Setelah makan malam dikediaman Hollrack selesai, dan Sophia diperkenalkan sebagai calon menantu satu-satunya kelurga Hollrack kini dia masuk kedalam kamarnya, sebuah kamar besar dirumah itu
Sebuah rajang besar penghangat ruagan yang kini tidak dinyalakan, sisi lain walk in closet berisi penuh segala macam pakaian brand ternama yang diberikan nyonya Belleza untuknya.
Florence dan Felix tidur bersama? Sial, bisa-bisanya tadi Sophia melihat mereka masuk kedalanm sebuah kamar saat Sophia akan kembali ke kamarnya.
Kini Nicko masih diluar dia pergi bersama sang ayah dan ibunya, Serra melakukan pertemuan bisnis keluarga, tinggalah dia sendiri di sana bersama sepasang kekasih di dalam kamar sana.
Ini belum terlalu malam Sophia ingin melihat-lihat sekeliling rumah, ia lihat begitu banyak pekerja disana, tidak ada salahnya berkeliling seraya menunggu mata mengantuk, Ia pun keluar dari kamar langsing di sambut oleh lanyai dengan karpet merah dan pilar-pilar megah Pallazo itu.
Menoleh kekiri dan kekanan ia pun memilih berjalan lurus menuju sebuah dapur besar disana, itu persis seperti sedang berada disebuah dapur umum begitu banyak [pelayan dan beberapa koki disana.
“Hi Nona muda, apakah ada yang anda butuhkan?”
“Tidak, tidak saya hanya berkeliling saja, lanjutkan pekerjaan kalian.” Angguk Sophia berlalu.
Jika ia fikir tadi Felix dan Florenc berada didalam kamar ternyata salah ,nyatanya mereka kini sedang di luar halaman, Felix dan Florence tengah menikmati waktu bersantai mereka di halaman besar pallezo bertemankan anggur dan langit berbintang yang cerah.
Sophia seketika mundur, begitu sangat romantisnya mereka, bahkan bersantai berdua bercerita di luar sana, “Shopia!!” Panggil Florence yang ternyata melihatnya.
Sophia pun meremasi tangannya, jangan minta aku kesana ku mohon, sial kenapa harus bertemu! Felix yang sedang menatap pada gawainya menoleh acuh pada Sophia, memebuat Sophia menatap jengah.
kau fikir kau siapa? Kalian mau memerkan jika kalain bahagia, saling mencintai, aku pun bisa lebih dari ini.
“Kau menunggu Nicho? Mereka mungkin sedang sibuk saat ini, harusnya kau tadi menerima saja ajakannya, kemarilah bergabung bersama kami, ayoo sini!” Florence pun bangkit.
Mau tidak mau Sophia maju dan mendekat, “A-aku akan tidur…”
“Kau takut mengganggu kami bukan? Ayolah tidak masalah, mungkin kita bisa saling dekat, Felix juga tidak keberatan, kau lihat kami berdua bahkan dia sibuk dengan pekerjaannya.”
Sophia mengangguk samar, kemudian duduk di tempat duduk taman yang berada dia dekat mereka, mengahdap pada sebuah kolam yang sepertinyahanya untuk hiasan saja.
“Kau yakin aku tidka mengganggu kalian?”
“Tentu tidak!” jawab Florence, namun Felix yang menyandar malas di sandaran kursi tampak memajukan bibirnya membaca disana entah itu sebuah ejekan untuknya entah pun sedang membaca disana.
“Sepertinya aku sering melihat mu Flo, di sebuah merek kosmetik ternama keluaran Italia.”
“Right, kau pernah melihatnya, apakah kau juga memakainya?” Florence tertawa.
Sophia mengangguk, “Aku mengoleksi beberapa foundationnya, dan ternyata kini aku bisa bertemu langsung dengan si wanita yang meracuni ku di iklan itu.” Sophia berusaha membuat suasa terasa nyaman.
Florence merasa tersanjung, “Kau bisa saja, oh ya kau akan lama disini?”
Sophia mengendik, “Aku belum tahu, Nicho meminta ku dua minggu lagi libur, tapi jika bisa aku ingin segera kembali.”
“Wow! Kau bahkan masih bekerja setelah akan menikah dengan anak tunggal keluarga ini?”
“Ya… tentu! Walau tidak ada apa-apanya—”
“Flo, ponselmu di kamar ku, ku rasa kini sedang berdering, apakah kau lupa dengan pekerjaan mu.” Ujar Felix tiba-tiba.
“Oh shit! Kau benar aku belum melakukan endorse beberapa product! Tunggulah sebentar Sophia, aku akan segera kembali.” Ujar Florence bergegas pergi.
KIni Sophia kembali mematung memainkan jemarinya, menjadi lebih tegang sebab hanya berdua dengan Felix disana,dia enggan menoleh, apa lagi menyapanya, Kau fikir kau siapa,
“Ehem…selamat datang di tempat ini, ku harap kau cepat kembali, tidak menambah pekerjaan untukku lagi…”
Sophia mengangkat wajahnya, “Kau fikir aku mau disini, kau fikir aku suka! Jika aku bisa pergi aku sudah pergi…” lantang Sophia.
“Pelankan suaramu! Kau lihat, kau bisa membuat penjaga masuk mencurigaimu…”
“Terserah!” Sophia pun bangit bersiap pergi dari sana melawati Felix di tepian kolam dan secepat kilat Felix melusurkan kakinya..
“FELIIIIIX!” membuat Sophia hampir terjagal dan secepat kilat pula Felix menarik tangan Sophia oleh tubuh yang sudah condong ke air kolam.
“LEPAS! JANGAN PEGANG-PEGANG AKU!”
“Kau yakin? Kau bisa berenang! Aku lepas—”
Sophia pun melihat ke air,” SIALAN, JANGAN AKU BSIA JATUH!
Felix pun mempermainkan Sophia yang sudah siap masuk kedalam kolam, ia tertawa atas wajah ketakutan Sophia,”Aku akan Lepaskan, Satu…dua—”
“Felix tarik aku kesana, aku tidak bisa berenang..”
Felix semakin tertawa puas, “Tidak akan ada yang menolong mu, kau fikir aku peduli itu, jika Florence datang kau bisa juga di tuduh telah menggoda ku, seperti ini.” Hahaha…Felix pun mengibas belahan rok Sophia membuatnya terbuka belahnnya membuat Sophia semakin kesal.
“Kau sudah tidak waras lebih baik kau membunuhku dari pada menuduhku seperti itu, cepat lepaskan, Florence aka tiba Felix!!”
“Aku tidak takut! Kau yang takut bukan?”
“FELIX—JANGAN BERCANDA! APA YANG KAU MAU!”
Felix menyeringaikan cibiran, “Yang ku mau? Kau yakin…?”
“CEPAT KATAKAN!”
Felix berfikir sejanak kemudian terbahak-bahak menggrakkan tangan Sophia, “Kau pilih jatuh saja, kau tidak akan bisa mengabulkan keinginanku…”
“KAU GILA, INI PASTI SANGAT DINGIN dan aku akan tenggelam, katakana cepat!”
“Kau memaksa, hahah… ayo cepat katakan aku tampan 100 kali, aku baik, aku hebat…aku lebih tampan dari kekasih mu, aku lebih baik dari dia…”
“Kau sakit? Kau membuat ku seperti anak kecil saja…”
“SATU DUA TIG— Flo dia menggodaku!”
“Feliiiiix sialan!! Felix tampan, Felix tampan, felix tampan, baik, hebat, cuihhhh….cuihhh…sangat menjijikkan…”
“Flo—” pekik Felix.
“SIALAN! FELIX TAMPAN, FELIX TAMPAN, FELIX TAMPAN… BAIK, HEBAT, FELIX TAMPAN…. LEBIH BAIK DARI NICK, FELIX KAU BERENGSEKKKKKK!!!!” Geram Sophia di ujung kalimatnya, membuat Felix terkekeh puas kemudian melepaskan tangan wanita yang hampir jatuh ke kolam itu.
Sophia menatap kesal, memegangi pergelangannya yang memerah, ternyata Felix melihat itu, kemudian mendekat dan mengambil tangannya lagi, membuat Sophia terperangah, "Kau mau apa lagi!"
Felix mengusap-usap lengan Sophia, "Maaf, aku hanya bercanda, masuk lah ke kamar ini sudah malam, udara sudah dingin, kau tidak tahan dingin."
"What??" Sophia membola. Apa-apan ini, setelah menyiksa ku dia tiba-tiba berlagak perhatian seperti ini."
Next »
...Bayar saya dengan memberikan, vote, like, hadiah dan komentar 😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dewi Nurmalasari
wkwkwkwkwkw cerita si felix Sophia jadi ngakak gini
2024-02-03
0
Lestari Riie
setahun yang lalu aq dah baca semua karyamu kak... tp belom like, skrg aq ulang lg
terakhir jg dh q baca kryamu morean sarla.. skrg dah g bkarya disini lagi kah ??
2022-06-05
0
Fafa Ayyubi
dasar sopiah sok sok an..alsan sm felix gk pntas,, tp sm niko pntas.. bulshit
2022-06-02
0