Felix melepaskan Sophia tiba-tiba saat mendengar dari jauh Dominique dari jauh datang bersama para bodyguardnya, barisan rapi itu tampak akan keluar dari kediamnnya, Sophia yang juga mendengar itu sudah terbirit-birit lari saat itu juga masuk dari pintu samping pallezo, memegangi kerah bajunya yang di sobek Felix.
Felix yang meminggir ketembok seketika merapikan pakaiannya, dan berjalan mengikuti rombongan Dominique, “Big Dad, anda akan ke Da Horllrac?” sebuah gedung perkantoran yang mengurusi semua urusan keluarga hollrack, management bisnisnya dan sebagainya.
Dominique menoleh, “Felix ku fikir kau sudah ke Gudang?”
“Ya Gio baru saja menghubungiku, pekerja pabrik yang menjadi penghubung masuk para penyeludup itu mati, ternyata dia sudah lebih dulu di buat mengkonsumsi anggur beracun itu, racun itu bekerja mematikan secara perlahan dan menggerigoti organ dalamnya, sangat disayangkan padahal dia adalah salah satu kunci utama penyelidikkan.”
“Tapi bagi ku ada yang lebih parah dari itu, Nick tidak ada kabar sejak keberangkatannya, tapi dia dalam keadaan baik-baik saja, dia masih menemui mereka yang menjadi tujuannya, kata Simon.”
“Sesuatu hal terjadi?”tuding Felix.
“Aku tidak bisa memastikan, tapi Simon sudah aku kirmkan kesana! Kau tetap berjaga disini menyelidiki, jangan katakan apapun pada Sophia berpura-pura sajalah tidak tahu Elleza pun mengatakan itu saat Sophia menanyakannya.”
“Baiklah, aku berangkat sekarang!” Felix pun mengangguk hormat kemudian berlalu.
Felix mengendik acuh seolah tidak peduli, tapi dia tidak bisa tidak peduli meskipun Nick adalah saingannya, bukan tentang Naicholas, hanya saja dia menghargai Dominique yang selalu menomor satukan dia.
Persetan siapapun dia Felix berdiri untuk Dominique, bukan Nick, dia berencana juga akan menyelidiki Nicholas nanti.
...•••...
Melintasi jalan kota Madrid di pingiran gedung-gedung tua, mobil milik Felix pun sampai di sebuah benteng-benteng besi disana, dengan pengamanan yang kini di perketat, sebuah sensor dari mobil Felix membuat pintu gerbang terbuka seketika, mobil pun melaju mulus memasuki halaman berpagar duri dengan pengamananan anggota bersenjata lainnya.
Dengan gagah dia pun dari mobilnya, berjalan lantang mengayunkan langkahnya masuk kedalam, pintu-pintu mendeteksi pendatang, segalanaya kini lebih di pesulit untuk di akses, hinga Felix pun tiba di sebuah ruangan besar berdinding kaca dengan hamparan sofa-sifa disana.
“Bukan Damian pelakunya.” Tuding Gio, memutar kursi kebesarannya menghadap Felix yang datang.
Fekix dengan santai duduk di sofa kulit tepat di hadapan Gio, “Nicholas menghilang, tapi dia dalam keadaan baik-baik saja, Sophia bahkan tidak di beri kabar olehnya.”
Gio terkekeh, “Apakah kau fikir ada hubungannya dengan kejadian ini? Entahlah itu urusan Simon, Nick selalu saja menjadi beban untuk Dominique dan kita, sekarang urusi saja penyelidikkan mu, dan juga Sarbota menagih 100botol anggur dari mu untuk di kirim ke Bar-nya di Venezuela.”
“Oh ya aku lupa tentang itu, siang nanti aku akan kirmkan.”
“Kau terlalu banyak bermain-main dengan Sophia ku lihat sekarang! Tidakkah kau berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Nick?’
Felix mendengus, “Jika dia bukan anak Dominique mungkin aku sudah mengahrapkan itu, tunggu— kenapa Nick harus kembali kesini secara mendadak padahal dia hanya sedang berlibur, apakah kau tahu bisnis apa yang dia lakukan? ini membuat tanda tanya untukku, kau tahu Nick tidak suka tinggal disini—”
“Lebih tepatnya maksudmu dia terjebak oleh sebuah bisnis palsu, membuatnya menetap apakah kau rasa ini seperti dia menjadi umpan?”
Seketika Felix bangkit, “Itu yang sedang ingin aku ketahui!” Felix pun masuk kedalam sebuah ruangan berakses finger kemudian menutup lagi pintunya.
...•••...
Di bagian timur Pallezo tepat-nya di kantor Elleza, Sophia tampak mulai menimati dunia barunya, Elleza membuat Sophia seakan lupa bahwa Nick menghilang, wanita itu tampak sedang melaukan sesi pemotretannya dengan bergerak-gerak dengan pakaian tidur mewah terbuat dari satin terbaik eropa, dia lumayan bersyukur ini tidak telalu seksi dan terbuka, tidak ada lingerie seperti yang dia bayangkan.
Bukan takut Felix marah, dia hanya enggan menjadi bulan-bulannan lelaki yang selalu saja membuatnya tidak bisa mengerti itu,Sophia tahu dan sudah sangat kenal seperti apa Felix, dia akan serius dengan apa yang dia ucapkan.
Di sisi lain, Sere, Florence dan para model yang lain tengah melakukan pekerjaan lain, menandatangani beberapa berkas dan berbincang bersama Elleza. “Apakah ini akan menjadi hari terakhir Sophia pemotretan La Madre?”
“Dia tidak mau, di bahkan ingin kembali ketempatnya.” Jelas Elleza tanpa menoleh.
“Dia berbakat, lihat Miragle menyukai hasil kerja kerasnya.” Imbuh salah seorang disana.
Serra perlahan duduk, “Kau benar, lagi pula dia tidak memiliki keluarga disana, untuk apa dia kembali, sedangkan dia bisa mendapatkan karir yang baik.”
Florence tersenyum, “Harusnya aku iri saat ini padanya baru dua hari dia sudah menggungguliku, tapi dia cukup bersahabat, aku menyukainya.”
“Sophia memang gadis yang baik, baiklah, aku bisa pastikan dia tidak akan kembali kesana, bukankah Nick juga masih akan lama disini?”
Sekelebat rasa khawatir tiba-tiba melintasi Elleza dia kembali mengingat sang putra dan apa yang terjadi padanya saat ini, jika kata Simon dia baik-baik saja lalu kenapa di memblokir semua akses hubungan mereka tiba-tiba.
“Florence hari ini kau ada jadwal ke acaranya Barbara, bukan? Mereka melakukan fashion show di bibir pantai, malam ini, benarka?”
Florence melihat pada waktu, “Ah, iya assistenku tidak masuk lagi hari ini, rasanya aku sedikit tidak bersemangat menghadiri acara itu.” Keluh Florence.
“Kau bisa mengajak Sophia, dia mungkin bisa menemanimu! Sekalian dia tahu seperti apa dunia kita di luar sana.” Usul Elleza.
Tidak lama Sophia berjalan mendekat pada mereka, meneilsik apa yang mereka bicarakan.
“Wow kau cantik sekali Sophia, puji Serra…” Menatap takjub dari atas tubuh berbalut piyama hingga ke kaki jenjang berbalut hell itu. “Hanya memakain pakaian tidur saja kau secantik ini, aku yakin Nick tidak akan berkedip jika melihat mu seperti ini.”
Sophia menghela, “Nick masih tidak bisa di hubungi Mom?”
“Dia pasti merindukan mu, pergilah bersenang-senang mala mini, Nick baik-baik saja disana!”
Florence dan Serra mengendik acuh, “Ikut saja, mungkin bisa membuat mu terhibur, ada banyak sekali para model, artis-artis terkenal disana, kau bisa mencuci mata.”
Sophia tidak terlalu suka hal-hal semacam itu, “A-aku pulang saja—”
“Sophia pergilah, ini mungkin akan menjadi lingkungan mu, ini baik utukmu.”Tambah Elleza.
“Tapi Mom—” Sophia merasa tidak sebanding dan tidak pantas disana, akan apa yang ia lakukan disana nanti. “Aku bukan seorang model dan akan seperti apa nanti?”
“Sophia lihat dirimu? Kau adalah seorang model ternama sekarang kau bahkan menjadi brand sebuah prodct, ayolah percaya diri, bisa jadi dunia mu yang baru adalah ini.”
“Sophia La Madra benar, kau harus melangkah keluar jendelamu, keluar dari zona nyamannmu.” Imbuh seorang shemale assistan Ellezan itu.
Serra pun terus memaksa Sophia bahkan kini dia meninggalkan Sophia disana untuk pergi bersama Florence ke sebuah acara Fashion show rekannya.
“AstagA Serra!” teriak Sophia di paksa tinggal, “Aku ingin pulang saja, aku butuh istirahat, lagi pula tempat itu terllau jauh, bukan Flo?”
Florence terkekeh, “Pagi-pagi sekali aku sudah meminta Felix menghantarku, dan sekarang dia sedang dalam perjalanan kesini, oh ya, disana banyak pengusaha dan pria-pria kaya raya bisa saja kau suka” Jelas Florence.
Sophia terlonjak, “Felix?” persetan dengan lelaki tampan ataupun kaya raya, tapi Felix? Felix lebih membuat ku enggan dan muak untuk pergi.
“Ya kenapa? Tidak masalah malam ini aku tidak akan terganggu dengan kehadiranmu, di antara kami berdua.”
Sophia menyengir kuda, “Ah, aku pulang saja kalian lebih baik pergi berdua.”
“No kau tidak bisa mundur, aku sudah mendaftarkan mu sebagai tamu special bersama ku disana, ayolah, apa yang kau ragukan, atau kau takut menjadi lalat di antara aku dan Felix sebab Nick tidak ada.”
Seketika terdnegar sebuah mobil berhenti dhadapan mereka, menderukan suara mesin sekaligus decitan berhenti, “Sial!” Sophia sudah mengutuk seketika.
Netra Felix pun spontan terbelalak melihat penampilan Sophia yang begitu menawan masih memakai pakaian salah satu brand yang mengiklan dan masih lengkap dengan polesan tipisnya.
Ini jauh sangat cantik seanding dengan model-model kelas internasional, wajah cantik sempurna, bentuk tubuh yang indah, benda kembar yang terlihat berisi, shit kenapa mata aku kesana? Kenapa dia bersama Florence.
Tidak menunggu Florence menarik tanga Sophia, membuatnya ikut terpaksa untuk masuk kedalam mobil, “Sayang, tidak masalahkan Sophia bersama kita.”
“Ku rasa dia mempermaslahakannya, sorry aku tidak berniat ikut.” Sialan sialaaaann kau mau bilang apa lagi? Penguntit kekasih orang??
“Jika kau mau kita bisa berputar ke Pallezo menghantarkan mu.” Tawar Felix angkuh mengusir Sophia.
“Yah dengan senang hati, hantarkan aku kedepan.” Imbuh Sophia mengutuk dalam ati, angkuh sekali, kau fikir aku mau dia antara kalian berdua.
“Tidak, kau tidak akan kembali ke Pallezo, ayo kita berangkat sekarang, Felix.” Perintah Florence.
“Katakan pada rekan mu, dia yakin akan ikut?” ulangi Felix.
“Yakin, kau tidak perlu meminta pendapatnya, aku yang memutuskan.”
Argghh… Sophia menyandar pasrah, dia pun mau tidak mau menuruti Florence, dari belakang Sophia menaikan ujung bibirnya, benar-benar muak pada lelaki di depan yang sok-sok serius mengemudikan mobilnya.
Felix melihat itu, dia bersikap acuh tidak sedikitpun mengurangi lajunya, dengan Florence yang terus berbicara tekdanga tidak di sahuti Felix
30 menit perjalanan akhirnya mereka pun tiba di sebuah pantai, ya ini menjadi tema acara malam ini di Fashion show gaun malam itu, sebuah catwalk Panjang berada tepat di bibir pantai dengan karpet merah yang membentang bersusunkan kursi-kursi rapi lengkap dengan pencahayaan yang gemerlap dan musik yang terdengar meriah.
Sophia turun lebih dulu, seketika Felix menoleh, “Jangan tebar-tebar pesona, kau tidak cantik, kau harus sadar itu!”
Degh…bibir iblis Iblis sialan, “Aku tidak minta pendapatmu!” jawab Sophia pelan penuh penekanan kemudian turun menyusul Florence.
Ketiganya pun berjalan kedalam acara, dengan Sophia yang lagi-lagi berjalan lebih depan membawa kertas undangan mereka, dari belakang Felix tampak menarik ujung rambut Sophia pelan entah apa yang merasuki dirinya gemas tidak tenag melihat Sophia tenang, membuat tangan Sophia cepat memukul tangan Fekix.
“Kau sakit, jaga tangan mu, kau bersama kekasihmu!” kecam Sophia menampilkan wajah sebalnya.
Sampailah mereka di antrean masuk, ketiganya berjajar menunggu di pintu pemeriksaan, Florence mendahului lagi dengan Sophia dan Felix di belakang, Sophia tampak menyapa seorang lelaki yang menyapanya, melambaikan tangan, netra elang Felix menangkap itu, seketika saja tangan Felix pun melingkar pada perut Sophia, memeluknya kuat mendominasi memperlihatakan pada lelaki yang menyapa Sophia bahwa wanita itu adalah miliknya.
“FELIIIIIIIIIX!” Netra Sophia membelakak bergumam pelan, lelaki ini benar-benar tidak waras dia memeluk wanita lain di belakang kekasihnya.
“Jaga sikapmu, aku tidak suka kau seperti itu!” Bisik Fellix tajam, seketika Florence berbalik, menarik lengan Felix berjalan mendahului meninggalkan Sophia di belakang sana.
Ada hati yang mencelus,
Dan kau tidak suka aku seperti itu, tapi kau dengannya seperti itu.
Next»
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dewi Nurmalasari
wkwkwkkw felix usil banget, dia yg g tenang liat Sophia cantiq
2024-02-04
0
Dewi Nurmalasari
wkwkwkkw felix usil banget, dia yg g tenang liat Sophia cantiq
2024-02-04
0
Nonna Mel
fellix emang mulutnya pedes bgt tpi itu ketika bareng shopia ajjh krna fellix udh sreg bgt ma shopia jd ngomong jg lgsung to the point
2023-12-29
0