sebal, “Aku tidak mengerti dengan jalan fikiran mu, kadang kau baik, kau melakukannya dan tiba-tiba saja kau membalikkan fakta bahwa aku yang menggoda mu! Lepas kata ku! Kita bukan siapa-siapa!” Sophia menjadi enggan selalu di buat salah paham dan tidak paham.

Tiba-tiba saja lelaki itu menyalipkan jemarinya pada jemari Sophia mengisi kekosongan pada sela-sela jari itu, kemudian menggenggamnya.

“Aku akan berangkat, jaga dirimu,” ucapnya tiba-tiba menatap lembut tanpa ejekan.

Deghh… lihatlah dia bersikap manis sekali membuat ku bahkan meleleh dan lumer, dia menjadi seperti seorang suami yang sedang izin beranjak pergi.

“Usahakan pemotretannya tidak terlalu mengekspose tubuhmu.” Tatap Felix serius.

Sophia memutar bola matanya jengah, menarik tangannya pada genggaman Felix, “Lepas, jika aku bertelanjàng sekalipun bukan urusan mu!”

“Urusan ku atau urusan mu, aku tidak peduli, jika saja kau berani memperlihatanya jangan salahkan aku jika hal buruk dan tidak menyenangkan terjadi padamu.”

“Omong kosong! Bagaimana mungkin kau tidak malu mengatakan itu, kau tidak ada hak!”

Tatapan Felix berubah tajam, “Ingat perkataan ku Sophia, aku tidak suka berbasa-basi!”

“Cukup Felix, aku tidak mengerti lagi, kau menganggap ku menggodamu,sekarang ini apa? aku sudah muak dengan hal-hal tidak jelas seperti ini, bagaimana bisa ku katakan tidak, saat ini Elleza sedang melakukan pembuatan iklan lingerie, dan aku adalah model penggantinya.”

“Aku tidak peduli apapun itu, tentang iklan sarung, pakaian dalam atau lingerie atau sejenisnya, yang aku tahu jika kau tidak mendengarku, aku akan menghukummu…”

“AAArghht..” Sophia menarik lepas tangannya dari Felix. “Terserah aku tidak peduli lagi apapun itu, ini hidupku, tubuhku, kau tidak ada hak mengaturnya.”

Bugh…Seketika Felix menarik Sophia, membuat dress sifon flowery Sophia itu robek pada kerah belahannya, secepat itu juga Felix mengunci tubuh sophia pada dekapan lengannya, membuat Sophia tersulut memekik, “Kau sudah tidak waras, FELIX pakaianku rusak!”

Felix yang menahan tubuh Sophia pun berbisik, “Itu hanya pakaian, aku bisa melakukannya ditubuh mu jika kau tidak mendengarkan ku.” Kecup Felix telinga Sophia lembut sekali yang merupakan titik lemah wanita itu,

Dan yang sudah sangat Felix hafal dia akan meremang, Jelas aja Sophia seketika terdiam, dia meremang menikmati itu.

“Jaga dirimu, sebab aku tidak suka berbagi.” Bisik Felix mengecup telinga lagi, kini lebih lembut membuat sang pemilik telinga meremang dan melayang-layang

“Terkutuk! SOPHIA KAU SELALU SAJA TIDAK ADA HARGA DIRI JIKA BERSAMA LELAKI INI”

 

.

.

.

.

 Next »

... Dukung author, berikan vote, like, hadiah dan comment. 🙂...

Terpopuler

Comments

Nonna Mel

Nonna Mel

fellix fellix lelaki kek fellix tuh nyebelin tpi bkin nyaman eh gimana y ngomongnya ya pokoknya lelaki kek fellix tuh langka

2023-12-29

0

Juliezaskia

Juliezaskia

kyk tom n jerry tp selalu bikin baper😍😍😍💕💕😀

2022-03-23

0

SitiNur20969975

SitiNur20969975

felik felik hadw 🙊🙊🙊💖

2021-12-27

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 80 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!