SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?

Kepalaku sakit, Mama menangis semalaman karena aku menampar Ardy dan anak kesayangannya itu kemudian tak pulang sampai tiga hari ini.

Aku merasa bersalah.

Tapi kelakuan Ardy tak bisa ditolerir lagi. Tak bisakah dia tak terlibat pergaulan anak-anak orang kaya itu. Uang mereka tak punya seri, tapi aku bahkan mobilpun cuma punya mobil dari faselitas kantor. Tak bisakah dia sedikit meringankan beban yang kupikul sendiri. Aku menyesal menyetujui permintaannya untuk masuk ke universitas itu. Harusnya kukirim saja dia ke Jogja atau Malang.

Andai Papa masih ada... Mungkin aku masih bisa cerita padanya. Aku tak punya kesabaran menghadapi Ardy. Tapi Papa selalu punya celah bicara dengan Ardy, sementara Mama terlalu lemah hati terhadap apapun yang Ardy minta.

Aku baru selesai meeting di kantor pusat. Ini baru jam dua tapi rasanya benar-benar lelah. Janda tua bawel! Mungkin benar apa yang dikatakan Ardy... aku bukan single bahagia, tapi aku janda tua bawel.

Aku pernah menikah. Pernikahan impian, diumurku ke 24, princess meet prince story. Suamiku anak orang kaya berumur 28, hidupku terjamin. Tapi mimpiku itu hanya bertahan tidak sampai setahun karena di bulan ke enam akhirnya aku tahu suamiku punya dua wanita simpanan lainnya plus pacar tak resmi. Rasanya aku seperti orang bodoh dibohongin mentah-mentah...

Tidak! Aku tak akan membiarkan diriku hidup dalam kebohongan besar macam itu.

Setelah itu hidupku berubah 180°, kehidupan mimpi itu berakhir, aku bercerai, memulai karierku dari bawah. Tak lama Papa mulai sakit-sakitan, Mama juga tak stabil kondisinya karena terpengaruh Papa.

Bertahun-tahun aku berusaha sekuat tenaga untuk bekerja mendapatkan pengakuan karena aku bisa melihat aku akhirnya yang harus berdiri menyokong keluargaku. Aku janda, reputasiku sudah tak mendukung lagi untuk mendapatkan pangeran. Yang bisa kulakukan adalah berdiri menyokong diriku sendiri.

Luka akibat perceraian cukup membuatku melihat cinta berbeda. Kepercayaanku hancur, statusku janda yang kadang membuat orang berpikir aku gampangan mau diajak terlibat hubungan sesaat.

Akumulasi pengalaman hubungan pribadi yang gagal selama bertahun-tahun cukup membuatku yakin lebih baik berdiri di atas kaki sendiri. Aku telah menutup diri karena banyak kekecewaan yang aku alami.

Kupikir akhirnya, bahagia itu adalah melihat keluargaku tercukupi. Aku tak muda lagi, ... cukuplah berbakti buat Mama. Membuatnya bahagia di penghujung hidupnya. Tak kurang satu apapun.

Tapi setiap jalan memiliki tantangannya sendiri. Hidup tak pernah mudah bukan.

"Bu, sekertaris bilang Pak Vincent minta meeting anggaran jam 4." Dhea menyambutku langsung dengan jadwal meeting internal.

"Oke. Jam 4 kan. Mana yang harus saya tandatangan." Pekerjaan masih menumpuk, sudahlah Ardy bukan anak kecil, nanti juga kalau uangnya habis dia pulang minta duit.

Meeting anggaran dengan beberapa kepala unit berlangsung panjang sampai lewat jam 6, karena mereka punya banyak permintaan.

Di akhir meeting sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselku. Dari Lenna, adikku.

'Kak, Mama kayanya kambuh lagi.' Aku menghela napas dan memijat kepalaku membacanya. Sementara yang lain sudah keluar aku masih duduk.

Mama punya penyakit maag yang sudah menahun. Jika dia kambuh, bahkan dia tidak bisa bangkit dari tempat tidur, tidak bisa makan, kadang berakhir dia harus opname.

Aku menelepon Lenna.

"Obat masih ada? Minta resep ke dokter Rina, kayanya bisa langsung tebus kan." Lenna yang bisa kuandalkan sekarang. Dia selalu bisa membantuku.

"Bisa kak, ini aku udah di apotik. Sisa satu, aku beli lagi."

"Ya udah. Nanti bentar aku pulang." Aku menutup telepon.

"Ada yang sakit?" Ternyata si Bambang masih disampingku. Kupikir tadi dia sudah keluar.

"Engga, cuma mama yang maagnya kambuh lagi?"

"Ohh, gastritis, GERD, tukak atau IBS?" Kalau ngomong ke dokter pasti langsung detail pertanyaannya.

"Dulu diagnosisnya GERD."

"Kalo parah opname aja, biar bisa ditangani."

"Engga udah ada resep yang biasa."

"Diresepin Prilosec?"

"Iya kayanya, saya lupa nama obatnya..." Aku tak bisa mengingat nama obat yang dia hapal di luar kepala tentu saja. Perhatian juga ke rekan kerja si Bambang.

Teleponku berdering dari Mama kemudian. Lenna di apotik apa dia baik-baik saja. Aku langsung mengangkatnya.

"Iya Ma."

"Mel, cari adek kamu kenapa dia belum pulang Mel. Telepon Mama gak diangkat." Aku menghela napas.

"Iya ntar Mel cari. Mama istirahat aja. Ntar aku pulang." Anaknya lakinya itu udah gede, udah bisa jaga diri sendiri. Selalu diperlakukan kaya anak kecil. Aku tak habis pikir. Tapi bagaimanapun itu anaknya.

"Pak Vincent masih ada yang mau dibicarakan."

"Tidak, sudah semua tadi." Dia diam sebentar. "Kamu perlu bantuan soal Mamanya? Biar dokter Hendra periksa Mama kamu, bawa aja kesini. Kalo parah opname aja."

"Engga, Mama cuma banyak pikiran aja... Makasih Pak . Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya Pak. Malam Pak." Aku harus mencari Ardy sekarang. Bawa balik pulang anak kesayangan Mama itu.

"Iya malam..." Aku menghilang dari ruangan kembali ke ruanganku sendiri. Mencoba menelepon Ardy, tapi dia tidak mau mengangkat teleponku tentu saja. Anak ini dia tak tahu Mama memikirkannya sampai sakit.

Berkali-kali menelepon tak membuahkan hasil aku kesal. Adikku itu tak pernah menghargai apa yang aku usahakan buat dia.

Aku pulang, dijalan aku coba lagi. Sampai ke basement ketika akhirnya ditelepon balik oleh Ardy.

"Pulang! Mama sakit mikirin kamu gak pulang anak kesayangan..." Aku langsung ke inti pembicaraan tanpa tedeng aling-aling lagi.

"Aku gak mau pulang. Aku mau ngekos tinggal sendiri. Gak usah ngurus aku lagi,..." Dan mendengar kata-katanya langsung membuatku sakit kepala.

"Gak bisa! Enak aja, Mama mana setuju kamu ngekos, seenak kamu pulang malem, seenak kamu kelayapan, sakit tambah sakit tuh Mama. Kamu jangan macem-macem. Pulang sekarang!"

"Aku bisa hidup sendiri. Cape dengerin kakak sama Mama tiap hari, pokoknya aku gak mau pulang. Kirim 5 juta ke rekening aku sekarang, aku nyari kos! Aku tinggal di apartment temen aku, kakak gak usah repot ngurus aku!"

"Lu pikir gue ATM lo, lu jangan macem-macem!Pulang sekarang! Kasian Mama!" Seenaknya minta 5 juta dia pikir gue metik duit di pohon!

"Terserah kakak aku gak akan pulang! Bye!"

"Ardy!" Dia menutup teleponku begitu saja.

"Hati-hati!"

"Ehh!" Seseorang mendorong bahuku ke samping, aku tak memperhatikan jalanan ramai area parkir, hampir saja aku keserempet mobil.

"Liat-liat kalau jalan, jangan sambil teleponan..." Sejak kapan dia ada dibelakangku. Apa dia dengar semua perkataanku.

"Maaf. Makasih Pak." Tiba-tiba aku merasa malu sia mendengarkan semua yang kukatakan. Dan mataku memanas karena kesal mendengar Ardy ingin kos. Dia pasti membuat Mama sedih dan ini adalah kesalahanku karena menamparnya.

"Apa kamu baik?"

Kalimat itu. Sudah lama sekali tak ada seorangpun yang bertanya apa aku baik-baik saja. Kenapa aku tiba-tiba merasa terpuruk begini.

"Saya baik. Makasih Pak, ... Saya harus kembali. Makasih lagi..." Tiba-tiba aku merasa ingin menangis. Aku berbalik dan langsung meninggalkan Boss ku itu dengan cepat karena air mataku tiba-tiba tak memberiku waktu.

Aku tak perduli kesopanan lagi, lebih tak baik jika tiba-tiba aku menangis didepannya, akan lebih memalukan lagi. Profesional mana yang menangis didepan atasannya.

Aku hanya ingin menangis di mobil sendiri.

Karena selama ini aku juga sendiri.

Semuanya akan baik-baik saja, aku hanya perlu menguatkan diriku.

Terpopuler

Comments

Mebang Huyang M

Mebang Huyang M

mampir ya thor. nu cerita kyk kehidupan nyata. dlm bersaudara klu kepala keluarga udh da ada. yg sering terjadi salah satu anaknya pasti jadi tulang punggung keluarga.

2023-03-07

0

Ning cute

Ning cute

jadi anak perempuan pertama itu memang berat .😓

2023-03-07

0

Gabrielle

Gabrielle

Greget sm Ardy, mamanya ngebela lagi.
Kasus Ardy ini..jgn selalu di turutin apa maunya...ksh pelajaran.

2022-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2 SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3 SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4 SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5 SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6 SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7 SEASON 1 Part 7. Terserah
8 SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9 SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10 SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11 SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12 SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13 SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14 SEASON 1 Part 14. Insident 1
15 SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16 SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17 SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18 SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19 SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20 SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21 SEASON 1 Part 21. The Real Me
22 SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23 SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24 SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25 SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26 SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27 SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28 SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29 SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30 SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31 SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32 SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33 SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34 SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35 SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36 SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37 SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38 SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39 SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40 SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41 SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42 SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43 SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44 SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45 SEASON 2. Part 9. Show Off!
46 SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47 SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48 SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49 SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50 SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51 SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52 SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53 SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54 SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55 SEASON 2. Part 19. Father Figure
56 SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57 SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58 SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59 SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60 Hi sorry ini masih pending
61 SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62 SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63 SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64 SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65 SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66 SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67 SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68 SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69 SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70 SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71 SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72 SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73 SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74 SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75 SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76 SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77 SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78 SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79 SEASON 2. Part 42. Korea 1
80 SEASON 2 Part 43. Korea 2
81 SEASON 2. Part 44. Korea 3
82 SEASON 2. Part 45. Korea 4
83 SEASON 2. Part 46. Korea 5
84 SEASON 2. Part 47. Korea 6
85 SEASON 2. Part 48. Korea 7
86 SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87 SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88 SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89 SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90 SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91 SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92 SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93 SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94 PENGUMUMAN SEASON 3
Episodes

Updated 94 Episodes

1
SEASON 1 Part 1. Kiamat Sudah Datang
2
SEASON 1 Part 2. Janda Tua Bawel!
3
SEASON 1 Part 3. Apa Kamu Baik?
4
SEASON 1 Part 4. Perjuangan Masih Panjang.
5
SEASON 1 Part 5. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari
6
SEASON 1 Part 6. Bencana Emosional Yang Harus Dihindari 2
7
SEASON 1 Part 7. Terserah
8
SEASON 1 Part 8. Masalah Lagi
9
SEASON 1 Part 9. Pulanglah
10
SEASON 1 Part 10. Sasaran Kemarahan
11
SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja
12
SEASON 1 Part 12. Dokter-dokter Ganteng
13
SEASON 1 Part 13. Dokter-dokter Ganteng
14
SEASON 1 Part 14. Insident 1
15
SEASON 1 Part 15. Insiden 2
16
SEASON 1 Part 16. Will Miss You
17
SEASON 1 Part 17. Hanya Teman
18
SEASON 1 Part 18. Minum Obatmu...
19
SEASON 1 Part 19. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 1
20
SEASON 1 Part 20. Mantan Yang Terlalu Mengharapkan 2
21
SEASON 1 Part 21. The Real Me
22
SEASON 1 Part 22. Yang Pertama
23
SEASON 1 Part 23. Tentang Sandra
24
SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.
25
SEASON 1 Part 25. Ingatkah Kau Padaku?
26
SEASON 1 Part 26. Terima Kasih
27
SEASON 1 Part 27. I'm Unstoppable (1)
28
SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)
29
SEASON 1 Part 29. Pertemuan Kembali yang Menyebalkan.
30
SEASON 1 Part 30. Karma Yang Manis
31
SEASON 1 Part 31. Karma yang Manis
32
SEASON 1 Part 32. Menyelesaikan Perselisihan
33
SEASON 1 Part 33. Bertemu Keluarga
34
SEASON 1 Part 34. Pas Gak Sibuk
35
SEASON 1 Part 35. Aku Siap
36
SEASON 1 Part 36. END SEASON 1
37
SEASON 2. Part 1. Joshua Woo
38
SEASON 2. Part 2. Pasien Pertama
39
SEASON 2. Part 3. Segelas Soju
40
SEASON 2. Part 4. Pesta Kecil
41
SEASON 2. Part 5. Yang Sebenarnya Terjadi
42
SEASON 2. Part 6. Perasaan Yang Tak Mungkin Terbalas
43
SEASON 2. Part 7. Kesempatan Kecil Yang Terbuka
44
SEASON 2. Part 8. Bersemangatlah
45
SEASON 2. Part 9. Show Off!
46
SEASON 2. Part 10. Let's Play Nice
47
SEASON 2. Part 11. Teman Sekongkol
48
SEASON 2 Part 12. Harapan Mama
49
SEASON 2 Part 13. Menikmati Waktu
50
SEASON 2 Part 14. Little Princess with Unicorn
51
SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah
52
SEASON 2. Part 16. Hyo-rim 1
53
SEASON 2. Part 17. Hyo-rim 2
54
SEASON 2. Part 18. Pandangan Erwin
55
SEASON 2. Part 19. Father Figure
56
SEASON 2. Part 20. Berapa Banyak Ex-mu?
57
SEASON 2. Part 21. Yuna Yang Tersinggung Berat
58
SEASON 2. Part 22. Kita Harus Bicara 1
59
SEASON 2. Part 23. Kita Harus Bicara 2
60
Hi sorry ini masih pending
61
SEASON 2. Part 24. Antara Kita Saja
62
SEASON 2. Part 25. Apa Dia Akan Cemburu
63
SEASON 2. Part 26. Melangkah Bersamamu
64
SEASON 2. Part 27. Gadis Nakal
65
SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1
66
SEASON 2. Part 29. Korean Social Dinner 2
67
SEASON 2. Part 30. Pesan Mama
68
SEASON 2. Part 31. Pesan Mama 2
69
SEASON 2. Part 32. Dibenturkan Masalah 1
70
SEASON 2. Part 33. Dibenturkan Masalah 2
71
SEASON 2. Part 34. Dibenturkan Masalah 3
72
SEASON 2. Part 35. Bertengkar Akhirnya
73
SEASON 2. Part 36. Bertengkar Akhirnya 2
74
SEASON 2. Part 37. Gadis Licik Yang Kucintai 1
75
SEASON 2. Part 38. Gadis Licik Yang Kucintai 2
76
SEASON 2. Part 39. Gadis Licik Yang Kucintai 3
77
SEASON 2. Part 40. Compulsive Behaviour 1
78
SEASON 2. Part 41. Compulsive Behaviour 2
79
SEASON 2. Part 42. Korea 1
80
SEASON 2 Part 43. Korea 2
81
SEASON 2. Part 44. Korea 3
82
SEASON 2. Part 45. Korea 4
83
SEASON 2. Part 46. Korea 5
84
SEASON 2. Part 47. Korea 6
85
SEASON 2. Part 48. Korea 7
86
SEASON 2. Part 49. Teman Lama Yang Datang Berkunjung
87
SEASON 2. Part 50. Aku Masa Depanmu
88
SEASON 2. Part 50. Sandra Yang Marah
89
SEASON 2. Part 51. Aku Mencintaimu 1
90
SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2
91
SEASON 2 Part 53. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 1
92
SEASON 2 Part 54. 사랑해 너만을 saranghae neomaneul - I love you, only you 2
93
SEASON 2 Part 55. ENDING SEASON 2
94
PENGUMUMAN SEASON 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!