Bagaimana aku tak terpancing aku tak bisa menjaminnya. Mungkin lain kali dia akan berusaha membuat si Bambang tidur bersamanya lagi, mengingat kebersamaan mereka. Lagipula aku akui dia cantik dan aku kadang merasa insecure terhadap dokter-dokter ini.
Dia duduk didepanku diam berpikir.
"Kau punya ide bagaimana menyelesaikan ini?"
"Aku tak tahu. Aku tak bisa terlibat, lebih baik kau selesaikan secara pribadi dengannya, lebih tenang lebih baik. Kau pimpinan rumah sakit ini. Kita tak bisa terlibat gosip telenovela seperti ini. Kau tak mau kita jadi bahan tertawaan di episode kisah segitiga kan, jika dokter-dokter dibawah ini tahu, kau akan malu, jadi jelaskan kepada mantanmu itu secepatnya..."
"Cinta segitiga..." Dia maju ke depanku sekarang dan mengambil tanganku. "Ini artinya kau sudah menerimaku kan?" Dia tersenyum lebar sekarang. Fokus yang kubicarakan lain tapi dia bisa saja menangkap kata yang tersirat.
Aku tersenyum. Bagaimana aku tak menerimanya jika keberadaannya saja bisa membuatku salah tingkah. Dan secuil perkataan tanpa makna darinya bisa membuat pikiranku berlari terlalu jauh.
Katakan bagaimana aku bisa bertahan dan tak mengakuinya.
"Bilang ke penggemarmu itu berhenti memegang lenganmu dulu..." Aku menjawabnya tapi tak berani menatapnya tapi memainkan pulpen dengan tangan yang lain.
"Dia hanya bisa memegang lenganku, tapi itu saja. Bagian yang lainnya milikmu, bagaimana..." Aku langsung memukulnya, aku tak percaya dia mengatakan hal absurd semacam itu.
"Kau benar-benar perayu ulung ya ..." Aku tertawa sekarang. Dia benar-benar bisa membuat wanita manapun tersipu-sipu.
"Aku hanya merayu ke wanita yang kusukai. Dan biasanya itu terang-terangan..." Dia menghindar dari pukulanku dan menangkap tanganku.
"Gombal. Aku perlu sangat berhati-hati dengan mulut manismu itu...." Aku mencoba memukulnya lagi, bagaimana bisa aku tak bisa tak terpengaruh dengan kata-kata manisnya itu. "Pergilah, aku banyak pekerjaan." Seperti biasa aku yang menyuruhnya pergi.
"Sayang terima kasih sudah menerimaku." Dia memegang tanganku lagi.
"Kau masih dalam masa percobaan, buat mantanmu itu pergi dulu." Aku ingin mengulum senyumku, tapi akhirnya tak bisa menahannya, dia ikut tersenyum melihat senyumku.
"Baiklah, tapi makan malam bersamaku oke."
"Iya pergilah sana, ..." Aku hanya harus mengangguk untuk membuatnya bisa pergi.
🧡🧡🧡🧡
"Apa yang dilihatnya darimu." Seseorang bicara di belakangku, membuatku menoleh saat sedang berjalan untuk makan siang. Dokter Sandra? dia sengaja menungguku di lorong ini? Bulu kudukku merinding. Aku sekarang sedikit berhati-hati sejak kejadian terakhir ada orang psycho yang menusukku.
"Dokter Sandra, selamat siang, saya mau makan siang. Mau ikut..." Aku mencoba mengajaknya berjalan keluar dari lorong itu. Tapi dia menatapku dari atas kebawah dan mengitariku.
"Katakan bagaimana kau menarik perhatiannya. Kau biasa saja..." Dia menjejeriku dan berdiri didepanku.
"Entahlah, saya tak tahu." Aku mengangkat bahu. "Saya sungguh tak tahu."
"Jangan merasa menang dulu. Kau paling hanya akan berakhir seperti wanita lain. Menjadi salah satu wanitanya. Apa yang bisa kau tawarkan padanya? Tak ada..." Aku tak menjawabnya. Karena dia benar tak ada apapun yang bisa kutawarkan padanya. Tapi kenapa dia harus melakukan konfrontasi soal ini.
"Kau tak tahu siapa aku bukan?" Dia bicara berputar di sampingku seperti hiu mengitari mangsanya. "Pamanku adalah salah seorang komisaris di sini. Kau tak lihat nama belakangku Narendra. Kau tak mengenal komisaris-mu sendiri. Aku bisa membuatmu kehilangan kariermu dan membuat masalah dengan Direktur sekalipun..." Aku menghela napas sebelum menjawabnya.
"Kau bisa membuat semua masalah itu tentu saja, tapi apa kau bisa mendapatkan hatinya. Kau tanya aku apa yang dia lihat dariku, aku juga tak tahu. Apa kau pernah mendengar jatuh cinta tak perlu alasan. Bahkan itu sama sekali tak ada hubungannya dengan uang, itu hanya masalah takdir. Aku tak berniat mencari masalah denganmu, kau pikir dengan mencarikanku masalah kau tak menjatuhkan Dokter Vincent? Dia bahkan akan menganggapmu sebagai musuh? Kau sudah pertimbangkan tindakanmu? Kau ingin perang yang kau bisa kau temukan hanya kehancuran. Apa itu yang dilakukan oleh orang yang katanya mencintai...."
"Kau terlalu memandang tinggi dirimu sendiri..." Dia menunjuk mukaku.
"Kita bukan anak 17 tahun lagi dokter Sandra. Wanita dewasa tidak mengejar pria, tapi mencari orang yang mencintainya yang akan berjanji bersamanya seumur hidupnya. Dicintai itu lebih membahagiakan dari berusaha mencintai. Kau tak tahu itu... Masa lalu adalah masa lalu, kalian sudah belasan tahun tak bersama, kau pikir selama itu dia menunggumu? Kalian sudah memilih jalan berbeda, kenapa kau pikir kau masih memilikinya? Coba kau pikirkan itu..."
Aku bicara panjang lebar dengan nada rendah. Untuk mencoba membuatnya mengerti bahwa percobaan pertentangannya denganku tidak akan membuahkan hasil apapun.
"Kau memang pandai bicara ternyata. Kurasa setengahnya dia terperangkap oleh rayuan manismu. Tubuhmu tidak seberapa, gadis-gadis yang kukenal pernah dekat dengannya jauh lebih cantik darimu. Kau tahu aku bahkan kenal dekat dengan Ibunya. Di bagian mananya kau bisa melawanku..." Dia terus berusaha merendahkanku.
"Ohhh begitu. Mungkin memang begitu, kalau begitu aku memang hebat, bahkan aku bisa mengalahkan yang jauh lebih cantik dariku." Aku lelah berdebat tak berguna seperti ini. Aku berjalan kedepan. Dan meninggalkannya sendirian. Tak berniat melayaninya lagi.
"B**ullshit! Wanita sombong! Kau akan lihat bagaimana aku mengatasimu." Dia setengah berteriak padaku.
"Terserah."
Aku menjauh meninggalkannya. Dia akan mulai mencari masalah denganku. Ini akan menyebalkan. Entah siapa yang akan menyadarkannya.
Aku meninggalkannya dan tiba ke ruang cafetaria karyawan. Andreas tiba-tiba menghampiriku.
"Kau bertengkar dengan nenek sihir ya..."
"Kau melihatnya. Dia mencegatku tadi."
"Tadinya aku mau lewat situ. Tapi melihat ada orang bertengkar aku menjauh. Ini akan jadi tontonan menarik." Dia meringis lebar, sementara aku menghela napas.
"Ini akan jadi menyebalkan. Dia bahkan mengancamku dengam memamerkan nama komisaris..."
"Kasih tahu suamimu, dia harusnya tahu bagaimana menangani wanita sombong itu." Hmm memang perlu Vincent perlu tahu hal ini. Jika Sandra memutuskan membuat masalah bagaimanapun dia akan melakukan sesuatu didepan. Entah apa... dia pasti akan mencari kesempatan menjatuhkanku.
🧡🧡🧡
"Ayo makan malam denganku..."
"Kemana?"
"Sini kuncimu. Biar dibawa pulang sopir mobilmu." Aku tersenyum, dia mau membuat malam ini hanya kami berdua saja. Ini karena aku menerimanya.
"Kau mau membawaku kemana?" Aku bertanya ketika kami sudah keluar dari parkiran rumah sakit.
Makan malam istimewa nampaknya. Terakhir aku dibuat mabuk dengan wine sehingga terdampar di lengannya yang hangat nampaknya dia akan mengulanginya lagi.
"Tempat yang spesial." Dia masih merahasiakannya.
"Kenapa kau sok misterius..." Dia tertawa. Aku teringat kejadian tadi siang dengan Sandra. "Kau tahu tadi siang Sandra mengancamku."
"Mengancammu apa?" Aku langsung bercerita apa yang dikatakannya. Dia tampak langsung berpikir.
"Dia hanya keponakan jauh, jika dia ingin membuat masalah denganku, harusnya dia berpikir jauh. Lagipula komisaris tak akan terlalu bodoh terlibat masalah pribadiku. Dia hanya mencoba mengancammu, melihat apa kau bisa dijatuhkan dengan mudah. Dan masalah dia kenal dengan Ibuku, cuma kenal saja, tidak kenal dekat. Dia hanya pamer pernah bertemu Ibuku beberapa kali..."
"Hmm... Entahlah, sejak kejadian aku ditusuk. Aku sedikit tak percaya rasionalitas manusia. Mungkin saja dia bisa bertindak diluar akal."
"Dia tidak akan sebodoh itu. Kariernya bisa habis dalam sekejap. Sudahlah, jangan pikirkan dia lagi. Sekarang pikirkan aku saja..."
Aku tersenyum melihatnya.
"Kita akan kemana? Aku tak begitu mengenal daerah ini."
"Tunggu saja kau akan tahu..." Sekarang kejutan apa yang direncanakannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Lina ciello
cowo2 aja ga suka liat kelakuan sandra... brti ancen buruk bgt sandra bagi org lain
2022-01-01
3
Bunga_Tidurku
baru keponakan jauh udh shombhonggh, gmn kalo anak yg punya
2021-12-25
1
Syahla Raysa
bhahahhaa....komennya keren
2021-11-14
0