SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan

"Ini apa?! Kenapa malah ada laporan biaya perbaikan alat sebesar ini. Ini gak ada di anggaran?!" Satu lagi orang yang tiba-tiba ngajuin anggaran mendadak begini. Salah satu kepala unit yang menghadap minta tambahan anggaran langsung menerima limpahan emosiku pagi-pagi.

"Tapi ini mendesak Bu."

"Tanda tangan Pak Direktur sana! Kok bisa rusak terus, biarpun saya baru disini , saya tahu ini bukan sekali bagian kamu tiba-tiba ngajuin biaya perbaikan alat sebesar ini, saya sudah 11 tahun di unit Keuangan, mana ada ini 2x rusak dalam jangka waktu belum 2 tahun. Saya kasih remarks! Saya ingin siapa yang tanggung jawab dan laporannya, siapa operatornya, alasan kerusakan, langkah antisipasinya! Ini harus lengkap laporannya... Saya tidak bisa terima alasan karena rusak doang! Saya ingin meeting khusus soal bagian Dokter ke Pak Direktur." Aku melempar dokumen pengajuan dana itu kembali ke kepala Unit.

Aku berkuasa atas uang, biarpun kepala unit ini adalah dokter senior, aku berhak menyetop permintaan dana, bahkan memarahi mereka, aku tak tahu teknis tapi aku bisa meminta keterangan teknis yang logis, supaya mereka menghargai maintenance unit mereka sendiri. Penjaga uang perusahaan, dan komitmen ini yang diperlukan para komisaris saat aku memegang kendali keuangan.

"Bu, kenapa harus sampai ke Pak Direktur ini kan cuma perbaikan alat MRI rusak? Jangan ke Pak Direktur Bu. Saya lengkapi Bu permintaannya." Sekarang dia menatapku dengan jeri. Mungkin tak menyangka aku berani memarahinya dan naik ke Direktur.

"Ohh cuma,... jadi berapa ratus juta ini cuma. Fine! Saya sendiri yang akan bawa ini ke Direktur."

"Tapi Bu,..." Aku mengambil dokumennya.

"Sihlakan keluar."

"Baik saya akan bikin laporannya ke Ibu. Jangan ke Pak Direktur Bu..." Dia ingin mengambil dokumen pengajuan itu dariku. Dia tiba-tiba takut. Berarti ada masalah disini. Atau mungkin Pak Direktur itu lebih menyeramkan dariku. Aku belum lama disini, aku belum pernah liat Bambang marah-marah.

"Tidak, saya berubah pikiran. Saya ingin audit internal soal ini sekarang." Jika aku memakai komite audit, Direktur jelas akan tahu masalah ini.

"Bu kok audit? Kenapa tiba-tiba jadi audit." Sekarang dia ketakutan. Aku melihat mukanya yang kuatir, mungkin dia melindungi orang yang menyebabkan kerusakan ini. Aku akan membuat komisi audit memeriksa sampai ke SOP-nya.

"Biar jelas. Jika tak ada masalah saya akan tandatangan, sihlakan keluar. Dokumen ini saya ambil."

Sekarang dokter di depanku tak bisa bicara. Aku jadi benar-benar ingin tahu apa disini. Dan setelah aku melakukan audit internal ini tak ada seseorang disini yang akan berani berpikir bahwa head keuangan mereka yang muda ini juga mudah dihadapi.

\=\=\=\=\=

"Kau meminta audit? Audit apa..." Aku sampai ke ruangan Direktur dan membawa dokumenku sendiri. Karena ini MRI unit rusak 1 akan membuat antrian di unit lainnya, aku juga tahu ini mendesak tapi aku perlu seseorang bertanggung jawab. Dia melihat dokumen yang aku bawa.

"MRI machine ini sering rusak, dalam 12 bulan ini ada 2x pengajuan, ada biaya perbaikan diajukan ratusan juta, diluar maintenance, ini bukan hal normal saya ingin audit SOP, siapa yang bertanggung jawab dalam laporan lengkapnya, baru saya release tandatangan biayanya." Dia meneliti laporanku.

"Saya tidak tahu ini pernah rusak, ini unit baru. Oke saya akan setuju audit ini, tapi ini mendesak banyak pasien mengantri jika satu rusak, saya kasih note approvalnya tapi ini tetap akan masuk audit. Kamu akan dapat laporannya dari internal auditor segera." Dia langsung menelepon bagian auditor yang satu lantai dengannya, auditor datang dan mengambil dokumen menerima perintah. Kerjanya efisien.

"Oke itu aja Dok. Saya keluar dulu..." Aku bersiap pergi setelah auditor keluar.

"Pak Rudy sudah laporan ke kamu?" Aku tak jadi pergi.

"Dia bilang, mungkin paling cepet sore ini selesai, paling lama dalam dua hari kalo hasilnya clear, dia kasih notice kalo udah bisa saya jemput."

"Ohh oke. Ya sudah, semoga clear cepat. Mau temani saya makan siang?" Mana berani aku menolak ajakan makan siang sekarang, malah aku harus bayar makan siangnya. Dia sudah banyak membantu.

"Ohh ya oke Dok, nanti ketemu di lobby aja?"

"Iya." Dia tersenyum. Entah apa arti senyumnya itu.

"Saya keluar dulu Dok."

●●

Makan siang itu berlangsung damai dan tenteram. Maksudku dia memilih topik ringan, banyak bercanda dan tak mencoba apapun misal menggoda dengan tujuan apapun. Dia berlaku sopan dan gak menyebut kebaikan yang sudah dia lakukan.

Ketika aku yang berinisiatif membayar dia langsung menolaknya. Dia bilang tak ada aturannya bawahan bayar atasan. Aku jadi kepikiran kenapa dia baik hati begitu. Sampai sore...

Bambang itu bikin aku mikirin dia.

Menjelang sore, sebuah pesan dari Pak Rudy mengatakan sekitar jam 6 sore Ardy sudah bisa dijemput. Aku menghela napas lega, mengucap syukur masalah ini tidak membesar akhirnya. Aku segera keluar kantor jam 5, berharap bisa mengurai kemacetan untuk menjemput Ardy.

"Mau jemput Ardy?" Kebetulan aku bertemu dengan Bambang di depan lift. "Pak Herman bilang sudah beres casenya."

"Iya Dok, makasih, kalo engga saya gak tahu saya harus gimana." Dia tersenyum saat melihatku tersenyum lega.

"Sudah lega ya..."

"Banget." Aku sudah bisa tertawa sekarang. Sakit kepalaku tiba-tiba hilang.

"Jangan diomelin dulu. Dia juga tahu dia udah bikin salah..."

"Iya. Makasih Dok..." Dia cuma mengangguk. "Saya pergi dulu.."

"Iya hati-hati."

Aku pergi dengan perasaan lega. Sampai di kantor polisi Pak Rudy sudah duduk bersama Ardy. Adikku itu dia tidak tahu betapa paniknya aku.

"Pak Rudy, makasih Pak."

"Siap Bu, sudah tidak ada lagi masalah. Dek Ardy, jangan sampai balik ke sini lagi. Hati-hati bergaul." Pak Rudy bahkan memberikan satu dua patah kata buat Ardy. Semoga dia sadar dan berhenti membuat kesulitan lagi untukku.

"Ayo pulang,..." Aku ingin mengomelinya, tapi mungkin dia juga mendapatkan shock therapynya buat ini. Dia cuma mengiyakan ketika aku menyuruhnya masuk mobil.

"Aku minta maaf nyusahin Kakak..." Dia yang memulai bicara akhirnya. Aku melihat padanya, mukanya terlihat lusuh. Setengahnya kasihan tapi setengahnya lagi sakit hati karena memikirkan bill yang harus kubayar. Tidur di penjara, itu yang didapatkannya karena salah bergaul.

"Kamu tuh emang seneng banget bikin kakak susah. Kamu masuk ke sana sekali lagi, bakal kubiarin kamu dipenjara bertahun-tahun. Gak akan kujemput lagi. Kamu denger itu. Kamu tahu berapa harus bayar polisi dan lawyer karena kamu salah bergaul... Kamu pikir kakakmu ini punya pabrik emas."

Dia diam mendengar aku merepet. Aku menghela napas panjang meredakan emosiku sendiri,...

"Sudahlah, jangan bikin masalah lagi. Jangan kasih tahu Mama. Cuma Lenna yang tahu..." Dia diam saja menerima omelanku.

Tak ada yang bicara kemudian. Lenna yang melihatnya pulang dengan baik hati menyuruhnya mandi lalu makan.

Aku tak akan mengomelinya lagi untuk malam ini.

🧡🧡🧡🧡🧡

"Pak Herman, saya mau tanya biaya yang saya harus bayar." Aku menelepon Pak Herman siang hari karena penasaran berapa jumlah tagihan advokasinya.

"Oh soal itu, sudah dicover Pak Vincent, Ibu coba ke Pak Vincent saja."

"Lhoo kok dicover Dokter Vincent Pak, kan saya yang berperkara?"

"Ehmm... Soal itu mungkin lebih baik Bu Melisa tanya langsung ke Pak Vincent, saya hanya menerima permintaan klien."

"Saya minta jumlahnya Pak." Baiklah mungkin dia tak ingin aku memikirkan harus membayar sekarang, aku bisa menganti jumlahnya pas gajian. Uang cash ku memang sudah menipis.

"Itu juga saya tidak bisa kasih rincian, Ibu bisa tanya ke Pak Vincent. Itu beliau pesan, saya tidak bisa kasih rincian apapun ke Ibu." Aku spechless sekarang.

Kenapa dia tak mengizinkan aku tahu jumlah tagihannya. Dia tak mau aku membayarnya, kenapa? Dia punya tujuan apa? Personal atau bisnis?

Aku mencarinya ke kantornya di jam makan siang.

"Luna, Dokter Vincent ada, bisa bicara?" Aku bertanya kepada seorang sekertaris juga assistennya.

"Bentar ya Bu Mel."

"Pak, Bu Melisa mau ketemu." Melisa menutup telepon. "Masuk aja Bu."

"Ohh oke."

Aku masuk dan dia sedang melihat sesuatu di komputernya.

"Iya? Ada apa Bu Melisa?" Dia bahkan mempertahankan panggilan resmi, sopan.

"Saya mau tanya berapa jumlah yang saya harus bayar ke Dokter. Bill-nya Pak Herman." Dia melihatku sebentar dan matanya kembali ke layar.

"Ohh, dia pengacara pribadi saya. Anggap saja itu bantuan. Tak ada yang perlu dibahas lagi." Dia bahkan bicara tak melihatku. Matanya konsentrasi ke laptop.

"Saya tak bisa berhutang begitu ke Dokter? Izinkan saya tahu jumlahnya. Saya harus membayar, Dokter sudah cukup membantu saya."

"Tak perlu, bukan jumlah yang besar. Tak perlu dibahas lagi. Anggap saja tak ada hutang apapun." Dia tetap bertahan dengan tak mau memberitahuku tentang jumlah bill-nya. Dan bahkan tak memperdulikan keberadaanku.

"Dok, saya tetap harus membayar. Itu tak etis, bagaimana saya bisa menerima sesuatu begitu saja." Dia menghela napas. Aku juga ikut menghela napas.

"Hmm... sebagian benar. Tapi sebagian salah."

"Maksudnya?"

"Baiklah kita pakai pengganti saja."

"Hah?"

"Besok Jumat malam sepulang kantor, satu kali makan malam."

"Makan malam?" Bagaimana menganti bayaran pengacara dengan satu kali makan malam?

"Setelah itu anggap saja lunas, setelah itu kau tak punya hutang apapun. Even jika kau ingin mencari masalah denganku di rapat komite boleh, aku tak berniat memanfaatkan itu untuk melancarkan sebuah urusan kantor yang lain. Jika kau menggangap aku punya maksud lain di urusan kantor. Dan bukan untuk memanipulasi kedekatan personal jika itu yang kau takutkan. Itu saja, aku sadar terlalu banyak spekulasi yang berputar di otakmu. Jelas. Dan aku agak sibuk hari ini. Bisa kita bicara besok malam saja..." Vincent bicara cepat sehingga aku menahan napas mendengar kecepatan dia bicara.

"Oke." Aku masih kesulitan mencerna yang dia bicarakan.

"Oke. Kau boleh keluar." Dia bahkan mengusirku. Efisien sekali.

🧡🧡🧡🧡

Terpopuler

Comments

Nailarin Safeera

Nailarin Safeera

Akhirnya bisa makan malam juga

2023-12-18

1

Lina Maryani

Lina Maryani

yg penting deal mkn mlm ya dok...🤭

2022-03-20

0

Maya Sari Niken

Maya Sari Niken

aku ga suka pake bnget visual vincent

2022-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2 SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3 SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4 SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5 SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6 SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7 SEASON 1 Part 7. Terserah
8 SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9 SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10 SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11 SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12 SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13 SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14 SEASON 1 Part 14. Insident 1
15 SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16 SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17 SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18 SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19 SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20 SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21 SEASON 1 Part 21. The Real Me
22 SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23 SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24 SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25 SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26 SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27 SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28 SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29 SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30 SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31 SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32 SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33 SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34 SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35 SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36 SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37 SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38 SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39 SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40 SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41 SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42 SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43 SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44 SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45 SEASON 2. Part 9. Show Off!
46 SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47 SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48 SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49 SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50 SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51 SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52 SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53 SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54 SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55 SEASON 2. Part 19. Father Figure
56 SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57 SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58 SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59 SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60 Hi sorry ini masih pending
61 SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62 SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63 SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64 SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65 SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66 SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67 SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68 SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69 SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70 SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71 SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72 SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73 SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74 SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75 SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76 SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77 SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78 SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79 SEASON 2. Part 42. Korea 1
80 SEASON 2 Part 43. Korea 2
81 SEASON 2. Part 44. Korea 3
82 SEASON 2. Part 45. Korea 4
83 SEASON 2. Part 46. Korea 5
84 SEASON 2. Part 47. Korea 6
85 SEASON 2. Part 48. Korea 7
86 SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87 SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88 SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89 SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90 SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91 SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92 SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93 SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94 PENGUMUMAN SEASON 3
Episodes

Updated 94 Episodes

1
SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2
SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3
SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4
SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5
SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6
SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7
SEASON 1 Part 7. Terserah
8
SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9
SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10
SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11
SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12
SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13
SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14
SEASON 1 Part 14. Insident 1
15
SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16
SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17
SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18
SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19
SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20
SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21
SEASON 1 Part 21. The Real Me
22
SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23
SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24
SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25
SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26
SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27
SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28
SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29
SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30
SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31
SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32
SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33
SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34
SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35
SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36
SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37
SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38
SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39
SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40
SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41
SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42
SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43
SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44
SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45
SEASON 2. Part 9. Show Off!
46
SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47
SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48
SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49
SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50
SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51
SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52
SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53
SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54
SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55
SEASON 2. Part 19. Father Figure
56
SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57
SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58
SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59
SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60
Hi sorry ini masih pending
61
SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62
SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63
SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64
SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65
SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66
SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67
SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68
SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69
SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70
SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71
SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72
SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73
SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74
SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75
SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76
SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77
SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78
SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79
SEASON 2. Part 42. Korea 1
80
SEASON 2 Part 43. Korea 2
81
SEASON 2. Part 44. Korea 3
82
SEASON 2. Part 45. Korea 4
83
SEASON 2. Part 46. Korea 5
84
SEASON 2. Part 47. Korea 6
85
SEASON 2. Part 48. Korea 7
86
SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87
SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88
SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89
SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90
SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91
SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92
SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93
SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94
PENGUMUMAN SEASON 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!