"Terima kasih." Dia kelihatan lega, dia sedikit membungkuk dan ikut duduk disamping Joshua.
Dan semua gadis disini menatapku dengan pandangan iri. Baiklah, keberuntunganku sedang bagus nampaknya hari ini. Atau karena aku sedang cantik.
"Saya belum pernah berkenalan secara pribadi dengan Anda Miss Melisa. Saya akan banyak perlu bantuan Anda."
"Ohh Dr Joshua, saya mengerti. Anda memegang bedah estetik. Pak Director dan Komisaris sudah bicara dengan saya Anda akan jadi bintang kita di bedah estetik. Bahkan bagian Marketing sudah mengontrak Anda jadi bintang iklan mereka..."
Dokter ini akan jadi banner bedah estetik kecantikan kami. Dewan Komisaris kami sudah setuju investasi besar buat peralatan dan sumber daya di unitnya. Dia bersedia di bawa kesini dari Korea. Aku berpikir dia pastinya punya cerita khusus tentang kesediaannya itu, bersedia meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Jakarta yang panas ini.
"Saya berusaha agar tak mengecewakan Bu Melisa." Dia bicara sambil sedikit membungkuk. Aku tersenyum, orang-orang Korea ini mereka memang punya attitude yang berbeda.
"Tak usah bersikap terlalu formal dengan saya, mari makan. Apa Anda kerasan tinggal disini."
"Disini banyak restoran Korea, banyak kominitas Korea saya rasa saya seperti tinggal di lingkungan saya dan makanan Indonesia sangat sesuai dengan saya." Dia menjelaskan sambil tersenyum.
"Ahh benar, banyak makanan Korea disini, bahkan pedagang jalanan pun sudah membuka stan makanan Korea." Joshua terlibat dalam pembicaraan kami.
"Anda benar, saya sendiri kaget bisa menemukan stand makanan korea di jalan-jalan." Dia tertawa.
"Saya boleh bergabung?" Satu lagi yang datang ke meja kami. Kali ini si Bambang.
"Dokter Vincent silahkan..." Astaga sekarang semua orang menatap ke kami. Para dokter ini, kenapa mereka berkerumun disini.
Dan Bambang dengan PD mengambil duduk disampingku, mengingatkanku tentang momen sandaran semalam. Aku pasti terlalu berani semalam, tapi dia tak nampak menjauhiku. Berarti aku tak melewati batasku.
"Dokter Joshua, bagaimana makanannya." Semua orang bertanya tentang makanan ke Dokter Joshua sekarang.
"Ini enak, saya tidak punya masalah." Para dokter itu bicara tentang makanan dan aku menikmati pembicaraan mereka. Sementara banyak mata menatap ke meja kami. Kumpulan lelaki single hot dan aku ada disamping mereka.
Pembicaraan ringan mengalir lancar, kebanyakan tentang dokter Joshua, dia bintangnya sekarang, karena terutama dia orang asing. Kami cukup banyak bertanya tentang bedah estetik yang menjadi bidangnya. Dan ternyata dia cukup punya skill komunikasi yang baik. Terlibat pembicaraan semeja dengannya menyenangkan. Dan jam makan siang itu berlalu dengan cepat.
"Saya ada meeting komite audit internal dengan Bu Melisa jam satu, saya harus kembali dulu." Dia mengingatkanku.
"Iya Dok, kalau begitu kami kembali dulu. Selamat siang semuanya, kapan kapan kita bergabung lagi..." Aku dengan sopan meminta diri.
Aku berjalan di samping Dokter Vincent kemudian. Masih diiringi dengan tatapan banyak orang.
"Rupanya kau sudah banyak membuat pertemanan disini." Aku menoleh pada Bambang.
"Membuat pertemanan?"
"Dokter-dokter single itu dengan rela berkumpul dimejamu." Ohh pertemanan. "Teman" dalam arti dia itu berbeda.
"Well, mungkin karena aku memang baik hati, cantik dan menawan." Aku menjawabnya asal, karena aku merasa cantik hari ini. Baju bunga-bunga peach ini memberikan efek yang iluminasi yang sempurna. Dia tertawa.
"Baiklah, karena kau cantik dan menawan hari ini. Bagaimana kalau makan malam." Apa dia mencoba menggodaku dengan makan malamnya.
"Hmm, tidak... Aku masih harus jadi hakim dan juri pengadilan audit hari ini. Sementara ini akhir pekan. Setelah ini aku mau pulang dan beristirahat. Kalau tidak aku perlu suntik botok lebih cepat karena terlalu banyak stress. Padahal aku berusaha tidak mendapatkan konsultasi dokter Joshua Woo.."
Aku berbicara terlalu nyaman dengannya dan dia berusaha tidak tertawa melihatku. Kurasa aku mulai nyaman menjadi temannya, dan aku tahu itu berbahaya.
"Ohh ya ngomong-ngomong apa hasil audit komite. Kau sudah tahu?"
"Hmm... ada pelanggaran SOP dari satu dokter. 2x oleh orang yang sama , dan ya kepala unit berusaha melindungi pelanggaran ini. Komite etik ikut dalam sidang ini ada sangsi soal ini. Di rumah sakit ini ternyata ada gossip soal mereka, tapi kita tidak tahu, orang yang dilindunginya itu mendapat referensi kenaikan cepat. Kepala unit akan kena sangsi." Intuisiku ternyata benar.
"Maksudmu dia melindungi karena semacam affair pribadi."
"Sepertinya begitu. Nanti auditor yang akan menjelaskannya di sidang sekalian sangsi dari komite."
"Ohhh..."
"Kau perlu ikut karena audit ini permintaanmu. Tapi tanggung jawab sudah beralih. Jika kau tak mau ikut kau bisa pulang, kau akan terima laporan tertulisnya. Tak apa... " Dia tiba-tiba menjadi baik. Bambang ini apa dia terpengaruh oleh kebersamaan kami semalam.
"Aku perlu ikut... Karena aku yang melaporkan."
"Baiklah, itu keputusanmu. Semoga kau tak perlu konsultasi ke dokter Joshua." Dia membuat candaannya sendiri padaku. Aku tertawa. "Mau makan malam? Traktiranku..." Dia tetap berusaha sekali lagi.
"Tetap tidak, bye. Ketemu di ruang meeting." Aku mendengarnya menghela napas saat aku berbelok meninggalkannya.
Term teman ini berbahaya untukku. Dia anti komitmen. Komitmennya adalah pekerjaannya.
Aku tak mau menjadi temannya, mengharapkan lebih dari teman, lalu menjadi kecewa, lalu tiap hari harus menghadapinya disini. Aku harus melindungi hatiku sendiri dari pesonanya.
💝💝💝💝
Hai Girls besok tanggal 1 MEI semua Vote , Hadiah di novel ini yaaa. Dukung aku yaaa
Jangan lupa klik jempolnya 🥰🥰🥰 Makasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Dewi Damayanti
keren ..melisa wanita yg kuat prinsipnya...aku sukaaa😘😘😘
2022-07-14
0
𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲
aq baca tgl 1 Mei thor,,tp thn 2022😂
2022-05-01
0
Bunga_Tidurku
tinggal cap cip cup kembang kuncup lah yakkk
2021-12-24
0