Ketidakmampuanku mengendalikan diri sendiri jika bersamanya tak bisa disembunyikan, Bambang ini terlalu berbakat menjadi penggoda, terlalu berbahaya, terlalu panas. Debaran ini tak tertahankan, aku meleleh didekatnya bagai lilin terkena api.
Tapi kemarin bahkan dia tak menciumku walau dia punya kesempatan.Dia sabar menungguku menerimanya?
Sopan sekali...aku memikirkannya beberapa hari ini. Bahkan dia tak memaksakan sebuah ciuman, dan aku malah yang lebih memikirkannya sekarang. Dasar bodoh!
Dan tiba-tiba kau merasa duniamu lebih bercahaya sekarang. Sebuah pesan kecil di ponselmu menjadi berarti, menerima pesan kecil saja adalah sebuah debaran kecil yang menyenangkan, bahkan bisa membuatmu tersenyum kecil. Aku sudah jatuh hati pada manusia kuno yang masih membawa sapu tangan itu.
Tapi pagi ini aku melihatnya lagi, berjalan berdampingan dengan Sandra. Aku melihat kejadian jelasnya dari jauh, awalnya Sandra bahkan sengaja duduk di lobby pagi itu menunggunya datang dan menjejeri langkahnya. Hubungan masa lalu ini ternyata tidaklah bisa diputuskan semudah yang dibayangkan.
Kali ini dia kembali berusaha bergelayut di lengannya. Wanita itu dia benar-benar berusaha bukan. Dia tak menyerah walaupun Vincent sudah mengatakan dia sedang bersama denganku. Vincent terlihat kaget dan mencobe melepaskan pegangannya. Tapi dia tak melepaskan Vincent dan meneruskan bergelayut manja di lengannya. Dia tak perduli nampaknya, selama kami belum punya ikatan resmi dia beranggapan dia masih punya kesempatan untuk membelokkan hati Vincent.
Mereka naik lift bersama dan aku ikut masuk bersama beberapa orang staff lainnya.
"Pagi Dokter Sandra..." Aku menyapanya dan tersenyum kepada Sandra. Dia tampaknya tak peduli padaku dan masih memegang lengan Vincent.
"Pagi Bu Melinda..." Sementara Vincent yang sekarang terlihat risih, dan berusaha melepaskan diri, akhirnya dia melepas tangannya dengan tak rela. Tapi aku tak bicara sepatah katapun setelahnya.
"Kau tak turun?" Lantai 4 adalah ruangan kerja dokter Sandra.
"Aku mau bicara padamu diatas."
"Bicara apa?"
"Nanti saja..." Dia hanya ingin memancing kemarahanku. Tapi aku sekarang bukan orang yang mudah terpancing lagi, tindakan 'bitchy' macam itu tidak akan membuatku terganggu dan kalah.
"Bu Melisa, aku boleh bicara pekerjaan ke Dokter Vincent bukan?" Sekarang dia bertanya padaku. Beberapa orang ada tiga orang yang berada satu lift. Dia mau membuat gosip dirumah sakit ini, sekaligus mempermalukanku jika aku salah bicara.
"Tak usah meminta izin ke saya Dok..." Aku tersenyum padanya.
"Ohh begitu, baiklah..." Dia menyender di dinding lift dengan senyum kemenangan. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya.
Dia adik kelas Vincent, berumur sama denganku ternyata. Bertemu lagi saat dia menjalani internship (dokter muda) selama beberapa saat mereka terlibat teman tapi mesra, tapi itu hanya setahun setelah itu mereka berpisah karena tidak bekerja di tempat yang sama lagi. Vincent menceritakan dengan jelas apa hubungan mereka. Jadi aku percaya saja dia bisa menyelesaikan masalah ini.
Kami keluar lift. Dia tetap bersikeras berjalan di dekat Vincent. Sementara aku mengambil langkah keluar dari lift duluan karena didepan, dan selanjutnya berjalan lurus ke ruanganku.
"Saya mau bicara dengan Bu Melisa dulu, dokter Sandra. Tunggu di ruangan saya saja." Dia langsung mengikutiku dan meninggalkan Sandra. Ternyata Bambang ini tahu bagaimana bersikap juga, aku menyembunyikan senyumku dan membiarkannya mengikuti ke ruanganku.
"Sandra itu..." Dia berkacak pinggang dan menggelengkan kepala saat aku sudah duduk dikursiku dan menatapnya. "...sengaja ingin memanasimu. Kau tahukan?"
"Hmm... aku tahu. Tentu saja."
"Jangan terpancing." Aku mengangkat bahuku.
"Well, jelaskan secepatnya padanya, aku tak berjanji apapun soal terkena pancingannya. Itu tergantung bagaimana kau akan menyelesaikannya. Dia nampaknya sangat terobsesi padamu..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Lia Kiftia Usman
komunikasi yg bagus dan dewasa...kusuka
2021-07-06
8
ᴅᴇᴅᴇ ᴋᷠʀᷚʏͦsᷜᴛᷜᴀʟ🖤
dewasa banget dah Melisa, pintar dalam menyikapi segala hal, the best pokoknya
2021-07-06
7
Nimranah AB
Bambang 👍👍👍
2021-06-22
1